• Tidak ada hasil yang ditemukan

TABEL PENGAMATAN PERCOBAAN PINTU SORONG

N/A
N/A
muhammad arif padanrangi

Academic year: 2024

Membagikan "TABEL PENGAMATAN PERCOBAAN PINTU SORONG "

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

3,2 TABEL PENGAMATAN

3.2.1 TABEL PENGAMATAN PERCOBAAN PINTU SORONG

Debit Bukaan Volume Waktu yo y1 y2

(cm3/det) Valve (cm3) (det) (cm) (cm) (cm) L1 L2

1480 2,33

1920 3,32

2700 4,19

1720 2,33

2200 3,13

2700 4,21

1480 2,21

2360 3,48

3010 4,39

2550 2,39

2970 3,3

3750 4,08

2100 2,09

3370 3,12

4775 4,37

3570 2,44

4490 3,28

5090 4,27

2590 2,18

3820 3,17

5440 4,26

3950 2,33

4500 3,04

6360 4,32

4000 2,2

5830 3,21

7250 4,04

220,8

343 3

Sketsa

4,5

3,2

4

3,4

3,2

2,3

3

3,2

50

59,5

43,5

50

114,5

218,5

99 Jarak Loncat (cm)

Q1

Q2

Q3

1

1,5

2

Yg

1,5

2

2,5

1,5

2

2,5

1,5

2

2,5

14,26

13,56

3,39

6,61

6,78

2,44

5,99

4,38

7,87

5,62

6,35 7

6,41

5,76

12,46

10,31

9,33

17,42

4,99

7,37

7,18

5,66

8,36

5,87

8,39

8,7

5,76

(2)

3,2 TABEL PERHITUNGAN

3.2.1 TABEL PERHITUNGAN PERCOBAAN PINTU SORONG

Debit Bukaan Volume Waktu yo y1 y2

(cm3/det) Valve (cm3) (det) (cm) (cm) (cm) L1 L2

1480 2,33

1920 3,32

2700 4,19

1720 2,33

2200 3,13

2700 4,21

1480 2,21

2360 3,48

3010 4,39

2550 2,39

2970 3,3

3750 4,08

2100 2,09

3370 3,12

4775 4,37

3570 2,44

4490 3,28

5090 4,27

2590 2,18

3820 3,17

5440 4,26

3950 2,33

4500 3,04

6360 4,32

4000 2,2

5830 3,21

7250 4,04

3.2.2 TABEL PEMBACAAN TINGGI MUKA AIR PADA PERCOBAAN PINTU SORONG

Bukaan (cm = 1

Jarak (cm) 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50

h (cm) 7,02 6,96 6,95 6,98 6,97 7,08 6,99 7,05 7,04 7,04

Jarak (cm) 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50

h (cm) 5,12 5,07 5,08 5,14 5,08 5,07 5,09 5,07 5,06 5,01

Bukaan (cm = 1,5

Jarak (cm) 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50

h (cm) 6,57 6,57 6,63 6,61 6,61 6,66 6,67 6,68 6,68 6,66

Jarak (cm) 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50

h (cm) 7,35 7,32 7,30 7,31 7,30 7,29 7,29 7,28 7,27 7,27

Bukaan (cm = 2

Jarak (cm) 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50

h (cm) 5,77 5,92 5,89 5,86 5,87 5,86 5,88 5,93 5,91 5,90

Jarak (cm) 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50

h (cm) 7,32 7,27 7,32 7,33 7,29 7,27 7,28 7,23 7,23 7,24

3.2.3 TABEL PEMBACAAN TINGGI MUKA AIR PADA PERCOBAAN PINTU SORONG

Bukaan (cm = 1

Titik Tinjauan Jarak dan Tinggi Muka Air (h)

H Upstream (Yo-Stabil) H Downstream (Y1-Stabil)

Titik Tinjauan Jarak dan Tinggi Muka Air (h)

H Upstream (Yo-Stabil) H Downstream (Y1-Stabil)

(Y1-Stabil)

Titik Tinjauan Jarak dan Tinggi Muka Air (h)

H Upstream (Yo-Stabil) H Downstream

Q1 1

1,5 5,76 3,39 4,99 3 43,5

2 6,41 6,61 7,18 3,2 50

2,5 7 6,78 7,37 4,5 59,5

Yg Jarak Loncat (cm) Sketsa

2 14,26 6,35 8,39 3 220,8

2,5 17,42 7,87 8,7 3,2 343

2 10,31 4,38 5,87 3,4 114,5

2,5 4 218,5

Q3 2

1,5 13,56 5,62 5,76 2,3 99

12,46 5,99 8,36

Q2 1,5

1,5 9,33 2,44 5,66 3,2 50

(3)

Jarak (cm) 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50

h (cm) 12,46 12,49 12,47 12,49 12,57 12,48 12,43 12,44 12,46 12,48

Jarak (cm) 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50

h (cm) 5,66 5,61 5,56 5,55 5,54 5,54 5,49 5,49 5,49 5,48

Bukaan (cm = 1,5

Jarak (cm) 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50

h (cm) 10,03 10,37 10,33 10,41 10,49 10,60 10,52 10,54 10,52 10,56

Jarak (cm) 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50

h (cm) 8,25 8,23 8,24 8,22 8,25 8,27 8,27 8,30 8,32 8,37

Bukaan (cm = 2

Jarak (cm) 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50

h (cm) 9,44 9,49 9,54 9,56 9,63 9,66 9,63 9,68 9,70 9,69

Jarak (cm) 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50

h (cm) 5,87 5,83 5,80 5,77 5,76 5,71 5,67 5,59 5,57 5,56

3.2.4 TABEL PEMBACAAN TINGGI MUKA AIR PADA PERCOBAAN PINTU SORONG

Bukaan (cm = 1

Jarak (cm) 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50

h (cm) 18,84 19,51 19,81 19,88 19,98 20,07 20,14 20,16 20,16 20,25

Jarak (cm) 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50

h (cm) 8,35 8,36 8,34 8,24 8,25 8,20 8,08 8,05 7,97 7,90

Bukaan (cm = 1,5

Jarak (cm) 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50

h (cm) 14,71 14,63 14,73 14,67 14,72 14,82 14,68 14,87 14,89 14,87

Jarak (cm) 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50

h (cm) 8,67 8,48 8,65 8,58 8,45 8,41 8,48 8,34 8,23 8,27

Bukaan (cm = 2

Jarak (cm) 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50

h (cm) 13,80 13,91 13,71 13,87 13,86 13,91 13,86 13,96 13,96 13,96

Jarak (cm) 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50

h (cm) 5,77 5,63 5,72 5,67 5,57 5,49 5,48 5,47 5,35 5,35

Titik Tinjauan Jarak dan Tinggi Muka Air (h)

Titik Tinjauan Jarak dan Tinggi Muka Air (h)

H Upstream (Yo-Stabil)

(Yo-Stabil) H Downstream (Y1-Stabil)

(Y1-Stabil)

Titik Tinjauan Jarak dan Tinggi Muka Air (h)

Titik Tinjauan Jarak dan Tinggi Muka Air (h)

H Upstream

H Upstream (Yo-Stabil)

(Yo-Stabil) H Downstream

H Downstream (Y1-Stabil)

H Downstream (Y1-Stabil)

(Y1-Stabil)

Titik Tinjauan Jarak dan Tinggi Muka Air (h)

Titik Tinjauan Jarak dan Tinggi Muka Air (h)

H Upstream

H Upstream

(Y1-Stabil) H Upstream (Yo-Stabil)

(Yo-Stabil) H Downstream

H Downstream

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan pemaparan sebelumnya, maka diperoleh sebuah tujuan utama dari penelitian ini yaitu menganalisis penggerusan pada hilir yang terjadi akibat perubahan bukaan

A teori kunci gembok, enzim melakukan penyesuaian bentuk untuk berikatan dengan suatu substrat guna meningkatka kecocokan dengan substrat sehingga lebih reaktif se- dangkan B

%Program Kompresi Suara 1D untuk 1 sinyal suara %Memasukkan nilai - nilai parameter yang akan digunakan in=input('Nama file = '); %Memasukan file yang akan

Pada Gambar 1.9 dapat dilihat bahwa pada hasil penentuan urutan nukleotida gen 16S rDNA sampel MKS 13 terdapat daerah tumpang tindih pada nukleotida bernomor 547 hingga 946,

Penelitian kali ini memperlihatkan beberapa fenomena yang pada umumnya juga terjadi pada jenis loncat hidraulis klasik, yaitu antara lain adalah terjadi perubahan jenis

[r]

Nilai kandungan C-Organik tanah Nilai Kriteria Sangat rendah Rendah Sedang Tinggi Sangat tinggi √ Tabel 8 hasil pengamatan AL-dd dan H-dd Larutan Jumlah ml Perubahan warna Awal

TABEL PENGAMATAN PRAKTIKUM PENGENDALIAN HAMA TERPADU KELOMPOK : 3 Variabel : Intensitas Penyakit Bercak Coklat Brown Spot Patogen : Cercospora