• Tidak ada hasil yang ditemukan

SUKARNO BENGKULU

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "SUKARNO BENGKULU "

Copied!
166
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Identifikasi Masalah

Bagaimana validitas pengembangan Lembar Kerja Siswa Matematika Elektronik Audio Visual (ELPS) untuk siswa SMA. Bagaimana kepraktisan pengembangan lembar kerja siswa matematika (AVMS) audio visual untuk siswa SMA. Seberapa efektif pengembangan Lembar Kerja Siswa Matematika (EVMS) Elektronik Audio Visual untuk siswa SMA.

Bahan ajar lembar kerja siswa LKPD elektronik dikatakan valid apabila diperoleh dan memenuhi syarat kelayakan dengan tingkat kesesuaian materi, media dan bahasa. Kegiatan penelitian pengembangan LKS elektronik matematika audiovisual untuk siswa SMP telah dilaksanakan pada tanggal 23 Juni 2022. Setelah menggunakan produk, guru dan siswa mengisi angket respon terhadap LKS elektronik yang digunakan.

Bahan ajar karya siswa LKPD elektronik dikatakan valid apabila mencapai dan memenuhi syarat kelayakan dengan tingkat bakat. Pengembangan LKPD matematika audiovisual elektronik bentuk persegi panjang dan segitiga untuk siswa SMP.

Batasan Masalah

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Dapat menambah pengetahuan, wawasan dan keterampilan dalam mengembangkan sumber belajar untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.

Spesifikasi Produk

Hasil penelitian ini akan memberikan kontribusi yang baik bagi SMPN 1 Kota Bengkulu, sesuai dengan kebutuhan proses pendidikan yang akan datang.

Asumsi dan Keterbatasan Produk

LKPD elektronik hanya dapat digunakan di sekolah yang memperbolehkan siswanya menggunakan telepon seluler.

LANDASAN TEORI

Bahan Ajar Elektronik

Sebagai seorang pelatih harus mampu menentukan bahan ajar yang sesuai dengan kurikulum, ciri-ciri tujuan dalam menyelesaikan masalah pembelajaran. Bahan ajar yang dibuat oleh guru tentunya ingin berguna dan bermanfaat bagi guru dan siswa. Modul merupakan salah satu bahan ajar yang mempunyai peranan penting dalam keberhasilan proses pembelajaran.

LKPD sebagai bahan ajar yang dapat membimbing siswa dalam memperoleh konsep materi pembelajaran melalui kegiatan individu atau kelompok. Berdasarkan penjelasan di atas, peneliti dapat menyimpulkan bahwa LKPD merupakan bahan ajar cetak yang berisi petunjuk dan cara menyelesaikan suatu tugas. Buku merupakan bahan ajar yang memuat pengetahuan hasil analisis kurikulum dalam bentuk tertulis. f) Brosur.

Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa bahan ajar foto atau gambar adalah bahan ajar yang berbentuk visual. Keunggulan bahan ajar audio adalah melatih konsentrasi siswa dan membuat perhatian siswa lebih terfokus.

Lembar Kerja Peserta Didik Elektronik

Materi Segiempat dan Segitiga

Penelitian Relevan

Pengembangan lembar kerja siswa elektronik (E-LKPD) berbasis penemuan terbimbing pada materi hubungan dan fungsi di MTSN Barito Utara tahun ajaran kelas VIII. Bedanya pada penelitian ini peneliti membuat bahan ajar LKPD elektronik dengan menggunakan bahan berbentuk persegi panjang dan segitiga pada saat pembelajaran.

Tabel 2.1 Hasil Penelitian Terdahulu  No  Nama dan Judul
Tabel 2.1 Hasil Penelitian Terdahulu No Nama dan Judul

Kerangka Berpikir

METODE PENELITIAN

Prosedur Penelitian

38 Wisnu Siwi Satiti dkk, “LKPD kontekstual berbasis pesantren untuk menunjang pemahaman santri pada materi aritmatika sosial”. Pada tahap analisis, kegiatan yang dilakukan adalah mendeskripsikan perlunya pengembangan model atau metode pembelajaran baru. Wawancara pertama dilakukan terhadap guru matematika kelas VII tentang kurikulum yang digunakan di SMPN 1 Kota Bengkulu, serta pengumpulan informasi mengenai permasalahan yang terdapat dalam pembelajaran dan bahan ajar matematika yang ada serta observasi pelaksanaan pembelajaran dan pelaksanaan pembelajaran. analisis bahan ajar (RPP) yang ada).

Kemudian dilakukan wawancara kedua kepada siswa yaitu untuk mengetahui permasalahan yang dirasakan siswa pada materi persegi panjang dan segitiga dalam proses pembelajaran. Analisis kurikulum bertujuan untuk menganalisis kurikulum terhadap dua aspek pendukung yaitu Kompetensi Dasar (KC) dan Kompetensi Inti (CI). Analisis ini dilakukan untuk mengetahui tujuan pembelajaran, cakupan materi dan strategi yang digunakan sebagai dasar pengembangan perangkat kurikulum pada mata pelajaran matematika dalam pengembangan LKS Audio Visual Elektronik di SMPN 1 Kota Bengkulu.

Pada tahap ini peneliti merancang produk elektronik LKPD berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan sebelumnya dengan menentukan kompetensi inti, kompetensi inti dan materi pembelajaran. Dalam penelitian ini berbentuk LKPD elektronik berbasis materi matematika audiovisual tentang persegi panjang dan segitiga. Setelah produk jadi, akan dilakukan uji validasi oleh tiga orang dosen, ahli media, ahli materi, dan ahli bahasa.

Kemudian pada tahap ini dilakukan pengujian pada kelas saat ini yaitu pada kelas VII.7 yang bertujuan untuk mengetahui kelayakan LKPD Elektronik dari segi kepraktisan dan keefektifan. Pada uji praktikalitas, peneliti membuat angket respon siswa yang akan diisi siswa berupa pertanyaan tentang penggunaan materi pembelajaran selama pembelajaran berlangsung. Peneliti juga membuat angket respon guru yang akan diberikan kepada guru kelas VII untuk mengetahui penggunaan bahan ajar selama proses pembelajaran.

Selanjutnya pada tahap akhir evaluasi, pada tahap ini peneliti melakukan revisi akhir terhadap LKPD Elektronik yang dikembangkan. Berdasarkan masukan yang diperoleh dari guru, angket respon siswa, dan tes prestasi siswa. Tujuannya untuk mengetahui apakah LKPD elektronik yang sedang dikembangkan perlu lebih ditingkatkan lagi landasannya.

Gambar 3.1 Model Pengembangan ADDIE 39 1.  Tahap Analisis (Analysis)
Gambar 3.1 Model Pengembangan ADDIE 39 1. Tahap Analisis (Analysis)

Teknik Pengumpulan Data

Angket tanggapan merupakan angket yang digunakan untuk mengumpulkan data tanggapan guru dan siswa terhadap LKPD. 43 Lisa Wulandari, “Pengembangan Modul Matematika Berbasis Kontekstual Madrasah Tsanawiyah Asas Islamiyah Jambi”, (disertasi, Uin Sulthan Thaha Saifuddin), 2019, hal.56. Kuesioner ini terdiri dari data kuantitatif yang dapat diolah dalam bentuk persentase dengan menggunakan skala likert.

44 Yokri, “LKPD Matematika Berbasis Riset Untuk Meningkatkan Keterampilan Pemecahan Masalah Siswa Kelas X SMK – SMAK Padang”, hal. Tujuan dari tes keterampilan ini adalah untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Kota Bengkulu dalam mengerjakan soal yang diajukan dengan menggunakan produk berupa LKPD elektronik untuk pembelajaran matematika.

Tabel 3.1: Kisi – Kisi Angket Validasi  Penilaian Oleh Ahli  Materi  Matematika
Tabel 3.1: Kisi – Kisi Angket Validasi Penilaian Oleh Ahli Materi Matematika

Teknik Analisis Data

Hasil angket hasil belajar siswa akan dianalisis dengan menggunakan rumus sebagai berikut: Respon siswa terhadap LKPD Elektronik Matematika melibatkan 34 siswa kelas VII SMPN 1 Kota Bengkulu. Siswa diminta membaca petunjuk dan mengerjakan soal latihan secara mandiri pada LKPD elektronik.

Uji praktik ini bertujuan untuk mengetahui mudah atau tidaknya penggunaan produk elektronik LKPD bagi siswa dan guru. Berdasarkan hasil tes belajar siswa diperoleh skor sebesar 81% yang berarti LKPD Elektronik yang dikembangkan peneliti termasuk dalam kriteria sangat efektif.

Tabel 3.6: Pedoman Skor Penilaian Ahli
Tabel 3.6: Pedoman Skor Penilaian Ahli

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil Uji Lapangan

Pada tahap ini dilakukan pengujian terhadap 34 siswa kelas VII.7 SMPN 1 Kota Bengkulu. Pada tahap ini dilakukan uji kinerja terhadap 34 siswa kelas VII.7 SMPN 1 Kota Bengkulu. Sebelum memulai perkuliahan, peneliti terlebih dahulu mengirimkan link LKPD Elektronik ke grup WhatsApp kelas.

Analisis Data

Dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa materi pembelajaran LKPD elektronik dikatakan praktis jika memenuhi kriteria praktis minimal sama dengan atau lebih besar dari 75. Berdasarkan rata-rata skor respon guru dan siswa diperoleh skor 83 yang berarti bahwa LKPD elektronik yang dikembangkan oleh peneliti, sesuai kriteria praktis. Siswa tersebut diwajibkan mengerjakan soal elektronik LKPD yang telah divalidasi oleh validator. Hal ini dilakukan untuk mengetahui keefektifan soal yang telah dikembangkan.

Dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa materi pembelajaran elektronik LKPD dikatakan efektif apabila memenuhi kriteria.

Tabel 4.6: Hasil Angket Respon Guru
Tabel 4.6: Hasil Angket Respon Guru

Prototipe Hasil Pengembangan

Perbedaan produk LKPD Elektronik yang peneliti kembangkan dengan penelitian terdahulu adalah pada materi, model pengembangan dan aplikasinya. Penelitian ini kemudian menggunakan model pengembangan ADDIE, dimana jenis pertanyaan yang akan dikembangkan adalah jenis pertanyaan deskriptif. Karena berbasis elektronik dengan unsur audiovisual membuat siswa lebih tertarik untuk memperhatikan apa yang telah dipelajari.

Berdasarkan hasil uji praktik guru dan siswa pada LKPD Elektronik yaitu dengan memberikan angket kepada guru dan 34 siswa, diperoleh skor rata-rata keseluruhan sebesar 8,3 pada kriteria praktis. Berdasarkan hasil tes kinerja, soal diujikan kepada 34 siswa yang memperoleh skor rata-rata 81%. Pembelajaran menggunakan LKPD elektronik hanya menyajikan materi bentuk persegi panjang dan segitiga, sehingga diharapkan dapat dikembangkan terus pada materi lainnya.

Pada penelitian ini penelitian dan pengembangan LKPD elektronik hanya dilakukan sampai tahap uji coba dengan subjek uji sebanyak 34 siswa. Dengan demikian, diharapkan dapat dikembangkan pada penelitian selanjutnya dengan subjek yang lebih luas. Plif PDF professional mempunyai keterbatasan yaitu tidak bisa mengetik jawaban soal secara online, siswa masih mengerjakan di buku catatan. Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pengajaran Matematika.Pengembangan bahan ajar matematika menggunakan GeoGebra untuk meningkatkan pemahaman konsep.

Pengembangan Handout Berbasis Android Sebagai Penunjang Bahan Ajar Sarana dan Prasarana OTK Mata Pelajaran OTKP Kelas XI di SMK PGRI 2 Sidoarjo. Pengembangan Materi Pembelajaran Elektronik Menggunakan Professional Flip PDF pada Materi Instrumen Optik SMA. Penerapan E-Learning Flipped Classroom sebagai upaya peningkatan kemampuan siswa merancang materi pengembangan materi pembelajaran non cetak.

Pengembangan bahan ajar E-LKPD menggunakan live spreadsheet pada bahan bangunan rumah susun untuk kelas IV SD (Disertasi Doktor Universitas Muhammadiyah Malang). Tujuan dari lembar penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi dari Anda sebagai ahli/ahli matematika tentang materi yang digunakan. Judul: Pengembangan Lembar Kerja Siswa Matematika (LKPD) Elektronik Audiovisual untuk Siswa SMP Penulis: Shanti Elsiana.

Tabel 4.10: LKPD Produk Akhir
Tabel 4.10: LKPD Produk Akhir

KESIMPULAN DAN SARAN

Saran

Peningkatan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas XI IPA SMAN 1 Bangkinang Melalui Model Pembelajaran Kolaboratif Tipe Stad. Pengembangan media pembelajaran dengan komik foto untuk meningkatkan motivasi belajar kelas Pengembangan materi melingkar pada lembar kerja siswa (LKS) berbasis pembelajaran penemuan terbimbing untuk siswa SMA VIII.

Pengembangan modul elektronik pada mata pelajaran animasi 3 dimensi Materi utama pemodelan objek 3D kelas XI Multimedia untuk meningkatkan hasil belajar di Statens Erhvervsskole 1 Magetan. Multimedia interaktif berbasis permainan edukatif sebagai media pembelajaran materi pernafasan di kelas XI SMA. Pengembangan Media Video Pembelajaran Balok dan Kubus untuk Siswa Tunarungu Kelas IX SMPLB-B YPTB Malang.

Gambar

Gambar 2.1 Stuktur LKPD Elektronik Standar Isi
Gambar 2.3 Belah Ketupat A
Gambar 2..4 Jajar Genjang  Rumus jajar genjang luas dan keliling yaitu :  Luas = alas      inggi
Gambar 2.5 Trapesium  Rumus trapesium luas dan keliling yaitu :  Luas =        jumlah sisi sejajar
+7

Referensi

Dokumen terkait

Jenis bahan ajar akan selalu berkaitan dengan sumber bahan ajar, sumber bahan ajar adalah tempat dimana bahan ajar dapat diperoleh oleh siswa untuk menjadi panduan dalam