• Tidak ada hasil yang ditemukan

tata kelola konflik antar kelompok mahasiswa

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "tata kelola konflik antar kelompok mahasiswa"

Copied!
90
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana mengelola konflik antar kelompok mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Makassar. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pengetahuan bagi para akademisi studi konflik di Universitas Muhammadiyah Makassar. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi kepada dosen atau memberikan tambahan literatur untuk pengajaran, diskusi, penelitian lebih lanjut dan keperluan akademik lainnya.

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi sebagai bahan informasi dan menambah pemahaman tentang kajian konflik antar kelompok mahasiswa Universitas Muhammadiyah Makassar.

TINJAUAN PUSTAKA

Konflik Sosial antar Kelompok

Penyelesaian Konflik

Konsiliasi diartikan sebagai penyelesaian konflik kepentingan, pemutusan perselisihan ketenagakerjaan atau perselisihan antar serikat pekerja/serikat buruh hanya dalam satu perusahaan melalui musyawarah yang dimediasi oleh satu atau lebih konsiliator yang netral. Selanjutnya pada pasal 1 angka 14 UU PHI, yang dimaksud dengan konsiliator adalah seorang atau lebih orang yang memenuhi syarat-syarat sebagai konsiliator yang ditetapkan oleh Menteri, yang diberi tugas untuk melaksanakan konsiliator oleh Menteri yang bertugas untuk melakukan konsiliator. konsiliasi dan wajib memberikan rekomendasi tertulis kepada para pihak yang bersengketa untuk menyelesaikan perselisihannya. Penyelesaian perselisihan secara konsiliasi oleh konsiliator dilakukan untuk menangani perselisihan kepentingan, perselisihan pemutusan hubungan kerja atau perselisihan antar serikat pekerja/serikat buruh dalam suatu perusahaan, yang dilakukan setelah para pihak mengajukan permohonan penyelesaian secara tertulis kepada yang ditunjuk dan disepakati. setelah mediator memiliki. oleh para pihak.

Selanjutnya para pihak dapat mengetahui nama konsiliator yang akan dipilih dan disepakati dari daftar nama konsiliator yang dipasang dan diumumkan pada instansi pemerintah daerah yang bertanggung jawab di bidang pekerjaannya. Dalam hal tercapai kesepakatan untuk menyelesaikan perselisihan hubungan industrial melalui konsiliasi, maka dibuatlah Perjanjian Bersama yang ditandatangani oleh para pihak dan disaksikan oleh konsiliator serta didaftarkan pada Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri di wilayah hukum negara tersebut. para pihak yang mengadakan Perjanjian Bersama untuk memperoleh sertifikat pendaftaran. G. Konsiliator harus menyelesaikan tugasnya dengan baik paling lambat 30 (tiga puluh) hari kerja sejak diterimanya permohonan penyelesaian sengketa.

Mediasi berlangsung di ruang mediasi pengadilan atau di tempat lain di luar pengadilan yang disepakati para pihak. Pada fase ini, mediator melakukan beberapa langkah strategis, yaitu membangun kepercayaan, menghubungi para pihak, menggali dan memberikan informasi awal mediasi, fokus ke masa depan, mengoordinasikan pihak-pihak yang bersengketa, menyadari perbedaan budaya, menentukan tujuan para pihak, dll. serta waktu dan tempat pertemuan serta menciptakan situasi yang menguntungkan kedua belah pihak. Tahap pelaksanaan mediasi merupakan tahap dimana para pihak yang bersengketa bertemu dan berunding dalam suatu forum.

Tahapan ini merupakan tahap dimana para pihak melaksanakan perjanjian yang telah mereka gariskan bersama dalam suatu perjanjian tertulis. Para pihak merealisasikan hasil kesepakatan berdasarkan komitmen yang telah mereka tunjukkan selama proses mediasi. Pelaksanaan (implementasi) mediasi pada umumnya dilakukan oleh para pihak sendiri, namun dalam beberapa kasus, pelaksanaannya dibantu oleh pihak lain.

Kerangka Pikir

Sebagaimana realitas sosial lainnya, konflik mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Makassar juga dikonstruksi secara dialektis. Tempat penelitian yang dilakukan penulis dalam penelitian ini adalah di Universitas Muhammadiyah Makassar Jl. Studi kasus akan memahami, menyelidiki dan kemudian menginterpretasikan makna yang diperoleh dari fenomena mengenai manajemen konflik antar kelompok mahasiswa Universitas Muhammadiyah Makassar.

Universitas Muhammadiyah Makassar (UNISMUH) merupakan salah satu perguruan tinggi swasta (PTS) yang ada di kota Makassar. Fasilitasi ini biasanya dilakukan oleh pihak-pihak terkait dengan tujuan agar konflik yang terjadi di Universitas Muhammadiyah Makassar tidak terjadi secara berkelanjutan. Berdasarkan wawancara tersebut di atas, terlihat bahwa konflik yang terjadi di Universitas Muhammadiyah Makassar dapat diselesaikan dengan beberapa cara, antara lain dengan melegakan kelompok yang sedang berkonflik.

Berdasarkan wawancara di atas terlihat bahwa peran pimpinan Universitas Muhammadiyah Makassar dalam penyelesaian konflik sangat diperlukan. Berdasarkan wawancara di atas terlihat bahwa peran pimpinan Universitas Muhammadiyah Makassar dalam penyelesaian konflik sangat dibutuhkan. Berdasarkan wawancara di atas terlihat bahwa peran pimpinan Universitas Muhammadiyah Makassar dalam penyelesaian konflik sangat dibutuhkan.

Hal ini merupakan salah satu langkah pimpinan kampus untuk mengatasi konflik yang terjadi di Universitas Muhammadiyah Makassar. Berdasarkan wawancara tersebut terlihat upaya-upaya yang dilakukan untuk menyelesaikan konflik yang timbul antar kelompok mahasiswa Universitas Muhammadiyah Makassar. Wawancara peneliti dengan informan selaku Wakil Dekan III Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Makassar.

Fokus Penelitian

Deskripsi Fokus

Waktu dan Lokasi Penelitian

Jenis dan Tipe Penelitian

Sumber Data

Informan Penelitian

Teknik Pengumpulan Data

Teknik Analisis Data

Menguraikan program kegiatan kemahasiswaan berpedoman pada peraturan yang berlaku di kampus Universitas Muhammadiyah Makassar. Mewakili mahasiswa Universitas Muhammadiyah Makassar sebagai duta dalam kegiatan eksternal untuk berkoordinasi/berkomunikasi dengan organisasi kemahasiswaan perguruan tinggi lainnya. Berdasarkan sifat konflik antar kelompok mahasiswa di Makassar khususnya Universitas Muhammadiyah Makassar maka dapat dianalisis bahwa konflik mahasiswa dapat berupa kekerasan personal dan kemudian menjadi kekerasan kolektif.

Konflik yang terjadi di Universitas Muhammadiyah Makassar sebagian besar disebabkan oleh konflik antar kelompok, dendam pribadi dan kelompok, faktor kepentingan, dan lemahnya penegakan peraturan kampus. Pandangan di atas didukung oleh fakta bahwa konflik yang muncul di Universitas Muhammadiyah Makassar terkadang bermula dari persoalan sepele seperti perasaan dilanggar, dipukuli, dan dianggap remeh. Alhasil, Universitas Muhammadiyah Makassar yang dulu sering berkonflik kini berangsur-angsur menjadi aman.

Berikut wawancara peneliti dengan informan berinisial SB yang merupakan mantan Ketua Badan Pengurus Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Makassar. setiap konflik yang terjadi di kampus eee Manajemen kampus membantu kami mengadakan pertemuan untuk membahas masalah terkait konflik tersebut. Selanjutnya peneliti mewawancarai informan berinisial ABR selaku Wakil Dekan III Fakultas Pertanian (FAPERTA) Universitas Muhammadiyah Makassar. Melihat konflik-konflik yang muncul di kampus ini, maka untuk menyelesaikannya, saya yakin bahwa perdamaian sangat diperlukan untuk menyelesaikan perselisihan. Berdasarkan wawancara, banyak sekali konflik-konflik berbeda yang muncul di Universitas Muhammadiyah Makassar dari tahun ke tahun, dan untuk menyelesaikan perselisihan tersebut diperlukan rekonsiliasi baik dari segi kepentingan maupun dari segi konflik antar kelompok.

“Nah, salah satu cara untuk meminimalisir konflik antar kelompok di kampus Universitas Muhammadiyah Makassar adalah dengan adanya kejelasan aturan pola pengembangan lembaga kemahasiswaan” (Wawancara Peneliti dengan MTR pada 4 September 2019). Berdasarkan wawancara tersebut terlihat bahwa konflik yang terjadi di Universitas Muhammadiyah Makassar terdiri dari dua jenis konflik yaitu konflik vertikal dan konflik horizontal, dan cara penyelesaian konflik tersebut adalah dengan mempertemukan kedua pihak yang berkonflik. . Konsiliasi, penyelesaian konflik dilakukan agar konflik-konflik yang sudah berlangsung lama dan timbul di kampus Universitas Muhammadiyah Makassar yang disebabkan oleh kesalahpahaman antar individu maupun antar kelompok dapat diselesaikan dengan baik.

Keabsahan Data

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil Penelitian

Konflik kekerasan antar kelompok mahasiswa di Makassar yang dilakukan antara dosen dan dosen, kelompok dosen dan mahasiswa, serta program studi dan organisasi kewilayahan merupakan terjadinya konflik kekerasan sebagai wujud konflik yang sulit diselesaikan secara damai. Bentuk konflik yang dilakukan mahasiswa adalah konflik kekerasan yang ditandai dengan pengrusakan, penyerangan, pembakaran, penyanderaan, perkelahian, bahkan pembunuhan. Kalau kita melihat konflik yang terjadi di UNISMUH, bagaimana cara mengatasinya, menurut saya harus ada yang bisa membuat A dan B bisa berdamai setelahnya.

Konflik yang muncul di Unismuh adalah pendekatan aturan atau ketertiban yaitu penegakan aturan akademik melalui komite disiplin. Pendekatan yang kedua adalah pendekatan hukum. Pendekatan hukum ini tentu saja diperuntukkan bagi mahasiswa yang terlibat konflik dan melakukan tindak pidana. pelanggaran, baik internal maupun eksternal. di luar kampus, sepenuhnya diserahkan kepada pihak kepolisian untuk menangani penyelesaian hukumnya sesuai peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.” Berdasarkan wawancara di atas, terlihat bahwa bentuk penyelesaian konflik yang dilakukan pihak manajemen adalah dengan memfasilitasi kelompok-kelompok yang pernah berkonflik “Jika melihat konflik seperti itu, harus ada mediasi atau konsolidasi antar lembaga” (hasil wawancara peneliti dengan MIB pada 20 Mei 2019).

Kalau saya melihat konflik-konflik yang muncul di kampus kita, tentunya saya melihat banyak sekali yang muncul pada masa transisi kepemimpinan kemahasiswaan, khususnya di tingkat jurusan. Aturan di institusi kita tidak diterapkan secara ketat, artinya mungkin saja ada orang yang melakukan hal tersebut. siapa yang merasa dilindungi, kan? Dari wawancara di atas penulis dapat menyimpulkan bahwa konflik-konflik yang muncul selama ini banyak terjadi pada masa peralihan kepengurusan di suatu lembaga, selain pada masa peralihan kepengurusan, konflik juga sering muncul karena belum diterapkannya aturan yang tegas. Dari wawancara di atas, penulis dapat menyimpulkan bahwa pimpinan fakultas khususnya di FEBIS dalam menyikapi konflik yang muncul sedang membangun komitmen bersama yang disepakati.

Kemudian konflik yang muncul antar individu maupun antar kelompok siswa yang bersangkutan terkadang dipicu oleh rasa egoisme masing-masing kelompok yang menganggap kelompoknya besar. Melihat konflik-konflik yang muncul dari tahun ke tahun, konflik-konflik tersebut tidak akan pernah terselesaikan jika aturan tidak ditegakkan, kebijakan tidak berpihak pada komunitas ilmiah, dan manajemen bersikeras memberikan sanksi kepada mahasiswa yang berkonflik, atau sebagai rancangan. konflik. Fasilitasi merupakan salah satu upaya resolusi konflik yang dilakukan pimpinan untuk menyelesaikan konflik di kampus, yang terlebih dahulu didiskusikan antara pimpinan HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan) terkait.

Jika ketua HMJ tidak dapat menyelesaikan faktor penyebab konflik, maka mereka akan dihukum. Segala aturan yang ada harus benar-benar diterapkan dan ditegakkan oleh birokrasi dan berlaku bagi seluruh pelaku pelajar, khususnya pelaku konflik yang berstatus pelajar.

PENUTUP

Saran

Untuk meminimalisir, meminimalisir, meredam dan menghindari konflik antar kelompok mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Makassar kedepannya, disarankan pihak kampus menekankan pada beberapa hal yaitu. Penekanan pada pendekatan persuasif dan mendalam kepada siswa yang sering terlibat konflik atau yang merancang konflik. Perlu dirumuskan sistem pemantauan terhadap kelompok pelajar rawan konflik untuk menghindari gesekan yang dapat berujung pada konflik.

Kurangnya keseriusan pendekatan, lemahnya komitmen dan inovasi serta penyalahgunaan wewenang dapat menghambat pelaksanaan pendidikan yang dirumuskan dalam rencana strategis dalam jangka pendek, menengah, dan panjang.

Referensi

Dokumen terkait

Hasil ini menunjukan bahwa peserta memiliki tambahan pengetahuan tentang pemanfaatan limbah yang dapat diolah menjadi sebuah enzim ramah lingkungan yang biasa disebut