PENDAHULUAN
Latar Belakang
Pembatasan sosial untuk mencegah penyebaran Covid-19 membuat sektor transportasi terus terpuruk atau terkontraksi di tahun 2020. Analisis financial distress sangat penting karena akan menggambarkan kondisi keuangan perusahaan transportasi yang terdampak pandemi Covid-19. Ada beberapa perusahaan transportasi yang terdaftar di BEI yang mencatatkan kerugian pada semester I 2020, terutama di masa pandemi Covid-19 karena kinerjanya sangat bergantung pada mobilitas masyarakat.
Sidomulyo Selaras juga mengalami penurunan pendapatan selama pandemi Covid-19 sehingga menimbulkan kerugian sebesar Rp32,19 miliar dari sebelumnya hanya Rp.
Rumusan Masalah
Berdasarkan fenomena permasalahan yang telah diuraikan di atas, maka untuk memprediksi kemungkinan terjadinya kebangkrutan suatu perusahaan maka penulis mengangkat judul: “Dampak Kinerja Keuangan Dalam Kondisi Financial Distress Pada Masa Pandemi Covid-19 Pada Perusahaan Transportasi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia ( BEI )". Total Asset Turnover Berpengaruh Terhadap Kondisi Financial Distress Pada Perusahaan Transportasi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2016-2020. Debt to Asset Ratio berpengaruh terhadap kondisi financial distress pada perusahaan transportasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2016-2020.
Return on Assets Berpengaruh Terhadap Financial Distress Pada Perusahaan Transportasi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2016-2020.
Tujuan Penelitian
Untuk mengetahui apakah Return On Assets berpengaruh terhadap permasalahan keuangan pada perusahaan transportasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2016-2020.
Manfaat Penelitian
TINJAUAN PUSTAKA
Tinjauan Teori
- Manajemen Keuangan
- Laporan Keuangan
- Analisis Laporan Keuangan
- Analisis Rasio Keuangan
Laporan keuangan merupakan laporan yang menunjukkan kondisi keuangan perusahaan saat ini atau dalam jangka waktu tertentu (Kasmir, 2019). Hasil analisis laporan keuangan juga akan memberikan informasi mengenai kelemahan dan kekuatan perusahaan. Analisis rasio keuangan adalah membandingkan angka-angka dalam laporan keuangan untuk mengetahui posisi keuangan suatu perusahaan dan mengevaluasi kinerja manajemen dalam jangka waktu tertentu.
Rasio keuangan merupakan kegiatan membandingkan angka-angka dalam rasio keuangan dengan cara membagi suatu angka dengan angka yang lain.
Hipotesis
METODE PENELITIAN
- Jenis Penelitian
- Lokasi dan Waktu Penelitian
- Jenis dan Sumber Data
- Populasi dan Sampel
- Metode Pengumpulan Data
- Definisi Operasional Variabel
- Metode Analisis Data
- Uji Hipotesis
Sedangkan nilai minimum financial distress pada tahun 2016 yang dimiliki oleh perusahaan BLTA adalah sebesar -43.97, dan nilai minimum pada tahun 2017 yang dimiliki oleh perusahaan BLTA adalah -52.89. Pengaruh Current Ratio (CR) terhadap Masalah Keuangan Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda pada penelitian ini diperoleh bahwa Current Ratio tidak berpengaruh terhadap masalah keuangan. Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda pada penelitian ini terlihat bahwa quick ratio berpengaruh negatif terhadap masalah keuangan.
Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda pada penelitian ini menunjukkan bahwa total aset turnover berpengaruh negatif terhadap financial distress. Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda pada penelitian ini menunjukkan bahwa rasio hutang tidak berpengaruh terhadap masalah keuangan. Pengaruh Rasio Return on Assets (ROA) terhadap Financial Distress Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda pada penelitian ini menunjukkan bahwa return on assets tidak berpengaruh terhadap financial distress.
Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap Financial Distress Pada Perusahaan Sektor Industri Dasar Dan Kimia Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. Pengaruh Hubungan Keuangan Terhadap Financial Distress (Studi Pada Perusahaan Transportasi Listed Indonesia Periode. Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Financial Distress Pada Perusahaan (Studi Pada Perusahaan Transportasi Listed Indonesia Periode 2016-2020).
Pengaruh rasio keuangan terhadap financial distress pada perusahaan ritel yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pengaruh rasio keuangan terhadap financial distress pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2013-2017.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Gambaran Umum Perusahaan
Berdasarkan piagam perusahaan, ruang lingkup kegiatan BBRM adalah di bidang angkutan laut, angkutan laut, agen angkutan laut, kiriman tunda laut, persewaan alat angkut, angkutan dalam negeri, jasa pengangkutan dan pengangkutan, pengangkutan minyak dan gas bumi, perwakilan penyewaan kapal dan transportasi laut. Misi menjadi perusahaan jasa transportasi dan logistik terbaik dalam hal pelayanan, kualitas dan kepuasan pelanggan. Berdasarkan anggaran dasar perusahaan, ruang lingkup kegiatan BLTA meliputi usaha di bidang pengangkutan dalam dan luar negeri dengan menggunakan kapal laut, termasuk namun tidak terbatas pada kapal tanker, tongkang, dan kapal tunda.
Saat ini BLTA bergerak di bidang jasa pelayaran/angkutan laut dengan konsentrasi angkutan muatan cair untuk wilayah Asia. Berdasarkan anggaran dasar perusahaan, ruang lingkup kegiatan CANI adalah di bidang pelayaran (transportasi laut). PT AirAsia Indonesia Tbk (“Perusahaan”) yang semula bernama PT Rimau Multi Putra Pratama Tbk didirikan pada tanggal 25 Juli 1989 dan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1989.
Berdasarkan anggaran dasar perusahaan, bidang kegiatan CMPP adalah di bidang angkutan darat, perbengkelan, perakitan suku cadang dan perdagangan umum. Visi menjadi maskapai penerbangan yang dapat diandalkan dengan menawarkan layanan berkualitas kepada masyarakat global dengan menggunakan keramahtamahan Indonesia. Berdasarkan anggaran dasar perseroan, bidang kegiatan perseroan meliputi lalu lintas udara, persewaan dan penyewaan, perdagangan, pemeliharaan, perwakilan dan agen niaga umum, serta jasa keamanan bandar udara.
PT Mitra Internasional Resources Tbk. 34;Perusahaan"), yang semula bernama PT Mitra Rajasa Tbk, didirikan pada tanggal 24 April 1979 dan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1979. Saat ini, MIRA bergerak dalam industri jasa transportasi darat dan melakukan investasi pada anak perusahaan yang bergerak di bidang jasa minyak, industri gas dan panas bumi.
Hasil Penelitian
Berdasarkan Nilai Maksimum Current Ratio tahun 2016 yang dimiliki perusahaan BLTA sebesar 0,89, Nilai Maksimum tahun 2017 yang dimiliki perusahaan BLTA sebesar 0,72, Nilai Maksimum tahun 2018 yang dimiliki oleh perusahaan BBRM sebesar 0,83, Nilai Maksimum tahun 2019 yang dimiliki oleh perusahaan BBRM perusahaan BBRM sebesar 0,93 dan Nilai Maksimum tahun 2020 yang dimiliki perusahaan MIRA sebesar 0,85. Sedangkan nilai minimum current rasio pada tahun 2016 yang dimiliki oleh perusahaan BBRM dan CANI adalah sebesar 0,17, nilai minimum pada tahun 2017 yang dimiliki oleh perusahaan BBRM adalah sebesar 0,09. Berdasarkan nilai Quick Ratio Maksimum tahun 2016 yang dimiliki oleh perusahaan BLTA sebesar 0,92, Nilai Maksimum tahun 2017 yang dimiliki oleh perusahaan BLTA sebesar 0,66, Nilai Maksimum tahun 2018 yang dimiliki oleh perusahaan BBRM sebesar 0,80, Nilai Maksimum tahun 2019 yang dimiliki oleh perusahaan BBRM perusahaan BBRM sebesar 0,92 dan Nilai Maksimum tahun 2020 yang dimiliki perusahaan MIRA sebesar 0,90.
Sedangkan nilai minimum quick rasio pada tahun 2016 yang dimiliki Perusahaan BBRM sebesar 0,16, nilai minimum tahun 2017 yang dimiliki Perusahaan BBRM sebesar 0,08. Berdasarkan nilai maksimum perputaran aset tahun 2016 yang dimiliki perusahaan MIRA sebesar 28,64, nilai maksimum tahun 2017 yang dimiliki perusahaan MIRA 32,52, nilai maksimum tahun 2018 yang dimiliki perusahaan MIRA sebesar 40,15, nilai maksimum yang dimiliki tahun 2019. perusahaan MIRA sebesar 37,28 dan nilai maksimum tahun 2020 yang dimiliki perusahaan BLTA sebesar 27,79. Sedangkan nilai minimum perputaran aset tahun 2016 yang dimiliki GIAA adalah 1,03, nilai minimum tahun 2017 yang dimiliki GIAA adalah 1,11.
Berdasarkan nilai maksimum Debt to Asset Ratio pada tahun 2016 yang dimiliki oleh perusahaan CANI sebesar 96,12, nilai maksimum pada tahun 2017 yang dimiliki oleh perusahaan CANI sebesar 105,12, nilai maksimum pada tahun 2018 yang dimiliki oleh perusahaan CMPP sebesar 128,20 , nilai maksimal pada tahun 2019 dimiliki oleh perusahaan CANI. Sedangkan nilai minimum total aset turnover pada tahun 2016 yang dimiliki oleh perusahaan MIRA adalah sebesar 38,39 dan nilai minimum pada tahun 2017 yang dimiliki oleh perusahaan MIRA adalah sebesar 38,82. Berdasarkan nilai maksimum return on assets tahun 2016 yang dimiliki oleh perusahaan GIAA sebesar 0,25, nilai maksimum tahun 2017 yang dimiliki oleh perusahaan MIRA sebesar -5,37, nilai maksimum tahun 2018 yang dimiliki oleh perusahaan BLTA sebesar 7,60, dan nilai maksimum pada tahun 2019 yang dimiliki oleh perusahaan MIRA sebesar -0,92 dan nilai maksimum tahun 2020 yang dimiliki oleh perusahaan BLTA sebesar -1,24.
Sedangkan nilai minimum return on assets tahun 2016 yang dimiliki BLTA adalah -16,79, dan nilai minimum tahun 2017 yang dimiliki BBRM adalah -40,11. Berdasarkan nilai maksimum financial distress tahun 2016 yang dimiliki GIAA sebesar -0.33, nilai maksimum financial distress tahun 2017 yang dimiliki GIAA sebesar -1.82, nilai maksimum nilai tahun 2018 yang dimiliki BBRM sebesar -2.57, puncak tahun 2019 yang dimiliki oleh BBRM CMPP sebesar 18,87 dan puncak tahun 2020 yang dipegang GIAA sebesar -4,78.
Pembahasan Hasil Penelitian
Namun berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Justika dan Novi (2021) yang menyatakan bahwa current ratio sebagai perhitungan rasio likuiditas mempunyai pengaruh terhadap financial distress. Namun berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Sitti Hawaria (2019) yang menyatakan bahwa quick ratio sebagai perhitungan rasio likuiditas mempunyai pengaruh positif terhadap financial distress. Penelitian ini memperoleh hasil penelitian yang serupa dengan Putri, Iskandar dan Rujiman (2020) yang menyatakan bahwa rasio solvabilitas yang diproksikan dengan debt to Asset Ratio (DAR) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap financial distress.
Hasil analisis pengaruh Current Ratio (CR) terhadap Financial Distress menunjukkan bahwa variabel Current Ratio tidak berpengaruh terhadap Financial Distress pada perusahaan sektor jasa transportasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2016-2020. Hasil analisis pengaruh rasio Quick Ratio (QR) terhadap Financial Distress menunjukkan bahwa variabel Quick Ratio berpengaruh negatif terhadap Financial Distress pada perusahaan sektor jasa transportasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2016-2020. Pengaruh Good Corporate Governance (GCG), Leverage, Profitabilitas dan Ukuran Perusahaan terhadap Financial Distress pada Perusahaan Consumer Goods yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
Analisis Rasio Keuangan Terhadap Kondisi Financial Distress Pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2008-2013. Analisis Rasio Keuangan Untuk Memprediksi Financial Distress Pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2014-2016. Dampak profitabilitas, likuiditas dan pertumbuhan penjualan terhadap financial distress pada masa pandemi Covid-19 pada perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di Indonesia.
Faktor-faktor yang mempengaruhi financial distress pada perusahaan properti dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Pengaruh Kinerja Keuangan Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Financial Distress Pada Perusahaan Properti Dan Real Estate Di Bursa Efek Indonesia.
PENUTUP
Kesimpulan
Hasil analisis pengaruh total aset turnover rasio (TATO) terhadap financial distress menunjukkan bahwa variabel total aset turnover berpengaruh negatif terhadap financial distress pada perusahaan sektor jasa transportasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2016 -2020 . Hasil analisis pengaruh debt-to-assets (DAR) terhadap financial distress menunjukkan bahwa variabel debt-to-assets tidak berpengaruh terhadap financial distress pada perusahaan sektor jasa transportasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2016. -2020 . Hasil analisis pengaruh rasio return on assets (ROA) terhadap financial distress menunjukkan bahwa variabel return on assets tidak berpengaruh terhadap financial distress pada perusahaan sektor jasa transportasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2016-2020 .
Saran
Analisis Z-score dalam mengukur kinerja keuangan untuk memprediksi kebangkrutan perusahaan transportasi yang terdaftar di BEI pada masa pandemi Covid-19. Pengaruh rasio keuangan dan ukuran perusahaan terhadap financial distress pada perusahaan subsektor transportasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2013-2016. Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan, Magister Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Sumatera Utara, Medan.
6 Indonesia Air Transport & Infrastructure Tbk IATA 7 Mitra International Resources Tbk MIRA Kilde: www.idx.co.id (data behandlet) 2022.