• Tidak ada hasil yang ditemukan

TEKNOLOGI BAHAN Pertemuan 4

N/A
N/A
Bintang Febriano

Academic year: 2024

Membagikan "TEKNOLOGI BAHAN Pertemuan 4"

Copied!
37
0
0

Teks penuh

(1)

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL INSTITUT TEKNOLOGI SUMATERA

Pertemuan 4 :

Rancangan Campuran Beton

(2)

Perancangan campuran beton dilakukan untuk

memenuhi komposisi dan proporsi bahan penyusun beton, sehingga memenuhi syarat teknis dan

ekonomis

Kriteria dasar untuk perancangan beton adalah

kekuatan tekan, yang berhubungan dengan factor air semen

Campuran yang dihasilkan diharapkan optimum dengan kekuatan maksimum

DEFINISI

(3)

Metode Rancangan Campuran Beton

SNI 03-2834-2000 SNI 7656-2012 ACI (American Concrete Institute, USA)

DOE (Department of Environment, UK)

Dreux (France)

Trial and Error

(4)
(5)

Menetapkan jenis struktur yang akan dibuat, kemudian pilih nilai slump yang memungkinkan sesuai dengan jenis struktur.

Tabel 1. Nilai Slump

Jenis Konstruksi Slump (mm) Maksimum Minimum Dinding fondasi, footing, sumuran,

dinding basemen 75 25

Dinding dan balok 100 25

Kolom 100 25

Perkerasan dan lantai 75 25

(6)

Menetapkan ukuran maksimum agregat kasar yang dipakai sesuai dengan jenis konstruksi.

Ukuran maksimum agregat harus didukung gradasi yang baik. Hal ini berkaitan dengan kebutuhan adukan mortar pada campuran.

(7)

Menentukan rencana kuat tekan beton umur 28 hari fm = fc‘+ ks

Keterangan :

k = faktor probabilitas s = standar deviasi

Nilai k biasanya diambil sebesar 1.64 atau 2.33

(8)

Klasifikasi standar deviasi untuk berbagai kondisi pengerjaan.

Tabel 2. Klasifikasi Standar Deviasi

Kondisi Pengerjaan Standar Deviasi (MPa)

Lapangan Laboratorium

Sempurna < 3 < 1,5

Sangat baik 3 3,5 1,5 1,75

Baik 3,5 4 1,75 2

Cukup 4 5 2 2,5

Kurang baik > 5 > 2,5

(9)

Menentukan massa air rencana dan persentase udara terperangkap per satuan volume beton berdasarkan nilai slump dan ukuran maksimum

Tabel 3. Kebutuhan air pencampuran dan udara agregat

Jenis Beton Slump (mm) Kebutuhan Air (kg/m3) untuk ukuran maksimum agregat 9,5 mm 12,7 mm 19 mm 25 mm 37,5 mm 50 mm 75 mm Tanpa Penambahan Udara

25 - 50 207 199 190 179 166 154 130

75 - 100 228 216 205 193 181 169 145

150 - 175 243 228 216 202 190 178 160

Udara yang tersekap (%) 3 2,5 2 1,5 1 0,5 0,3

Dengan Penambahan Udara

25 - 50 181 175 168 160 150 142 122

75 - 100 202 193 184 175 165 157 133

150 - 175 216 205 197 184 174 166 154

Kandungan udara yang disarankan (%)

Tingkat Pemaparan Rendah 4,5 4,0 3,5 3,0 2,5 2,0 1,5

Tingkat Pemaparan Sedang 6,0 5,5 5,0 4,5 4,5 4,0 3,5

Tingkat Pemaparan Berat 7,5 7,0 6,0 6,0 5,5 5,0 4,5

(10)

Berdasarkan rencana kuat tekan beton, ditentukan nilai W/C ratio dari tabel 4.

Tabel 4. Hubungan FAS dan kuat tekan beton

KuatTekan Beton Umur 28 hari (MPa)

Rasio Air Semen (dalam perbandingan berat) Tanpa Penambahan Udara Dengan Penambahan Udara

40 0,42 -

35 0,47 0,39

30 0,54 0,45

25 0.61 0.52

20 0,69 0,60

15 0,79 0,70

(11)

Menghitung kandungan semen berdasarkan FAS FAS (w/c ratio) = 𝑤

𝑐

Menentukan volume agregat kasar per satuan volume beton berdasarkan modulus kehalusan dan ukuran maksimum agregat kasar.

(12)

Tabel 5. Volume Agregat Kasar Per Satuan Volume Beton dengan Slump 75-100 mm

Ukuran Maksimum Agregat Kasar

Volume Agregat Kasar (Dry Rodded) Persatuan Volume Beton untuk Berbagai Nilai Modulus Kehalusan Agregat Halus

2,4 2,6 2,8 3

9.5 0,5 0,48 0,46 0,44

12,5 0,59 0,57 0,55 0,53

19 0,66 0,64 0,62 0,6

25 0,71 0,69 0,67 0,65

37.5 0,75 0,73 0,71 0,69

50 0,78 0,76 0,74 0,72

75 0,82 0,8 0,78 0,76

150 0,87 0,85 0,83 0,81

(13)

Tabel 6. Faktor Koreksi Tabel 5 Untuk Slump Berbeda

Slump (mm) Faktor Koreksi Untuk Ukuran Maksimum Agregat

10 mm 12.5 mm 20 mm 25 mm 40 mm

25 50 1,08 1,06 1,06 1,06 1,09

75 100 1 1 1 1 1

150 175 0,97 0,98 1 1 1

(14)

Metode Analitis (berdasarkan volume absolut)

Hitung volume agregat halus per m3 beton

Volume per m3 beton masing masing unsur campuran disesuaikan untuk volume beton yang akan dibuat

𝑉agregat halus = 1 − (𝑉semen + 𝑉air + 𝑉agregat kasar + 𝑉udara) m3

Metode Empiris (berdasarkan Berat)

Hitung berat agregat halus berdasarkan total berat per m3 beton

(15)

Tabel 7. Estimasi Awal Berat Jenis Beton Segar

Ukuran maksimum agregat (mm)

Estimasi Awal Berat Jenis Beton (kg/m3)

Tanpa Penambahan Udara Dengan Penambahan Udara

9.5 2280 2200

12.5 2310 2230

19 2345 2275

25 2380 2290

37.5 2410 2350

50 2445 2345

75 2490 2405

150 2530 2435

(16)

Hitung koreksi kadar air, kemudian koreksi jumlah air, agregat halus, dan agregat kasar untuk campuran beton.

Pada umumnya, agregat di lapangan tidak dalam kondisi SSD sehingga dilakukan koreksi kadar air

Koreksi dilakukan bisa dalam bentuk penambahan/pengurangan kadar agregat dan/atau air

Koreksi ini bergantung pada kadar air asli agregat (mk) dan tingkat penyerapan air pada agregat (ak)

(17)

Perhitungan kadar komposisi untuk sampel campuran di laboratorium tergantung

dimensi benda uji lab.

Standarnya bedan uji untuk uji tekan beton menggunakan benda uji silinder

Dimensi benda uji silinder dalah D (15 cm) dan T (30 cm)

Pengujian juga dapat dilakukan dengan

benda uji kubus (Dimensi standar 15x15x15 cm)

(18)

CONTOH MIX DESIGN

(19)

Perhitungan dilakukan berdasarkan percobaan yang telah dilakukan di laboratorium. Telah ditentukan bahwa jenis struktur yang akan dibuat adalah kolom, dengan nilai slump yang dipilih adalah 75 mm dan kekuatan tekan beton rencana fc’ = 300 kg/cm2.

Dari hasil penyaringan agregat kasar, diketahui bahwa ukuran maksimum agregat kasar yang tersedia di lab adalah 19 mm

(20)

Dari percobaan sebelumnya diperoleh data agregat kasar:

Specific Gravity = 2,352

Massa Jenis (berat volume) = 1.530 kg/m3

Kadar air asli (mk) = 0,0181

Penyerapan air (ak) = 0,0358

Dan data agregat halus:

Specific Gravity = 2,525

Massa Jenis (berat volume) = 1.702 kg/m3

Kadar air asli (mk) = 0,0253

Penyerapan air (ak) = 0,0526

Modulus kehalusan = 2,352

(21)

Kuat tekan beton rencana fm

fc’ = 300 kg/cm2

fm = 300 + 1,64×2,5×100

9.81 = 341,79 𝑘𝑔

𝑐𝑚2 = 𝟑𝟑, 𝟓𝟑𝑴𝒑𝒂

(22)

Langkah 4

Dari tabel 3, berdasarkan ketentuan di atas diperoleh berat air untuk campuran beton dan persentase udara terperangkap sebagai berikut:

Jumlah air = 205 kg/m3 Udara terperangkap = 2 %

Jenis Beton Slump (mm) Kebutuhan Air (kg/m3) untuk ukuran maksimum agregat 9,5 mm 12,7 mm 19 mm 25 mm 37,5 mm 50 mm 75 mm Tanpa Penambahan Udara

25 - 50 207 199 190 179 166 154 130

75 - 100 228 216 205 193 181 169 145

150 - 175 243 228 216 202 190 178 160

Udara yang tersekap (%) 3 2,5 2 1,5 1 0,5 0,3

Dengan Penambahan Udara

25 - 50 181 175 168 160 150 142 122

75 - 100 202 193 184 175 165 157 133

150 - 175 216 205 197 184 174 166 154

Kandungan udara yang disarankan (%)

Tingkat Pemaparan Rendah 4,5 4,0 3,5 3,0 2,5 2,0 1,5

Tingkat Pemaparan Sedang 6,0 5,5 5,0 4,5 4,5 4,0 3,5

Tingkat Pemaparan Berat 7,5 7,0 6,0 6,0 5,5 5,0 4,5

(23)

Tentukan FAS dari tabel 4 dengan melakukan interpolasi

fm = 33,53 Mpa berada diantara 30 dan 35

Maka, w/c adalah sebagai berikut:

w/c = 0.49

𝑥 − 0.54 = 33.53 − 30

35 − 30 (0.47 − 0.54)

(24)

Hitung jumlah semen yang dibutuhkan

𝑩𝒆𝒓𝒂𝒕 𝑺𝒆𝒎𝒆𝒏 = 𝑩𝒆𝒓𝒂𝒕 𝑨𝒊𝒓 𝒘

𝒄 𝒓𝒂𝒔𝒊𝒐 = 𝟐𝟎𝟓

𝟎. 𝟒𝟗 = 𝟒𝟏𝟖. 𝟑𝟕 𝒌𝒈/𝒎𝟑

(25)

Ukuran Maksimum Agregat Kasar

Volume Agregat Kasar (Dry Rodded) Persatuan Volume Beton untuk Berbagai Nilai Modulus Kehalusan Agregat Halus

2,4 2,6 2,8 3

9.5 0,5 0,48 0,46 0,44

12,5 0,59 0,57 0,55 0,53

19 0,66 0,64 0,62 0,6

25 0,71 0,69 0,67 0,65

37.5 0,75 0,73 0,71 0,69

50 0,78 0,76 0,74 0,72

75 0,82 0,8 0,78 0,76

150 0,87 0,85 0,83 0,81

(26)

Tentukan volume agregat kasar yang diperlukan dari tabel 5. Faktor koreksi tidak diperlukan karena slump yang dipilih 75 mm. Tentukan juga berat agregat kasar yang diperlukan.

Volume agregat kasar/volume beton= 0,6648 𝒎𝟑 Berat agregat kasar diperlukan = 0,6648 x 1530 kg/m3 = 1017.165 kg per 𝒎𝟑 beton

(27)

Tentukanproporsi volume unsuruntuksetiap 1 m3beton

(i) 𝑉𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒 𝑠𝑒𝑚𝑒𝑛 = 𝑏𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑠𝑒𝑚𝑒𝑛 𝑆𝐺 𝑠𝑒𝑚𝑒𝑛 𝑥 𝜌 𝑎𝑖𝑟

Didapatkanvolume semen = 0,133 m3

𝑖𝑖 𝑉𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒 𝑎𝑖𝑟 = 𝑏𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑎𝑖𝑟

𝜌 𝑎𝑖𝑟

Didapatkanvolume air = 0,202 m3

𝑖𝑖𝑖 𝑉𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒 𝐴𝑔𝑟𝑒𝑔𝑎𝑡 𝑘𝑎𝑠𝑎𝑟 = 𝑏𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑎𝑔𝑟𝑒𝑔𝑎𝑡 𝑘𝑎𝑠𝑎𝑟 𝑑𝑖𝑝𝑒𝑟𝑙𝑢𝑘𝑎𝑛 𝑆𝐺 𝑎𝑔𝑟𝑒𝑔𝑎𝑡 𝑥 𝜌 𝑎𝑖𝑟

Didapatkanvolume agregatkasar = 0,432 m3

𝑖𝑣 𝑉𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒 𝑢𝑑𝑎𝑟𝑎 = %𝑢𝑑𝑎𝑟𝑎 𝑡𝑒𝑟𝑝𝑒𝑟𝑎𝑛𝑔𝑘𝑎𝑝 𝑥 1 𝑚3

Didapatkanvolume udara = 0,02 m3

𝑣 𝑉agregat halus = 1 − (𝑉semen+ 𝑉air + 𝑉agregat kasar + 𝑉udara) m3

Didapatkanvolume agregathalus = 0,213 m3

Dengannilai SG agregathalus = 2,525 makaberatagregathalus yang diperlukanadalah:

𝑣𝑖 𝐵𝑒𝑟𝑎𝑡 𝐴𝑔𝑟𝑒𝑔𝑎𝑡 𝐻𝑎𝑙𝑢𝑠 𝑃𝑒𝑟𝑙𝑢 = 𝑉 𝑎𝑔𝑟𝑒𝑔𝑎𝑡 ℎ𝑎𝑙𝑢𝑠 𝑥 𝑆𝐺 𝑎𝑔𝑟𝑒𝑔𝑎𝑡 ℎ𝑎𝑙𝑢𝑠 𝑥 𝜌 𝑎𝑖𝑟

Didapatkanberatagregathalusperlu = 537,825 kg tiap 1 m3beton

(28)

Berat masing masing bahan bagi setiap m3 beton adalah:

Semen = 418,37 kg = 10,46 zak (1 zak = 40 kg) Air = 202 kg

Agregat Halus = 537,825 kg Agregat Kasar = 1017,165 kg

(29)

Pada umumnya, agregat di lapangan tidak dalam kondisi SSD sehingga dilakukan koreksi kadar air

Koreksi Agregat

1. Tambahan Air = M 𝑥 𝑎𝑘−𝑚𝑘

1−𝑚𝑘

2. Tambahan Agregat = M 𝑥 𝑚𝑘−𝑎𝑘 Dimana, 1−𝑚𝑘

M = jumlah agregat kasar/halus

ak = Penyerapan air agregat kasar/halus mk = Kadar air asli agregat kasar/halus Koreksi Agregat Kasar

1. Tambahan Air = 18,336 𝑘𝑔

2. Tambahan Agregat = −18,336 𝑘𝑔 Koreksi Agregat Halus

1. Tambahan Air = 15,064 𝑘𝑔

2. Tambahan Agregat = −15,064 𝑘𝑔

(30)

Berat bahan untuk tiap 1 m3 beton setelah adanya koreksi kadar air :

Semen = 418,37 kg

Air = 202 kg + 18,336 kg +15,064 kg = 235,4 kg

Agregat Halus = 537,825 kg – 15,064 kg = 522,761 kg Agregat Kasar = 1017,165 kg – 18,336 kg = 998,829 kg

(31)

Betonuntuk trial mix yang digunakan adalah 6

buahbetonberbentuksilinderdenganukuran diameter alas 15 cm dan tinggi 30 cm, sehingga volume total betonadalahsebagaiberikut:

Volume beton total = 6 𝑥 1

4 𝜋𝑑2𝑥 ℎ = 6 𝑥 1

4 𝜋 0,152 𝑥 0,30 = 𝟎, 𝟎𝟑𝟏𝟖 m3

(32)

Dari data volume beton yang akan dibuat, dapat kita ketahui banyaknya masing masing bahan campuran untuk volume beton yang dituju Ditambahkan pula safety factor sebesar 15 %.

Semen = 418,37 kg x 0,0318 x 1,15 =15,30 kg Air = 235,4 kg x 0,0318 x 1,15 = 8,61 kg

Agg Halus = 522,761 kg x 0,0318 x 1,15 = 19,12 kg Agg Kasar = 998,829 kg x 0,0318 x 1,15 = 36,53 kg

(33)

Beton dipersyaratkan untuk perkerasan Jalan akan diuji di lab dengan kondisi kurang baik pada lokasi yang tidak akan terpapar cuaca

terlalu buruk atau serangan sulfat. Syarat kekuatan tekan rata-rata pada umur 28 hari sebesar 30 MPa denga slump 50.

Kebutuhan 3 benda uji berbentuk silinder dengan 10% safety factor

Semen yang digunakan tanpa tambahan udara dengan berat jenis 3.15 kg/m3 .

Hasil Uji agregat menhasilkan data sebagai berikut:

Agregat Kasar Agregat Halus

Ukuran Maks 23 mm -

Berat volume 1400 kg/m3 1600 kg/m3 Specific Gravity 2,121 2,545

Kadar Air Asli 4% 3%

Penyerapan Air 2% 1.5%

Modulus Kehalusan - 2.1

(34)

Jenis Struktur Perkerasan Jalan

Slump 50mm

Agregat Maks 23mm

fc' 30Mpa

k 1.64

S 3

fm 34.92MPa

Jumlah Air 182.67kg/m3

Udara Terperangkap 1. 67%

w/c 0.47112

Jumlah Semen 387.728kg/m3

Volume Agregat Kasar 0.723m3

V Agg Kasar Koreksi 0.767m3

Jumlah Agg Kasar 1073.427kg/m3

(35)

Volume dan Berat Per m3 Beton

V Semen 0.1231m3

V Air 0.1827m3

V Agg Kasar 0.5061m3

V Udara 0.0167m3

V Agg Halus 0.1715m3

Jumlah Agg Halus 436.4258kg/m3 Jumlah Agg Kasar 1073.4267kg/m3

Jumlah Semen 387.7285kg/m3

Jumlah Air 182.6667kg/m3

(36)

Koreksi Agg Kasar

Tambahan Air -22.36kg

Tambahan Agg Kasar 22.36kg

Koreksi Agg Halus

Tambahan Air -6.75kg

Tambahan Agg Halus 6.75kg

Berat Terkoreksi

Jumlah Agg Halus 443.17kg/m3

Jumlah Agg Kasar 1095.79kg/m3

Jumlah Semen 387.73kg/m3

Jumlah Air 153.55kg/m3

Kebutuhan 3 Benda Uji

Jumlah Agg Halus 7.048kg/m3

Jumlah Agg Kasar 1095.790kg/m3

Jumlah Semen 387.729kg/m3

Jumlah Air 153.555kg/m3

(37)

Rencanakan pembuatan campuran suatu balok untuk bagian struktur yang tidak terpapar sulfat. Pertimbangan struktur meminta syarat kekuatan tekan umur 28 hari yaitu 20 MPa. Ukuran agregat maksimum yang tersedia yaitu 13 mm dengan berat kering oven agregat kasar yaitu 1510 kg/m3. Berat jenis semen 3,15

Agregat Halus Agregat Kasar

Modulus Kehalusan 2,75 -

Berat jenis SSD 2,45 2,52

Kadar air total (%) 5,5 3

Kadar air asli (%) 0,6 0,4

Gambar

Tabel 1. Nilai Slump
Tabel 2. Klasifikasi Standar Deviasi
Tabel 3. Kebutuhan air pencampuran dan udara agregat
Tabel 5. Volume Agregat Kasar Per Satuan Volume  Beton dengan Slump 75-100 mm
+3

Referensi

Dokumen terkait

Pada langkah ini dilakukan pembuatan benda uji berupa silinder dengan ukuran 150 mm x300 mm, menyaring agregat kasar sesuai persyaratan, mengukur mengukur slump

Dengan metode SKSNI diperlukan data : kuat tekan yang disyaratkan (fc'), umur beton dengan pada kuat tekan yang disyaratkan, standard deviasi, kondisi sekitar,

Langkah-langkah sebelum dilakukan pengujian kuat tekan beton mutu tinggi adalah pengujian material untuk agregat halus dan kasar, mix desain, pengecoran, uji slump

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pengaruh penggantian semen dengan metakaolin terhadap nilai slump, mutu kuat tekan beton, absorpsi beton

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pengaruh penggantian semen dengan metakaolin terhadap nilai slump, mutu kuat tekan beton, absorpsi beton

Hubungan kadar penambahan superplasticizer (Structuro 335) terhadap kuat tekan beton berdasarkan hasil pengujian untuk batasan nilai slump rencana 10 – 30 mm,

Hasil pengujian kuat tekan bata beton dengan tambahan serbuk kaca dengan nilai kuat tekan besar yaitu pada campuran 10% sebesar 36,256 kg/cm2, jika dilihat dalam tingkat mutu yang

Kuat tekan beton geopolymer dengan perbandingan 3:1 pada umur 28 hari sebesar 237,78 kg/cm2, nilai kuat tekan ini lebih tinggi 2,18% dari kuat tekan beton normal pada umur yang sama,