• Tidak ada hasil yang ditemukan

TENAGA KERJA DAN INFLASI - Spada UNS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "TENAGA KERJA DAN INFLASI - Spada UNS"

Copied!
30
0
0

Teks penuh

(1)

TENAGA KERJA DAN INFLASI

PASAR TENAGA KERJA

Bila harga dari tenaga kerja (upah) cukup fleksibel. maka permintaan akan tenaga kerja akan selalu seimbang dengan penawaran akan tenaga kerja, atau perdefinisi tidak ada

kemungkinan timbulnya pengangguran sukarela.

(2)

W1 DANW2 = TINGKATUPAH F = JUMLAHANGKATANKERJA NF = FULL EMPLOYMENT

(NF -NU) =ORANG YANGMENGANGGURSUKARELA

(3)

Menurut kaum klasik ada tiga macam pengangguran :

1. Frictional unemployment = pengangguran karena pergeseran tingkat output

2. Seasional unemployment = pengangguran musiman (datang dan hilang menurut musim) 3. Institutional unemployment =

pengangguran

yang dibuat orang melalui serikat buruh

(4)

Menurut kaum klasik harga-harga sangat fleksibel, sehingga berreaksi cepat dan rasional terhadap

perubahan harga. Dalam keadaan

seperti ini semua penyimpangan dari

posisi full employment hanya bersifat

sementara.

(5)

GAMBAR:TERJADINYAPROSESKESEIMBANGANBARUMENURUTKAUMKLASIK

Z KEZ1,,, EGESERKEG (TINGKATUPAHTURUN) S KES1 ,BERARTIMENURUNNYAMCUNTUK MENGHASILKANOUTPUT,KESEIMBANGANBARUDI F :

-TERCAPAINYAFULL EMPLOYMENT

-TINGKATHARGA-HARGADANTINGKATUPAHYANGLEBIHRENDAH P

E

G Z0

F

S0 Z1

S1

0 Q1 QF

(6)

PENDAPATKAUMKLASIKTENTANGFULL EMPLOYMENTTIDAK BERJALAN,TEORIKEYNESMENGANJURKAN

UNTUKMENGARAHKEPOSISIFULL EMPLOYMENT,PEMERINTAH HARUSAKTIF MELAKUKAN SESUATUMISALMENGGESERKEMBALI Z1KE Z0 DENGANCARA MENINGKATKAN G (PENGELUARAN

PEMERINTAH),MELALUIPROSES MULTIPLIER.ATAUDENGANCARA TIDAKLANGSUNGYAITUMENINGKATKAN CDANI DENGANCARA MENURUNKANTDANR.

Menurut Keynes pergeseran dari G ke F mungkin cukup lama karena adanya

hambatan-hambatan (ketegaran tingkat upah nominal), jadi S tidak turun ke S1, meskipun pada masa depresi.

(7)

2. Pada kasus inflasi (Z meningkat

terlalu cepat), tindakan yang diambil adalah kebalikan saat mengatasi

depresi dan pengangguran, yaitu G ditekan untuk turun yang diperkuat dengan menaikkan pajak dan tingkat bunga, serta tindakan-tindakan

pengendalian moneter (pengendalian

jumlah uang beredar)

(8)

INFLASI

Definisi Inflasi adalah kecenderungan harga- harga untuk naik secara umum dan terus-

menerus.

Tidak berlaku untuk satu atau dua macam barang saja, kecuali bila kenaikan tersebut meluas atau mengakibatkan kenaikan sebagian besar harga barang-barang lain

Kenaikan harga musiman dan tidak mempunyai pengaruh lanjutan tidak disebut inflasi.

(9)

Dalam kasus inflasi barang2 yang dalam

penentuan harganya ada intervensi pemerintah tidak meunjukkan kenaikan, karena harga

barang2 tersebut akan tercatat di Biro Pusat Statistik. Sehingga jika ada inflasi harga barang tersebut tidak diijikan untuk menamakkan

kenaikan, walaupun sebetulnya ada pengaruh inflasi, keadaan ini disebut suppressed inflation atau inflasi yang ditutupi. Jika harga2 resmi

makin tidak relevan maka inflasi pd harga

barang2 tersebut akan menampakkan dirinya

(10)

MACAM INFLASI

1. DIDASARKAN ATAS PARAH TIDAKNYA / LAJU INFLASI TERSEBUT :

Inflasi ringan (di bawah 10% setahun) Inflasi sedang (antara 10-30% setahun) Inflasi berat (antara 30-100% setahun) Hiperinflasi (di atas 100% setahun)

Penentuan parah tidaknya inflasi tentu saja sangat relatif,

tergantung kepada siapa-siapayang menanggung beban atau memperoleh keuntungan dari inflasi tersebut.

(11)

2. BERDASARKAN SEBAB MUSABAB AWAL INFLASI :

Inflasi yang timbul karena permintaan

masyarakat akan berbagai barang terlalu kuat, disebut demand inflation .

Inflasi yang timbul karena kenaikan ongkos

produksi , disebut cost inflation .

(12)

Harga

S

P2 P1

Z2 Z1

Q1 Q2 Output

Gambardemand inflation

(13)

Harga

S2

S1 P4

P3

Z

Q3 Q4 Output

Gambarcost inflation

(14)

Demand inflation , karena

permintaan masyarakat akan barang2 ( agregat demand ) bertamabah

(misalnya, karena bertambahnya pengeluaran pemerintah yang

dibiayai dengan pencetakan uang,

atau kenaikan permintaan luar negeri akan barang-barang ekspor, atau

bertambahnya pengeluaran investasi

swasta karena kredit yang murah).

(15)

Akibat dari kedua macam inflasi tersebut, dari segi kenaikan harga output tidak

berbeda, tetapi dari segi volume output (GDP riil) ada perbedaan.

Dalam kasus cost inflation biasanya kenaikan harga diberengi dengan

penurunan omzet penjualan barang

(kelesuan usaha), tetapi sebaliknya pada

kasus demand inflation .

(16)

Perbedaan lain, terletak pada urutan kenaikan harga. Dalam demand

inflation kenaikan harga barang akhir (output) mendahului kenaikan

barang-barang input dan harga-harga factor produksi (upah dan

sebagainya). Sebaliknya, dalam cost inflation , kenaikan harga barang-

barang akhir (output), mengikuti kanaikan harga barang-barang

input/factor produksi.

(17)

Pada umumnya, inflasi yang

terjadi di berbagai Negara di

dunia adalah kombinasi dari

kedua macam inflasi tersebut,

dan seringkali keduanya saling

memperkuat satu sama lain.

(18)

3. BERDASARKAN ASAL DARI INFLASI :

Inflasiyang berasal dari dalam negeri (domestic inflation)

Inflasiyang berasal dari luar negeri (imported inflation)

Domestic inflation, timbul misalnyakarena defisit anggaranbelanja yang dibiayai dengan pencetakan uang baru, panen yang gagal dan lain sebagainya.

Imported inflation,timbul karena kenaikan harga- harga (inflasi) di luar negeri atau di Negara-negara langgananberdagang kita.

(19)

Kenaikan harga barang-barang yang kita impor mengakibatkan:

Secaralangsungkenaikanindeksbiayahidupkarenasebagiandari barang-barangyangtercakupdidalamnyaberasaldariimpor

Secaratidaklangsungmenaikkanindekshargamelaluikenaikan ongkosproduksi(cost inflation)untukbarang-barangyang

diproduksidengankomponenimpor

Secaratidaklangsungmenimbulkankenaikanhargadi dalam negeri,karenaada kemungkinan(tetapitidakharus demikian) kenaikanbarang-barangimpormengakibatkankenaikan

pengeluaranpemerintah/swastayangberusahamengimbangi kenaikanhargaimportersebut, missaldengansubstitusiimpor (demand inflation).

(20)

“Penularan” inflasi dari luar negeri ke dalam negeri bisa pula lewat kenaikan harga barang-barang ekspor.

Bila harga barang-barang ekspor (seperti, kopi,

teh) naik, maka indeks biaya hidup akan naik pula sebab barang-barang ini langsung masuk dalam daftar barang-barang yang tercakup dalam indeks harga.

(21)

Bila harga barang- barang ekspor (seperti kayu, karet, timah dan

sebagainya) naik, maka ongkos

produksi dari barang-barang yang

menggunakan barang-barang tersebut

dalam produksinya (perumahan, sepatu,

kaleng, dan lain sebagainya) akan naik,

dan kemudian harga jualnya akan naik

pula (cost inflation ).

(22)

Kenaikan harga barang-barang ekspor

berarti kenaikan penghasilan para eksportir (dan juga para produsen barang-barang

tersebut). Kenaikan penghasilan ini

kemungkinan akan dibelanjakan untuk membeli barang-barang (baik dari dalam maupun dari luar negeri), bila jumlah

barang yang tersedia di pasar tidak

bertambah, maka harga-harga barang lain

akan naik pula ( demand inflation ).

(23)

Masalah inflasi dalam arti yang lebih luas bukan semata-mata

masalah ekonomi, tetapi masalah

social-ekonomi-politis.

(24)

Kalau ingin menentukan

kebijaksanaan yang tepat untuk menanggulangi masalah inflasi di suatu Negara, maka kita harus bisa mencapai akar permasalahan

tersebut, yang belum tentu bersifat ekonmi objektif. Namun teori-teori ekonomi mengenai inflasi berguna sebagai titik tolak dari setiap

analisis mengenai inflasi.

(25)

TEORI KUANTITAS

Mengatakan bahwa penyebab utama dari inflasi adalah pertambahan jumlah uang beredar dan “psikologi”

masyarakat mengenaikenaikanharga-harga di masa

mendatang. Tambahanjumlah uang beredar sebesar X%

bisa menumbuhkaninflasi kurang dari X%, sama dengan X% atau lebih besar dari X%, tergantung kepada apakah masyarakat tidak mengharapkanharga naik lagi, akan naik tetapitidak lebih buruk dari pada sekarang atau masa-masalampau, atau akan naik lebih cepat dari sekarang, atau masa-masalampau.

(26)

TEORI KEYNES

Mengatakan bahwa inflasi terjadi karena masyarakat hidup diluar batas kemamuan

ekonomisnya. Teori ini menyoroti bagaimana perebutan rizki antara golongan-golongan

masyarakat bisa menimbulkan permintaan

agregat yang lebih besar dari pada jumlah barang yang tersedia (yaitu apabila timbul “inflationary gap”). Selama inflationary gap tetap ada, maka proses inflasi berkelanjutan.

(27)

Teori ini menarik karena :

1. Menyoroti peran system distribusi pendapatan dalam proses inflasi

2. Menyarankan hubungan antara inflasi dan faktor-faktor non

ekonomi

(28)

TEORI STRUKTURALIS

Adalah teori inflasi “jangka panjang” karena

menyoroti sebab-sebab inflasi yang berasal dari kekuatan struktur ekonomi, khususnya;

ketegaran suplai bahan makanan dan barang- barang ekspor. Karena sebab-sebab “struktural”

pertambahan produksi barang-barang ini terlalu lambat dibanding dengan pertumbuhan

kebutuhannya, sehingga menaikkan harga bahan makanan dan kelangkaan devisa.

(29)

Akibat selanjutnya, adalah kenaikan harga-harga lain, sehingga terjadi

inflasi. Inflasi semacam ini tidak bisa diobati hanya dengan misalnya,

mengurangi jumlah uang beredar, tetapi harus diobati dengan

pembangunan sector bahan makanan

dan ekspor.

(30)

Masing-masing teori sebagian saja dari seluruh proses inflasi. Dalam praktek inflasi sering mengandung aspek-aspek yang diutarakan oleh ketiga teori tersebut. Sikap ilmiah yang pragmatis adalah melihat

masalah inflasi kasus demi kasus dan

mencoba melihat mana dari aspek-

asapek ketiga teori tersebut berlaku

dalam kenyataan.

Referensi

Dokumen terkait

Layout toko harus menarik konsumen untuk berkeliling toko dan membeli beberapa barang di luar yang telah direncanakan.. Memberikan keseimbangan antara ruang yang tersedia

Persentase pegawai paruh waktu dan pegawai sementara mengalami kenaikan menjadi lebih dari sepertiga jumlah tenaga kerja total, nyaris berlipat ganda dibandingkan dengan 20 tahun yang

 Bila barang tersebut dari luar negeri, dicantumkan pula bea cukai, serta semua pajak yang harus dibayar dalam kontrak.  Kemungkinan penyesuaian harga selama pelaksanaan kontrak

Investasi dapat diartikan sebagai pengeluaran atau pembelanjaan penanaman-penanaman modal atau perusahaan untuk membeli barang-barang modal dan

Aspek Pasar : pada aspek ini dilihat kemungkinan proyek internal Toyota atau kemungkinan proyek dari luar Toyota yang akan dikerjakan untuk beberapa tahun mendatang dan

Apabila barang-barang dari luar negeri mutunya lebih baik, dan harganya lebih murah daripada barang-barang yang sama dihasilkan di dalam negeri, maka akan

TUJUAN PERTAMBANGAN  Tujuan dari pertambangan adalah untuk membawa mineral dari dalam bumi ke permukaan sehingga dapat digunakan untuk kehidupan manusia  Jenis pertambangan dibagi

Alat-alat pelindung dari sinar yang berbahaya 1 Kaus tangan atau masker pelindung wajah sejenis helm dengan plat-plat baja anti-cahaya dilengkapi dengan jumlah penyaring yang cukup