SISTEM
AGRIBISNIS
T A Z K I A K H A E R U N N I S A 1 5 0 6 1 0 2 0 0 1 1 0
UNIVERSITAS PADJADJARAN ANGKATAN 2020
DAFTAR ISI
KONSEP AGRIBISNIS BERKELANJUTAN SISTEM PERTANIAN DAN SISTEM
AGRIBISNIS
SISTEM AGRIBISNIS CERDAS
Davis, H.J. and R.A. Golberg (1957), dalam tulisannya yang berjudul
“A concept of agribusiness” menuliskan bahwa agribisnis berasal dari kata Agribusiness di mana Agr=Agriculture artinya pertanian dan Business artinya usaha atau kegiatan yang menghasilkan keuntungan. Jadi Agribisnis adalah kegiatan yang berhubungan dengan pengusahaan tumbuhan dan hewan (komoditas pertanian, peternakan, perikanan, dan kehutanan) yang berorientasi pasar dan peningkatan nilai tambah.
Antara, M (2000), mengatakan bahwa agribisnis merupakan konsep dari suatu sistem yang integratif dan terdiri dari beberapa subsistem, yaitu; 1) subsistem pengadaan sarana produksi (agroindustri hulu), 2) subsistem produksi usahatani, 3) subsistem pengolahan dan industri hasil pertanian (agroindustri hilir), 4) subsistem pemasaran dan perdagangan, dan 5) subsistem kelembagaaan penunjang.
Menurut KBBI, arti dari keberlanjutan itu sendiri adalah proses, cara, hal berlanjut. Pembangunan berkelanjutan (Emil Salim,1990) bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, untuk memenuhi kebutuhan dan aspirasi manusia. Pembangunan yang berkelanjutan pada hekekatnya ditujukan untuk mencari pemerataan pembangunan antar generasi pada masa kini maupun masa mendatang.
Dapat disimpulkan bahwa agribisnis berkelanjutan adalah proses atau kegiatan yang berlanjut untuk meningkatkan keuntungan dalam suatu sistem agribisnis dengan pengusahaan tumbuhan dan hewan dengan menggunakan konsep pembangunan berkelanjutan atau sustainable development di masa kini maupun masa mendatang.
KONSEP AGRIBISNIS BERKELANJUTAN
Menurut Prof. Dr. Ir. Syafrida Manuwoto guru besar Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor yang juga pernah menjabat menjadi Dekan Fakultas Pertanian di IPB (1990-1997), agribisnis berkelanjutan dari sudut pandangnya seorang biolog adalah sebagai berikut
"Di alam ini terdiri dari ruang dan waktu dimana pada mulanya di dalam ruang dan waktu tertentu semua organisme yang ada di alam ini berada dalam keadaan seimbang. Aktivitas organisme itu juga seimbang kalaupun ada getaran-getaran masih berkisar pada suatu keseimbangan. Apabila terjadi perubahan-perubahan alam yang mengakibatkan suatu lonjakan kemudian akan kembali pada keseimbangan. Nah keseimbangan inilah yang dapat menjamin adanya keberlanjutan."
Menurut Undang Undang Tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup No 23 tahun 1997 pembangunan berkelanjutan adalah upaya sadar dan terencana yang memadukan lingkungan hidup termasuk sumberdaya ke dalam proses pembangunan untuk menjamin kemampuan kesejahteraan dan mutu hidup masa kini dan generasi masa depan. Maknanya dari konsep ini adalah ekonomi, sosial, dan lingkungan harus memiliki tujuan yang sama agar tidak terjadi "trade off" dalam menjalani tujuan pembangunan keberlanjutan tersebut.
Ekonomi, sosial, dan lingkungan merupakan tiga aspek yang sangat penting untuk merealisasikan pembangunan (pertanian) keberlanjutan.
Djajadiningrat, menyatakan bahwa pembangunan berkelanjutan merupakan pencapaian keberlanjutan dari berbagai aspek/dimensi yaitu keberlanjutan dimensi ekologis, ekonomi, sosial budaya, politik dan pertahanan serta keamanan. Indikator dari masing masing dimensi adalah sebagai berikut :
1. Keberlanjutan Ekologis: (a) memelihara integritas tatanan lingkungan (ekosistem) agar sistem penunjang kehidupan tetap terjamin. Sistem dimana produktivitas, adaptabilitas dan pemulihan tanah, air, udara dan seluruh kehidupan tergantung pada keberlanjutannya, (b) memelihara keanekaragaman hayati.
2. Keberlanjutan Ekonomi: ada tiga elemen utama dalam keberlanjutan ekonomi yaitu efisiensi ekonomi, kesejahteraan yang berkesinam bungan dan peningkatan pemerataan serta distribusi kemakmuran.
3. Keberlanjutan Sosial: ada 4 sasaran yaitu (a) stabilitas penduduk, (b) memenuhi kebutuhan dasar manusia, (c) mempertahankan keanekaragaman budaya (dengan menghargai sistem sosial budaya seluruh bangsa), (d) mendorong partisipasi masyarakat lokal dalam mengambil keputusan.
4. Keberlanjutan Politik: (a) respek pada “human right”, kebebasan individu dan sosial untuk berpartisipasi di bidang ekonomi, sosial dan politik, (b) demokrasi, memastikan adanya proses demokrasi yg
transparan dan bertanggung jawab.
5. Keberlanjutan Pertahanan dan Keamanan: keberlanjutan kemampuan menghadapi dan mengatasi tantangan, ancaman dari dalam atau luar yang dapat membahayakan integritas, identitas dan kelangsungan negara dan bangsa.
Dalam melakukan pembangunan keberlanjutan diperlukan strategi.
Saragih, B (2001), menyampaikan untuk mengatasi masalah ekonomi yang begitu kompleks diperlukan strategi pembangunan ekonomi yang mampu memberi solusi. Strategi pembangunan yang dimaksud harus memiliki karakteristik sebagai berikut, 1) memiliki jangkauan kemampuan memecahkan masalah ekonomi dan ketika strategi ini diimplementasikan maka persoalan ekonomi akan dapat diatasi, 2) strategi yang dipilih harus dapat memanfaatkan hasil-hasil pembangunan sebelumnya sehingga pembangunan sebelumnya tidak menjadi sia-sia, 3) strategi yang dipilih harus mampu membawa perekonomian Indonesia yang lebih cerah dan menjadi sinergis (interdepency economy) dengan perekonomian dunia.
Di antara pilihan strategi pembangunan ekonomi yang ada, strategi pembangunan yang memenuhi karakteristik tersebut adalah Pembangunan Agribisnis (agribusiness led development) yaitu strategi pembangunan ekonomi yang mengintegrasikan pembangunan pertanian berkelanjutan (perkebunan, peternakan, perikanan dan kehutanan) dengan pembangunan industri hulu dan hilir pertanian serta sektor-sektor jasa yang terkait di dalamnya (Saragih, B. 1998).
Untuk menjamin keseimbangan agar tercapainya keberlanjutan ada tiga unsur yang harus diperhatikan. Pertama, kegiatan pertanian itu tidak menguras sumberdaya alam dan juga tidak merusak lingkungan. Kedua, kegiatan pertanian itu dilaksanakan secara efisien dan ekonomis sehingga memberikan keuntungan bagi pelaku- pelakunya tidak saja pada saat ini tapi juga bagi pelaku-pelaku pada generasi mendatang. Kemudian yang ketiga adalah kita harus dapat mengantisipasi perubahan karena kita mengetahui bahwa perubahan itu pasti terjadi pada lingkungan yang dinamis ini.
(Manuwoto, 1998)
Dalam strategi kegiatan pertanian berkelanjutan diperlukan indikator untuk meminimalisasikan dampak negatif untuk menunjang pembangunan keberlanjutan tersebut.
Dalam memilih indikator-indikator tersebut harus hati-hati agar dapat mengukur dan menggambarkan secara jelas mengenai kondisi keberlanjutan. Pemilihan indikator yang efektif adalah kunci keberhasilan dari setiap evaluasi keberlanjutan.
Dale dan Beyeler (2001) telah mengemukakan kriteria dalam memilih indikator keberlanjutan pertanian di negara negara berkembang secara jelas dari masing masing dimensi/aspek (ekologi, sosial dan ekonomi) seperti yang terlihat pada Gambar 3.
SISTEM PERTANIAN DAN SISTEM AGRIBISNIS
Menurut Ludwig Von Bartalanfy, sistem merupakan seperangkat unsur yang saling terikat dalam suatu antar relasi diantara unsur-unsur tersebut dengan lingkungan.
Pertanian adalah sebagai sejenis proses produksi yang khas yang didasarkan proses pertumbuhan tanaman dan hewan yang dilakukan oleh petanian dalam suatu usaha tani sebagai suatu perusahaan.
Dengan demikian unsur pertanian terdiri dari proses produksi, petani, usahatani, dan usahatani sebagai perusahaan. (Mosher, 1966)
Agribisnis adalah suatu kesatuan kegiatan usaha yang meliputi salah satu atau keseluruhan dari mata rantai produksi, pengolahan hasil pertanian dan pemasaran yang ada hubungannya dengan pertanian dalam arti luas. Pertanian dalam arti luas adalah kegiatan usaha yang menunjang kegiatan pertanian dan kegiatan usaha yang ditunjang oleh kegiatan pertanian. (Arsyad, dkk.,1985)
Menurut Prof. Dr. Ir. Masyhuri, perbedaan antara agribisnis dan pertanian setidaknya ada dua, yaitu ditinjau dari segi wawasan usaha dan dari bidang yang tercakup :
Jika agribisnis wawasan usahanya adalah komersial, maka pertanian wawasannya ada yang subsistem, hobi, di samping ada yang komersial, serta campuran antara dua wawasan tersebut.
Dari segi bidang, agribisnis lebih luas daripada pertanian, karena mencakup subsistem pertanian di samping subsistem yang lain.
SISTEM AGRIBISNIS CERDAS
Dengan mengembangkan sistem agribisnis cerdas kita dapat memudahkan dalam beberapa kondisi dan situasi. Seperti sistem pertanian cerdas 4.0 di Vietnam misalnya yang sudah menerapkan hal tersebut sehingga sudah tidak lagi ketergantungan terhadap air, pupuk, dan pestisida. Para petani tetap membutuhkan faktor input tersebut, namun dalam jumlah yang lebih sedikit.
Hal tersebut dapat terjadi karena ketersediaan data, teknologi GPS, dan sensor kelembaban. Dengan kemajuan teknologi ini dapat menjadi suatu solusi menjawab tantangan tradisional mengenai pemilihan jenis tanaman.
Sebagai model perusahaan pertanian Vietnam menerapkan solusi inovatif menuju sitem pertanian modern di Vietnam. Misalnya, saja adalah ”Presence Nutrition”, sebuah aplikasi seluler gratis yang dikembangkan oleh perusahaan pakan Prancis Neovia, yang menawarkan informasi pasar terkini bagi para petani dan diakui sebagai sumber pengetahuan tentang nutrisi hewan.
Langkah Vietnam untuk melakukan inovasi pertanian berteknologi tinggi akan terus menghadapi tantangan. Akan tetapi, solusi untuk menciptakan ketahanan pangan, meningkatkan kualitas tanaman, dan menghasilkan pertanian keberlanjutan hanya dapat ditemukan melalui pertanian 4.0.
Pemerintah Vietnam telah menyadari bahwa meningkatkan penggunaan teknologi pada bidang pertanian adalah suatu keharusan demi masa depan bangsa mereka. (Sariagri.id/Suparjo)
Di Indonesia pun sudah ada aplikasi yang menunjang untuk kemajuan di bidang pertanian agribisnis khususnya di daerah Indramayu, yaitu SICA (Sistem Informasi Cerdas Agribisnis) yang dibuat dari hasil kreasi salah satu dosen dari universitas terkemuka di Indonesia Institut Teknologi Bandung (ITB) Armi Susandi. Dengan aplikasi ini para petani dapat memprediksi waktu yang tepat untuk melakukan seluruh tahapan kegiatan pertanian mulai dari waktu menanam, memupuk, hingga memanen.
"SICA itu pertama dikembangkan saat kita menemukan suatu model yang bernama Smart Climate Model (SCM), untuk memprediksi cuaca bulanan per bulan hingga lima tahun kedepan. Kemudian berdasarkan permintaan petani, kita kembangkan prediksi menjadi lebih teliti yaitu dasarian (sepuluh hari) dan langsung kami aplikasikan," kata Armi Susandi, dilaporkan laman resmi ITB.
Beberapa petani Indramayu pun sudah merasakan dampak dari aplikasi tersebut seperti berkurangnya persentase gagal tanam. Bahkan bukan hanya petani Indramayu, tujuh juta petani masyarakat Indonesia pun sudah merasakan dampak memakai aplikasi tersebut.
SICA juga akan dikembangkan di beberapa sentra pertanian Indonesia lainnya seperti Sumatera, Kalimantan, Jawa Tengah, Jawa Timur, Karawang, dan Merauke. Negara tetangga seperti Timor Leste pun tertarik menggunakan aplikasi SICA. (Sariagri.id/Marthin)
DAFTAR PUSTAKA
2014. MySite.com. [Online] 24 February 2014.
https://blog.ub.ac.id/mayaikawidya/2014/02/24/sistem- agribisnis/.
Manuwoto, Prof. Dr. Ir. Syafrida. 1998. Pembangunan Agribisnis Berkelanjutan. [terwawancara] Dudi Setiadi dan Ahmad Prasetyono. s.l. : Agrimedia, February 1998. hal. 20-22. 0853- 8468.
Marthin. 2020. SARIAGRI.ID. [Online] 4 August 2020.
https://pertanian.sariagri.id/58720/aplikasi-kreasi-dosen-itb-ini- bisa-cegah-petani-gagal-tanam.
Masyhuri, Prof. Dr. Ir. [Online]
http://www.faperta.ugm.ac.id/download/bahan_kuliah/masyhur i/ekonomi_pertanian/Ekonomi_Pertanian.ppt.
Numalina, Rita dan dkk. Agribusiness Series 2017 : Menuju Agribisnis Indonesia yang Berdaya Saing. [penyunt.] Bayu Krisnamurthi dan Harianto. s.l. : DEPARTEMEN AGRIBISNIS FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR. hal. 251-254.
Suparjo. 2020. SARIAGRI.ID. [Online] 16 June 2020.
https://sariagri.id/pertanian/57312/ternyata-begini-sistem- pertanian-cerdas-4-0-di-
vietnam#:~:text=SariAgri%20%2D%20Sistem%20pertanian%20cer das%204.0,air%2C%20pupuk%2C%20dan%20pestisida.&text=Per geseran%20dari%20kepemilikan%20tanah%20bersama,produksi%
20pe.
DAFTAR PUSTAKA
Pengembangan Sistem Agribisnis Dalam Rangka. Ir. Hotden Leonardo Nainggolan, MSi dan Ir. Johndikson Aritonang, MS.
Konsep Pembangunan Berkelanjutan.
[Online]https://aprilianedysutomo.wordpress.com/2014/11/08/ko nsep-pembangunan
berkelanjutan/#:~:text=Pembangunan%20berkelanjutan%20(susta inable%20development)%20adalah,dapat%20menciptakan%20m asyarakat%20yang%20dapat.
[Online] http://learning.upnyk.ac.id/course/view.php?id=599.