SURAT PERJANJIAN GADAI RUMAH
Pada hari Minggu tanggal 27 bulan Agustus tahun 2023 telah diadakan perjanjian antara:
Nama :
Alamat :
Pekerjaan :
No. KTP/SIM :
Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama diri sendiri, selanjutnya disebut ‘PIHAK PERTAMA’.
Nama :
Alamat :
Pekerjaan : No. KTP/SIM :
Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama diri sendiri, selanjutnya disebut ‘PIHAK KEDUA’.
Kedua belah pihak telah sepakat mengikatkan diri dalam perjanjian gadai rumah dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan sebagai berikut:
Pasal 1
1.PIHAK KEDUA telah menggadaikan benda tak bergerak yakni sebuah rumah kepada PIHAK PERTAMA sebagaimana PIHAK KEDUA bersedia untuk menerima gadai tersebut.
2. Benda tak bergerak yang digadai oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA berupa sebuah rumah Sertifikat Hak Milik No. ________ yang terletak di wilayah ____________ dengan luas tanah berdasarkan PBB _______ dan bangunan ________.
Pasal 2
Rumah yang digadaikan sebagaimana disebut pada pasal 1 ayat (2) adalah sebuah rumah tinggal berlantai ______, berdinding tembok, genteng ________, berlantai ______, dengan jumlah kamar ___ buah yang terdiri dari ____ kamar di lantai dasar dan ____di lantai atas, listrik berkekuatan _____volt, saluran air dari _____ dan 1 (satu) jaringan telepon.
Pasal 3
PIHAK KEDUA menyatakan bahwa rumah yang digadaikan merupakan milik pribadi / milik ahli waris dan jaminan yang diberikan oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA.
Pasal 4
PIHAK KEDUA menggadaikan rumahnya kepada PIHAK PERTAMA untuk keperluan dalam pembuatan sertifkat tanah dan lain-lain.
Pasal 5
PIHAK KEDUA menggadaikan rumahnya kepada PIHAK PERTAMA selama 1 Tahun dimulai dari tanggal yang tertera diatas dan dalam satu tahun berikutnya setelah tertera dengan pernyataan di atas pihak pertama boleh menempati rumah selama rumah belum laku terjual.
Pasal 6
PIHAK PERTAMA telah menyerahkan uang kepada PIHAK KEDUA sebesar Rp. 30.000.000 (Tiga Puluh Juta Rupiah) sebagai nilai gadai dengan system Transfer atas No Rekening a.n kepada No Rekening a.n.
terlampir
Pasal 7
PIHAK KEDUA dapat menebus kembali rumah yang telah digadaikan apabila seluruh pembayaran telah dilunasi oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA.
Pasal 8
Jika terjadi perselisihan, kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan masalah ini secara musyawarah untuk mufakat. Jika tidak tercapai, maka kedua belah pihak setuju untuk menyelesaikan masalah ini secara hukum dan memilih domisili yang tetap di kantor Penitera Pengadilan Negeri setempat.
Pasal 9
Perjanjian gadai ini dibuat rangkap 2 (dua) di atas kertas bermaterai cukup untuk masing-masing pihak dan mempunyai kekuatan hukum yang sama. Kemudian, surat ini ditandatangani oleh kedua belah pihak dalam keadaan sehat jasmani dan rohani, serta tanpa ada unsur paksaan dari pihak manapun.
Selama waktu perjanjian ini dibuat akan tetapi dalam kedua belah pihak ada yang membatalkan atau melanggar perjanjian yang tertera dalam surat perjanjian ini maka akan menganti kerugian yang dialami oleh pihak yang lain
PIHAK PERTAMA PIHAK KEDUA
Saksi-saksi :
1. ____________ _(Istri dari PIHAK PERTAMA)
2. _____________ (Adik dari PIHAK KEDUA)
3. _____________ (Palantara antara PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA)