• Tidak ada hasil yang ditemukan

Studi Living Qur'an Tentang Metode Bimbingan dan Penyuluhan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Studi Living Qur'an Tentang Metode Bimbingan dan Penyuluhan"

Copied!
54
0
0

Teks penuh

Saya berpendapat skripsi ini dapat diserahkan ke Fakultas Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Institut Ilmu Al-Qur'an (IIQ) Jakarta untuk diuji pada sidang Munaqosyah. Ahmad Munif Suratmaputra, MA selaku Direktur Program Pascasarjana Institut Ilmu Al-Qur'an (IIQ) Jakarta. Dosen-dosen Institut Ilmu Al-Qur'an (IIQ) Jakarta yang telah ikhlas memberikan ilmunya kepada penulis untuk menambah khazanah keilmuan.

Staf administrasi Lembaga Ilmu Al-Qur'an yang membantu memfasilitasi penulis dalam perkuliahan di Institut Ilmu Al-Qur'an (IIQ) Jakarta.

ABSTRAK

Berdasarkan pengamatan peneliti, para penyuluh agama Islam di Kementerian Agama Kota Depok sebagian besar telah menerapkan konsep-konsep Al-Quran tentang bimbingan dan konseling agama Islam. Metode yang mereka gunakan dalam bimbingan dan konseling merupakan representasi konsep Al-Qur'an dan sesuai dengan petunjuk yang dikehendaki Al-Qur'an.

ABSTRACT

While the rest, 3 people (16.67%) do not believe if it was applied to Guidance and Counseling activities instead of their respective duties. The perception of the extent of Islam in the city of Depok in other verses is also not very different from QS. According to the observation of the researcher, that the Islamic preachers of the Ministry of Religious Affairs of the city of Depok, have implemented most of the concept of the Qur'an for the guidance and counseling of Islam.

The method they use in guidance and counseling is a representation of the Qur'anic concept and in accordance with the signs desired by the Qur'an.

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Kedua, ustadz selain PNS yang ada di masyarakat dan terdaftar sebagai ustadz di kantor Kementerian Agama masing-masing kabupaten/kota. Aturan ini berbeda dengan kondisi sebelumnya yang mana penyuluh berada di bawah Badan Bimbingan Islam Kementerian Agama Kota/Kabupaten. Selain permasalahan regulasi, ada permasalahan klasik yang selalu mengiringi kerja fungsional penasehat agama Islam, yakni gaji.

Kompleksnya permasalahan yang dihadapi Kota Depok perlu dicermati secara cermat oleh para praktisi dakwah pada umumnya dan para penyuluh agama Islam di lingkungan Kementerian Agama Kota Depok pada khususnya. Pengajar agama perlu peka terhadap kebutuhan jamaah, sehingga dapat mengidentifikasi kepentingan masyarakat, sehingga mudah menarik minat mad’u (objek dakwah) untuk berpartisipasi dan aktif. dalam kegiatan pengajaran dan penyuluhan agama Islam yang dilakukan oleh penyuluh agama Islam Kementerian Agama Kota Depok. Selanjutnya dengan menggunakan pendekatan living Quran, peneliti mengamati penyambutan para ustadz di Kota Depok mengenai ayat-ayat terkait bimbingan dan konseling dalam Al-Quran.

Untuk memperoleh data, peneliti akan melakukan wawancara mendalam terhadap informan penyuluh agama Islam dari Kementerian Agama Kota Depok, juga menggunakan metode FGD; diskusi kelompok fokus. Peneliti kemudian membandingkan ayat-ayat terkait bimbingan dan konseling agama Islam dengan penerapan metode bimbingan dan konseling agama Islam yang dilakukan oleh konselor agama. Penelitian ini untuk melihat apakah metode yang digunakan oleh para ustadz sebagai penafsir dan penuntun kegiatan keagamaan masyarakat kota depok sudah sesuai dengan keinginan Al-Quran.

Permasalahan

Penerapan metode bimbingan dan konseling agama Islam oleh ustadz di lingkungan Kementerian Agama Kota Depok. Kesesuaian metode pengajar dalam melaksanakan bimbingan dan konseling agama Islam dengan petunjuk yang dikehendaki Al-Qur'an. Apa terminologi dan tafsir ayat-ayat tuntunan dan nasehat Islam dalam kajian tafsir Al-Quran.

Bagaimana penerimaan para penyuluh agama Islam Kementerian Agama Kota Depok mengenai ayat-ayat bimbingan dan nasehat. Bagaimanakah petunjuk agama Islam dan metode konseling para ustadz Kota Depok sesuai dengan petunjuk yang diinginkan Al-Qur'an?

Tujuan Penelitian

Kegunaan Penelitian

Kajian Pustaka Terdahulu Yang Relevan

Mohammad Taufik Hidayatullah, 2012, Disertasi, “Strategi Peningkatan Kompetensi Keagamaan Islam di Tiga Daerah Provinsi Jawa Barat. Temuan penelitian Taufik menghasilkan beberapa kesimpulan, antara lain: a) ciri-ciri pribadi penyuluh agama Islam yang positif adalah usia, pendidikan nonformal dan tingkat orientasi pembelajaran; dukungan kelembagaan terhadap penyuluhan menunjukkan kategori rendah terutama dari segi fasilitas dan sumber informasi penyuluhan; b) Faktor yang mempengaruhi tingkat pemenuhan kebutuhan penyuluh, penyuluh agama Islam diwakili oleh peran pendidik ; dukungan kelembagaan terhadap penyuluhan yang diwakili oleh dukungan politik pusat dan dukungan manajemen secara keseluruhan 17 Mohammad Taufik Hidayatullah, Strategi Peningkatan Literasi Keagamaan Islam di Tiga Daerah Provinsi Jawa Barat, (Bogor: 2012).

Dalam tulisannya, mereka sepakat untuk menulis tentang guru agama, yang juga menjelaskan peningkatan kompetensi guru melalui pendekatan yang berbeda. Abdul Basit memaparkan berbagai tantangan yang dihadapi para penyuluh agama dalam kehidupan modern saat ini. Firman menawarkan model dakwah bagi konselor melalui konseling keagamaan transformatif yang menyesuaikan dengan kemajuan masyarakat.

Sementara itu, Koestini dan Kuswinarno membahas penelitian yang dilakukan di berbagai daerah yang menunjukkan adanya kecenderungan para penyuluh agama menggunakan metode tatap muka dalam memberikan bimbingan dan penyuluhan kepada masyarakat. Keempat literatur tersebut secara langsung membahas tentang ustadz, namun tidak membahas tentang wawasan Al-Qur'an mengenai ustadz, ayat-ayat yang dapat diartikan sebagai ayat petunjuk dan petunjuk, serta metode petunjuk yang disarankan oleh Al-Qur'an. 'sebuah. 'an juga tidak dibahas dalam tulisan mereka. 19 Koestini dan Kuswinarno, Jurnal, “Konselor Keagamaan; Analisis Kinerja Menuju Profesional Jurnal Ilmu Sosial dan Agama Volume 22 No.

Metode Penelitian

Mereka hanya membahas satu aspek bimbingan dan konseling, yaitu; terminologi dakwah dalam Al-Qur'an dan berbagai dimensi dakwah; seperti sejarah dakwah nabi, prinsip dakwah dan pengetahuan tentang materi dakwah lainnya. Kemudian menganalisis kesesuaian metode yang digunakan ustadz Kementerian Agama Kota Depok dengan isyarat yang disyaratkan Al-Quran. Dalam bidang penelitian Al-Qur’an yang hidup, metode observasi memegang peranan yang sangat penting, yang akan memberikan gambaran keadaan sebenarnya di lapangan.

Peneliti tidak akan memperoleh data yang akurat dari sumber primer apabila tidak melakukan wawancara terhadap responden atau partisipan pada saat meneliti kegiatan yang berkaitan dengan fenomena Living Qur’an pada suatu masyarakat tertentu. Dalam kajian living Al-Qur'an yang bertujuan untuk mengidentifikasi fenomena interaksi masyarakat dengan Al-Qur'an, metode wawancara ini mutlak diperlukan. Penelitian Living Quran terhadap fenomena bimbingan dan konseling agama Islam yang muncul di masyarakat akan semakin kuat jika disertai dengan dokumentasi.

Selain metode kualitatif, peneliti juga menggunakan metode kuantitatif untuk menghitung persentase penerimaan informan terhadap aspek penelitian Living Quran yang dilakukan peneliti. Setelah diperoleh persentase hasil dari setiap aspek penelitian pada metode living Quran, selanjutnya peneliti membuat diagram yang menggambarkan persentase seluruh informan yang mengamati ayat-ayat bimbingan dan konseling dalam penelitian ini. Dalam penulisan laporan penelitian ini mengacu pada Buku Pedoman Penulisan Proposal Disertasi dan Program Pascasarjana Institut Ilmu Al-Quran (IIQ) Jakarta.

BIMBINGAN DAN PENYULUHAN AGAMA ISLAM DALAM TINJAUAN

Bab ini memuat latar belakang masalah, identifikasi masalah, rumusan dan pembahasan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, tinjauan pustaka, metodologi penelitian dan sistematika pembahasan.

TERM-TERM DAN AYAT-AYAT TERKAIT BIMBINGAN DAN PENYULUHAN AGAMA ISLAM

PENYULUH AGAMA ISLAM KEMENTERIAN AGAMA KOTA DEPOK

PENUTUP

Kesimpulan

Al-Qur'an mempunyai berbagai istilah yang mempunyai arti identik dengan bimbingan dan konseling agama Islam, antara lain dakwah, tabligh, amr ma'ruf nahi munkar, irsyad, mau'idhoh hasanah, tabsyir, indzhar, washiyah, tarbiyah, kl. -ta'lim dan khotbah. Terminologi yang berbeda-beda tersebut mencakup seluruh dimensi bimbingan dan konseling, salah satunya adalah konsep metode bimbingan dan konseling secara rinci. Para ustadz dari Kementerian Agama Kota Depok ini mempunyai pandangan berbeda mengenai ayat bimbingan dan konseling.

Ada empat (4) aspek yang menjadi pengamatan penulis, yaitu aspek membaca/menghafal ayat, aspek menulis, aspek kognisi, dan aspek penerapan ayat dalam kegiatan bimbingan dan konseling. Berdasarkan observasi peneliti, masih terdapat sebagian penyuluh agama Islam Kementerian Agama Kota Depok yaitu 40% dari total penyuluh yang belum memahami ayat-ayat bimbingan dan konseling dengan baik; baik dari aspek hafalan/membaca, menulis, pemahaman dan penerapannya dalam masyarakat. Meski tersisa 60% penyuluh agama Islam, Kementerian Agama Kota Depok menerapkan beberapa konsep Al-Qur'an tentang bimbingan dan konseling agama Islam.

Metode yang mereka gunakan dalam bimbingan dan konseling merupakan representasi dari konsep-konsep Al-Qur'an. Sedangkan metode mujjadi billati hiya ahsan merupakan representasi dari metode diskusi/hiwar yang digunakan oleh para penyuluh agama Islam Kementerian Agama Kota Depok dalam membimbing dan memberikan penyuluhan kepada masyarakat. Dengan demikian, metode yang mereka gunakan sesuai dengan konsep Al-Qur’an tentang metode bimbingan dan konseling.

Saran

Hal ini tentunya harus menjadi perhatian serius bagi Kementerian Agama untuk meningkatkan kemampuan dan kompetensi para konselor sebagai ujung tombak Kementerian Agama di masyarakat. Inovasi metode bimbingan dan konseling perlu kita tingkatkan agar masyarakat sasaran lebih tertarik untuk mengikuti bimbingan dan konseling yang diberikan oleh instruktur. Membuat aturan rekrutmen yang lebih tepat untuk penerimaan penyuluh agama Islam guna menyeleksi pengajar yang mempunyai kompetensi memadai di bidang penyuluhan agama kepada masyarakat b.

DAFTAR PUSTAKA

As-Suyuthi, Jalaluddin, 2008, Asbab An-Nuzul; Sebab Turunnya Ayat Al-Qur‟an, Jakarta: Gema Insani Press. Ath-Thabariy, 2007, Tafsir Ath-Thabariy; Jami' al-Bayan 'an Ta'wil al-Qur'an, Jakarta: Pustaka Azzam. Ibnu Katsir, al-Imam Abu al-Fida' al-Hafidz, 1994, Tafsir al-Koran al-Adzhim, Beiroet: Dar al-Fikri.

Muhamed Fu‟ad, Abdu al-Baqi, 1992, Almu‟jam Almufahras li alfazsh al-Kur‟an, Bejrut: Dar al-Ma‟rifah. Muhamed Mahmud al-Shawwaf, tth, Min el-Kur‟an ila el-Kur‟an, el-Da‟uah ue el-Du‟at. Rama Yulianis, 2006, Pendidikan Agama Islam, Xhakarta: Kalam Mulia Salman Bin Fahd al-Audah, tth, Urgensi Amar Ma‟ruf Nahi Munkar, Penj.

Shihab, M. Quraish, 1994, Landasan Al-Qur'an (Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat), Bandung: Mizan. Zuhaily, Wahbah, 1991, at-Tafsir al-Munir fi al-'Aqidah wa asy-Syari'ah wa al-Manhaj, Beirut: Dar al Fikri al-Mu'ashir. Novaili, Metode Dakwah Konselor Agama Islam untuk Mewujudkan Keluarga Sakinah Bagi Calon Pasangan Suami Istri di Kantor Urusan Agama (Kua), KONSELING AGAMA: Jurnal Bimbingan Konseling Islam, Vol.

Referensi

Dokumen terkait