Sujono Selasa 3 Oktober 2023 MK Perancangan Pompa Dosen: Sujono
� Selasa, 19:30 s.d 21:30 Tujuan akhirnya apa, harus bisa
Waktunya yg alih jenjang lebih dikit sehingga harus agak berpacu.
Reguler itu ada pertemuan tiotal 18x, 2x untuk ujian tengah semester dan akhir.
Full nya 16x.
Tujuannya kira2 nanti butuh pompa yg seperti apa yg dirancang.
Ns itu beda buku beda ns.
Buku stepen . ini ada ns1, ada nsp ada nsf.
Ns1: hanya fungsi putaran impeler=n, q , head Nsp (power):
Nsf=3x nsq
Pilih salah satu antar ketiganya, gk harus semua.
Bedanya kecepatan kinetik dan dinamik
Itungan gk sampe 40, Cuma 30, brarti gk ada pilihan, maka nanti digeser, supaya naik ns nya, maka headnya dibagi I (jumlah tingkat) maka headnya akan mengecil dan ns nya akan naik.
Sama juga klo ns dibaah 10, maka ns dinaikkan dengan cara headnya dibagi maka dia akan naik sendiri
Trus klo ingin muliti imoeler
Q nya kecil, ns akan turun.
Nurunin ns caranya q dibagi.
Atas jumlah suction nya, yg bawah tingkat tekanannya.
Atas multi i mpeler, bawah multi stage.
Gambar A, B, C, D
A: asumsi impeler punya jumlah sudu tak terhingga sehingga aliran fluida di jalur masing2, tidak akan belok kanan kiri. Seolah2 fluida ngalir di jalur masing
B; segitiga kecepatan sisi masuk dan segitiga kecepatan sisi keluar.
C: contoh kalau ada fluida diataruh dalam wadah, wadah diputer maka fluida akan bertahan pada posisi masing2. Timbul gesekan wadah dengan fluida
D: gara2 yg C adi maka akan menggeser itu, timbulah gesekan sepanjang itu. Gara2 c, garis alir/
kecepatan tak akan sama dengan teorinya.
U2= garis singgung , u2=kecepatan tangensial,
W2=kecepatan relatif, kec menyusuri sesuai arah sudu.
U2 tangensial menyinggung di titik bawah
C2 diperolaeh dari antara 2 dan u,, C2 = kec absolute Beta 2 : sudut sudu.
Alfa 2 sudut dibentuk c2 dan garis singgung
U1=kec tangen sial W1 kec relatif
C1= kec absolut dibentuk dari u1 w1.
U=phi D x 2n (putaran rpm) Cr= kecepatan radial.
Ngitungnya pake segitiga biasa. Karena itu gambar vektor biasa.
C2u=proyeksi c2 terhadap u.
Cu1=proyeksi c thd u1.
W menyusuri arah sudu masing2 sudutnya berapa dearjat.
C2= hasil dari w2 dan u2.
C2r lurus dari radial.
C2u=proyeksi c2 terhadap u.
Wadahnya berputar, fluidanya tetep, maka akan timbul gesekan fluida dengan gesekan.
Gara2 d (berputar) maka c berubah
Daya = momen torsi x omega Omega=putran sudut.
Itu terjadi diimpeler ke fluida.
Dia akan merubah momentum dari masuk jadi keluar (jika impeler berputar) Momentum=kecepatan x masa nya.
Segitiga kec:
C1u=c1 cos alpha 1.
Cos alpha 1=c1u/c1
Cos alpha 2= c2u/c2
C2u=c2 cos alpha 2
Daya = momentum x omega.
U=omega r. u=tangensial, omega kec sudut, r jari2.
Perssamaan euler.
Head=u2x c2u-u1 xc1u.
Semankin kenceng putaran, head semakin naik dilihat dari u.
V=omega x r. roda berputar jari2 r, kec sudut omega.
U=omaega r.
Omega = 2 phi n.
EULER TAHUN 1754.
‘c1 kwadrat+ u1 kwadrat-2 c1 u1+alpa 2.
Klu ada alpha,,,,,,,,,,,,,,
V
Head : dinmis static.
Faktor sirkular.
K2cu=
K2 cu,, tergantung ns 1.
Itulah head aktual.
U2=phi.d.n(rpm)
Kalau u permenit, n juga permenit.
U=phi.D.n v=omega.r v=(2.phi.n).r v=(phi.n)(2.r) v=phi.n.D=phi.D.n v=tangencial velocity
klo ingin headnya naik, u atau n nya naikin.
Head pada impeler.
Harus baca2. Biar tau ceritanyua.
Sekarang ke: pengaruh sudu keluar.
A, impeler putar ke kanan.
Forward backward.
Head total = head static + dhead dinamic.
/