CASE BASED LEARNING
MENGANALISIS LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN PT. SARIGUNA PRIMATIRTA Tbk
Diajukan Untuk Dasar Penilaian Ujian Akhir Semester Mata Kuliah
Tata Kelola Perusahaan
Dosen Pengampu : Dr Dahlifah , Dr., SE., M.Si., CSRS., CSRA
Disusun Oleh : Kelompok 1
Wage Prakoso Dwi Alam ( 11210000045 ) Yustania Yuliarman ( 11210000048 ) Moreno Putra Maysandro ( 11210000053 )
PROGRAM STUDI S1 AKUNTANSI
SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI INDONESIA JAKARTA 2024
CASE BASED LEARNING TATA KELOLA PERUSAHAAN Page ii
KATA PENGANTAR
Puji Syukur kepada Sang Pencipta karena atas limpahan rahmat-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini. Makalah ini ditulis sebagai wujud sumbangsih pemikiran penulis untuk dunia pendidikan khususnya berkaitan dengan tata kelola perusahaan. Makalah ini membahas tentang Rapat Umum Pemegang Saham, Dewan Komisaris, Dewan Direksi serta fungsi dan tanggung jawab para dewan dalam PT. Sariguna Primatirta.
Kami menyajikan makalah ini sebagai salah satu referensi agar para mahasiswa serta masyarakat luas yang berminat terhadap tata kelola perusahaan serta dapat memahami bagaimana cara menganalisis tata Kelola perusahaan dengan baik. Harapannya makalah ini dapat menjadi bahan ajar atau referensi yang digunakan pada lingkungan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Jakarta dan masyarakat umum.
Kami mengucapkan banyak terimakasih kepada Ibu Dr Dahlifah , Dr., SE., M.Si., CSRS., CSRA. sebagai dosen pengajar mata kuliah Tata Kelola Perusahaan di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Jakarta yang telah memberikan banyak masukan dan pengajaran kepada kami sebagai mahasiswa di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Jakarta.
Jakarta, 13 Mei 2024
Kelompok 1
CASE BASED LEARNING TATA KELOLA PERUSAHAAN Page iii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ... ii
DAFTAR ISI ...iii
BAB I ... 1
PENDAHULUAN ... 1
1.1 Latar Belakang Masalah ... 1
1.2 Rumusan Masalah... 2
1.3 Tujuan Penulisan ... 2
BAB II ... 3
PROFILE PERUSAHAAN ... 3
2.1 Sejarah Perusahaan ... 3
BAB III ... 4
ANALISIS PERUSAHAAN ... 4
3.1 General Meetings of Shareholder ( Rapat Umum Pemegang Saham ) ... 4
3.2 Extraordinary General Meeting of Shareholders ( Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa ) ... 5
3.3 Board of Commisioners ( Dewan Komisaris ) ... 6
3.4 Board of Directors ( Dewan Direksi ) ... 8
BAB IV ... 10
PENUTUPAN ... 10
4.1 Kesimpulan ... 10
CASE BASED LEARNING TATA KELOLA PERUSAHAAN Page 1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Tata kelola perusahaan yang baik merupakan fondasi penting dalam memastikan keberlanjutan dan keberhasilan jangka panjang suatu perusahaan. Dalam struktur tata kelola tersebut, Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) memegang peranan utama sebagai forum tertinggi yang memungkinkan pemegang saham untuk berpartisipasi langsung dalam pengambilan keputusan strategis perusahaan.
Namun, seringkali terjadi ketidakefektifan dalam pelaksanaan RUPS karena rendahnya partisipasi pemegang saham serta kurangnya pemahaman mereka mengenai hak dan tanggung jawab. Hal ini dapat mengakibatkan keputusan yang diambil tidak sepenuhnya merefleksikan kepentingan mayoritas pemegang saham, yang pada gilirannya dapat mempengaruhi kinerja perusahaan secara keseluruhan.
Selain RUPS, Dewan Komisaris memiliki peran krusial dalam melakukan pengawasan dan memberikan nasihat kepada Dewan Direksi. Mereka bertanggung jawab untuk memastikan bahwa manajemen perusahaan berjalan sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan dan mematuhi regulasi yang berlaku. Namun, beberapa tantangan seperti potensi konflik kepentingan, kurangnya independensi, dan keterbatasan akses informasi yang akurat sering kali menghambat efektivitas Dewan Komisaris. Kondisi ini dapat mengakibatkan pengawasan yang lemah dan menyebabkan praktik manajemen yang tidak optimal, yang akhirnya berdampak negatif pada reputasi dan kinerja perusahaan.
Dewan Direksi bertanggung jawab atas pengelolaan operasional sehari-hari perusahaan dan implementasi strategi yang telah disetujui oleh RUPS. Mereka harus memastikan kinerja perusahaan sesuai dengan target yang telah ditetapkan dan melaporkan perkembangan serta tantangan yang dihadapi kepada Dewan Komisaris. Namun, ketidakselarasan antara Dewan Direksi dan Dewan Komisaris, serta kurangnya transparansi dalam pelaporan, dapat menimbulkan masalah serius seperti ketidakselarasan tujuan strategis dan penurunan kepercayaan pemegang saham terhadap manajemen.
Oleh karena itu, analisis mendalam terhadap fungsi dan tanggung jawab serta interaksi antara RUPS, Dewan Komisaris, dan Dewan Direksi menjadi sangat penting untuk memperbaiki dan meningkatkan efektivitas tata kelola perusahaan.
CASE BASED LEARNING TATA KELOLA PERUSAHAAN Page 2
1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimana efektivitas pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di PT Sariguna Primatirta Tbk dalam menjalankan fungsi pengawasan dan pengambilan keputusan strategis ? 2. Sejauh mana Dewan Direksi PT Sariguna Primatirta Tbk melaksanakan tanggung jawabnya
dalam mengelola perusahaan dan mematuhi prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG) ?
3. Bagaimana peran dan kontribusi Dewan Komisaris dalam mengawasi kinerja manajemen dan memastikan pelaksanaan tata kelola perusahaan yang baik di PT Sariguna Primatirta Tbk ?
1.3 Tujuan Penulisan
1. Untuk mengevaluasi efektivitas pelaksanaan RUPS di PT Sariguna Primatirta Tbk, termasuk frekuensi, partisipasi, kualitas keputusan, dan kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku.
2. Untuk menganalisis sejauh mana Dewan Direksi melaksanakan tanggung jawabnya dalam mengelola perusahaan dan mematuhi prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG).
3. Untuk mengevaluasi peran dan kontribusi Dewan Komisaris dalam mengawasi kinerja manajemen dan memastikan pelaksanaan tata kelola perusahaan yang baik.
CASE BASED LEARNING TATA KELOLA PERUSAHAAN Page 3
BAB II
PROFILE PERUSAHAAN
2.1 Sejarah Perusahaan
Perusahaan ini telah memulai sejarah perkembangannya pada tahun 1988 dengan nama PT Sari Guna dan kemudian mengalami perubahan pada tahun 1989 menjadi nama yang digunakan hingga sekarang yaitu PT Sariguna Primatirta. Kemudian untuk nama produk dagang yang dikeluarkan oleh perusahaan ini yaitu Tanobel. Nama tersebut merupakan gabungan dari kata Tan yang diambil dari identitas keluarga pendiri dan Nobel diambil dari bahasa inggris Noble dengan arti Mulia. Perusahaan ini mulai menjalankan bisnisnya secara penuh yaitu mulai tahun 2003 setelah berhasil mengakuisisi produsen AMDK dengan nama merk Anda yang berspesialisasi dalam bidang pengolahan air dari mata air Gunung Arjuna.
Selanjutnya untuk melancarkan bisnis yang dilakukan maka perusahaan mulai membangun pabrik pertama pada tahun 2004 di Pasuruan dan Plandaan, setelah itu, PT Sariguna Primatirta Tbk ini mulai memproduksi AMDK dengan merk Cleo. Pada awalnya, produk yang dikeluarkan oleh perusahaan ini hanya disebarkan di Jawa Timur saja. Namun seiring dengan perkembangannya, perusahaan ini akhirnya mendirikan beberapa perusahaan di luar Jawa Timur. Dengan perjuangan dan kegigihannya, perusahaan ini berhasil mengantongi sertifikasi ISO 9001 pada tahun 2006. Kemudian ada tahun 2007 kembali melakukan kerjasama dengan perusahaan besar yaitu Indomaret.
Melalui kerjasama tersebut akhirnya perusahaan ini juga membuat AMDk dengan merk Indomaret agar bisa dijual dan disebar di seluruh toko Indomaret yang ada di Indonesia. Dengan kegigihan dan pertahanan produksi yang dimiliki oleh perusahaan ini, akhirnya berhasil mendapatkan sertifikasi ISO 22000 yang pertama di Indonesia untuk produsen AMDK. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat saat ini, perusahaan kembali berinovasi dengan mengeluarkan produk dalam bentuk galon yang dilengkapi dengan pegangan sehingga lebih mudah untuk dibawa. Inovasi tersebut mulai diluncurkan pada tahun 2012. Kemudian pada tahun 2017, perusahaan AMDK ini berhasil tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kode emiten CLEO.
CASE BASED LEARNING TATA KELOLA PERUSAHAAN Page 4
BAB III
ANALISIS PERUSAHAAN
3.1 General Meetings of Shareholder ( Rapat Umum Pemegang Saham )
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) merupakan bagian tertinggi perusahaan yang wewenangnya diatur oleh undang-undang dan Anggaran Dasar. RUPS memiliki wewenang untuk antara lain, mengangkat dan memberhentikan Anggota Dewan Komisaris dan Direksi, mengevaluasi kinerja Dewan Komisaris dan Direksi, menyetujui perubahan Anggaran Dasar Perusahaan, menyetujui laporan tahunan, menentukan penggunaan laba Perseroan termasuk pembagian dividen kepada pemegang saham, menetapkan remunerasi bagi anggota Dewan Komisaris dan Direksi. Menyetujui langkah–langkah penting Perseroan (Corporate Action) sehubungan dengan pengurusan Perseroan.
RUPS atau Rapat Umum Pemegang Saham mengambil keputusan didasarkan pada kepentingan Perseroan, namun tidak dapat melakukan intervensi terhadap tugas, fungsi, dan wewenang Dewan Komisaris dan Direksi tanpa mengurangi wewenang RUPS untuk menjalankan haknya sesuai dengan Anggaran Dasar dan peraturan perundang–undangan.
Selama tahun 2022 Perseroan melaksanakan 1 (satu) kali RUPS Tahunan (RUPST). RUPS Tahunan dilaksanakan pada tanggal 31 Mei 2022 di Voza Premium Office Lantai 29 Jalan HR.
Muhammad Nomor 31, Surabaya. Sesuai peraturan, Perseroan telah mengiklankan pemberitahuan RUPS dalam website PT. Sariguna Primatirta Tbk yaitu www.tanobel.com dan website Bursa Efek Indonesia www.idx.co.id pada tanggal 22 April 2022. Serta panggilan RUPS dalam website PT.
Sariguna Primatirta Tbk yaitu www.tanobel.com dan website Bursa Efek Indonesia www.idx.co.id pada tanggal 9 Mei 2022. Ringkasan keputusan RUPS sebagai berikut :
1) Agenda Pertama adalah memberikan persetujuan dan mengesahkan Laporan Tahunan tahun buku 2021 termasuk di dalamnya Laporan Kegiatan Perseroan, Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris, dan Laporan Keuangan Perseroan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Teramihardja, Pradhono & Chandra sesuai laporan Nomor : 00048/2.0851/AU.1/04/0272-3/1/III/2022 tanggal 11 Maret 2022 dengan pendapat “Wajar dalam semua hal yang material” dengan demikian memberikan pelunasan dan pembebasan (acquit et de charge) kepada seluruh anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan atas segala tindakan pengurusan dan pengawasan yang telah dilakukan terhadap Perseroan sejauh tindakan-tindakan tersebut tercermin dalam Laporan Keuangan dan Perhitungan Tahunan Perseroan.
CASE BASED LEARNING TATA KELOLA PERUSAHAAN Page 5 2) Agenda Kedua adalah menyetujui atas penggunaan laba Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021, termasuk persetujuan cadangan umum Perseroan sebesar Rp1.000.000.000,- (satu milyar rupiah), persetujuan Perseroan membagikan Dividen tunai tahun 2021 sebesar Rp11.959.987.600,- (sebelas miliar sembilan ratus lima puluh sembilan juta sembilan ratus delapan puluh tujuh ribu enam ratus rupiah), persetujuan Perseroan membagikan Dividen interim tahun 2021 sebesar Rp29.899.969.000,- (dua puluh sembilan miliar delapan ratus sembilan puluh sembilan juta sembilan ratus enam puluh sembilan ribu rupiah) dan persetujuan atas sisa laba sebesar Rp137.851.710.420 (seratus tiga puluh tujuh miliar delapan ratus lima puluh satu juta tujuh ratus sepuluh ribu empat ratus dua puluh rupiah) untuk diinvestasikan kembali.
3) Agenda Ketiga adalah menyetujui untuk memberikan kuasa kepada Dewan Komisaris Perseroan untuk menunjuk Akuntan Publik Independen yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mengaudit Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.
4) Agenda Keempat adalah memberikan kuasa kepada Dewan Komisaris untuk menetapkan honorarium dan tunjungan lainnya anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan.
Realisasi Hasil Keputusan RUPS Tahunan sampai dengan 31 Desember 2022, seluruh keputusan yang diambil dalam RUPS Tahunan tanggal 31 Mei 2022 telah terealisasi dengan baik.
3.2 Extraordinary General Meeting of Shareholders ( Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa )
Selama tahun 2022 Perseroan melaksanakan 1 (satu) kali RUPS Luar Biasa (RUPLB). RUPS Luar Biasa dilaksanakan pada tanggal 31 Mei 2022 di Voza Premium Office Lantai 29 Jalan HR.
Muhammad Nomor 31, Surabaya. Sesuai peraturan, Perseroan telah mengiklankan pemberitahuan RUPS dalam website PT. Sariguna Primatirta Tbk yaitu www.tanobel.com dan website Bursa Efek Indonesia www.idx.co.id pada tanggal 22 April 2022. Serta panggilan RUPS dalam website PT.
Sariguna Primatirta Tbk yaitu www.tanobel.com dan website Bursa Efek Indonesia www.idx.co.id pada tanggal 9 Mei 2022.
Keputusan RUPS Luar Biasa sebagai berikut :
1) Agenda Pertama adalah memberikan persetujuan pengakhiran dan pengangkatan kembali anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan.
2) Agenda Kedua adalah pemberikan persetujuan atas perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan dalam rangka penyesuaian dengan Peraturan Kepala Badan Pusat Statistik Nomor 2 Tahun 2020 Tentang Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia.
CASE BASED LEARNING TATA KELOLA PERUSAHAAN Page 6
3.3 Board of Commisioners ( Dewan Komisaris )
Dewan Komisaris bertugas dan bertanggung jawab secara kolektif dalam mengawasi pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Direksi dan memberikan nasihat kepada Direksi serta memastikan Perseroan melaksanakan prinsip-prinsip GCG. Kedudukan masing - masing anggota Dewan Komisaris termasuk Komisaris Utama adalah setara.
Berdasarkan Akta No. 94 tentang berita acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tanggal 31 Mei 2022, anggota Dewan Komisaris terdiri dari 3 (tiga) orang sebagai berikut :
Komisaris Utama Hermanto Tanoko
Komisaris Sanderawati Joesoef
Komisaris Independen Ida Bagus Oka Nila
Sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan Dewan Komisaris mempunyai tugas utama mengawasi kebijakan dalam menjalankan Perseroan serta memberi nasihat kepada Direksi. Dalam menjalankan fungsi pengawasan dan advisor, Dewan Komisaris selalu berpegang pada Anggaran Dasar Perseroan, visi dan misi yang telah ditetapkan serta prinsip-prinsip GCG. Adapula beberapa tugas dan wewenang yang harus di jalankan oleh Board of Commisioners yaitu sebagai berikut :
1) Tugas Board of Commisioners :
a. Dewan Komisaris bertugas melakukan pengawasan dan bertanggung jawab atas pengawasan dengan prinsip kehati-hatian terhadap kebijakan pengurusan, jalannya pengurusan pada umumnya, baik mengenai Perseroan maupun usaha Perseroan, dan memberi nasihat kepada Direksi
b. Dewan Komisaris dalam kondisi tertentu wajib menyelenggarakan RUPS tahunan dan RUPS lainnya sesuai dengan kewenangannya sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan dan anggaran dasar.
c. Dalam rangka mendukung efektivitas pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya Dewan Komisaris wajib membentuk Komite Audit dan Komite Nominasi dan Remunerasi dan dapat membentuk komite lainnya Komite Good Corporate Governance serta wajib melakukan evaluasi terhadap kinerja komite yang membantu pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya.
d. Dalam rangka menjalankan peran pengawasan dan pemberian nasihat kepada Direksi, Dewan Komisaris dibantu Komite Audit dan melalui rekomendasi Komite Audit berkewajiban untuk melaksanakan semua ketentuan Anggaran Dasar yang berlaku.
CASE BASED LEARNING TATA KELOLA PERUSAHAAN Page 7 e. Melaksanakan semua peraturan dan perundang-undangan dipasar modal diantaranya melaporkan mengenai kepemilikan sahamnya dan atau keluarganya pada perseroan dan perusahaan lain kepada Perseroan.
f. Melaporkan kepemilikan dan perubahan kepemilikan sahamnya di perseroan paling lambat 10 hari setelah transaksi kepada OJK.
g. Menetapkan pedoman (charter) yang diwajibkan oleh Peraturan OJK dan memantau pelaksanaan dan efektifitas praktik GCG yang diterapkan Perseroan.
2) Wewenang Board of Commisioners :
Dalam kondisi tertentu Dalam menjalankan peran pengawasan dan pemberian nasihat kepada Direksi, Komisaris berhak dan berwenang untuk :
a. Meminta dan mendapatkan penjelasan dari Direksi mengenal permasalahan yang terkait dengan perseroan,
b. Meminta dan mendapatkan penjelasan dari Direksi atas segala tindakan dan keputusan Direksi mengenai perseroan,
c. Meminta dan mendapatkan bantuan tenaga ahli atas beban perseroan,
d. Menetapkan jenis transaksi dan besarannya yang memerlukan persetujuan Komisaris sebelum dilaksanakan oleh Direksi,
e. Mendapatkan laporan Direksi secara berkala menyangkut kinerja perseroan,
f. Mendapatkan laporan Direksi mengenai program tahunan pengembangan Sumber Daya Manusia (termasuk didalamnya suksesi manajer kunci), pertanggungjawaban manajemen risiko, dan laporan kinerja teknologi informasi dan bidang-bidang lainnya yang dipandang penting bagi keberhasilan Perseroan,
g. Mengatur pembagian kerja dan mekanisme pengambilan keputusan di antara anggota Komisaris dengan tetap memperhatikan aturan/ketentuan yang ada,
h. Melakukan wewenang lain yang dilimpahkan oleh RUPS dan Anggaran Dasar
i. Memperoleh uang jasa/honorarium, fasilitas dan tunjungan, termasuk santunan purna jabatan yang jumlahnya ditetapkan oleh RUPS.
Kinerja Dewan Komisaris dievaluasi setiap tahun oleh pemegang saham dalam RUPS. Kinerja Dewan Komisaris ditentukan berdasarkan tugas, wewenang, dan kewajiban yang terdapat di dalam Anggaran Dasar Perseroan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Perseroan sudah mempunyai piagam Dewan Komisaris dimana piagam tersebut bisa dilihat pada web Perseroan.
CASE BASED LEARNING TATA KELOLA PERUSAHAAN Page 8
3.4 Board of Directors ( Dewan Direksi )
Direksi menjalankan pengurusan Perusahaan untuk kepentingan Perusahaan dan sesuai dengan maksud dan tujuan perusahaan. Sesuai dengan Anggaran Dasar Perusahaan. Tugas utama Direksi adalah mengelola perusahaan agar sejalan dengan Anggaran Dasar, visi dan misi perusahaan yang pada akhirnya bermuara pada peningkatan nilai pemegang saham, dimana salah satunya ditunjuk sebagai Direktur Utama yang bertanggung jawab atas koordinasi seluruh jajaran Direksi. Anggota Direksi diangkat dan diberhentikan oleh RUPS. Masa tugas anggota Direksi adalah selama lima tahun, dan RUPS memiliki hak penuh untuk memberhentikan anggota Direksi sebelum masa tugasnya berakhir.
Masa jabatan Direksi akan berakhir sampai dengan ditutupnya RUPS tahunan yang akan diselenggarakan pada tahun 2027.
Kinerja Direksi serta pelaksanaan kewajiban utama dievaluasi oleh para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS). Kinerja Direksi secara individu ataupun seluruh anggota, dievaluasi oleh Dewan Komisaris dalam rapat gabungan Direksi dan Dewan Komisaris yang diselenggarakan setiap kuartalan. Hasil evaluasi terhadap kinerja Direksi dan kinerja masing- masing anggota Direksi secara individu akan merupakan bagian tak terpisahkan dalam skema kompensasi dan pemberian insentif bagi Direksi. Hasil kinerja Direktur secara individual merupakan salah satu dasar pertimbangan bagi pemegang saham untuk pemberhentian dan/atau menunjuk kembali Direktur yang bersangkutan. Hasil evaluasi kinerja tersebut merupakan sarana penilaian serta peningkatan efektivitas Direksi. Perseroan sudah mempunyai piagam Direksi dimana piagam tersebut bisa dilihat pada web perseroan.
Direksi PT Sariguna Primatirta Tbk berjumlah 6 orang dengan komposisi sesuai keputusan RUPS Luar Biasa tanggal 31 Mei 2022 adalah sebagai berikut :
Direktur Utama Belinda Natalia
Wakil Direktur Utama Melisa Patricia
Direktur Operasional Nio Eko Susilo
Direktur Keuangan Lukas Setio Wongso Wong
Direktur Penjualan dan Distribusi Toto Sucartono
Direktur Supply Chain Firdauf Achmad Dhewata
CASE BASED LEARNING TATA KELOLA PERUSAHAAN Page 9 Dalam melaksanakan tugasnya Dewan Direksi telah menyelenggarakan 4 (empat) kali rapat gabungan dengan Komisaris dan 12 (dua belas) kali Rapat Direksi yang setiap rapat dihadiri oleh seluruh anggota direksi. Pembagian tugas dan wewenang setiap anggota Direksi ditetapkan berdasarkan nama jabatan masing–masing anggota Direksi.
1) Direktur Utama bertanggung jawab untuk mengarahkan, mengawasi dan mengevaluasi tugas korporasi dan unit bisnis agar seluruh kegiatan berjalan sesuai dengan visi, misi, sasaran usaha, strategi dan kebijakan yang ditetapkan.
2) Wakil Direktur Utama bertanggung jawab untuk membantu dan mewakili Direktur Utama dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, serta bertanggung jawab atas kegiatan komersial berupa pembelian, pemasaran dan pengembangan usaha.
3) Direktur Keuangan bertanggung jawab atas seluruh perencanaan anggaran dan belanja Perusahaan, mengawasi pelaksanaan kebijakan keuangan, administrasi, penerapan sistem pengawasan internal dan membuat laporan keuangan manajemen, serta bertanggung jawab atas bagian sumber daya manusia.
4) Direktur Operasional bertanggung jawab secara umum atas pengelolaan dan pemberdayaan seluruh sumber daya produksi, sarana dan prasarana sehingga kinerja produksi meningkat secara optimal.
5) Direktur Penjualan bertanggung jawab atas pengelolaan transaksi penjualan Perusahaan dan pengembangan pasar serta penetrasi pasar.
6) Direktur Rantai Suplai bertanggung jawab atas kegiatan, perencanaan, produksi, dan pengendalian persediaan, serta kegiatan distribusi dan transportasi sampai produk diterima pelanggan.
Perusahaan memiliki komitmen untuk memberikan kesempatan dan dukungan kepada para Direksi untuk senantiasa meningkatkan pengembangan diri, terutama dalam rangka tata kelola perusahaan yang baik. Dimana dalam pelaksanaannya para Direksi telah menghadiri berbagai seminar dan pertemuan- pertemuan profesi.
CASE BASED LEARNING TATA KELOLA PERUSAHAAN Page 10
BAB IV PENUTUPAN
4.1 Kesimpulan
PT Sariguna Primatirta, yang awalnya dikenal sebagai PT Sari Guna sejak 1988, mengubah namanya pada tahun 1989. Perusahaan ini mengembangkan bisnisnya sejak 2003 setelah mengakuisisi produsen air minum dalam kemasan (AMDK) dari Gunung Arjuna. Tahun 2004, mereka membangun pabrik di Pasuruan dan Plandaan, mulai memproduksi AMDK dengan merk Cleo, dan pada tahun 2006 memperoleh sertifikasi ISO 9001. Pada 2007, perusahaan bekerja sama dengan Indomaret untuk memproduksi AMDK dengan merk Indomaret. Inovasi berlanjut pada 2012 dengan peluncuran produk galon berpegangan. Pada tahun 2017, PT Sariguna Primatirta tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kode emiten CLEO.
RUPS merupakan bagian tertinggi dari perusahaan yang memiliki wewenang penting termasuk mengangkat dan memberhentikan Dewan Komisaris dan Direksi, menyetujui laporan tahunan, penggunaan laba, dan dividen. Pada 2022, RUPS Tahunan dilaksanakan pada 31 Mei 2022, dengan keputusan penting seperti pengesahan laporan keuangan, penggunaan laba, dan penunjukan Akuntan Publik untuk audit berikutnya.
Pada 2022, RUPSLB dilaksanakan satu kali pada 31 Mei 2022, dengan agenda utama meliputi pengangkatan kembali anggota Direksi dan Dewan Komisaris serta perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan. Dewan Komisaris bertugas mengawasi dan memberikan nasihat kepada Direksi serta memastikan pelaksanaan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik (GCG). Dewan ini beranggotakan tiga orang, dengan tugas utama meliputi pengawasan kebijakan pengurusan dan pelaksanaan RUPS. Dewan Komisaris juga memiliki wewenang meminta penjelasan dari Direksi terkait pengurusan perusahaan.
Direksi bertanggung jawab atas pengurusan perusahaan sesuai dengan Anggaran Dasar, visi, dan misi perusahaan. Tugas utama Direksi adalah meningkatkan nilai pemegang saham. Komposisi Direksi PT Sariguna Primatirta berjumlah enam orang, dengan pembagian tugas spesifik sesuai jabatan masing- masing, seperti Direktur Utama, Wakil Direktur Utama, Direktur Keuangan, Direktur Operasional, Direktur Penjualan, dan Direktur Rantai Suplai. Direksi juga didukung untuk pengembangan diri melalui seminar dan pertemuan profesional. Perusahaan menunjukkan komitmen kuat dalam tata kelola yang baik, inovasi produk, dan ekspansi bisnis yang signifikan sejak didirikan, terbukti dari pencapaian sertifikasi internasional dan kerja sama dengan perusahaan besar.