Judul Penelitian : Keterampilan komunikasi terapeutik keperawatan dengan kepuasan klien di ruang rawat inap RS Cibitung Medika Tahun 2021. Pelayanan keperawatan merupakan suatu bentuk pelayanan profesional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan berdasarkan pengetahuan dan nasehat keperawatan yang ditujukan kepada individu, kepada keluarga , kelompok atau masyarakat, baik sehat maupun sakit. Kepuasan pelanggan akan tercapai jika pelanggan menerima produk jasa yang memenuhi atau melampaui harapan pelanggan.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan keterampilan komunikasi terapeutik perawat dengan kepuasan klien di ruang rawat inap RS Cibitung Medika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara keterampilan komunikasi terapeutik perawat dengan kepuasan pelanggan di ruang rawat inap RS Cibitung Medika.
- Latar Belakang
- Tujuan Penelitian
- Rumusan Masalah
- Target Luaran
Pada penelitian ini disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara keterampilan komunikasi terapeutik perawat dengan kepuasan pasien (Ardia Putra, 2013). Hasil studi pendahuluan yang dilakukan peneliti di RS Cibitung Medika Bekasi mengenai kepuasan pasien menunjukkan bahwa pada tahun 2020, terdapat 66 keluhan yang tercatat di bagian layanan pelanggan. Sebagai langkah awal, RS Cibitung Medika sendiri memiliki panduan komunikasi terapeutik sebagai acuan perawat dalam berkomunikasi dengan pasien.
Berdasarkan penelitian tersebut, peneliti meyakini bahwa komunikasi terapeutik perawat merupakan faktor penting yang menentukan kepuasan pasien. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang hubungan keterampilan komunikasi terapeutik perawat dengan kepuasan pelanggan di RSUD Cibitung Medika. Mengetahui hubungan keterampilan komunikasi terapeutik perawat dengan kepuasan pelanggan di ruang rawat inap RS Cibitung Medika.
Mengetahui distribusi frekuensi responden berdasarkan umur, jenis kelamin dan pendidikan di ruangan rumah sakit RS Cibitung Medika. Mengetahui hubungan keterampilan komunikasi terapeutik perawat dengan kepuasan pelanggan di bangsal rumah sakit RS Cibitung Medika C.
TINJAUAN PUSTAKA
Tinjauan Teori
- Komunikasi Terapeutik
Dalam hal ini perawat harus dapat memahami klien dengan mendengarkan apa yang dikatakan klien. Hal ini dimaksudkan agar pelanggan dapat mengungkapkan permasalahan dan perasaannya kepada mereka. kata-kata sendiri, sehingga memudahkan perawat dalam mengidentifikasi masalah. Hal ini dilakukan karena tujuan dari teknik ini adalah untuk memudahkan pelanggan dalam mengambil keputusan.
Batasan hubungan perawat-klien adalah menyadari bahwa hubungan yang dibina adalah hubungan terapeutik dan profesional. Jadi, kepuasan pasien merupakan respon yang ditunjukkan pasien terhadap pelayanan kesehatan yang diterimanya selama menjalani pelayanan kesehatan di institusi penyedia layanan kesehatan tersebut. Meskipun hal ini tidak penting dalam menentukan kepuasan pasien, institusi layanan kesehatan harus memperhatikan fasilitas ketika mengembangkan strategi untuk menarik konsumen.
Suasana yang tenang, nyaman, sejuk dan asri akan sangat mempengaruhi kepuasan pasien selama proses penyembuhan. Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk mengevaluasi kinerja staf keperawatan. Salah satunya dengan melakukan survei kepuasan pasien. Hubungan Komunikasi Terapi Keperawatan Dengan Kepuasan Pasien Menurut (Nursalam, 2016), keterampilan komunikasi merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi kepuasan pasien.
Kecepatan, daya tanggap dan kebaikan perawat merupakan faktor penting yang mempengaruhi kepuasan pasien, karena hal tersebut merupakan karakteristik dari produk pelayanan yang ditawarkan.
Kerangka Teori
Kerangka Konsep
METODE PENELITIAN
- Desain Penelitian
- Tahapan Penelitian
- RuangLokasi Penelitian
- Populasi dan Sampel
- Teknik Pengumpulan Data
- Metode Analisis Data
Pada penelitian ini dilakukan analisis univariat untuk mengetahui gambaran kemampuan komunikasi terapeutik perawat dan gambaran kepuasan klien. Pada penelitian ini analisis bivariat digunakan untuk mengetahui hubungan keterampilan komunikasi terapeutik perawat dengan kepuasan klien. Selanjutnya peneliti menyajikan data mengenai gambaran kemampuan komunikasi terapeutik perawat dan gambaran kepuasan klien di ruang rawat inap RS Cibitung Medika a) Deskripsi Karakteristik Responden.
Hasil survei menunjukkan bahwa berdasarkan karakteristik usia, sebagian besar responden berada pada rentang usia dewasa akhir; 13 responden (31%), berdasarkan karakteristik gender mayoritas responden berjenis kelamin perempuan sebanyak 25 responden (59,5%) dan berdasarkan karakteristik pendidikan mayoritas responden berpendidikan, sebanyak 23 responden berpendidikan SMA (54 0,8%). b) Deskripsi keterampilan komunikasi terapeutik perawat. Hasil survei menunjukkan bahwa sebagian besar responden menyatakan keterampilan komunikasi terapeutik perawat kurang baik, sebanyak 25 responden (40,5%) dan 17 responden lainnya (47,6%) menyatakan keterampilan komunikasi terapeutik perawat kurang baik. c) Deskripsi kepuasan klien Tabel 5. Responden yang menyatakan komunikasi terapeutik perawat kurang baik, sedangkan yang menyatakan sebagian besar tidak puas sebanyak 19 responden (76%).
Hasil analisis statistik menggunakan uji chi-square menunjukkan p-value = 0,000 < α = 0,05 sehingga H0 ditolak yang berarti ada hubungan antara keterampilan komunikasi terapeutik perawat dengan kepuasan pelanggan di ruangan rumah sakit. RS Cibitung Medika tahun 2021. Hasil survei menunjukkan sebagian responden menyatakan kemampuan komunikasi terapeutik perawat kurang baik yaitu sebanyak 25 responden (59,5%). Namun penelitian ini berbeda dengan hasil penelitian Rini Handayani (2019) yang menunjukkan bahwa sebagian besar responden yaitu 58,2% memiliki komunikasi terapeutik yang baik.
Hal ini sesuai dengan hasil penelitian keterampilan komunikasi terapeutik perawat yang sebagian besar klien katakan kurang baik. Hasil penelitian menyebutkan bahwa terdapat hubungan antara keterampilan komunikasi terapeutik perawat dengan kepuasan pelanggan di ruang rawat inap RS Cibitung Medika tahun 2021. Oleh karena itu, keterampilan komunikasi terapeutik perawat mempunyai peranan yang besar dalam menentukan kepuasan pasien.
Ada hubungan antara keterampilan komunikasi terapeutik perawat dengan kepuasan pelanggan di ruang rawat inap RS Cibitung Medika tahun 2021 (p=0,000). Hubungan komunikasi terapeutik perawat dengan kepuasan pasien di ruang rawat inap RSUD Dr. Rumah Sakit Umum Daerah. Hubungan Terapi Perawatan, Keterampilan Komunikasi Dengan Kepuasan Pelanggan Di Ruang Rawat Inap RS Cibitung Medika Tahun 2021”.
BIAYA DAN JADWAL PENELITIAN
Anggaran Biaya
Justifikasi anggaran biaya ditulis secara rinci dan jelas serta disusun sesuai format tabel 4.1 dengan komponen sebagai berikut.
Jadwal Penelitian
Berdasarkan hasil analisis pada tabel 4.4 terlihat bahwa responden yang menyatakan komunikasi terapeutik perawat baik sebagian besar merasa puas yaitu berjumlah 14 responden (82,4%). Klien yang ditangani oleh perawat dengan kemampuan komunikasi terapeutik yang baik berpotensi merasakan kepuasan 14,7 kali lebih besar dibandingkan klien yang ditangani oleh perawat dengan kemampuan komunikasi terapeutik yang buruk. Komunikasi terapeutik sangat penting dalam proses asuhan keperawatan, memiliki kemampuan komunikasi terapeutik yang baik akan memudahkan perawat dalam menjalin hubungan saling percaya dengan klien.
Komunikasi terapeutik yang baik akan memudahkan perawat dalam mencapai tujuan keperawatan yang telah ditetapkan sebelumnya. Selain itu komunikasi terapeutik dapat memberikan kepuasan profesional pada perawat dengan memberikan kebanggaan dan citra positif terhadap profesinya (Damayanti, 2010). Penelitian Tunjung Sri Yulianti (2019) menyatakan bahwa persepsi perawat merupakan faktor yang berhubungan dengan pelaksanaan komunikasi terapeutik.
Untuk memenuhi kepuasan klien, perawat tidak hanya memerlukan keterampilan komunikasi terapeutik, tetapi juga keterampilan klinis dan daya tanggap dalam merespons klien. Menurut peneliti, rendahnya tingkat kepuasan pasien pada penelitian ini disebabkan oleh kurangnya komunikasi terapeutik dari perawat. Kesimpulan penelitian adalah komunikasi terapeutik yang efektif berpengaruh terhadap kepuasan pasien terhadap pelayanan keperawatan.
Disarankan kepada institusi pendidikan untuk menjadikan penelitian ini sebagai bahan literasi dalam mengembangkan kemampuan komunikasi terapeutik pada mahasiswa keperawatan. Agar mahasiswa akan terampil dan terbiasa menggunakan komunikasi terapeutik dalam memberikan pelayanan kepada pasien. Disarankan agar penelitian ini dijadikan sebagai bahan evaluasi bagi RS Cibitung Medika Bekasi mengenai kemampuan tenaga perawat dalam melakukan komunikasi terapeutik dengan klien dan umpan balik klien terhadap kepuasan terhadap pelayanan keperawatan.
Kami menyarankan peneliti selanjutnya untuk mengetahui lebih jauh faktor-faktor yang mempengaruhi perawat dalam penerapan komunikasi terapeutik. Agar dapat mengkaji penyebab permasalahan komunikasi terapeutik yang buruk seperti beban kerja, rasio kepegawaian dan faktor lainnya. Hubungan komunikasi terapeutik perawat yang dirasakan keluarga pasien dengan tingkat kepuasan di ruang anak rumah sakit RSUD Dr. Adnaan WD Payakumbuh pada tahun 2019.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Gambaran Umum Lokasi Penelitian
RS Cibitung Medika merupakan rumah sakit umum swasta di Kecamatan Cibitung Wilayah Bekasi. Karena kebutuhan masyarakat akan rumah sakit, maka RS Cibitung Medika hadir hadir di tengah masyarakat untuk memberikan pelayanan dan penunjang kesehatan terbaik serta menawarkan solusi untuk membandingkan jumlah tempat tidur rumah sakit dengan jumlah penduduk Indonesia yang hanya berjumlah 6 orang. untuk populasi 10 ribu di sana. RS Cibitung Medika dibangun dengan paradigma mewujudkan rumah sakit dengan pelayanan yang berpusat pada pasien yang berkualitas dan peralatan medis yang canggih seperti CT-Scan, EKG, USG 4 Dimensi, Unit Bedah Elektro, Radiografi Komputasi, USG, Fisioterapi, dll. .
Hasil penelitian
Pembahasan hasil
Hasil survei menunjukkan bahwa dilihat dari karakteristik gender, mayoritas responden adalah perempuan yaitu sebanyak 25 responden (50%). Hasil survei ini sejalan dengan hasil survei Ardia Putra, (2013) yang menyatakan bahwa 47,4% responden berpendidikan SMA. Tingginya angka komunikasi terapeutik yang buruk pada penelitian ini disebabkan oleh kurangnya kesadaran perawat sendiri akan pentingnya komunikasi terapeutik dalam menjalin hubungan saling percaya dengan klien.
Mengetahui konsep komunikasi terapeutik saja merupakan tingkat pengetahuan yang paling rendah, yaitu pada tahap mengetahui, tidak menjamin individu akan bertindak sesuai dengan apa yang diketahuinya. Menurut peneliti perlu adanya bimbingan dan monitoring yang lebih ketat kepada perawat dalam pelaksanaan komunikasi terapeutik agar persepsi perawat terhadap pentingnya komunikasi terapeutik menjadi benar sehingga diharapkan komunikasi terapeutik dapat terlaksana dengan lebih baik lagi. Dalam penelitiannya disebutkan bahwa komunikasi yang disampaikan perawat dalam memberikan informasi sangat berpengaruh terhadap kepuasan klien dan keluarga.
Oleh karena itu keterampilan komunikasi khususnya komunikasi terapeutik sangat penting bagi perawat agar pasien merasa diperhatikan oleh perawat sehingga timbul rasa puas terhadap pelayanan yang diberikan (Handayani, 2019).
Keterbatasan Penelitian
Bagi STIKes Medistra Indonesia
Bagi Rumah Sakit Cibitung Medika
Bagi Peneliti Selanjutnya
Isikan data dibawah ini sesuai dengan data diri anda, tulis dengan jelas menggunakan huruf kapital.