TATA IBADAH PNB HKI PARDOMUAN NAULI RES. PARDOMUAN NAULI SEI. NETEK
1. Bernyanyi, “Bagaikan Bejana”
2. Doa Pembuka (Naposo Cewek) 3. Ayat Bacaan Imamat 19:16-18
16 Janganlah engkau pergi kian ke mari menyebarkan fitnah di antara orang-orang sebangsa-mu; jangankah engkau mengancam hidup sesamamu manusia; Akulah TUHAN.
17 Janganlah engkau membenci saudaramu di dalam hatimu, tetapi engkau harus berterus terang mengor orang sesamamu dan janganlah engkau mendatangkan dosa kepada dirimu karena dia.
18 Janganlah engkau menuntut balas, dan jangalah menaruh dendam terhadap orang-orang sebangsamu, melainkan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri; Akulah TUHAN.
4. Penjelasan Ayat
Kitab Imamat berisi peraturan-peraturan dan hukum asasi bangsa Israel yang berbicara mengenai peribadahan serta kekudusan. Kitab Imamat ini memperlihatkan kepada umat Israel bagaimana seharusnya mereka hidup sebagai umat yang kudus yang dipanggil untuk melayani Allah. Kehidupan bangsa Israel pada saat itu penuh dengan perbuatan yang menyimpang dari ajaran Allah dan mereka hidup dalam kecemaran dosa. Bahkan, bangsa Isreal hidup dengan ketidakkudusan. Ketidakudusan yang dimaksud ialah mereka melakukan penyembahan berhala, berperilaku tidak jujur, membenci antar sesamanya manusia, menyebarkan fitnah, berdusta sehingga melanggar kekudusan nama Allah.
Perilaku mereka inilah yang membuat Allah murka dan Allah memerintahkan mereka untuk menjalani kehidupan suci dan kudus di dalam kehidupan mereka sehari-hari. Ada
beberapa perintah yang Allah berikan kepada bangsa Israel untuk tetap hidup kudus, misalnya Allah melarang bangsa Israel untuk beribadah kepada dewa-dewa asing/penyembahan berhala, Allah melarang orang kaya yang hanya memikirkan keuntungannya semata, Allah melarang mereka bersikap tidak adil, tidak jujur, memeras, bersaksi dusta, dan mereka dilarang untuk membenci sesama mereka manusia. Melihat ketidaktaatan bangsa Israel, Allah memperingati dan menegor mereka agar berbalik ke ajaran Tuhan dan hidup dengan kekudusan.
Dalam hal menegor, biasanya kita cenderung sulit untuk melakukannya. Hal ini terjadi karena berbagai faktor misalnya, takut dibenci, takut dijauhi, takut tidak memiliki teman, takut merusak komunikasi antar sesama. Sebagian orang memilih untuk diam bahkan tidak perduli akan hal itu. Dalam kehidupan kita sehari-hari, terkhususnya kita sebagai remaja/naposo yang hidup dalam persekutuan Yesus Kristus dan kita juga sering melihat orang sekitar kita melanggar aturan yang tentunya akan mendatangkan dosa.
Pada saat kita mengetahui teman, kakak, abang atau adik kita melanggar peraturan, sebagian dari kita lebih memilih diam dan membalikkan wajah sehingga kita tidak menegur seorang yang melakukan kesalahan tersebut. Ini terjadi karena kita takut hubungan kita dengan teman kita rusak, takut dibenci dan dijauhi karena kita telah menegurnya. Sebagai umat yang diselamatkan oleh Allah, kita pasti tau membedakan hal baik dan jahat, apa yang berkenan di hadapan Allah dan apa yang tidak berkenan. Ketika kita sudah mengetahui kesalahan yang dibuat oleh orang lain, hendaklah kita berani untuk mengatakan yang sebenanya. Berani menegor dengan kasih sehingga seseorang tidak jatuh kedalam kejahatan melainkan membantu mereka untuk hidup dalam kekudusan dan pertobatan. Ini kita lakukan juga agar persekutuan itu dapat dinikmati sebab, kekudusan Allah yang menghendaki agar dosa diselesaikan dengan cara yang berkenan kepadaNya yaitu hanya berorientasi kepada ajaran Allah dan firman Tuhan yang menjadi landasannya. Lalu, bagaimana kehidupan bangsa Israel jika diperhadadapkan dengan konteks saat ini? Untuk mengetahui hal itu, marilah kita masuk kedalam bahan diskusi yang dapat kita jawab bersama.
Bahan diskusi :
1. Mengapa Allah memerintahkan bangsa Israel untuk hidup di dalam kekudusan?
2. Bagaimana pemahaman saudara mengenai ayat 17?
3. Bagaimana pendapat saudara tentang hidup dalam “kekudusan”?
4. Apakah saudara pernah menegor seorang yang melakukan kesalahan? Coba ceritakan!
5. Bernyanyi, “Bapa Sentuh Hatiku”
6. Doa Bapa Kami 7. Latihan Koor