• Tidak ada hasil yang ditemukan

T. ALVI SYAHRI MAHZURA MT - 5

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "T. ALVI SYAHRI MAHZURA MT - 5"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

T. ALVI SYAHRI MAHZURA

MT - 5

AKUNTANSI KEUANGAN MENENGAH -

II

(2)

KOMPONEN EKUITAS : SALDO LABA

SALDO LABA

DALAM PERUSAHAAN TERDAPAT DUA SUMBER UTAMA DARI EKUITAS PEMEGANG SAHAM:

 Jumlah yang diinvestasian oleh pemegang saham dalam perusahaan

 Jumlah yang didapatkan (earned) oleh perusahaan dalam menjalankan bisnisnya

1. Modal Disetor (contributed capital/paid in capital) : nilai yang diinvestasikan oleh pemegang saham.

2. Laba Tahun Berjalan (Earned Capital): nilai yang didapatkan oleh perusahaan dalam menjalankan roda bisnisnya atau diperoleh dari operasi perusahaan yang menguntungkan.

Jika laba tahun berjalan ini tidak didistribusikan kepada pemegang saham sebagai dividen dan tetap diinvestasikan ke dalam perusahaan maka nilai tersebut menjadi SALDO LABA (RETAINED EARNINGS).

Akumulasi laba yang diperoleh perusahaan yang tidak disitribusikan kepada pemegang saham sebagai dividen dan tetap diinvestasikan dalam

perusahaan tersebut.

(3)

KOMPONEN EKUITAS : SALDO LABA

RESTRIKSI SALDO LABA

Ketika perusahaan telah melakukan restriksi ataupun apropriasi atas sebagian dari saldo laba, maka perusahaan tidak dapat menggunakan keseluruhan saldo laba untuk pengembangan usahanya, akrena

saldo laba yang direstriksikan harus digunakan sesuai dengan tujuan khususnya. Untuk

menginformasikan hal tersebut kepada pemangku kepentingan (stakeholder), maka perusahaan harus mengklasifikasikan saldo laba menjadi dua yaitu

Saldo laba dan Saldo Laba Yang Direstriksikan

RESTRIKSI artinya melakukan pembatasan atau mengalokasikan atas penggunaan (apropiasi) sebagian saldo laba untuk tujuan tertentu.

Perusahaan bias mengambil kebijakan untuk merestriksi saldo laba tersebut.

(4)

KOMPONEN EKUITAS : DIVIDEN

DIVIDEN

Perusahaan mengeluarkan dividen harus berdasarkan keutusan yang diambil dalam Rapat Umum Pemegang

Saham (RUPS). Dalam RUPS akan ditentukan berapa persen rasio pembagian dividen (dividend payout ratio) yang akan dikeluarkan oleh perusahaan.

Bagian laba yang didistribusikan kepada pemegang saham (pembagian keuntungan atas uang/dana/saham yang diinvestasikan ke perusahaan

tersebut).

Pembayaran dividen sebagai bentuk mekansme pengalokasian kesejahteraan kepada pemegang saham sesuai tujuannya perusahaan harus menciptkan keuntungan dengan tujuan mensejahterakan pemilik atau pemegang saham.

(5)

KOMPONEN EKUITAS : DIVIDEN

DIVIDEN

• Umumnya dividen diambil dari saldo laba dan sangat jarang sekali perusahaan membagikan seluruh laba yang diperoleh selama satu periode atau satu tahun kepada pemegang saham.

• Laba tahun berjalan yang tersisa untuk operasional perusahaan atau

digunakan perusahaan dalam menjalankan roda bisnisnya disebut Laba

Ditahan.

(6)

KOMPONEN EKUITAS : DIVIDEN

DIVIDEN

• Umumnya dividen diambil dari saldo laba dan sangat jarang sekali perusahaan membagikan seluruh laba yang diperoleh selama satu periode atau satu tahun kepada pemegang saham.

• Laba tahun berjalan yang tersisa untuk operasional perusahaan atau

digunakan perusahaan dalam menjalankan roda bisnisnya disebut Laba

Ditahan.

(7)

Jenis-Jenis Dividen Dalam Bisnis

1. Dividen Tunai (Cash Dividend) 2. Dividen Saham (Stock Dividend)

3. Dividen Properti (Property Dividend) 4. Dividen Interim (Interim Dividend) 5. Dividen Utang (Scrip Dividen)

6. Dividen Likuidasi (Liquidating Dividend)

(8)

Dividen Tunai (Cash Dividend)

Adalah metode pembayaran keuntungan secara

tunai dan dikenai pajak hanya pada di tahun saat

pengeluarannya.

(9)

Dividen Saham (Stock Dividend)

Adalah metode pembagian laba saham yang dilakukan

melalui penambahan jumlah saham namun mengurangi

nilai setiap saham dengan tujuan untuk tidak mengubah

kapitalitas pasar.

(10)

Dividen Properti (Property Dividend)

Adalah metode pembagian laba saham yang

dibayarkan melalui bentuk aset seperti pada

bisnis properti, namun metode ini jarang

digunakan dalam bisnis.

(11)

Dividen Interim (Interim Dividend)

Adalah pembagian laba saham yang diumumkan

serta dibayarkan sebelum perusahaan selesai

membukukan keuntungan tahunan.

(12)

Dividen Utang (Scrip Dividen)

Adalah pembagian laba saham kepada para pemegang saham

dalam bentuk janji tertulis dimana perusahaan akan

membayarkan sejumlah kas di masa mendatang. Dividen

scrip bisa berbentuk bunga atau tidak berbunga, dan bisa

diperjual belikan kepada para pemegang saham lainnya.

(13)

Dividen Likuidasi (Liquidating Dividend)

Adalah pembagian laba saham yang dikeluarkan saat

dewan direksi akan melakukan likuidasi bisnis dan

mengembalikan semua aset bersih yang tersisa kepada

para pemegang saham dalam bentuk uang tunai.

(14)

Pengaruh Kebijakan Dividen Terhadap Resiko Bisnis

Dividen Menjadi Sumber Konflik : Kebijakan pembayaran pembagian laba saham bisa menjadi salah satu sumber konflik antara pemberi pinjaman dengan pemegang saham dan hasilnya bisa

memunculkan biaya keagenan utang.

Saat Dividen Ditiadakan:

Dividen yang dibatasi dalam perjanjian utang perusahaan dapat berisiko terhadap rendahnya konversi dividen akibat perusahaan yang mengalami kesulitan sumber dana atau kas perusahaan.

Manajer perusahaan seringkali meniadakan pembagian laba saham, padahal hal tersebut justru akan menjadi beban perusahaan untuk membayar lebih besar terhadap pemegang saham daripada ketika mereka membagikan laba saham dalam jumlah rendah.

Meniadakan pembagian laba saham adalah pilihan yang buruk bagi suatu perusahaan yang kesulitan keuangan, karena para pemegang saham bisa saja merasa dirugikan dan meminta bagian lebih besar.

(15)

Pengaruh Kebijakan Dividen Terhadap Resiko Bisnis

Saat Dividen Dinaikkan

Perusahaan yang menaikkan pembagian laba saham untuk para investor padahal utangnya sangat tinggi, bisa menjadi prespektif negatif bagi investor tersebut. Hal ini karena diduga dividen yang diberikan berasal dari penerbitan utang atau dana investasi lain dengan mengabaikan kepentingan pembayaran utang. Tentu ini membuat perusahaan rawan terhadap resiko kebangkrutan.

Daya Tarik Dividen

Perusahaan yang bisa memberikan pembagian laba saham besar dengan tanggungan utang yang sedikit bisa menjadi daya tarik bagi investor lain. Perusahaan akan dinilai memiliki kemampuan secara moril maupun finansial untuk mengelola perusahaan dengan benar tanpa belenggu utang.

Bisnis atau perusahaan yang memiliki pengelolaan finansial yang baik memungkinkan profit yang lebih besar dikarenakan biaya produksi yang lebih rendah.

(16)

Pengaruh Kebijakan Dividen Terhadap Resiko Bisnis

Menginvestasikan Dividen

Bisnis juga dapat berpengaruh terhadap penentuan kebijakan pembagian laba saham. Profitabilitas seringkali dihasilkan dari penggunaan biaya operasi yang tetap dengan penjualan yang meningkat.

Perusahaan seringkali menginvestasikan keuntungan yang didapatkan untuk lebih meningkatkan laba di masa depan. Padahal ini menyebabkan berkurangnya dana perusahaan sehingga investor mendapatkan pembagian

laba saham yang rendah.

Dilema kebijakan laba saham seringkali menjadi kendala bagi para pimpinan perusahaan. Dividen tidak dapat diputuskan hanya dari keuangan perusahaan saja, namun juga harus memperhatikan resiko yang bisa

ditimbulkan.

Referensi

Dokumen terkait

Kebijakan dividen merupakan keputusan apakah keuntungan yang diperoleh perusahaan akan dibagikan pada pemegang saham shareholders sebagai dividen atau akan ditahan dalam bentuk laba

Dengan demikian semakin besar kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba maka semakin besar pula dividen yang akan dibagikan kepada para pemegang saham, sehingga return on assets