UPACARA SAKRAMEN PEMBAPTISAN BAYI/ANAK
Sabda Tuhan "Jika seseorang tidak dilahirkan dari air dan Roh Kudus" (Yoh 3:5) selalu diartikan oleh Gereja demikian rupa, sehingga ia dapat dan harus membaptis anak-anak. Gereja tampil mewakili anak dengan iman yang diakui oleh orangtua, para wali dan peserta dalam upacara pembaptisan. Dalam sakramen Pembaptisan Allah membebaskan anak dari dosa asal dan mengangkatnya menjadi anak-Nya.
PERSIAPAN
Untuk upacara pembaptisan hendaknya disediakan:
a) untuk imam/petugas: alba atau roset, stola putih, dan mungkin juga sebuah pluviale/mantol;
b) di tempat upacara: lilin Paska, minyak-minyak suci, kapas; bejana pembaptisan atau guci berisi air pembaptisan; sebuah pinggan, kain pengering: kain putih bersih dan lilin, sekiranya keluarga tidak membawa serta pakaian pembaptisan dan lilin pembaptisan.
PEMBUKAAN
Imam atau diakon bersama para pembantu berjalan menuju pintu gereja, di mana orangtua beserta bayi, para wali baptis dan peserta lain berkumpul sambil
berdoa. Imam menyapa mereka secara singkat, lalu menghantar mereka dalam perarakan menuju tempat upacara.
SALAM
Setiba di tempat upacara imam membuka upacara dengan tanda salib:
I: Demi nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus.
U: Amin.
Kemudian imam memberi salam, misalnya seperti pada perayaan Ekaristi:
I: Semoga Allah Bapa serta Tuhan kita Yesus Kristus melimpahkan kurnia dan damai sejahtera kepada kita sekalian.
U: Sekarang dan selama-lamanya.
KATA PENGANTAR
Imam mengucapkan kata pengantar, misalnya sebagai berikut:
I: Ibu, Ayah, dan saudara-saudaraku yang terkasih, kami bersukacita atas kelahiran anak ini dan bersyukur kepada Tuhan, karena Dia berkenan membesarkannya menjadi putra/i-Nya sendiri dan melahirkannya di keluarga-Nya.
SAPAAN KEPADA ORANGTUA:
I: Ibu dan bapa yang saya hormati. Kamu minta supaya anakmu diterimakan sakramen pembaptisan. Dengan demikian kamu menyatakan
diri bersedia untuk mendidik anakmu dalam iman kita. Dia harus belajar mengasihi Allah dan sesama, menurut contoh yang diberikan Kristus kepada kita.
Adakah kamu sadar akan kewajiban ini?
U: Ya, kami sadar.
SAPAAN KEPADA WALI BAPTIS
I: Para wali pembaptisan yang saya hormati!
Orangtua anak ini minta Anda untuk menjadi wali bagi anak mereka. Dengan cara tersendiri Anda akan membantu supaya anak ini dapat berkembang menjadi seorang kristiani sejati. Apakah Anda bersedia?
U: Ya, kami siap.
DOA PEMBUKAAN I
I: Marilah kita berdoa: (diam sejenak) Ya Allah Bapa kami yang Maha Pengasih, Engkaulah yang memberi kami iman, karena tanpa iman itu tidak ada seorangpun yang dapat dibaptis. Bantulah kami untuk mendengarkan firman-Mu, agar iman bertumbuh dalam diri kami. Melalui Kristus, Tuhan kita.
U: Amin.
DOA PEMBUKAAN II
I: Ya Allah dan Bapa kami, kami berterimakasih sebab keluarga ini telah Kauanugerahi anak sebagai buah cinta perkawinan mereka. Kami berterimakasih, sebab Bapa berkenan membahagiakan anak ini
untuk selama-lamanya. Tolonglah orangtuanya, agar mereka mengasihi dia dengan sungguh dan mengajarnya mengikuti teladan Yesus Kristus dalam segala hal ikhwal kehidupan-Nya. Demi Kristus, Perantara kami.
U: Amin.
UPACARA SABDA
Kini imam mengundang para hadirin untuk mengikuti Upacara Sabda, yang dapat dibuka dengan suatu nyanyian yang cocok.
BACAAN
Imam sendiri atau seorang saudara lain membacakan suatu kutipan Kitab Suci, misalnya:
PERJANJIAN LAMA:
Kel 17:3-7; Yeh 36:24-28; Yeh 47:1-9 12.
PERJANJIAN BARU:
Rom 6:3-5; Rom 8:28-32; 1 Kor 12:12-13; Gal 3:26-28; Ef 4:1-6;
1 Ptr 2:4-5.9-10.
Bacaan Pilihan:
Ef 4:1-6;
4:1 Sebab itu aku menasihatkan kamu, aku, orang yang dipenjarakan karena Tuhan, supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu. 2 Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu. 3 Dan berusahalah memelihara
kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera: 4 satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu, 5 satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, 6 satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua.
Demikianlah Sabda Tuhan…
Mrk 1:9-11;
1:9 Pada waktu itu datanglah Yesus dari Nazaret di tanah Galilea, dan Ia dibaptis di sungai Yordan oleh Yohanes. 10 Pada saat Ia keluar dari air, Ia melihat langit terkoyak, dan Roh seperti burung merpati turun ke atas-Nya. 11 Lalu terdengarlah suara dari sorga:
"Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan. Demikianlah Sabda Tuhan…
Injil Yoh 3:1-6:
3:1 Adalah seorang Farisi yang bernama Nikodemus, seorang pemimpin agama Yahudi. 2 Ia datang pada waktu malam kepada Yesus dan berkata: "Rabi, kami tahu, bahwa Engkau datang sebagai guru yang diutus Allah; sebab tidak ada seorang pun yang dapat mengadakan tanda-tanda yang Engkau adakan itu, jika Allah tidak menyertainya." 3 Yesus menjawab, kata-Nya:
"Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah." 4 Kata Nikodemus kepada-Nya: "Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua?
Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan
dilahirkan lagi?" 5 Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah. 6 Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh. Demikianlah Sabda Tuhan…
Kutipan-kutipan lain yang dapat dipilih:
Mat 22:35-40; Mat 28:18-20; Mrk 1:9-11; Mrk 10:13-16;
Mrk 12:28b-34; Yoh 3:1-6; Yoh 4:5-14; Yoh 6:44- 47; Yoh 7:37b-39a; Yoh 9:1-7; Yoh 15:1-11; Yoh 19:31- 35.
Sesudah bacaan Kitab Suci, imam menyampaikan homili singkat yang mengarahkan hati para hadirin kepada misteri pembaptisan dan menunjuk kepada kewajiban serta tanggungjawab para orangtua dan wali terhadap anak yang menerima sakramen pembaptisan: yakni agar ia dididik dalam iman dan bertumbuh menjadi seorang kristiani sejati dan warga masyarakat yang berguna.
Sesudah homili dapat diberikan sejenak waktu untuk merenung.
DOA UMAT I
Dalam Doa Umat yang berupa litani kecil ini diserukan orang-orang kudus. Hendaknya dimasukkan juga nama pelindung anak yang akan dibaptis, pelindung gereja/paroki, dan sebagainya.
Imam membuka doa ini kira-kira sebagai berikut:
I: Tiap orang yang dibaptis, diterima dalam persekutuan para orang kudus, yang adalah para perantara kita pada Allah. Maka marilah kita
menyerukan para orang kudus, khususnya juga pelindung anak ini dan pelindung gereja kita….
I: Santa Maria, Bunda Allah.
U: Doakanlah kami.
I: Santo Yosef.
U: Doakanlah kami.
I: Santo Yohanes Pembaptis.
U: Doakanlah kami.
I: Santo Petrus dan Paulus.
U: Doakanlah kami.
I: Para kudus Allah.
U: Doakanlah kami.
DOA UMAT II
I: Saudara-saudara terkasih. Marilah kita memohon kemurahan Allah bagi anak ini yang akan menerima pembaptisan suci, bagi orangtua, para wali, bagi seluruh keluarganya dan bagi kita yang sudah dibaptis:
I: Ya Bapa surgawi berilah agar anak ini tetap sehat walafiat dan selalu menggembirakan orangtuanya.
Marilah kita mohon…
U: Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.
I: Semoga sepanjang hidupnya ia setia mengikuti Kristus. Marilah kita mohon…
U: Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.
I: Semoga para orangtua, para wali selalu memberi teladan hidup kristiani dalam mendidik anak ini.
Marilah kita mohon…
U: Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.
I: Kami mohon rahmat-Mu ya Bapa bagi semua saudara di seluruh dunia yang menyiapkan diri untuk pembaptisan suci. Marilah kita mohon…
U: Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.
I: Dan bagi kami sendiri, berilah ya Bapa agar kami sebagai umat yang telah dibaptis memberikan kesaksian tentang cinta-Mu dalam lingkungan hidup kami. Marilah kita mohon…
U: Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.
Dengan merentangkan tangan atas anak imam berdoa:
I: Tuhan, Allah yang Mahakuasa, Engkau telah mengutus Putera-Mu, dan dengan perantaraan-Nya Engkau menganugerahkan kemerdekaan anak-anak Allah kepada mereka yang terbelenggu oleh dosa.
Kami panjatkan doa kepada-Mu bagi anak ini.
Dengan perantaraan Kristus, Tuhan kami. Engkau mengetahui bahwa dalam dunia ini dia menghadapi godaan-godaan dan harus berjuang melawan tipu muslihat setan. Sudilah melepaskan dia dari kuasa kegelapan berkat daya penderitaan dan kebangkitan Putera-Mu Yesus. Sudilah menguatkan dia dengan rahmat-Mu dan lindungilah dia sepanjang jalan hidupnya.
U: Amin.
Sebagai penutup Doa Umat imam berdoa:
I: Ya Allah dan Bapa kami, kuatkanlah anak ini agar ia dapat mengatasi segala cobaan di dunia ini.
Semoga ia merasa bahwa Engkau selalu besertanya. Tolonglah dia mengalahkan kejahatan dengan kebaikan. Ajarilah dia mengasihi Allah dan sesama. Dan curahkanlah rahmat-Mu kepada para ibu dan bapa serta semua saudara ini, supaya mereka memberi contoh dan pendidikan yang baik, agar anak mereka menjadi orang kristiani sejati, yang berguna bagi masyarakat kami. Demikianlah permohonan umat-Mu ini demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami.
U: Amin.
PENANDAAN DENGAN SALIB
Kini para orangtua dan wali tampil bersama dengan anak ke depan imam. Kepada anak yang akan dibaptis imam berkata:
I: Saudara-saudara, semoga anak ini diteguhkan berkat tanda salib, tanda kemenangan Kristus, Penyelamat kita, yang hidup dan berkuasa sepanjang segala masa.
U: Amin.
Tanpa mengucapkan apa-apa imam membubuhkan tanda Salib pada dahi anak. Kemudian ia mengundang orangtua (dan para wali jika mereka juga hadir) untuk berbuat yang sama.
UPACARA PEMBAPTISAN
Acara pembaptisan biasanya dilangsungkan pada bejana pembaptisan. Jika semua peserta dan hadirin tidak sempat mengikuti acara ini di tempat pembaptisan, maka upacara ini dapat dilangsungkan di tempat yang lebih tampan dalam gereja.
Seluruh hadirin berarak menuju tempat upacara pembaptisan. Sementara itu mereka dapat menyanyikan sebuah nyanyian yang sesuai.
Jika upacara pembaptisan itu dilangsungkan di tempat di mana diadakan Upacara Sabda, maka kini hanya para orangtua dan wali yang tampil ke depan, sedangkan hadirin yang lain tinggal di tempat masing-masing.
DOA PUJIAN DAN BERKAT ATAS AIR PEMBAPTISAN
Setelah semua hadirin berkumpul di keliling bejana permandian, imam menyampaikan suatu penjelasan singkat kepada umatnya mengenai rencana penyelamatan Allah, yang menguduskan jiwa dan tubuh manusia dengan air. Ia dapat mengungkapkan dengan kata-kata di bawah ini atau dengan kata-katanya sendiri:
I: Saudara-saudara terkasih, sekarang menyusul pemberkatan air baptis. Kita mohon kepada Allah, agar la sudi menganugerahkan hidup baru kepada anak ini berkat pengaruh Roh Kudus dalam pembaptisan.
Atau:
I: Saudara-saudara terkasih, Allah mempergunakan lambang air untuk mencurahkan hidup ilahi kepada
semua orang yang percaya kepada-Nya. Semoga melalui air ini Ia mencurahkan anugerah hidup-Nya atas anak pilihan-Nya.
Lalu ia berpaling kepada bejana pembaptisan dan mengucapkan doa pujian sebagai berikut:
I: Ya Allah, Bapa yang Maharahim, dengan perantaraan air baptis ini Engkau melimpahkan hidup baru ke dalam diri kami dan mengangkat kami menjadi anak-Mu.
U: Terpujilah Allah selama-lamanya.
I: Engkau mempersatukan semua orang yang dibaptis dalam air dan Roh Kudus. menjadi satu bangsa dalam Putera-Mu Yesus Kristus.
U: Terpujilah Allah selama-lamanya.
I: Engkau membebaskan kami. agar kami menikmati damai-Mu berkat Roh cinta kasih yang Kaucurahkan ke dalam hati kami.
U: Terpujilah Allah selama-lamanya.
I: Engkau memilih orang yang sudah dibaptis, agar mereka dengan penuh sukacita mewartakan kabar gembira Kristus kepada segala bangsa.
U: Terpujilah Allah selama-lamanya.
Doa berikut hanya diucapkan, bila air yang tersedia belum diberkati.
I: Engkau memanggil abdi-abdi-Mu kepada kelahiran baru berdasarkan iman Gereja, agar mereka memiliki kehidupan selama-lamanya. Sudilah
memberkati † air ini, yang akan kami pakai untuk membaptis mereka. Demi Kristus, Pengantara kami.
U: Amin.
Dalam masa Paska, kalau air yang tersedia sudah diberkati, doa terakhir diganti dengan doa berikut:
I: Ya Bapa, hantarkanlah abdi-abdi-Mu kepada kelahiran baru dalam Roh Kudus melalui air baptis yang sudah diberkati ini. Sebab Engkau memanggil mereka berdasarkan iman Gereja, supaya lahir kembali dalam pembaptisan serta memperoleh hidup abadi. Demi Kristus, Pengantara kami.
U: Amin.
PENOLAKAN SETAN DAN PENGAKUAN IMAN
Dengan kata-kata berikut imam menyapa orangtua dan wali:
I: Para orangtua dan wali baptis, saudara telah datang meminta pembaptisan bagi anak ini. Berkat air dan Roh Kudus dia akan menerima anugerah hidup baru dari Tuhan yang amat mencintai kita. Maka saudara-saudara bertugas mendidik anak ini dalam iman. supaya dia bersikap seperti Kristus dan berkembang menjadi warga masyarakat yang berguna. Jadi, karena saudara-saudara sudah bersedia menerima tanggungjawab ini, maka baharuilah kini janji-janji baptis saudara sendiri.
Tolaklah setan dan akuilah iman dalam Kristus Yesus, yakni iman Gereja. Dalam iman itulah anak ini akan dibaptis.
Lalu imam bertanya kepada orangtua dan para wali menurut salah satu dari kedua cara berikut:
I
I: Sanggupkah saudara memberikan teladan yang baik kepada anak saudara serta menentang kejahatan dalam diri saudara sendiri dan dalam masyarakat?
U: Ya, kami sanggup.
I: Sanggupkah saudara menolak godaan-godaan setan dalam bentuk takhyul, perjudian dan hiburan yang tidak sehat?
U: Ya, kami sanggup.
I: Sanggupkah saudara berjuang melawan segala tindakan dan kebiasaan yang tidak adil atau tidak jujur dan yang melanggar hak-hak azasi manusia?
U: Ya, kami sanggup.
II I: Saudara menolak setan?
U: Ya, kami menolak.
I: Dan segala perbuatannya?
U: Ya, kami menolak.
I: Dan segala tipu muslihatnya?
U: Ya, kami menolak.
Selanjutnya imam minta kepada para orangtua dan wali menyatakan iman mereka:
I: Percayakah saudara akan Allah, Bapa yang Mahakuasa, Pencipta langit dan bumi?
U: Ya, kami percaya.
I: Percayakah saudara akan Yesus Kristus, Putera-Nya yang tunggal, Tuhan kita, yang dilahirkan oleh perawan Maria, yang menderita sengsara, wafat dan dimakamkan; yang bangkit dari alam maut dan duduk di sisi kanan Bapa?
U: Ya, kami percaya.
I: Percayakah saudara akan Roh Kudus, Gereja Katolik yang kudus, persekutuan para kudus, pengampunan dosa, kebangkitan badan dan kehidupan kekal?
U: Ya, kami percaya.
I: Inilah iman kita. Inilah iman Gereja yang kita akui dengan bangga dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.
Pernyataan iman di atas dapat diganti dengan Syahadat para Rasul yang diucapkan bersama-sama.
Imam dan hadirin:
Aku percaya akan Allah Bapa yang Mahakuasa, pencipta langit dan bumi. Dan akan Yesus Kristus, Putera-Nya yang tunggal, Tuhan kita, yang dikandung dari Roh Kudus, dilahirkan oleh perawan Maria; yang menderita sengsara dalam pemerintahan Ponsius Pilatus, disalibkan, wafat dan dimakamkan; yang turun ke tempat penantian, pada hari ketiga bangkit dari antara orang mati; yang naik ke surga, duduk di sebelah kanan Allah Bapa yang mahakuasa; dari situ Ia akan datang mengadili orang hidup dan mati. Aku percaya akan Roh Kudus, Gereja Katolik yang kudus, persekutuan para
kudus, pengampunan dosa, kebangkitan badan, kehidupan kekal. Amin.
PEMBAPTISAN
Imam mempersilakan keluarga supaya tampil dekat bejana pembaptisan. Jika mungkin ibu sendiri sekarang mendukung anaknya; dalam hal ini para wali meletakkan tangan kanan atas anak. Mula-mula imam berbicara kepada para orangtua dan wali sebagai berikut:
I: Maukah saudara supaya anak ini dipersatukan dengan Yesus Kristus dan diterima sebagai anggota umat Allah?
U: Ya, kami mau.
Kemudian imam bertanya kepada orangtua dan wali baptis:
I: Siapa nama anak ini?
U: (sebutkan nama)
I: Maukah saudara supaya ... (sebutkan nama) dibaptis dalam iman Gereja yang telah kita akui bersama?
U: Ya, kami mau.
Imam menuangkan air tiga kali atas kepala anak sambil mengucapkan kata-kata ini:
I: (sebutkan nama calon baptis)
AKU MEMBAPTIS ENGKAU DEMI NAМА ВАРА (tuangkan air pertama kali)
DAN PUTERA (tuangkan air kedua kali) DAN ROH KUDUS (tuangkan air ketiga kali)
Setelah saat pembaptisan itu para hadirin dapat menyambutnya dengan suatu nyanyian sebagai tanda kegembiraan.
PENGURAPAN DENGAN MINYAK KRISMA Imam berbicara kepada hadırın
I: Saudara-saudara, Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, telah membebaskan anak ini dari dosa dan melahirkannya kembali dari air dan Roh Kudus. Dia sudah diangkat menjadi anak Allah dan dipersatukan dengan umat Allah. Sekarang dia diurapi dengan minyak Krisma, seperti Kristus diurapi oleh Roh Kudus menjadi imam, nabi dan raja.
Tanpa mengucapkan apa-apa, imam mengurapi ubun- ubun anak dengan minyak Krisma.
I: Semoga Allah berkenan menjaga anak ini, agar dia menjadi anggota umat-Nya yang setia, sampai masuk kehidupan yang kekal.
U: Amin.
PENYERAHAN PAKAIAN PEMBAPTISAN (bila dianggap perlu)
Kepada anak diserahkan sebuah pakaian putih bagus sebagai pakaian pembaptisan. Sedapat mung kin keluarga sendiri menyediakan pakaian ini dan diberikan kepada imam untuk diserahkan.
U: ... Terimalah pakaian putih ini. Semoga ia menjadi tanda bagimu bahwa engkau telah diciptakan kembali di dalam pembaptisan, dan bahwa engkau telah mengenakan Kristus sebagaimana dikatakan Kitab Suci. Hendaknya engkau memelihara martabat ini untuk hidup yang kekal.
PENYERAHAN LILIN BERNYALA
Imam mempersilakan untuk menyalakan lilin pembaptisan pada lilin Paska. Ia dapat berkata sebagai berikut:
U: Nyalakanlah lilin anak ini pada lilin Paska dan terimalah cahaya Kristus yang bangkit dengan mulia.
Lalu ayah atau seorang wali memasang lilin pembaptisan pada lilin Paska. Kemudian imam berkata:
I: Ibu dan bapa serta wali baptis, kepada saudara diserahkan tugas melindungi cahaya ini. Agar selalu hidup dalam terang Kristus sebagai putera/puteri cahaya. Jagalah anak ini. Bimbinglah dia, agar tetap bertekun dalam iman, sehingga pada saat Tuhan datang, dia dapat menyongsong Kristus bersama semua orang kudus dalam istana Bapa di surga.
Bila tidak tersedia lilin Paska, imam menyerahkan sebuah lilin bernyala kepada masing-masing keluarga.
Sebelumnya ia berkata:
I: Terimalah lilin ini, lambang Kristus yang bangkit dengan mulia.
Sesudah lilin diserahkan, ia meneruskan.
I: Semoga Kristus menerangi anak ini, supaya dalam perjalanan hidupnya dia menjadi cahaya bagi orang lain.
EFFATA
Jika di tempat ini diselipkan juga acara effata, maka imam dapat berkata sebagai berikut:
I: Kini marilah kita mohon kepada Tuhan, agar la sudi membantu anak ini mendengarkan amanat-Nya dan mengakuinya.
Ya Tuhan, berilah agar anak ini bertumbuh menjadi dewasa. Dan sebagaimana dengan mengucapkan 'Effata' Engkau telah membuka mulut dan telinga orang-orang bisu-tuli, maka sudilah membuka mulut dan telinga anak ini (di sini imam menjamah mulut dan telinga anak) agar ia dapat mendengarkan Sabda-Mu dan mengakui imannya demi keselamatan manusia serta kemuliaan-Mu.
PENUTUP
Jika upacara pembaptisan tidak dilangsungkan di ruang altar, maka kini semua hadirin bersama anak pergi ke depan altar. Lilin pembaptisan yang masih bernyala hendaknya dibawa serta. Dan jika mungkin dapat dinyanyikan sebuah lagu sambil berjalan menuju altar.
Imam berdiri di muka altar, lalu menyapa orangtua, wali baptis dan hadirin semua, misalnya dengan kata-kata ini:
I: Saudara-saudara terkasih, anak ini telah dilahirkan kembali berkat pembaptisan. Dia sungguh-sungguh telah menjadi anak Allah. Dalam Sakramen Krisma dia akan menerima kepenuhan Roh Kudus. Bila menyambut Komuni kudus kelak, dia akan turut serta mengambil bagian dalam perjamuan Tuhan dan menyapa Allah dengan sebutan Bapa di tengah umat beriman. Kita pun telah diangkat Allah menjadi anak-Nya. Marilah kita sekarang atas nama anak kita berdoa bersama kepada Baра sebagaimana diajarkan Yesus kepada kita:
Seluruh hadirin mengucapkan atau menyanyikan doa Bapa kami.
Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu.
Datanglah kerajaan-Mu, Jadilah kehendak-Mu, di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rejeki pada hari ini. Dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami. Dan janganlah masukkan kami ke dalam percobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Sebab Engkaulah Raja yang mulia dan berkuasa untuk selama-lamanya.
Amin.
PENGUTUSAN
Sambil mendukung anaknya, kini ibu bersama bapa tampil menghadap imam. Mula-mula diucapkan doa berkat atas ibu, kemudian atas bapa dan akhirnya atas semua hadirin. Imam berkata sebagai berikut:
I: Allah, Bapa kita yang Mahabaik, telah menggembirakan semua ibu beriman dengan perantaraan Putera-Nya yang dilahirkan oleh perawan Maria. Sebab pengharapan akan hidup kekal bersinar atas anak-anak mereka. Semoga Ia memberkati ibu anak ini yang menghadap dengan penuh rasa syukur. Demi Kristus Yesus, Pengantara kita.
U: Amin.
I: Allah, Bapa kita yang Mahabaik, telah menciptakan manusia dan menganugerahinya hidup ilahi.
Semoga Ia memberkati ibu dan bapa anak ini, sehingga mereka mendidik anak mereka dengan kesaksian iman dalam perkataan dan tindakan.
Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kita.
U: Amin.
I: Allah, Bapa kita yang Mahabaik, telah melahirkan kita kembali kepada kehidupan kekal melalui air dan Roh Kudus. Semoga Ia memberkati semua orang beriman, agar mereka senantiasa hidup sebagai anak Allah dan sebagai anggota umat-Nya yang kudus, Semoga Allah mencurahkan damai-Nya atas semua orang yang berkumpul di sini. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kita.
U: Amin.
II
I: Allah dan Tuhan kami yang Mahakuasa, dengan kelahiran Putera-Mu Engkau menggembirakan
seluruh dunia. Sudilah memberkati anak yang baru dibaptis ini. Semoga ia menjadi seorang kristiani yang baik dalam Kristus Yesus, Tuhan dan Pengantara kami.
U: Amin.
I: Allah dan Tuhan yang Mahakuasa, Engkaulah Pemberi hidup fana dan hidup kekal. Sudilah memberkati ayah dan ibu anak ini. Mereka sangat bersyukur karena anak mereka telah dilahirkan dengan selamat. Berilah agar mereka bersama anak mereka selalu penuh syukur dalam Kristus Yesus. Tuhan kami.
U: Amin.
I: Allah dan Tuhan yang Mahakuasa, sudilah memberkati juga para wali, (saudara-saudari) serta semua kenalan yang hadir dalam upacara suci ini.
Di dalam pembaptisan suci Engkau telah menganugerahkan kami hidup yang kekal. Semoga kami selalu dan di mana-mana bertingkah-laku sebagai anggota-anggota yang giat di antara umatmu yang kudus. Kepada semua yang hadir di sini sudilah memberikan damai-Mu dalam Kristus Yesus Tuhan kami.
U: Amin.
I: Dan semoga saudara sekalian diberkati oleh Allah yang Mahakuasa, Bapa dan † Putera dan Roh Kudus.
U: Amin.
I: Saudara sekalian, dengan ini upacara pembaptisan sudah selesai.
U: Syukur kepada Allah.
Sebagai penutup dapat dilagukan satu nyanyian untuk menyatakan syukur serta kegembiraan.
Di mana terdapat kebiasaan untuk berdoa di muka patung Santa Maria untuk menyerahkan anak yang baru dibaptis itu di bawah perlindungan Bunda surgawi, maka hendaknya acara itu dipertahankan.
PENYERAHAN ANAK KEPADA BUNDA MARIA
Maria, Bundaku, kami datang ke hadapanmu seraya mengungkapkan cinta kami yang utuh, dan ingin memperbarui lagi persembahan diri kami dan segenap hidup kami kepadamu. Kami senantiasa bersyukur sebab lewat perantaraanmu, kami boleh menerima undangan Putramu untuk menjadi mempelai-Nya dan hidup dalam persekutuan cinta denganmu. Saat ini kami datang kepadamu, Bunda untuk menyerahkan anak kami……yang baru saat menerima Sakramen baptisan kudus. Semoga Bunda tetap menjaga, melindungi dan memelihara anak ini dalam masa-masa pertumbuhannya. Kiranya dia bertumbuh menjadi anak yang baik dan penuh kasih. Kami bersyukur pula atas segala sesuatu yang sudi Engkau lakukan bagi kami dalam memelihara dan membimbing hidup kami. Kami mohon perlindunganmu agar kami mampu bertumbuh dalam cinta akan dikau dan Putramu. Bantulah kami juga dalam melaksanakan karya-karya yang dipercayakan kepada kami oleh Putramu, sebab tanpa dikau kami tidak sanggup mewartakan kabar gembira, kabar cinta kasih kepada mereka yang menerimanya.
Terangilah kami dalam kecemasan, bantulah dan semangatilah kami bila kami putus asa. Akhirnya, ya Bunda yang tercinta, dampingilah kami dalam ziarah hidup ini, agar kelak kami dapat menikmati kegembiraan yang besar, yaitu boleh memandang dikau dan Putramu serta Bapa Surgawi. Amin.