PENDAHULUAN
Latar Belakang
Penting bagi peneliti untuk melakukan penelitian ini agar dapat mengetahui bagaimana keterbukaan informasi publik dalam pembangunan desa di Kecamatan Tanete Rilau Kabupaten Barru. Penelitian ini juga dapat menjadi referensi bagi pemerintah desa untuk menjamin transparansi informasi. Berdasarkan uraian latar belakang masalah yang telah disebutkan di atas, mendorong penulis untuk melakukan penelitian mengenai “Penerapan Keterbukaan Informasi Publik dalam Pembangunan Desa di Kecamatan Tanete Rilau Kabupaten Barru”.
Rumusan Masalah
Penelitian ini menarik karena akan mengungkap derajat keterbukaan informasi publik dalam pembangunan desa di Kecamatan Tanete Rilau Kabupaten Barru melalui observasi dan wawancara mendalam kepada beberapa warga desa sehingga dapat diketahui apakah informasi tersebut terbuka dan bersifat publik. dalam pengembangan dilakukan secara maksimal atau tidak.
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
TINJAUAN PUSTAKA
Penelitian Terdahulu
Agus Budiman Dampak keterbukaan informasi publik kepada masyarakat terhadap pembangunan di Desa Baru Kecamatan Mestong. Partisipasi masyarakat dalam pengembangan sumber daya manusia di Desa Baru Kecamatan Mestong relatif tinggi dan keterbukaan atau transparansi informasi baik.
Konsep Keterbukaan
Sektor politik, lembaga eksekutif, legislatif, yudikatif, dan pengujian berfungsi maksimal, setiap kali ada kebijakan yang diajukan, terkadang ada proyek pengayaan. Dampaknya, kebijakan tersebut merugikan rakyat. Jelas bahwa ini bukan keadilan bagi masyarakat kecil. Di bidang pertahanan dan keamanan, profesionalisme aparatur rendah, tidak sesuai dengan tuntutan zaman dan keinginan masyarakat. Kekuatan korupsi hanya pada menakut-nakuti masyarakat dan melindungi pejabat. yang mempunyai modal besar dan jabatan lebih tinggi.Perbuatan tidak etis yang dilakukan anggota aparatur selalu dilindungi undang-undang. Akibat yang ditimbulkan adalah perpecahan bangsa akibat kekerasan aparatur (Jumrah.S: 2013).
Konsep Informasi Publik
Menurut Abdullah, ada prinsip Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP) yang ditonjolkan pada Pasal 2. Setiap informasi publik bersifat terbuka dan dapat diakses oleh siapa pun pengguna informasi publik kecuali yang dibatasi oleh undang-undang (Maximum Access Limited Pengecualian ) Pengecualian ini ketat dan terbatas.
Konsep Keterbukaan Informasi Publik
Badan publik (pemerintah) dapat menolak permintaan informasi yang bersifat ketat dan terbatas. Informasi dianggap berdampak negatif jika dibagikan. Sebelumnya ada pengujian terhadap konsekuensi informasi. Menguji konsekuensi yang timbul jika informasi tersebut diberikan kepada publik dan setelah mempertimbangkan secara matang bahwa menyembunyikan informasi publik dapat melindungi kepentingan yang lebih besar dibandingkan membukanya atau sebaliknya. Tujuan Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik adalah untuk meningkatkan mutu pelayanan informasi publik di lingkungan badan publik, mengembangkan sistem penyelenggaraan pelayanan informasi secara cepat, mudah dan adil, serta mengembangkan sistem dokumentasi yang baik dalam penyediaan dan penyimpanan informasi publik. secara efektif dan efisien. Pujiyati, 2018). Terkait dengan keterbukaan informasi publik yang kini melanda dunia, hendaknya kita menumbuhkan optimisme yang tinggi, karena Pancasila sendiri merupakan ideologi yang terbuka, artinya nilai-nilai fundamentalnya yang bersifat permanen mampu mengakomodir reformasi yang berbeda-beda sesuai dengan ketentuan yang ada. Ketentuan keterbukaan informasi secara umum lebih bermakna sebagai kondisi yang mendukung mencerdaskan kehidupan bangsa dan terselenggaranya kesejahteraan umum.
Keterbukaan informasi publik dengan demikian menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat yang sadar akan pentingnya keterbukaan informasi publik dan turut serta memantau setiap kebijakan pemerintah melalui keterbukaan informasi publik. Kontrol masyarakat terhadap pemerintahan melalui keterbukaan informasi publik dapat mendorong penyelenggaraan pemerintahan yang transparan dan akuntabel, sehingga membatasi penyalahgunaan wewenang dalam pemerintahan. Keterbukaan informasi publik didasarkan pada prinsip bahwa informasi yang dikelola oleh otoritas publik merupakan sumber daya publik dan akses terhadap sumber daya tersebut berbentuk stimulasi (Transparency International). Menjamin keterbukaan informasi publik dalam suatu undang-undang berarti memastikan pemerintahan semakin terbuka dan akuntabel (demokratis). Pemerintahan disebut demokratis jika setiap pengambilan keputusan yang mempengaruhi hajat hidup orang banyak (masyarakat) selalu dilakukan secara terbuka dan melibatkan masyarakat yang akan terkena dampak dari keputusan tersebut. Oleh karena itu, pemerintahan yang demokratis menjamin ketersediaan informasi publik dan akses terhadap informasi publik tersebut, karena menyadari bahwa hanya dengan informasi yang cukup masyarakat dapat terlibat dalam proses pengambilan keputusan.
Konsep Pembangunan
Penulis menggunakan penelitian kualitatif karena penulis ingin mendeskripsikan/mendeskripsikan bagaimana keterbukaan informasi publik dikembangkan di Kecamatan Tanete Rilau Kabupaten Barru. Berdasarkan hasil wawancara dengan berbagai narasumber dapat disimpulkan bahwa pelayanan Kantor Desa Tellumpanua dalam pelaksanaan keterbukaan informasi publik dalam pembangunan desa sudah mengikuti aturan dan patuh pada aturan. Berdasarkan temuan penelitian terkait implementasi keterbukaan informasi publik dalam pembangunan desa di Kecamatan Tanete Rilau Kabupaten Barru, penulis mengambil kesimpulan sebagai berikut: 1.
Sumber daya dalam implementasi keterbukaan informasi publik dalam pembangunan desa di Kecamatan Tanete Rilau Kabupaten Barru sudah mencukupi baik dari segi sumber daya manusia, sumber daya keuangan, dan sumber daya infrastruktur. Struktur Birokrasi dalam Implementasi Keterbukaan Informasi Publik dalam Pembangunan Desa di Kecamatan Tanete Rilau Kabupaten.
Kerangka Pikir
Fokus Penelitian
Fokus penelitian ini adalah implementasi Keterbukaan Informasi Publik dalam pembangunan desa di Kecamatan Tanete Rilau Kabupaten Barru berdasarkan Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik No. 14 Tahun 2008. Menurut Edwards III (Arifin Tahir), indikator pelaksanaan kebijakan adalah :.
Deskripsi Fokus Penelitian
Sumber Daya, yaitu menyatakan bahwa setiap kebijakan harus didukung oleh sumber daya yang memadai, baik manusia maupun finansial. Komponen sumber daya meliputi jumlah pegawai, keahlian pelaksana, informasi yang relevan dan cukup untuk melaksanakan kebijakan dan pemenuhan sumber daya terkait dalam pelaksanaan program, adanya kewenangan yang menjamin program dapat dikelola sesuai harapan, serta adanya sarana penunjang yang dapat digunakan untuk melakukan kegiatan. Disposisi didefinisikan sebagai kecenderungan, keinginan atau persetujuan pelaksana untuk melaksanakan kebijakan. Dalam melaksanakan kebijakan, jika ingin berhasil secara efektif dan efisien, maka pelaksana tidak hanya harus mengetahui apa yang perlu dilakukan, tetapi juga harus mempunyai kemampuan untuk melaksanakan kebijakan/program/peraturan. Struktur birokrasi menunjukkan bahwa struktur birokrasi merupakan hal yang penting dalam implementasi kebijakan. Aspek struktur birokrasi ini mencakup dua hal penting, pertama mekanisme dan struktur.
Standard Operating Procedure (SOP) yang baik mencakup kerangka kerja yang jelas, sistematis, tidak rumit sehingga mudah dipahami oleh siapapun karena akan menjadi acuan dalam pekerjaan para pelaksana, sedangkan struktur organisasi pelaksana juga menghindari hal-hal yang berbelit-belit, panjang dan panjang. sekompleks mungkin. . Struktur organisasi pelaksana harus mampu menjamin pengambilan keputusan yang cepat mengenai kejadian-kejadian luar biasa dalam program.
METODE PENELITIAN
- Waktu dan Lokasi Penelitian
- Jenis Penelitian
- Informan
- Teknik Pengumpulan Data
- Teknik Analisis Data
- Teknik Pengabsahan Data
Alimiah dimana peneliti sebagai instrumen kuncinya, metode penelitian ini memberikan gambaran mengenai keterbukaan informasi publik yang sedang dikembangkan di Kecamatan Tanete Rilau Kabupaten Barru. Dalam penelitian yang dilakukan peneliti diperoleh hasil wawancara mengenai sejauh mana keberhasilan desa Tellumpanua dalam memperkenalkan keterbukaan informasi publik dalam pembangunan desa di Kecamatan Tanete Rilau Kabupaten Barru berdasarkan teori yang disampaikan oleh Edwards III (Arifin Tahir Dalam penelitian ini Implementasi Keterbukaan Informasi Publik pada Desa Pembangunan di Kecamatan Tanete Rilau Kabupaten Barru dibahas dari beberapa aspek, yaitu: (a) Komunikasi Komunikasi sangat menentukan keberhasilan pencapaian tujuan implementasi kebijakan publik.
Berdasarkan hasil wawancara terhadap ketiga orang yang terlibat dapat disimpulkan bahwa dalam penerapan keterbukaan informasi publik dalam pembangunan desa, pelayanan kantor desa Tellumpanua sudah mengikuti aturan dan patuh pada peraturan. bidangnya yaitu peneliti. Sikap atau sikap para pelaksana dalam penerapan keterbukaan informasi publik dalam pembangunan desa di Kecamatan Tanete Rilau Kabupaten Barru sudah baik, karena para pegawai selalu berusaha menerapkan prinsip keterbukaan atau transparansi dalam segala hal.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Deskripsi Lokasi Penelitian
Desa Tellumpanua merupakan desa yang terbentuk pada tahun 1972 yang terletak di Kecamatan Tanete Rilau Kabupaten Barru yang menjadi lokasi penelitian penulis. Secara geografis Desa Tellumpanua terletak antara koordinat -4.481582 Lintang Selatan dan Bujur Timur dengan luas desa 7.000.000 (ha). Desa ini mempunyai tiga dusun Aroppoe, Dusun Polejiwa dan Dusun Maddo. Jarak Desa Tellumpanua ke ibu kota Kecamatan Tanete Rilau sekitar 2 km, jarak Desa Tellumpanua ke ibu kota Kabupaten Barru sekitar 10 km, dan jarak Desa Tellumpanua ke ibu kota Provinsi Sulawesi sekitar 90 km. Topografi wilayah Desa Tellumpanua terdiri dari pantai, daratan, dan lereng atau puncak. Curah hujan di wilayah ini tergolong sedang. Batas-batas wilayah Desa Tellumpanua adalah sebagai berikut.
Jumlah penduduk Desa Tellumpanua sangat padat jika dibandingkan dengan luas wilayah desanya, hal ini terlihat dari sensus penduduk yang dilakukan pada tahun 2010. Tercatat jumlah penduduk Desa Tellumpanua sebanyak 3010 jiwa dengan perbandingan laki-laki sebanyak 1220 jiwa. dan 1790 wanita.
Hasil Penelitian
Pernyataan dari Bpk. MNN selaku kepala desa Tellumpanua, Implementasi keterbukaan informasi publik dalam pembangunan desa telah dilakukan semaksimal mungkin, dimana pemerintah desa melakukan diskusi dengan masyarakat untuk membahas pengelolaan dana desa dan perkembangan desa. Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa narasumber maka peneliti dapat mengambil kesimpulan bahwa pelaksanaan keterbukaan informasi publik dalam pembangunan Desa Tellumpanua telah dilakukan dan dilaksanakan semaksimal mungkin, dimana Desa Tellumpanua menyampaikan informasi tentang pembangunan desa. melalui papan pengumuman kantor. dan menjalin kontak dengan tokoh masyarakat. Sumber daya yang dimaksud dalam hal ini adalah ketersediaan tenaga yang kompeten, ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai serta anggaran dan waktu yang tepat untuk implementasi kebijakan agar penerapan keterbukaan informasi publik dalam pembangunan desa dapat berjalan dengan baik.
Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan informan dapat disimpulkan bahwa personel yang terlibat dalam penerapan keterbukaan informasi publik dalam pembangunan desa memiliki jumlah staf yang cukup. Dalam hal ini Edward III menekankan bahwa sumber daya merupakan hal yang penting dalam melaksanakan kebijakan yang baik. Berdasarkan hasil observasi peneliti di lapangan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa organisasi pelaksana harus disiplin dalam menjalankan tugas dan fungsinya masing-masing untuk melaksanakan penerapan keterbukaan informasi publik dalam pembangunan desa.
Pembahasan Penelitian
SOP yang diterapkan di Kantor Desa mengacu pada Peraturan Bupati Barru Nomor 24 Tahun 2010 tentang Prosedur Operasional Standar Pelayanan Informasi Publik. Sumber daya yang dimaksud dalam hal ini adalah ketersediaan personel yang kompeten, ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai, serta anggaran dan waktu yang tepat untuk melaksanakan kebijakan sehingga terlaksananya keterbukaan informasi publik. Pemerintah Desa Tellumpanua, Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru diharapkan menyediakan sarana dan prasarana yang baik untuk memberikan informasi publik kepada masyarakat.
Penerapan Keterbukaan Informasi Publik Untuk Menunjang Kinerja Profesional Aparatur Sipil Negara,” Jurnal Sarjana Hukum. Keterbukaan informasi publik oleh pejabat pengelola informasi dan dokumentasi di lingkungan Dinas Sosial Provinsi Riau.
PENUTUP
Kesimpulan
Barru sudah terlaksana dengan baik karena kantor desa harus mematuhi peraturan yang berlaku.
Saran
Tabel 1 Penelitian Telebihdahulu
Tabel 2 Informan
Tabel 3 Keadaan Geografis
Tabel 4 Keadaan Demografis Desa Jumlah Penduduk
Tabel 5 Rincian Dana Desa