• Tidak ada hasil yang ditemukan

studi tentang hadis penciptaan awal makhluk

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "studi tentang hadis penciptaan awal makhluk"

Copied!
83
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Alasan Memilih Judul

Banyak sekali penelitian mengenai asal muasal penciptaan makhluk, namun secara spesifik belum ada penelitian ilmiah baik itu tesis, disertasi maupun tesis yang ditemukan para ulama mengenai penelitian yang khusus membahas tentang kitab Islam Qut Al- Muughtadziy , yang menjadi salah satu alasan peneliti memilih judul ini.

Penegasan Judul

Rumusan Masalah

Dibahas tentang metode hadits syariah yang digunakan Imam As-Suyuthi dalam kitab Al-Dibaj. Bab keempat merupakan analisis pemahaman dan metode Imam As-Suyuthi mengenai hadits awal penciptaan makhluk. Imam As-Suyuthi juga mengomentari pendapat bahwa makhluk pertama yang diciptakan Allah adalah Nur Muhammad.

Imam As-Sujuthi dalam pendekatan memahami hadis tentang penciptaan awal makhluk dalam kitab Qut Al-Mughtadziy, menggunakan kaedah ijmak.

Batasan Masalah

Tujuan dan Manfaat Penelitian

Kajian Terdahulu

Jurnal berjudul Kajian Konsistensi As-Suyuthi Dalam Menilai Kualitas Hadits (Kajian Kitab Al-Jami' Al-Shaghir dan Lubab Al-Hadith), yang ditulis oleh Ahmad Saerozi, M.Ag. Dibahas tentang konsistensi Imam As-Suyuthi dalam pengkajian hadis, khususnya pada kitab Al-Jami' Al-Shaghir dan Lubab Al-Hadits. Dari beberapa karya ilmiah yang diperoleh penulis, kajian secara global masih berkaitan dengan penciptaan asli makhluk yang diciptakan Allah, namun sebagian besar membahas tentang konsep Nur Muhammad sebagai awal mula makhluk.

Namun penulis tidak menemukan penelitian mengenai awal penciptaan makhluk yang Allah ciptakan, khususnya mengenai pemahaman Imam As-Suyuthi.

Metodelogi Penelitian

  • Sistematika Penulisan

Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik penelusuran buku, yaitu dengan mencari data-data yang relevan dan berkaitan dengan topik pembahasan awal penciptaan makhluk. Sedangkan metode analisis digunakan untuk mengasah pokok bahasan dengan menganalisis pemahaman Imam As-Suyuthi terhadap hadis tentang asal mula penciptaan makhluk. Bab kedua berisi uraian tentang hadits penciptaan asli makhluk, yang memuat takhrijul hadits penciptaan asli makhluk, penjelasan tentang hadits penciptaan, skema sanad dan analisis kualitas hadits. .

Bab ketiga berisi biografi Imam As-Suyuthi, meliputi nama, asal-usul, pendidikan, guru dan murid, karya-karyanya, tafsir ulama tentang dirinya dan pengenalan umum kitab Qut Al-Mughtadziy.

TEORI TENTANG PENCIPTAAN AWAL MAKHLUK

Teori Tentang Penciptaan Awal Makhluk

Takhrij Hadis Penciptaan Awal Makhluk

Kata yang digarisbawahi merupakan kata kunci yang digunakan sebagai alat pencarian hadis yaitu kata بتك, هشرع dan قلخي. Kemudian kata tersebut dikembalikan ke bentuk aslinya menjadi بتك, شرع dan قلخ, selanjutnya langkah selanjutnya adalah mencari kata tersebut pada kitab Mu‟jam al-Mufharasy.

Lafaz Hadis dan Artinya

Dia mencatat segala sesuatu dalam az-zikra (lauhul mahfuz) dan Dia menciptakan langit dan bumi. Abu Tahir menceritakan kepadaku, Ahmad bin "Amar bin Abdullah bin "Amar bin Sarhi, Ibnu Wahbi menceritakan kepada kami, Abu Hani'i Khaulaniy menceritakan kepadaku dari Abi Abdurrahman Hubali, Abdullah bin "Amar bin "Asha berkata: Aku mendengar Rasulullah Allah Ta'ala berfirman: Allah Ta'ala menuliskan segala ketentuan makhluk-Nya sebelum Dia menciptakan langit dan bumi selama 5000 tahun, lalu Dia berfirman: "Arasy itu di atas air. Yahya bin Musa memberitahu kami, berkata: Abu Abu. Daud menceritakan kepada kami al-Thayaliys, berkata: Kami diberitahu oleh Abdul Wahdi bin Sulaiman, berkata: Aku pergi ke Makkah lalu aku bertemu dengan "Atha bin Abi Rabah dan aku berkata: Wahai ayah Muhammad , sesungguhnya aku lupa masalah yang kamu jelaskan itu. tentang tafsir Al-Qudrah, kemudian "Atha" : Aku bertemu (mengerjakan) Walid bin Ibadah bin Shamit, dia berkata: Aku meriwayatkan daripada ayahku bahawa dia berkata: Aku mendengar Rasulullah bersabda: Sesungguhnya makhluk pertama yang Tuhan menciptakan , adalah pena, dan salah seorang daripada mereka berkata: Tuliskan itu, supaya ia boleh digunakan sebagai asas untuk selama-lamanya.

Diriwayatkan oleh Abu Quraiyb, dia berkata: Diriwayatkan Muhammad bin Fudoiyl, dari Hamzah al-Zayati, dari Ziyad al-Thaiyy, dari Abi Hurairah, dia berkata: Kami berkata, wahai Rasulullah, apa saja yang dapat dekatkan hati kami kepadaMu boleh membuat kami meninggalkan dunia dengan menjadi orang yang menyediakan makanan untuk akhirat. Maka apabila kami berpisah dan melupakan keluarga kami, kami mendengar anak-anak kami mengingkari kami, dan Rasulullah bersabda: Jika kamu mendengar apa yang akan saya katakan kepada kamu, apabila kamu pergi dari sini, malaikat akan datang ke rumah kamu, walaupun kamu tidak termasuk orang-orang yang berdosa, Allah akan menjadikan apa yang telah kamu kerjakan sebagai ampunan bagimu. Ahmad bin Maniy' memberitahu kami: Yazid bin Harun memberitahu kami: Hamad bin Salamah memberitahu kami, dari Ya'la bin "Athaiy, dari Waqi' bin Hudus, dari bapa saudaranya Abi Raziyn, dia berkata. : Dia bertanya sem : Wahai Rasulullah, di manakah tempat Allah sebelum Allah menciptakan makhluk-Nya.

Rasulullah bersabda: Dia berada di 'Amma (kehampaan murni) tanpa udara di atas dan di bawah, lalu dia menciptakan 'Arasnya di atas air.

Skema dan I‟tibar Sanad

Berdasarkan bagan di atas, terdapat tiga alur sejarah yang penulis ceritakan mengenai hadis tentang awal mula penciptaan makhluk. Mengenai penyajian data sejarah, penulis hanya menjelaskan jalur sejarah hadis Imam At-Tirmidzi nomor 3109. Sedangkan dari jalur sejarah Imam Bukhari dan Imam Muslim, kejelasan hadisnya tidak diragukan lagi.

Data Periwayat

Ashim bin Ahwal, Ismail bin Abi Khalid, Abi Malik al-Syuja‟iy, Yahya bin Sa‟id al-Anshari, Hariry bin „Usman, Ibnu „Aun, Daud bin Abi Hind, Husain al-Mu‟alim, Muhammad bin Ishak , Sa‟id bin Jarir, Sufyan bin Husain, Kahmis bin Hasan, Muhammad bin Umar bin „Alqamah, Muslim bin Sa‟id, Hamam, Warqa‟ bin Umar, Hisyam bin Hasan, Ibnu „Athar, Hajjaj bin Abi Zainab, al- Hammadin, Rabiy' bin Muslim, Su'bah, Tsauri, Sulaiman bin Ali ar-Ribb'iy, Sulaiman bin Katsir, Abdul al-Khaliq bin Salamah. Murid: Baqiyah bin Walid, Adam bin Abi „Iyas, Ahmad bin Hanbal, Ishak bin Rahawi, Yahya bin Ma‟in, Ali bin Madin, Ibnu Abi Syaibah, Bayan bin Amar, Yundar, Abu Musa, Muhammad bin Salam, Abu Khaisyanah, Amar bin Naqid, Ibnu Numair, Muhammad bin Hatim bin Maimun, Harun bin Hamal, Muhammad bin Ubadah al-Wasathi, Abbas bin Ali al-Anbariy, Muhammad bin Abdulrahim al-Bazar, Amar bin Ali al-Fallas, al- Mufadol bin Sahla al-„Araj, Abu Qudamah, Ibnu Abi Ammar,. Jarh wa ta'dil: Abu Thalib (hafidz), Al-„Ijjliyy, Ibnu Madin, Abu Hatim, Ibnu Ma‟in (tsiqah), Amar bin„Aun (shaduq).

Guru: Shabit bin Bunan, Qatadah, Khalil Humaid al-Thawiyl, Ishak bin Abdullah Abi Thalaha, Anas bin Sirrin, Samamah bin Abdullah bin Anas, Muhammad bin Zaid al-Qurasi, Abi Zubair al-Makki, Abdul Malik bin Numair, Abdul Aziz Shuhaib, Abi Amran al-Zauniy, Amar bin Dinar, Hisyam bin Zaid bin Anas, Hisyam bin Urwah, Yahya bin Said al-Anshari, Abu Ayyub al-Shaktani, Khalid al-Hazaiy, Daud bin Abi Hindi, Sulaiman at-Taimiy, Syamak bin Harb. Pelajar: Ibnu Juraij, Sauri, Syubah, Ibnu Mubarak, Ibnu Mahdi, Al-Qathan, Abu Daud, Abu Walid at-Taylisan, Abu Salamah, Adam bin Abi „Iyas, al-Isyib, Aswad bin Umar Syazani,. Jika kita lihat dari tahun kematian antara Hammad bin Salamah (w. 167 H) dan Ya‟la bin `Atha (w. 110 H), ada kemungkinan mereka bertemu dalam tempoh masa yang sama, maka mungkin untuk hubungan antara pelajar dan guru, seterusnya perkara yang memenuhi kriteria keterkaitan sanad.

Nama Lengkap: Ya'la bin 'Atha al-Amir al-Layshi al-Thaifi Tempat Tinggal: Thaif. Guru : Ayahnya, Awus bin Abi Awush, Umarah bin Hudair al-Yajalliy, Amar bin Syarid bin Suwaid, Amar bin 'Ash, Ibnu Sufyan bin Abdullah Ashaqafi, Abi al-Qamah al-Hasimiy, Jabir bin Yazid al-Aswad, Abi Hammam Abdullah bin Yasar al-Qufi, Ali bin Abdullah al-Baraqi, Walid bin Abdirrahman al-Jursyi, Waqi' bin Hudus, Yazid bin Thalq. Data dari narator Ya'la bin 'Atha menunjukkan adanya hubungan langsung (liqa'), yaitu terjalinnya hubungan antara siswa yang memperoleh hadits dari gurunya Waqi' bin Hudus, hal ini menunjukkan adanya sanad untuk koneksi.

Data dari narator Waqi’ bin Hudus menunjukkan adanya hubungan langsung (liqa’), yaitu terbentuknya hubungan antara siswa yang memperoleh hadits dari gurunya Abu Raziyn, hal ini menunjukkan adanya hubungan sanad pada. Nama lengkap : Laqits bin Amar bin Shabirah bin Abdullah bin Muntafiqi bin Amar bin ‘Uqail bin Ka’ab bin Rabi’ah bin Amar bin Sha’sha’ah.

Analisis Kualitas Hadis

Inilah yang menjadikan Imam As-Sujuthi mendapat kepercayaan yang tinggi sehingga ilmunya patut dipertimbangkan. Seperti yang dinyatakan sebelum ini, Imam As-Suyuthi mengarang sebuah kitab syarahan bertajuk Kut Al-Mughtadziy, atau dengan tajuk penuh Kut Al-Mughtadziy „Ala Jami‟ Et-Tirmidziy. Kitab Kut Al-Mughtadziy disusun oleh Imam As-Sujuthi setelah selesai penyusunan kitab-kitab syrah oleh ulama mazhab, seperti: kitab Musnad.

Imam As-Suyuthi tidak mengajar hadis-hadis yang jelas maknanya menurutnya, atau yang tidak bermasalah dengan bahasa dan pemikiran. Adapun teknik tafsir dan pendekatan yang digunakan oleh Imam As-Suyuthi untuk menyusun kitab tersebut, secara umum sebagai berikut. Ada kalanya Imam At-Tirmidziy tidak menyebut pendapat ulama, lalu Imam As-Suyuthi menambah dengan menukilkan beberapa pendapat ulama.

Inilah salah satu dalil pendukung hadis riwayat Imam As-Suyuthi dalam kitab Qut Al-Mughtadziy tentang Sunan At-Tirmidziy. Dalam hadits tentang awal penciptaan makhluk, Imam As-Suyuthi mengutip pendapat Zainul Arabi, bahwa hadits yang mengatakan bahwa qalam, akal, cahaya, ruh, ‘arash, bukanlah awal mula makhluk yang Allah ciptakan sebelum segala sesuatunya bukan, melainkan bukan awal dari setiap jenis. Imam As-Suyuthi dalam mengutip pendapat para ulama mengenai hadis tentang awal mula penciptaan makhluk cenderung membiarkan pendapat tersebut begitu saja, tanpa memberikan penjelasan yang lebih rinci.

Imam As-Suyuthi tidak mengajar hadis-hadis yang jelas maknanya menurutnya atau tidak bermasalah dari segi bahasa dan pemikiran. Pendekatan pertama dari segi bahasa, Imam As-Suyuthi hanya menjelaskan perkataan/kalimat yang masih diperdebatkan, kemudian memberikan kefahaman. jelas dan tepat kepada lafaz/kalimat dalam hadis kejadian awal makhluk. Tiga pendekatan yang berkaitan dengan aqidah, Imam As-Suyuthi hanya menjelaskan hadith yang berkaitan dengan masalah aqidah.

Maka apabila Imam As-Sujuthi membaca hadis yang berkaitan dengan aqidah, beliau juga memberikan kefahaman tentang hadis tersebut, seperti hadis kejadian awal makhluk.

Gambar

Tabel Periwayat

Referensi

Dokumen terkait

According to the background of the study above, the research question is “Are there any significant differences in applying Kahoot, Quizizz and Google form as the media of exercise in

Objectives/ Results Indicator Baseline Annual Plan Targets End of Plan Target Responsible Agency Year Value 2017 2018 2019 2020 2021 2022 Organization with GAP Certification