Tanaman kangkung (Ipomea Reptana Poir) termasuk juga tanaman sayuran yang memiliki umur pendek, dengan kegunaan daunnya memiliki peran penting bagi perekonomian Indonesia .Kebutuhan akan kangkung akan meningkat akibat pertumbuhan jumlah penduduk, juga akibat perubahan pola konsumsi dari tanaman kangkung itu sendiri.
Kangkung sangat digemari oleh masyarakat,karena kangkung memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi,.Selain mengandung vitamin A, B1, dan C, kangkung juga mengandung protein, kalsium, fosfor, besi, karoten, dan sitosterol. Dalam meningkatkan produktifitas maka perlu ditingkatkan pertumbuhan tanaman kangkung. Dengan meningkatnya pertumbuhan,maka hasil produksi kangkung juga akan meningkat. Pertumbuhan tanaman dan produksi suatu tanaman tergantung pada interaksi antara tanaman dan keadaan lingkungan di mana tanaman itu tumbuh. Keadaan tersebut dapat dibagi dalam beberapa faktor yaitu iklim, tanah dan organisme lainnya.
Kangkung darat berwarna hijau terang dengan ujung daun yang runcing, bunganya menyerupai terompet, bentuk buahnya bulat telur dan di dalamnya berisi 3 butir biji, warna bunga kangkung darat putih, warna bunga kangkung air cenderung ungu, selain perbedaan fisik, kebiasaan cara memanen dua jenis kangkung ini berbeda pula, kangkung darat di panen dengan cara dicabut, dan sedangkan kangkung air dipanen dengnan cara dipotong.
Penanaman kangkung darat di dilakukan di daerah umbulharjo DIY yang bertepat di Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang umumnya hanya sebagai tanaman budidaya yang di kelola sendiri oleh mahasiswa untuk kebutuhan pembelajarn praktikum. Bukan hanya di edarkan di pasaran, kangkung darat juga sering kali di perjual belikan di kalangan masyarakat. Kangkung varietas Pusaka 33 merupakan varietas yang di gunakan sebagai bahan praktikum dengan diskripsi asal dari dalam negri, masuk pada silsilah KRR 07.17.54.05.15.28.25.33.SP memiliki keunggulan berpotensi produksi tinggi, dengan penciri utama memanjang, bentuk ujung daun runcing dengan wilayah adaptasi pada dataran rendah, dengan umur panen 37 HST.
Dalam melaksanakan kegiatan praktikum terdiri dari 4 ulangan dengan mengambilan sample pada satu bedeng sejumlah 10 tanaman dari 100 tanaman dengan jarak tanam 20 cm x 20 cm dengan cara acak, dalam praktikum terdapat bagian-bagian yang dinilai yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, bobot basah, bobot kering, dan daya tumbuh tanaman.
Dapus
Oka, A. A. (2012). Pengaruh pemberian pupuk kascing terhadap pertumbuhan tanaman kangkung darat (Ipomea reptans poir). Jurnal Sains MIPA Universitas Lampung.
Edi, S. (2014). Pengaruh pemberian pupuk organik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kangkung darat (Ipomea reptans Poir). Bioplantae.
Anggara, R. (2009). Pengaruh ekstrak kangkung darat (Ipomea reptans Poir.) terhadap efek sedasi pada mencit Balb/C (Doctoral dissertation, Medical faculty).
Danny P. (2013). PERTUMBUHAN TANAMAN KANGKUNG DARAT DENGAN PERLAKUAN PUPUK KCL. Di akses dari https://mahasiswa.ung.ac.id pada 29 Juni 2022.