• Tidak ada hasil yang ditemukan

SURAT AL-QUR’AN DAN BERBAGAI PROBLEMATIKANYA

N/A
N/A
rofiqoh anamiyah putri

Academic year: 2023

Membagikan "SURAT AL-QUR’AN DAN BERBAGAI PROBLEMATIKANYA"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

SURAT AL-QUR’AN DAN BERBAGAI PROBLEMATIKANYA

Oleh : Yulia Pramusinta, M.Pd.I

(2)

Pengertian Surat Al Qur’an

Surat adalah bagian dari Al-Qur’an yang terdiri dari beberapa ayat , sedikitnya tiga ayat yang

mempunyai pendahuluan dan penutup.

Surat dalam Al Quran berjumlah 114 surat

(3)

Penentuan Surat Al Qur’an, Nama dan Tujuannya

Surat al-Fatihah (pembukaan). Surat ini diletakkan di permulaan Al-Qur’an. Al-Fatihah mempunyai beberapa nama, yaitu Ummu Al-Qur’an (induk Al-

Qur’an), Ummu al-Kitab (induk kitab), dan as- Sab’u al-Masani (tujuh yang berulang-ulang, karena terdiri dari tujuh ayat dan diulang-ulang

dalam salat). Al-Fatihah adalah surat pertama yang diturunkan secara lengkap dan mengandung

unsur pokok yang mencerminkan seluruh isi Al- Qur’an, yaitu unsur akidah, ibadah, dan akhlak.

(4)

Surat al-Baqarah (sapi betina). Dalam surat ini dikisahkan tentang penyembelihan sapi betina

yang diperintahkan Allah swt. Kepada Bani Israil. Nama lainnya adalah Furtat Al-Qur’an

(Puncak Al-Qur’an) karena berisi beberapa ketentuan hukum yang penting dan tidak disebutkan dalam surat-surat lainnya. Disebut

juga alif lam mim karena diawali dengan kata itu.

(5)

Surat ‘Ali Imran (keluarga Imran). Surat ini memuat kisah keluarga Imran yang di dalamnya dipaparkan cerita tentang kelahiran putri dan cucu Imran,

Maryam dan Isa.

Surat an-Nisa‘ (wanita). Tema pokok surat an-Nisa‘

adalah masalah wanita.

Surat al-Maidah (hidangan). Surat ini dinamakan al- Maidah karena memuat kisah pengikut Nabi Isa as.

yang menuntut agar didatangkan hidangan makanan dari langit. Nama lainnya adalah al-‘Uqud

(perjanjian) karena banyak berisi masalah perjanjian dan al-Munqiz (yang menyelamatkan) karena dalam surat ini ada kisah Nabi Isa as. yang menyelamatkan pengikutnya yang setia.

(6)

Kaitan Nama Surat dan Kandungan Isinya

• Nama diambil dari urgensi isi serta kedudukan surat. Nama surat al-Fatihah disebut dengan umm al-Kitab karena urgensinya dan disebut dengan al-Fatihah karena kedudukannya.

• Nama diambil dari perumpamaan, peristiwa, kisah atau peran yang menonjol. Seperti surat al-Ankabut, al-Fath, al-Fil, al-Lahab, dan

sebagainya

(7)

• Nama sebagai cerminan isi pokoknya, misalnya al-Ikhlas karena mengandung ide pokok

keimanan yang paling mendalam.

• Nama diambil dari tema spesifik, misalnya al- Hajj (tema haji), an-Nisa‘ (tema perempuan dan tatanan kehidupan rumah tangga).

• Nama diambil dari huruf-huruf tertentu yang terletak pada permulaan surat. Contohnya:

Taha, Yasin, Sad, dan Qaf.

(8)

Macam-Macam Surat Al Qur’an

Berdasarkan panjang pendek surat atau jumlah ayat yang dikandungnya, ulama membagi surat ke dalam empat kelompok:

At-Tiwal, disebut juga sab’u at-tiwal,yaitu tujuh surat yang panjang, terdiri dari surat al-Baqarah, Ali ‘Imran, an-Nisa‘, al-Ma’idah, al-An’am, A’raf dan yang ketujuh – ada yang mengatakan – Anfal dan Bara’ah sekaligus karena tidak dipisah dengan basmalah di antara keduanya. Dan dikatakan pula bahwa yang ketujuh adalah surat Yunus

(9)

Al-Mi’un, yaitu surat-surat yang ayat-ayatnya lebih dari seratus atau sekitar itu, seperti Hud, Yusuf, an- Nahl, dan al-Kahf.

Al-Mathani, yaitu surat-surat yang jumlah ayatnya kurang dari seratus ayat atau di bawah al-Mi’un, seperti al-Hajj, al-Qasas, dan al-Ahzab. Dinamakan Mathani, karena surat itu diulang-ulang bacaannya lebih banyak dari at-Tiwal dan al-Mi’un

Al-Mufassal adalah surat pendek, Dikatakan bahwa surat-surat ini dimulai dari surat Qaf, ada pula yang mengatakan dimulai dari surat Hujurat, juga ada yang mengatakan dimulai dari surat yang lain

(10)

Surat mufassal (surat-surat pendek yg pemisah antar surat dekat) dibagi menjadi tiga:

Mufass al Tiwal, dimulai dari surat Hujurat sampai dengan Al Buruj.

Mufass al Awsat, dimulai dari surat an-Naba’

sampai dengan Ad-Dhuha

Mufass al Qisar, dimulai dari Ad-Dhuha dengan an-Nas. Dinamakan mufassal karena banyaknya fasl (pemisahan) di antara surat- surat tersebut dengan basmalah.

(11)

Berdasarkan tempat turunnya, surat dapat dibagi dalam dua kelompok, yaitu surat Makkiyyah dan surat Madaniyyah. Kelompok surat yang semua atau sebagian besar ayatnya diturunkan di Mekah (sebelum periode hijrah) dinamakan surat Makkiyyah dan kelompok surat yang semua atau sebagian besar ayatnya diturunkan di Madinah (sesudah hijrah) disebut surat Madaniyyah.

Ulama berbeda pendapat dalam menetapkan jumlah surat Makkiyyah dan surat Madaniyyah. Salah satu riwayat Al-Qur’an yang paling berpengaruh adalah yang bersumber dari Ibnu Abbas. Dalam riwayat ini, 85 surat Al-Qur’an dikategorikan Makkiyyah dan 28 surat lain sebagai Madaniyyah.

(12)

Pembuka dan penutup

Ada sepuluh macam pembuka surat (fawatih as-suwar)yaitu:

As-Sana’, kata yang berisi pujian kepada Allah swt.

Huruf hijaiyyah (ejaan)

Bentuk seruan (an-nida’), yaitu kata ya ayyuha yang dihubungkan dengan kata lain (yang diseru)

Kalimat berita atau pernyataan (al-jumlah al-khabariyyah)

Sumpah (al-qasam)

Kata pengandaian (ash-shart)

Kata yang menunjukkan perintah (al-amr)

Kata tanya (al-istifham)

Kata yang menunjukkan doa (ad-du’a’)

Kata yang menunjukkan arti “karena” (at-ta’lil)

(13)

Adapun penutup surat (khawatim as-suwar) antara lain terdiri dari kata yang menunjukkan:

• Doa

• Wasiat

• Pengagungan Tuhan

• Janji dan ancaman Tuhan

(14)

Hikmah pengelompokan ayat berdasarkan surat

Untuk memudahkan dan menarik minat orang untuk mempelajari, memahami, dan menghafal Al-Qur’an

Untuk menunjukkan bahwa dalam setiap surat terdapat satu persoalan pokok yang dibicarakan

Untuk menunjukkan bahwa panjang atau pendek suatu surat tidak menjadi ukuran bagi

kemukjizatannya

Untuk mendorong pembaca lebih bergairah melanjutkan bacaannya ke surat berikutnya

Referensi

Dokumen terkait

Para ulama tidak hanya mengkaji secara umum tentang surat-surat Makkiyah dan Madaniyah, tetapi juga mengkaji hal-hal khusus seperti tentang ayat-ayat Makkiyah dalam

Sesuatu fenomena yang menarik dalam Al-Qur‟an berkaitan dengan operasi bilangan adalah bahwa berdasarkan urutan surat, ternyata Al-Qur‟an mengajarkan terlebih dahulu

Misalkan untuk basmalah diawal surat yang tidak termasuk dalam ayat disebut terletak pada ayat 0.. Selanjutnya nomor surat dikombinasikan dengan nomor ayat

Surat al-Fatihah yang merupakan induk dari al-Qur‟an memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki oleh surat lain di dalam al-Qur‟an, sebab surat al-Fatihah sendiri

a) Sebagian ulama berpendapat bahwa segi kemukjizatan al-Qur`an adalah sesuatu yang terkandung dalam al- Qur`an itu sendiri yaitu susunan prosanya yang asing dan

Seperti halnya surat, panjang pendek ayat juga sangat beragam. Dalam beberapa surat, pada umumnya surat-surat panjang, ayat-ayat pun yang panjang dan menggugah. Sedangkan

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pemahaman surat-surat pendek al-Qur’an tentang toleransi terhadap sikap pluralisme pada siswa madrasah

1) Menjadikan petunjuk al-Qur‟an bersifat parsial. Al-Qur‟an merupakan satu kesatuan yang utuh, sehingga satu ayat dengan ayat yang lain membentuk satu pengertian yang