• Tidak ada hasil yang ditemukan

tahun anggaran 2021 audited - PPID DKI Jakarta

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "tahun anggaran 2021 audited - PPID DKI Jakarta"

Copied!
1154
0
0

Teks penuh

LAPORAN OPERASIONAL

LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS

NERACA

Piutang Pemanfaatan Aset Daerah Piutang Denda Pemanfaatan BMD Tidak Disortir Piutang Pendapatan Denda - Neto. Penggantian Piutang Hibah Iklan (IPR) Subsidi tuntutan ganti rugi yang melebihi Nilai Koefisien Luas Bangunan/Dasar Bangunan (KLB/KDB).

LAPORAN ARUS KAS

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

15 Grafik 2.7 - Perkembangan pertumbuhan investasi dan volume impor barang modal 16 Grafik 2.8 - Perkembangan skala Likert investasi sektor utama. 31 Grafik 2.28 - Pertumbuhan jumlah penduduk bekerja dan pertumbuhan ekonomi Jakarta. 34 Grafik 2.29 - Persentase serapan pasokan tenaga kerja.

PENDAHULUAN

PENDAHULUAN

Laporan keuangan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tahun anggaran 2021 disusun dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan informasi para pemangku kepentingan (masyarakat, DPRD, lembaga pengawas, lembaga pemeriksa, dan pemerintah pusat). Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK) memberikan informasi mengenai penjelasan pos-pos dalam laporan keuangan dalam rangka pengungkapan yang memadai.

EKONOMI MAKRO,

KEBIJAKAN KEUANGAN, DAN

PENCAPAIAN TARGET KINERJA APBD

Kebijakan Pendapatan Daerah

  • Kebijakan Pajak Daerah Intensifikasi
  • Kebijakan Retribusi Daerah
  • Kebijakan Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan
  • Kebijakan Lain-lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah
  • Kebijakan Dana Perimbangan
  • Kebijakan Pendapatan Transfer
  • Lain-lain Pendapatan Daerah Yang Sah

Pendapatan asli daerah lainnya adalah pendapatan daerah yang berasal dari sumber lain milik Pemerintah Daerah. Kebijakan umum berbagai pendapatan asli daerah difokuskan pada koordinasi pencairan Hibah MRT yang dituangkan dalam Perjanjian Penerusan Hibah (GPA). Koordinasi dengan Pemerintah, Pihak Ketiga dan SKPD/UKPD mengenai Nota Kesepahaman penarikan/pencairan, penggunaan dan pelaporan pendapatan daerah lain yang sah.

Kebijakan Belanja Daerah

Pendapatan transfer yang diterima Pemprov DKI Jakarta terdiri dari Dana Persamaan dan Dana Insentif Daerah. Dana perimbangan adalah dana yang diperoleh dari pendapatan APBN ke daerah untuk membiayai kebutuhan daerah dalam rangka desentralisasi, terdiri atas dana transfer umum dan dana transfer khusus. Bantuan keuangan untuk memberikan insentif/disinsentif kepada pemerintah daerah lain sebagai bagian dari kerja sama/kewajiban pemerintah daerah.

Arah Kebijakan Pembiayaan Daerah

  • KPDBU
  • Pinjaman dan Hibah Luar Negeri
  • Obligasi Daerah
  • Early Response & Recovery Component (ERRC)
  • Pengenaan Kompensasi Pelampauan KLB dan Konversi Kewajiban Penyediaan Rumah Susun Murah/ Sederhana (RSM/S)
  • Kelembagaan Pembiayaan

Untuk memenuhi kebutuhan pendanaan dalam penyediaan infrastruktur strategis, Pemprov DKI Jakarta juga menggunakan skema pinjaman dan hibah luar negeri sebagai alternatif sumber pendanaan yang dapat diupayakan. Kehadiran kedua instrumen ini diharapkan dapat mempercepat persiapan penerbitan obligasi daerah di Provinsi DKI Jakarta. Selain kompensasi atas pelampauan KLB, Pemprov DKI Jakarta tengah menjajaki mekanisme disinsentif, yakni melalui mekanisme kewajiban menyediakan.

IKHTISAR PENCAPAIAN KINERJA KEUANGAN

Pendapatan Daerah

Pandemi Covid-19 sepanjang tahun 2021 berdampak pada penurunan target pendapatan daerah pada penetapan APBD Perubahan tahun anggaran 2021.

Belanja Daerah dan Transfer

Pembiayaan Daerah

Target Pinjaman Dalam Negeri - Pembayaran Pokok Pemerintah Pusat pada APBN 2021 tercatat sebesar Rp, sedangkan realisasi pada akhir TA 2021 sebesar Rp atau 99,94% mewakili Pinjaman Dalam Negeri - Pembayaran Pokok Pemerintah Pusat. Pencapaian sasaran kinerja keuangan Pemprov DKI Jakarta dalam pelaksanaan APBD tahun anggaran 2021 disajikan dalam ringkasan realisasi APBD pada Tabel 3.1.

Tabel 3.1 - Ringkasan Realisasi APBD Provinsi DKI Jakarta
Tabel 3.1 - Ringkasan Realisasi APBD Provinsi DKI Jakarta

KEBIJAKAN AKUNTANSI

Entitas Pelaporan Keuangan Daerah

Entitas pelapor adalah entitas pemerintah yang terdiri dari satu atau lebih entitas akuntansi yang menurut ketentuan hukum wajib menyajikan laporan pertanggungjawaban dalam bentuk laporan keuangan. Entitas akuntansi adalah unit pemerintahan yang menggunakan anggaran/pengguna barang yang wajib menyelenggarakan akuntansi dan menyusun laporan keuangan untuk digabungkan menjadi unit pelaporan. Unit pelaporan menyusun laporan keuangan dengan cara menggabungkan laporan keuangan seluruh entitas akuntansi yang secara organisasi berada di bawahnya.

Basis Akuntansi yang Mendasari Penyusunan Laporan Keuangan

Pengguna/pengguna anggaran seperti akuntansi membuat pembukuan dan menyampaikan laporan keuangan sehubungan dengan anggaran/pos yang dikelolanya yang ditujukan kepada unit pelaporan. Laporan keuangan tersebut disampaikan secara internal dan bertahap kepada entitas yang lebih tinggi sehubungan dengan konsolidasi laporan keuangan dari entitas pelapor. Dalam hal anggaran disusun dan dilaksanakan berdasarkan kas, maka LRA disusun berdasarkan kas, artinya pendapatan dan pendapatan pembiayaan diakui pada saat diterimanya kas pada rekening kas umum daerah atau pada entitas pelapor, dan beban, beban transfer dan pendanaan diakui pada saat dana likuid dikeluarkan dari rekening kas umum daerah.

Basis Pengukuran dan Pengakuan yang Digunakan dalam Penyusunan Laporan Keuangan

  • Pendapatan
  • Belanja
  • Pembiayaan
  • Beban
  • Aset
    • Aset Lancar
    • Aset Tetap
    • Konstruksi Dalam Pengerjaan
    • Penyusutan Aset
    • Amortisasi Aset
    • Aset Lainnya
    • Pengakuan Penghentian/Penghapusan Aset
  • Dana Cadangan
  • Kewajiban
  • Ekuitas
  • Selisih Kurs

Catatan penjelasan atas laporan keuangan auditan tahun 2021 halaman 86. 3) Kualitas dipertanyakan apabila umur piutang 3 sampai dengan 12 bulan; Catatan penjelasan atas laporan keuangan auditan tahun 2021 halaman 96. langsung ke aset tetap induknya berdasarkan data/perhitungan teknis.

Penerapan Kebijakan Akuntansi Berkaitan dengan Ketentuan yang Ada dalam Standar Akuntansi Pemerintahan

Menurut Standar Akuntansi Pemerintahan, transaksi mata uang asing harus dicatat dalam mata uang asing yang bersangkutan dengan kurs tengah bank sentral pada tanggal transaksi. Utang pemerintah daerah dalam valuta asing dicatat dengan menggunakan kurs tengah bank sentral pada saat transaksi berlangsung. Pada setiap tanggal neraca, pos-pos kewajiban moneter dalam mata uang asing dilaporkan dalam rupiah dengan menggunakan kurs tengah bank sentral pada tanggal neraca.

PENJELASAN POS-POS LAPORAN KEUANGAN

Laporan Realisasi Anggaran

  • Pendapatan Daerah
    • Pendapatan Asli Daerah .1 Pajak Daerah

Unsur Laporan Realisasi Anggaran terdiri atas pendapatan, pengeluaran, transfer, dan pembiayaan yang dicatat secara tunai. Pendapatan Daerah merupakan hak Pemerintah Daerah yang diakui sebagai penambah nilai kekayaan bersih pada periode yang bersangkutan. Menurut Ketentuan Umum Bab 1 Pasal 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Kompensasi Daerah, yang dimaksud dengan pajak daerah adalah iuran wajib kepada daerah yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang wajib dalam alam berdasarkan Undang-Undang, tidak menerima imbalan langsung dan dimanfaatkan untuk kebutuhan setempat untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Tabel 5.1 - Rekapitulasi Pendapatan Daerah
Tabel 5.1 - Rekapitulasi Pendapatan Daerah

Pajak Kendaraan Bermotor (PKB)

Catatan atas laporan keuangan auditan tahun 2021 halaman 119. yang digerakkan oleh peralatan teknis berupa mesin atau peralatan lainnya, termasuk alat-alat berat dan alat-alat besar yang menggunakan roda dan mesin dalam pengoperasiannya dan tidak melekat permanen, serta kendaraan bermotor yang dikendalikan di atas air. Khusus untuk kendaraan bermotor yang digunakan di luar jalan umum, termasuk alat berat dan alat besar, serta kendaraan di atas air, dasar pemungutan pajak kendaraan bermotor adalah nilai jual kendaraan bermotor tersebut. Tarif Pajak Kendaraan Bermotor untuk alat berat dan alat besar ditetapkan paling rendah 0,1% (nol koma satu persen) dan paling tinggi 0,2% (nol koma dua persen).

Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB)

Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBB-KB)

Pembatasan mobilitas mengurangi penggunaan kendaraan bermotor sehingga berdampak pada rendahnya konsumsi bahan bakar kendaraan bermotor. Budaya bekerja dari kantor berubah menjadi bekerja dari rumah yang berdampak pada pengurangan penggunaan kendaraan bermotor dan pengurangan konsumsi bahan bakar kendaraan bermotor. Koordinasi dan integrasi data penjualan BBM khususnya untuk wajib pajak besar (PT Pertamina) melalui perjanjian kerjasama dengan pemerintah provinsi DKI Jakarta;

Pajak Rokok

Melalui keputusan Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Republik Indonesia, perkiraan penerimaan pajak rokok setiap provinsi/daerah ditentukan setiap tahun, berdasarkan perbandingan jumlah penduduk per provinsi/daerah yang ditentukan bersama menjadi dalam menentukan perkiraan pendapatan. Pajak rokok merupakan salah satu jenis pajak yang berkaitan langsung dengan kebijakan pemerintah pusat dalam memungut cukai hasil produksi rokok di Indonesia. Pajak rokok setiap provinsi/daerah, berdasarkan proporsi penduduk per provinsi/daerah, ditentukan sesuai dengan penetapan perkiraan pendapatan.

Pajak Hotel

Sedangkan yang dimaksud dengan hotel adalah suatu usaha yang menyelenggarakan jasa akomodasi/rekreasi termasuk jasa-jasa lain yang berkaitan dengan berbayar, yang meliputi juga motel, losmen, pondok wisata, losmen wisata, losmen, wisma dan sejenisnya, serta rumah kos. dengan lebih banyak. dari 10 (sepuluh) kamar. Melakukan pendataan dan penelitian lapangan terhadap fasilitas aktif yang tidak melakukan deposito berjangka untuk terus mengkinikan data status fasilitas perpajakan sesuai Surat Edaran Direktur Badan Pajak dan Pajak Daerah Nomor 7 Tahun 2017.

Pajak Restoran

Dikecualikan dari subjek pajak restoran sebagaimana dimaksud pada ayat di atas adalah jasa yang diberikan oleh restoran yang nilai penjualannya tidak melebihi batas tertentu yang ditetapkan dengan peraturan daerah. Catatan penjelasan atas laporan keuangan auditan tahun 2021 halaman 130.. a) Mengoptimalkan upaya menyampaikan imbauan kepada wajib pajak restoran untuk melakukan wajib setor dan menempelkan stiker/tanda pada objek pajak yang belum memenuhi kewajiban perpajakannya; Optimalisasi pelaporan data elektronik sebagai bentuk pemantauan transaksi wajib pajak restoran sesuai Peraturan Gubernur Nomor 98 Tahun 2019;

Pajak Hiburan

Dasar pengenaan pajak hiburan adalah jumlah yang telah atau seharusnya diterima oleh penyelenggara hiburan. Khusus untuk hiburan berupa peragaan busana, kontes kecantikan, diskotik, karaoke, tempat hiburan malam, stunt games, panti pijat, dan pemandian uap/spa, tarif pajak hiburan dapat ditetapkan paling banyak 75% (tujuh puluh lima persen). Optimalisasi sistem pelaporan transaksi online khususnya pada properti yang menjadi penyumbang penerimaan pajak hiburan terbesar yaitu permainan keterampilan, pusat kebugaran, dan bioskop.

Pajak Reklame

Tarif Pajak Reklame ditetapkan paling tinggi 25% (dua puluh lima persen) dan tarifnya ditetapkan dengan Peraturan Daerah. Hal ini sangat menghambat pendapatan pajak periklanan; .. g) Pemungutan pajak reklame pada KA Pendelline saat ini belum dapat dipungut dan masih dikoordinasikan dengan PT KAI / PT KCI karena reklame yang terpasang pada gerbong tersebut dibayar di luar Jakarta (Depok, Bekasi, Bogor dan Tangerang). karena tarif pajak reklame di luar Jakarta jauh lebih rendah dibandingkan Jakarta, sedangkan kantor pusat dan pemeliharaan gerbong kereta api berada di Jakarta; .. h) Adanya hambatan dari wabah COVID-19. Mengajukan usulan Iklan yang tidak memenuhi kewajiban perpajakan untuk dibongkar atau ditindaklanjuti kepada Tim Pengendalian Iklan Provinsi DKI Jakarta;

Pajak Penerangan Jalan (PPJ)

Pendapatan PPJ periode Januari hingga Desember 2021 mengalami penurunan sebesar 15,1% dari rata-rata periode simpanan pada kondisi normal sebelum pandemi Covid-19 pada Januari hingga Desember 2019. Raperda PPJ yang mengatur tarif PPJ baru telah disetujui. oleh Pemprov DKI dan DPRD DKI Jakarta, namun pengesahannya ditunda karena masyarakat masih terdampak pandemi Covid-19.

Pajak Parkir

Melakukan penagihan terhadap Wajib Pajak Parkir dengan dibantu unsur Tim Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia dan/atau Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta; Optimalisasi pelaporan data elektronik sebagai bentuk pemantauan transaksi Wajib Pajak Parkir sesuai Peraturan Gubernur Nomor 98 Tahun 2019; Catatan Penjelasan Laporan Keuangan Audit Tahun 2021 halaman 141. k) Meningkatkan motivasi Wajib Pajak dalam memenuhi kewajiban pembayaran pajak daerah dengan memberikan insentif fiskal;

Pajak Air Tanah

Melaksanakan penagihan terhadap Wajib Pajak Air Tanah dengan bantuan unsur Komite Pencegahan Korupsi Modal (KPK) atau Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.

Pajak Bumi Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2)

Dasar pengenaan Pajak Bumi dan Bangunan di perdesaan dan perkotaan adalah NJOP yang ditentukan setiap 3 (tiga) tahun, kecuali objek pajak tertentu yang dapat ditentukan setiap tahun berdasarkan perkembangan daerah. Tarif Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan ditetapkan paling tinggi 0,3% (nol koma tiga persen) dan ditetapkan dengan peraturan daerah. Menjalankan proses pembatalan terhadap objek PBB-P2 yang tidak ditemukan, terdaftar pada 2 (dua) NOP atau lebih; dan properti PBB-P2 yang telah menjadi sarana prasarana utilitas berdasarkan Peraturan Gubernur Nomor 83 Tahun 2018 tentang Tata Cara Pembatalan SPPT PBB-P2, agar tidak menjadi potensi dan tambahan klaim.

Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan

Peraturan Daerah ini disusul dengan pembentukan Satuan Kerja Daerah yaitu Badan Pelayanan Terpadu Satu Pintu berdasarkan. Kemudian diterbitkan Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Provinsi DKI Jakarta dimana Badan Pelayanan Terpadu Satu Pintu menjadi Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Pelayanan Penanaman Modal untuk melaksanakan pekerjaan pemerintah di bidang penanaman modal. penanaman modal dan administrasi perizinan dan nonperizinan. Lahirnya Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2016 disusul dengan Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 281 Tahun 2016 tentang Organisasi dan Tata Kerja Pelayanan Penanaman Modal Terpadu dan Pelayanan Terpadu.

Retribusi Jasa Umum

Jika realisasi retribusi tersebut dibandingkan dengan realisasi Retribusi Pelayanan Umum Tahun Anggaran 2020 yang tercatat sebesar Rp, maka terlihat penerimaan Retribusi Pelayanan Umum pada tahun 2021 mengalami penurunan sebesar Rp atau 2,35%. Jika realisasi tersebut dibandingkan dengan realisasi Retribusi Jasa Persampahan/Kebersihan Tahun Anggaran 2020 yang tercatat sebesar Rp, maka pendapatan tahun 2021 mengalami kenaikan sebesar Rp atau 5,75%. Jika realisasi retribusi tersebut dibandingkan dengan realisasi Retribusi Pelayanan Pasar Tahun Anggaran 2020 yang besarnya tercatat sebesar Rp, maka pendapatan pada tahun 2021 mengalami penurunan sebesar Rp atau 73,56%.

Referensi

Dokumen terkait