Nama : Terra
A. Latar Belakang Masalah
Penyuluhan merupakan upaya mengubah pengetahuan, sikap, kebiasaan dan keterampilan dengan cara mendukung, mempengaruhi dan memotivasi masyarakat untuk meningkatkan taraf hidupnya. Pada hakikatnya, konseling merupakan kegiatan komunikatif.1Memberikan penyuluhan suatu materi terdapat komponen komunikasi. Komponen-komponen sistem komunikasi itu adalah : 1) Komunikator, 2) materi atau pesan, 3) saluran yaitu, metode dan media, 4) komunikan, dan dampak atau efek. Komponen metode dalam sistem komunikasi memegang peranan penting, tanpa metode penyuluhan yang tepat maka keseluruhan proses komunikasi penyuluhan tidak akan maksimal.
Metode penyuluhan yang bersifat penyempurnaan dan pembaruan didorong oleh kebutuhan untuk meningkatkan efisiensi dalam mengkomunikasikan pesan-pesan penyuluhan kepada masyarakat. Perkembangan yang pesat, kemajuan teknologi, dan perubahan dalam kebutuhan mengharuskan penyuluh untuk terus mengkaji dan memperbarui metode yang mereka gunakan.2 Selain itu, evaluasi metode penyuluhan merupakan elemen penting dalam pengembangan metode penyuluhan baru yang menckup nilai keberhasilan metode-metode sebelumnya dalam menyampaikan informasi yang akurat, menarik perhatian audiens, atau mendorong perubahan perilaku yang diinginkan. Perubahan lingkungan sosial, ekonomi, dan teknologi juga mempengaruhi kebutuhan penyuluhan yang lebih merespons terhadap perubahan. Untuk menjaga relevansi dan efektivitas penyuluhan dalam mendukung pembangunan masyarakat yang berkelanjutan, penting untuk mengembangkan metode penyuluhan tang bersufat penyempurnaan dan pembaruan.
B. Rumusan Masalah
1. Apa saja Metode penyuluhan yang Bersifat Penyempurnaan dan Pembaruan?
2. Bagaimana aspek dan langkah-langkah pengembangan penyuluhan yang bersifat penyempurnaan dan pembaruan?
3. Bagaimana contoh studi kasus pengembangan penyuluhan yang bersifat penyempurnaan dan pembaruan?
1 Nugraha, Feri (2015) Pengaruh Penyuluhan Program Keluarga Berencana (KB) Terhadap Sikap Penerimaan Alat Kontrasepsi Pasangan Usia Subur (PUS. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.
2 Karsidi, Ravik. 2000. Peningkatan Profesionalisme dalam Penyuluhan. Makalah Diskusi Panel Peningkatan Profesionalisme Penyluhan dan Komunikasi Pertanian yang Efektif dan Handal, Himpunan Mahasiswa Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret.
PEMBAHASAN
1. Metode Penyuluhan Yang Bersifat Penyempurnaan dan Pembaruan
Metode yang digunakan melaksanakan bimbingan ada beberapa pendekatan, yaitu pendekatan sosio kultural, psikologis, psycho religio, dan politis. Metode penyuluhan berdasarkan komunikasi ada dua, yaitu Pertama secara langsung, dimana penyuluh berhadapn lagsung dengan sasaran penyuluh, misal pertemuan, kunjungan rumah, studi banding, latihan atau demonstrasi. Kedua, secara tidak langsung, tidak langsung berhadapan dengan sasaran, tetapi melalui media sebagai perantara, misal melalui media cetak, sosial, dan elektronik. Metode penyuluhan berdasarkan jumlah sasaran ada tiga, yaitu (a) penyuluhan massal, menyampaikan suluhan secara langsung/tidak langsung kepada sasaran dalam jumlah besar. (b), penyuluhan kelompok, menyampaikan pesan kepada kelompok masyarakat. (c), perorangan, menyampaikan secara langsung kepada sasaran secara individu.
Metode penyuluhan juga dapat dilakukan dengan metode klasik, metode ceramah klasikal terhadap kelompok yang sifatnya temporal. Metode kompetensi, penyuluhan dengan cara memberikan bimbingan hingga tuntas. Metode partisipan, yang dimana penyuluh secara langsung ikut berbaur didalam kelompok sasaran bimbingannya. Metode tanya jawab, metode tanya jawab dengan kelompok atau individu.3
2. Aspek dan Langkah-langkah Pengembangan Metode Penyuluhan Yang Bersifat Penyempurnaan dan Pembaruan
Pengembangan metode penyuluhan yang bersifat pernyempurnaan dan pembaruan melibatkan beberapa aspek, yaitu: Pertama, Minat dan kebutuhan, minat dan kebutuhan harus dilibatkan dalam pengembangan metode penyuluhan dan harus sesuai dengan kebutuhan dan minat masyarakat yang dapat dicapai dengan melakukan penelitian dan analisis terhadap masyarakat yang akan disuluh. Kedua, Organisasi masyarakat, dapat dilakukan dengan mengintegrasikan metode pengembangan dengan kegiatan yang ada di masyarakat. Misal, dengan menggunakan metode interaktif dan praktis supaya masyarakat dapat memahami dan mengimplementasikan penyuluhan yang diberikan. Ketiga, Perubahan budaya, Halini dapat dicapaidenganmengintegrasikanmetodepenyuluhankedalambudayamasyarakat.Misalnya, metode tradisional dan berbasis budaya digunakan untuk membantu masyarakat memahami danmenerapkansaranyangdiberikan.
Keempat, Update/ pembaharuan, Saatmengembangkan metode penyuluhan, metode yang digunakanjuga harusdiperbarui. Halini dapatdicapaidenganmemeriksa efektivitasmetode penyuluhan yang digunakan dan mencari alternatif yang lebih efektif dan efisien. Kelima, Penyempurnaan, Mengembangkan metode penyuluhan juga memerlukan penyempurnaan pada metode yang digunakan. Hal ini dapat dicapai dengan menyelidiki kekurangan dan kelemahan metode penyuluhan yang digunakan dan mencari cara untuk mengatasi kekurangan dan kelemahan tersebut.4 Dalam mengembangkan metode penyuluhan, penting untuk memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan metode penyuluhan,
3Rasyid, Anuar, Metode Komunikasi Penyuluhan Pada Petani Sawah,, Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 1 No. 1, (2012)
4 Siswanto, Dwi
seperti sasaran, sumber daya penyuluh, & kondisi daerah. Perhatian juga harus diberikan pada tahapan dan kemampuan adopsi inovasi oleh para pelaku utama yaitu penyuluh dengan melatih dan mendidik penyuluh dan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan jangkauan dan efektivitas penyuluhan.
Pengembangan metode penyuluhan yang bersifat penyempurnaan dan pembaruan ini ada beberapa teknik dan strategi, yaitu: (1), Penyempurnaan metode penyuluhan, menyusun konsep pengembangan metode penyuluhan yang bersifat penyempurnaan. (2), Pembaruan regulasi, melakukan evaluasi dan pembaruan regulasi. (3) Implementasi pelaksanaan penyuluhan, mengimplementasikan penyuluhan yang lebih partisipatif dan tranformatif. (4) Penyempurnaan kompetensi penyuluh, meningkatkan keterampilan penyuluh yang masih kurang dalam hal penguasaan tekonologi pendukung yang masih lemah. (5) Pengembangan metode bimbingan, menyiapkan dan mengolahh bahan/data untuk pengembangan metode penyuluhan yang sifatnya lebih canggih. (6) Pengembangan Profesi Penyuluhan, mengembangkan program profesi berkelanjutan yang membantu penyuluh meningkatkan keterampilan dan kinerjanya. (7) Pengembangan metode sosialisasi, Penggunaan metode sosialisasi yang lebih efektif dan efisien. (8) Pengembangan standar kompetensi, Penetapan standar kompetensi jabatan fungsional penyuluh agama. Hal ini dapat dijadikan sebagai keterampilan minimal yang harus dimiliki penyuluh agama agar dapat memberikan penyuluhan yang baik.5
3. Contoh Studi Kasus Pengembangan Metode Penyuluhan Yang Bersifat Penyempurnaan dan Pembaruan
Penyuluhan lingkungan adalah salah satu strategi untuk mengubah perilaku, persepsi dan pendapat masyarakat terhadap lingkungan hidup. Tujuannya untuk meningkatkan minat masyarakat terhadap lingkungan hidup, ketertiban, dan kedisiplinan. Namun, penyuluhan lingkungan seringkali terhadap masalah yang rumit dan beragam, sehingga perlu diperlukan metode penyuluhan yang bersifat penyempurnaan dan pembaruan.
Salah satu contoh studi kasus penyuluhan lingkungan adalah penyuluhan pengelolaan limbah. Seringkali masyarakat tidak menyadari manfaat dan dampak negatif sampah sehingga tidak memahami hal yang dibutuhkan dalam pengelolaan sampah. Oleh karenanya, penyuluhan pengelolaan limbah menjadi sangat penting. Untuk meningkatkan efektivitas penyuluhan pengelolaan limbah, perlu dilakukan: (a) Identifikasi Tujuan dan Metode Penyuluhan: (a) Identifikasi tujuan penyuluhan dan metode penyuluhan yang tepat untuk mencapai tujuan tersebut. (b) Pengembangan Konten Penyuluhan, Pengembangan konten penyuluhan yang relevan, menarik, dan mempengaruhi masyarakat. (c) Pengembangan Media Penyuluhan, yang tepat dan efektif untuk mencapai masyarakat. Evaluasi dan Penyesuaian, harus dilakukan secara teratur untuk meningkatkan efektivitas penyuluhan.
Solusi yang dapat diberikan: (1) Penggunaan teknologi, teknologi dapat mempermudah dan mempercepat pengembangan metode penyuluhan. (2) Kerjasama, dilakukan dengan pihak- pihak lain, yang dapat membantu dalam pengembangan metode penyuluhan yang efektif dan
5 Ihsan, Muhammad, Strategi Pengembangan Penyuluhan Agama di Kabupaten Lombok Timur (Analisis Pengembangan Strategi Penyuluhan Berbasis pendekatan Participatory Action Research), Jurnal Ta’dib, Vol.17 No. 1 (2019).
efisien. (3) Pendidikan pengelolaan limbah dapat dilakukan sebagai bagian dari metode penyuluhan. Pendidikan ini dapat membantu mengubah perilaku yang tidak sehat menjadi perilaku yang sehat.
Penyuluhan lingkungan adalah salah satu strategi untuk mengubah perilaku, persepsi dan pendapat masyarakat terhadap lingkungan hidup. Tujuannya untuk meningkatkan minat masyarakat terhadap lingkungan hidup. Namun, penyuluhan lingkungan seringkali menjadi masalah yang rumit dan beragam, sehingga diperlukan metode penyuluhan yang bersifat penyempurnaan dan pembaruan.
Salah satu contoh studi kasus penyuluhan lingkungan adalah penyuluhan pengelolaan limbah. Seringkali masyarakat tidak menyadari manfaat dan dampak negatif sampah sehingga tidak memahami hal yang dibutuhkan dalam pengelolaan sampah. Oleh karenanya, penyuluhan pengelolaan limbah menjadi sangat penting. Untuk meningkatkan efektivitas penyuluhan pengelolaan limbah, perlu dilakukan: (a) Identifikasi Tujuan dan Metode Penyuluhan: (a) Identifikasi tujuan penyuluhan dan metode penyuluhan yang tepat untuk mencapai tujuan tersebut. (b) Pengembangan Konten Penyuluhan, Pengembangan konten penyuluhan yang relevan, menarik, dan mempengaruhi masyarakat. (c) Pengembangan Media Penyuluhan, yang tepat dan efektif untuk mencapai masyarakat. Evaluasi dan Penyesuaian, harus dilakukan secara teratur untuk meningkatkan efektivitas penyuluhan. Solusi yang dapat diberikan: (1) Penggunaan teknologi, teknologi dapat mempermudah dan mempercepat pengembangan metode penyuluhan. (2) Kerjasama, dilakukan dengan pihak-pihak lain, yang dapat membantu dalam pengembangan metode penyuluhan yang efektif dan efisien. (3) Pendidikan pengelolaan limbah dapat membantu mengubah perilaku yang tidak sehat menjadi perilaku yang sehat.