• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tata Kelola Konflik ( Conflict Governa

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Tata Kelola Konflik ( Conflict Governa"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

v ABSTRAK

SUKMA RAMADHANI, Nomor Pokok 105640 1090 10 menyusun skripsi dengan judul : “Tata Kelola Konflik (Conflict Governance) Antar Kelompok Pemuda dan Penyelesaiannya (Studi Kasus di Jalan Dangko Kota Makassar)” di bawah bimbingan Dr. Djaelan Usman.M.Si dan A. Luhur Prianto.S.IP.M.Si.

Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Tata Kelola Konflik Antar Kelompok Pemuda di Jalan Dangko Kota Makassar dan Faktor-faktor apa yang mempengaruhi terjadinya konflik antar kelompok pemuda di jalan dangko kota Makassar. Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan tipe penelitian deskriptif kualitatif dengan dasar penelitian case study. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, yaitu pengumpulan data dengan mengadakan pengamatan langsung terhadap objek yang diteliti dan wawancara dimana peneliti mengadakan tanya jawab langsung dengan informan sehubungan dengan masalah yang diteliti serta ditunjang oleh data sekunder.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pertikaian antar kelompok yang dikatikan dengan suku, agama, ras, dan antar kelompok merupakan konflik yang sangat gampang untuk terulang di tempat yang sama. Dari pembahasan hasil penelitian, peneliti kemudian menjabarkan Tata Kelola Konflik Pemuda dengan Indikator: Pendekatan Keamanan, Pendekatan Demokratis, Pendekatan Konsiliasi.

Pertikaian antar kelompok yang dikatikan dengan suku, agama, ras, dan antar kelompok merupakan konflik yang sangat gampang untuk terulang di tempat yang sama. Konstalasi konflik di Jalan Dangko sangat membutuhkan Pendekatan Rekonsiliasi dari seluruh kalangan, baik itu tokoh maupun kelompok pemuda yang ada di kelurahan Balang Baru khususnya pemuda Jalan Rotas dan Pemuda Jalan Dangko yang merupakan aktor dari konflik yang terjadi di Jalan Dangko.

Pemerintah kota khususnya kelurahan Balang Baru yang bertugas melindungi dan mengayomi warga ternyata belum dapat menemukan solusi yang pas dalam menangani perkelahian antar kelompok. Banyak fakta yang memperlihatkan mereka yang kemudian direhabilitasi justru keluar kembali sebagai penyakit di masyarakatnya. Solusi kemudian tidak menyentuh lingkungan pelaku tapi masih bersifat personal dan cenderung lebih sulit untuk dikontrol pelaksanaanya.

Referensi

Dokumen terkait

[r]

LAMPIRAN KEPTMJSAN DEXAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSIIAS ANDATAS NO|4OR t257lUN76.O1,DlKPrl2022 TANGGAL : 30 JUNI 2022 TENTANG I REy.APITULASI DOSEN PENGUII SEMINAR HASIL PRODI