Mata Kuliah
PENGANTAR TEOLOGI SISTEMATIKA Laporan Tugas Belajar Mandiri
“Apa Itu Teologi Biblika”
Disusun oleh:
Nama : Vini Kartika Sari NIM : 2023010177 Semester : III
Dosen : Ermanayono, M, Th
PRODI PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN
SEKOLAH TINGGI TEOLOGI BETHEL BANJARBARU 2024
Teologi Biblika
Teologi Biblika merupakan cabang teologi yang menelusuri sejarah pertumbuhan iman dalam Alkitab. Topik utama dalam teologi Biblika yang akan dibahas ada 3 topik yaitu : orientasi dasar, perkembangan teologi Biblika dan interkoneksi sejarah dan wahyu.
1.) Orientasi dasar teologi Biblika :
Artinya dalam spektrum yang luas adalah teologi yang setia pada isi Alkitab.
- Secara tepat merefleksikan Taurat.
- Sesuai dengan doktrin Sola Scriptura (doktrin bahwa Alkitab merupakan satu- satunya sumber otoritas yang mustahil-keliru dalam urusan iman dan amalan Kristen.)
Artinya dalam spektrum teknis dan sempit adalah teologi yang mengikuti cara Alkitab menyusun prioritas dari Alkitab dan fokus pembelajarannya pada Alkitab.
Melihat dari arti secara spektrum diatas teologi Biblika adalah refleksi teologis yang diambil dari analisis historis terhadap tindakan-tindakan Allah yang dilaporkan dalam Alkitab.
Teologi Biblika menurut penjabaran sebelumnya menekankan pada : strategi penafsiran (analisis historis), tindakan Allah dan refleksi teologis.
a. Analisis historis terhadap Alkitab
Roh Kudus memimpin gereja untuk mempraktekkan eksegesis Alkitab yaitu analisis sastra, analisis historis dan analisis tematik.
Analisi sastra : memandang Alkitab sebagai gambar atau potret sastra didesign penulis manusia untuk mempengaruhi pembaca yang merupakan jendela sejarah peristiwa dalam Alkitab.
Analisis tematik : analisa cermin yang merefleksikan minat dan pertanyaan yang umumnya dilakukan oleh Kristen tradisional. Teologi sistematik merupakan disiplin ilmu dari analisis tematik.
Analisis historis yang merupakan analisa yang dipakai oleh teologi Biblika yang menggunakan Alkitab sebagai jendela akses kepada sejarah.
b. Tindakan Allah
Fokus teologi Biblika adalah tindakan Allah. Dalam penuturan sejarah yang berbeda-beda semua dikembalikan ke Alkitab untuk melihat tindakan Allah dalam sejarah.
Pengakuan Iman Wesminster bab 5 paragraf 3 merupakan deskripsi tentang aktivitas Allah dalam dunia.
“Allah, di dalam pemeliharaan-Nya yang umum, menggunakan sarana-sarana, namun Ia bebas untuk bekerja tanpa, melampaui dan bertentangan dengan sarana-sarana tersebut, sesuai perkenan-Nya.”
- Keterlibatan Allah dalam sejarah - Pemeliharaan Allah dengan sarana :
Penyebab yang Allah ciptakan dalam rangka menggenapi tujuan- Nya dalam sejarah.
Misalnya peristiwa alam dan kebiasaan makhluk hidup.
- Pemeliharaan Allah tanpa sarana : mengirim penyakit dan menyembuhkan tanpa perantara.
- Pemeliharaan Allah melampaui sarana : kehamilan Sara
- Pemeliharaan Allah bertentangan dengan sarana : kejadian jaman Yosua saat matahari diam.
- Pemeliharaan Allah tanpa, melampaui dan bertentangan dengan sarana merupakan intervensi Ilahi atau mukjizat.
- Semakin hebat peristiwa semakin menekankan karya Allah dalam peristiwa tersebut.
c. Refleksi Teologis.
Analisis historis faktual
Merupakan analisa posisi peristiwa (kapan terjadi, situasi historis, bukti historis). Tujuannya untuk menyusun suatu laporan terpercaya bagi peristiwa sejarah dalam Alkitab.
Analisis historis teologis.
Summa Theologica by Thomas Aquinas buku-1, bab-1, bagian-7
“Suatu ilmu pengetahuan yang terpadu yang didalamnya segala sesuatu dibahas dibawah aspek Allah, entah karena hal-hal itu menyangkut diri Allah sendiri atau karena hal-hal itu mengacu pada Allah.”
- Perkara teologis menyangkut diri Allah sendiri.
- Teologi menurut arti harfiahnya merupakan refleksi dari doktrin tentang umat manusia, dosa, keselamatan, etika, gereja dan sebagainya.
Refleksi teologis adalah tindakan Allah untuk mengajarkan karakter dan kehendak Allah.
2.) Perkembangan Teologi Biblika
Para Teolog Kristen berusaha untuk menjalankan amanat agung dengan benar, dengan cara yang dapat dipahami budaya kontemporer (filsafat).
Perubahan kultural.
- Perubahan kultural merupakan pergeseran budaya signifikan di jaman modern.
Teologi Biblika merupakan respon Kristen sebagai tindakan intelektual di jaman modern (historisisme modern).
- G.W. Friedrich Hegel (1770-1831) seorang filsuf Jerman mengemukakan setiap aspek dari realitas terjebak dalam pola-pola logis dari sejarah (dialektika).
Respon Teologis
- Historisisme modern telah menimbulkan respon dari teolog dengan mengkompromikan kepercayaan Kristen yang esensial mendukung pemahaman tentang iman Kristen.
- Dua arah utama teologi Biblika : pertama TB kritis yaitu bentuk disiplin yang telah mengikuti semangat modernitas sampai menolak otoritas Alkitab dan TB injili yaitu cara yang telah dipraktekan oleh teolog yang tetap setia kepada otoritas Alkitab.
3.) Interkoneksi Sejarah dan Wahyu.
Wahyu Tindakan dan Wahyu Firman : Wahyu Ilahi adalah tindakan sekaligus firman..
Wahyu Tindakan
Allah menyatakan diri-Nya didalam tindakan-tindakan-Nya (Mazmur 98:2-3). Wahyu tindakan yang sering dalam wujud mukjizat, contohnya penciptaan dunia, kebebasan bangsa Israel dari Mesir sampai inkarnasi Kristus menyatakan karakter dan kehendak Allah. Konsep wahyu tindakan ini esensial bagi teologi Biblika. Untuk melihat signifikansi fokus modern pada sejarah adalah mempertimbangkan doktrin Teologi Proper dan melihat Teologi Sistematika dan Teologi Biblika mendekati topik ini.
Katekismus Singkat Wesminster : apa itu Allah? Allah adalah Roh, tidak terhingga, kekal dan tidak berubah di dalam keberadaan-Nya, Hikmat-Nya, kuasa-Nya, kekudusan-Nya, keadilan-Nya, kebaikan-Nya dan kebenaran-Nya. Namun dalam Teologi Sistematika, Allah didefinisikan agak abstrak dalam pengertian atribut-atribut-Nya yang kekal dan tetap dan sebagai perbandingan Teologi Biblika lebih banyak memikirkan tindakan nyata Allah dalam sejarah. Fokus dalam wahyu tindakan ini, telah menghasilkan suatu penekanan yang berbeda didalam Teologi Proper.
Teologi Bibilika : apa itu Allah? Allah adalah Dia yang mengeluarkan Israel dari perbudakan di Mesir, Allah adalah Dia yang menghakimi Israel di dalam pembuangan. Pengertian Allah oleh para teolog Biblika Allah adalah apa yang telah Dia lakukan didalam sejarah dan yang berlaku dalam Teologi Proper juga meluas dalam aspek Teologi Biblika.
Wahyu Firman
Wahyu firman yaitu wahyu verbal dari Allah. Allah berbicara juga menjelaskan tentang tindakan-tindakan-Nya.
Wahyu firman atau wahyu verbal sangat penting karena beberapa alasan :
Signifikansi yang Ambigu : tindakan Allah tidak selalu nyata secara sempurna bagi manusia. Sekalipun Allah selalu memahami secara tepat tentang yang Dia lakukan dalam tindakan-tindakan-Nya namun perlu penafsiran tentang tindakan tersebut melalui kata-kata (Ezra 3:10-12; Markus 3:22-23). Ambiguitas dari tindakan Allah yang dicatat dalam Alkitab membantu menjelaskan wahyu firman menjelaskan signifikansi sejati wahyu tindakan.
Signifikansi Radial : memancar keseluruh bagian permukaan. Peristiwa didalam Alkitab bersifat radial didalam signifikansinya. Contohnya bangsa Israel saat menyeberangi laut merah. Allah menyatakan dalam wahyu firman signifikansi paling penting yang Dia kehendaki untuk umat-Nya tanpa penafsiran verbal dari Allah terhadap tindakan-Nya kita tidak akan mengetahui cara untuk menarik implikasi teologis yang tepat dari tindakan Allah.
Keterkaitan Wahyu Tindakan dan Wahyu Firman dalam Teologi Biblika.
Wahyu Firman Prospektif : firman Allah menjelaskan sebelum tindakan Allah terjadi (prediksi). Tentang peristiwa yang akan terjadi dan seseorang akan menyaksikan suatu peristiwa dalam kurun waktu yang pendek atau segera terjadi (Keluaran 3:7-8).
Tentang peristiwa yang akan terjadi dan akan terjadi setelah waktu yang panjang atau lama (Yesaya 9:6-7).
Wahyu Firman Simultan : Allah berfirman hampir bersamaan dengan suatu peristiwa atau tindakan Allah (Keluaran 19:18-21).
Wahyu Firman Kilas Balik : wahyu firman Allah sering merupakan kilas balik yaitu menjelaskan tindakan Allah atau peristiwa setelah peristiwa tersebut terjadi, baik dalam waktu dekat setelah kejadian (Keluaran 20:2-3) atau dalam waktu yang lama atau jauh dari peristiwa tindakan Allah (Kejadian 1:27).
Kontur Sejarah dan Wahyu dalam Alkitab.
Alkitab menyebutkan ratusan ribu peristiwa yang terjadi selama ribuan tahun dan salah satu tugas Teologi Biblika adalah menemukan pola dan kontur diantara peristiwa tersebut.
Sasaran Sejarah dalam Alkitab : Allah menggerakkan sejarah pada sasaran yang cukup langsung (cerita Nuh, Abraham, Daud). Pada setiap tahapan sejarah Alkitab, Allah mempunyai sasaran spesifik yang mengarahkan wahyu firman dan wahyu tindakan-Nya.
Naik Turun Wahyu dalam Alkitab : Allah telah menggerakkan sejarah kearah kerajaan-Nya yang mulia dalam gelombang wahyu tindakan dan wahyu firman. Sekalipun Allah dalam pemeliharaan-Nya mengendalikan dunia setiap waktu ada masanya dalm sejarah Allah bertindak dan berfirman secara dramatis sehingga dapat membuat masa sejarah yang buruk bahkan Allah jarang menurunkan wahyu firman dan dapat membuat masa sejarah yang baru.
Perkembangan Organik Wahyu dalam Alkitab : Teologi Biblika menunjukkan bahwa perkembangan sejarah Alkitab menyatu secara organik Istilah organik berfungsi sebagai metafora untuk mengindikasikan bahwa sejarah Alkitab menyerupai pertumbuhan organisme yang tidak dapat sepenuhnya disegmentasikan atau dipisahkan. Menurut pandangan ini iman sering diumpamakan benih yang ditanam ditahap awal sejarah Alkitab, bertumbuh dalam Perjanjian Lama dan sampai tahap dewasa didalam Perjanjian Baru.
Tahapan wahyu yang selanjutnya merupakan keberhasilan tahapan wahyu sebelumnya. Para teolog Biblika melihat benih-benih wahyu Perjanjian Baru didalam tahap awal Alkitab dan kemudian menelusuri pertumbuhan benih melalui wahyu tindakan dan wahyu firman yang selanjutnya menghadirkan tahap baru selanjutnya, contohnya cerita perjalanan Tuhan Yesus. Teologi
Biblika memandang sejarah Alkitab sebagai sejarah organik yang terpadu dan terus berkembang.