TATA IBADAH PNB HKI PARDOMUAN NAULI RES. PARDOMUAN NAULI SEI. NETEK
1. Bernyanyi, “Mujizat Itu Nyata”
2. Doa Pembuka (Naposo Cewek) 3. Ayat Bacaan Injil Matius 18:15-20
15
“Apabila saudara mu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkannya nasihat mu engkau telah mendapatnya kembali.”
16
Jika ia tidak mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua orang lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan.
17
Jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada jemaat.
Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai.
18
Aku berkata kepada mu: Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini
akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia akan terlepas di sorga
19
Dan lagi Aku berkata kepada mu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat
meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku
yang di sorga.
20
Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, disitu Aku ada di tengah-tengah mereka.
4. Penjelasan Ayat
Kitab Injil Matius merupakan salah satu kitab Injil Sinoptik yang berisi mengenai peristiwa perjalanan kehidupan Yesus. Penulisan kitab ini tidak terlalu disingung siapa penulisnya, tetapi para ahli gereja menyakini bahwa kitab ini ditulis oleh Matius yaitu murid Yesus sendiri. Matius menulis kitab ini juga banyak mengisahkan mengenai perumpamaan serta pernyataan-pernyataan. Nats ini berisi mengenai pernyataan dimana pernyataan ini bertujuan untuk memberi pengajaran kepada pembaca berupa memberi nasihat kepada sesama tanpa mempermalukannya. Pernyataan itu bertuliskan nasihat yang menasihati supaya hubungan kita dengan Tuhan maupun sesama manusia baik sesuai yang Tuhan kehendaki.
Nasihat merupakan suatu teguran kepada seseorang yang telah melanggar aturan atau melanggar suatu hukum yang telah ditetapkan. Dimana pada nats ini kita diingatkan ketika memberikan nasihat, mampu untuk menegur saudara kita yang telah berbuat dosa atau telah melanggar aturan tanpa menhakimi atau menyalahkannya. Namun nasihat yang diberikan tidak untuk mempermalukannya, tetapi nasihat yang diberikan berupa kasih. Tegoran kasih yang kita berikan dapat mempermudahnya untuk memahami dan mengerti atas apa yang kita sampaikan. Namun jika ia bersikap bebal dan ia tidak mendengar nasihat yang kita berikan tentu kita dapat memanggil orang lain sebagai saksi atas nasihat yang kita berikan terhadapnya. Apabila bila nasihat yang kita berikan tidak diperdengarkan lagi, tentu kita dapat mengatakan bahwa ia adalah seorang yang tidak percaya dan tidak mengenal Allah. Sebab ia tidak mampu melakukan nasihat yang telah diberikan terhadapnya atas kesalahan yang dilakukan.
Melalui nats ini kita sebagai pemuda Kristen yang berkumpul di tempat ini, kita dipersiapkan, dibina dan dibimbing untuk mampu menasihati sesama dengan penuh kasih tanpa menghakiminya. Di sini, dalam keseharian kita, tentu sudah kita ketahui dan hidupi bahwa jika diantara kita ada yang melakukan suatu kesalahan sebaiknya ditegur secara empat mata. Namun jika ia tidak mendengarkan nasihat yang diberikan kita dapat memanggil orang lain sebagai saksi atas nasihat yang diberikan supaya tidak terjadi kesalahpamahaman.
Sebab Yesus mengkehendaki bahwa dimana ada perkumpulan di dalam nama-Nya baik dua orang atau tiga orang, di tengah perkumpalan mereka Yesus akan hadir untuk membantu apa yang dihadapi. Pertanyaannya adalah apakah kita sudah dapat menegur sesama kita yang melakukan kesalahan tanpa menghakimi dan sesuai dengan kehendak Allah?
Bahan diskusi :
1. Apakah yang saudara lakukan jika salah seorang di antaramu melakukan kesalahan atau berbuat dosa?
2. Bagaimana pemahaman saudara mengenai ayat 20 tersebut?
3.