PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Apa dampak keterlibatan pengguna dalam proses pengembangan sistem pada sistem informasi informasi akuntansi pada PT PLN (Persero) di Makassar.
Tujuan Penelitian
Manfaat penelitian
Dari hasil diatas dapat disimpulkan bahwa keterlibatan pengguna dalam proses pengembangan sistem dapat mempersingkat waktu pengembangan sistem informasi. Artinya seberapa besar pengaruh keterlibatan pengguna dalam proses pengembangan sistem terhadap kinerja sistem informasi akuntansi pada PT. Ho : Tidak terdapat pengaruh keterlibatan pengguna dalam proses pengembangan sistem terhadap kinerja sistem informasi akuntansi.
Untuk mengetahui besarnya koefisien korelasi terhadap pengaruh keterlibatan pengguna dalam proses pengembangan sistem informasi akuntansi di PT. Dari hasil diatas dapat disimpulkan bahwa keterlibatan pengguna dalam proses pengembangan sistem dapat mempersingkat waktu pengembangan sistem informasi. Dari hasil di atas dapat disimpulkan bahwa keterlibatan pengguna dalam proses pengembangan sistem dapat meningkatkan sistem informasi yang berharga.
Kerja sama pengguna dalam pengembangan sistem informasi yang dibangun sangatlah penting, karena harus sesuai dengan keinginan pengguna. Selain itu keterlibatan pengguna dalam pengembangan sistem informasi akuntansi akan meningkat sehingga meningkatkan efisiensi sistem informasi akuntansi.
TINJAUAN PUSTAKA
Sistem Informasi Akuntansi
- Pengertian system
- Pengertian Informasi
- Pengertian Sistem Informasi
- Pengertian Akuntansi
- Pengertian Sistem Informasi Akuntansi
- Fungsi Sistem Informasi Akuntansi
- Tujuan Sistem Informasi Akuntansi
Sistem Informasi Akuntansi merupakan kumpulan (keutuhan) subsistem/komponen, baik fisik maupun non fisik, yang saling berhubungan dan saling berhubungan. Sistem informasi akuntansi adalah kumpulan berbagai dokumen, alat komunikasi, personel pelaksana, dan berbagai laporan yang dirancang untuk mengubah data keuangan menjadi informasi keuangan.” Sistem informasi akuntansi adalah komponen yang menyediakan informasi keuangan yang relevan dengan pengambilan keputusan oleh pihak eksternal (seperti misalnya inspektorat pajak, investor dan kreditor) dan pihak internal (khususnya manajemen) mengumpulkan, mengklasifikasikan, mengolah, menganalisis dan menggabungkan.
Tujuan yang sama pentingnya dari sistem informasi akuntansi adalah untuk menyediakan informasi yang diperlukan dalam proses pengambilan keputusan. Informasi yang dapat diperoleh dari sistem informasi akuntansi namun diperlukan dalam proses pengambilan keputusan biasanya berupa informasi kuantitatif yang tidak bersifat moneter dan data kualitatif. Melalui transaksi yang diproses, sistem informasi akuntansi umumnya menyediakan beberapa informasi yang diperlukan untuk pengambilan keputusan.
Kemampuan pengguna sistem informasi akuntansi menurut Robbins dalam Beriyaman Adventri (2008:42) dilihat dari: 1) Pengetahuan, 2) Kemampuan dan 3) Keterampilan. Dalam penelitian ini penulis hanya akan membahas: Pengaruh keterlibatan pengguna dan proses pengembangan sistem terhadap informasi akuntansi.
Lokasi dan Waktu Penelitian
Teknik Pengumpulan Data
Jenis dan Sumber Data
Populasi dan Sampel
Pada tahap awal dan akhir penulisan skripsi ini, penulis mengumpulkan berbagai literatur yang berkaitan dengan proposal melalui studi literatur. Lima belas) orang pegawai keuangan, 6 (enam) orang pegawai akuntansi dan 4 (empat) orang pegawai pajak. Ukuran sampel merupakan suatu langkah untuk menentukan besar kecilnya sampel yang akan diambil untuk melakukan penelitian terhadap suatu objek. Pengambilan sampel ini hendaknya dilakukan sedemikian rupa sehingga diperoleh sampel yang benar-benar dapat berfungsi atau dapat menggambarkan keadaan populasi yang sebenarnya.
Sampel dalam penelitian ini adalah pengguna sistem informasi akuntansi, departemen keuangan, akuntansi dan pajak PT. PLN (Persero) di Makasar. Berdasarkan uraian di atas maka sampel dalam penelitian ini berjumlah 25 (dua puluh lima) orang yang bekerja pada Bagian Keuangan, Akuntansi dan Pajak PT.
Metode Analisis Data
Apakah keikutsertaan pengguna sistem dalam pengembangan sistem informasi bisnis dapat memperluas wawasan pengguna dalam bidang komputer? Apakah tampilan sistem informasi pada perusahaan memudahkan pengguna dalam menggunakan sistem tersebut? Apakah keluaran (laporan) yang dihasilkan sistem informasi di perusahaan disajikan dalam format yang sesuai dengan kebutuhan?
Apakah sistem informasi perusahaan mampu memenuhi kebutuhan informasi perusahaan? Apakah sistem informasi di perusahaan menentukan batasan-batasan bisnis yang harus dikandung oleh sistem informasi?
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
Sejarah Singkat Perusahaan
Berikut tahun-tahun penting dalam sejarah ketenagalistrikan di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat. 1914: Pembangkit listrik pertama dibangun di Makassar dengan menggunakan mesin uap yang dioperasikan oleh lembaga bernama Electriciteit Weizen yang berlokasi di pelabuhan Makassar. 1925: Dibangun pusat pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berkapasitas 2 MW di tepian Sungai Jeneberang di kawasan Pandang-Pandang, Sungguminasa, dan baru bisa berfungsi hingga tahun 1957.
1946: Dibangun Pusat Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang berlokasi di bekas lapangan sepak bola Bontoala, dikelola oleh N. 1957: Kegiatan ketenagalistrikan di kota Makassar dinasionalisasi oleh pemerintah Indonesia dan dikelola oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) Makassar, namun wilayah operasionalnya hanya terbatas di Kota Makassar dan luar Kota Makassar antara lain Majene, Bantaeng, Bulukumba, Watampone dan Palopo, karena pusat produksi dikelola oleh PLN cabang luar kota dan distribusi PT. 1961: PLN Pusat membentuk unit PLN Eksploitasi VI dengan wilayah operasi meliputi provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara yang berkedudukan di Makassar.
01/PRT/1973 tentang Susunan Organisasi dan Pembagian Tugas Perusahaan Umum, PLN Eksploitasi VI diubah menjadi PLN Eksploitasi VIII. 23 Tahun 1994, status PLN Wilayah VIII berubah menjadi Persero, sehingga namanya pun berubah menjadi PT. Tahun 2001 Sejalan dengan kebijakan restrukturisasi sektor ketenagalistrikan, PT PLN (Persero) Wilayah VIII diarahkan menjadi Unit Bisnis Strategis/Pusat Investasi dan sebagai tindak lanjutnya, sesuai dengan Surat Keputusan Direksi PT PLN (Persero) no.01 .
PLN Wilayah VIII (Persero) diubah menjadi PT PLN (Persero) Unit Bisnis Sulawesi Selatan dan Tenggara 11.
VISI dan Misi PT.PLN (Persero) Wilayah Sulsel, Sultra dan Sulbar
Struktur Organisasi dan Pembagian Tugas
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Hasil Penelitian
Indikator yang digunakan dalam penelitian ini adalah hubungan partisipasi dalam pengembangan sistem dan hubungan antara pengguna, manajemen, dan pakar sistem informasi. Hal ini membuktikan bahwa mayoritas responden menjawab “Selalu”. dengan persentase sebesar 80% yang berarti keterlibatan pengguna dalam proses pengembangan sistem dapat meningkatkan hubungan antara partisipasi dalam pengembangan sistem dan hubungan antara pengguna, manajemen, dan pakar sistem informasi. Hal ini menunjukkan bahwa keterlibatan pengguna dalam proses pengembangan sistem dapat memperluas wawasan pengguna dalam bidang komputasi, memperluas wawasan pengguna dalam mengusulkan bagaimana dan sistem apa yang harus dibangun, serta menambah wawasan pengguna dalam menyumbangkan pemikiran dan tenaganya.
Dari hasil diatas dapat disimpulkan bahwa keterlibatan pengguna dalam proses pengembangan sistem dapat meningkatkan nilai sistem informasi, meningkatkan kepuasan pengguna, meningkatkan kepuasan bagi manajemen, meningkatkan kepercayaan dan. Dari hasil diatas dapat disimpulkan bahwa keterlibatan pengguna dalam proses pengembangan sistem dapat mengurangi biaya pemeliharaan. Analisis dampak keterlibatan pengguna dalam proses pengembangan sistem terhadap informasi akuntansi pada perusahaan PT PLN (Persero) dilakukan dengan menggunakan analisis regresi sederhana.
Analisis dilakukan berdasarkan nilai koefisien terstandar yang dihasilkan dari regresi antara keterlibatan pengguna dalam proses pengembangan sistem dan informasi akuntansi pada perusahaan PT. PLN (persero). Persamaan regresi berarti koefisien regresi keterlibatan pengguna dalam proses pengembangan sistem bernilai positif sebesar 0,913. Konstanta sebesar 44,910 menyatakan jika tidak ada perubahan nilai keterlibatan pengguna dalam proses pengembangan sistem maka nilai informasi akuntansi sebesar 44,910.
Hal ini menunjukkan bahwa keterlibatan pengguna dalam proses pengembangan sistem berpengaruh positif dan signifikan terhadap informasi akuntansi, sehingga meningkatkan keterlibatan pengguna dalam proses pengembangan sistem akan meningkatkan informasi akuntansi kerja karyawan. Nilai Adjusted R-square sebesar 0,510 sehingga keterlibatan pengguna dalam proses pengembangan sistem mampu menjelaskan hampir seluruh variasi variabel informasi akuntansi pegawai sehingga model regresi yang digunakan sudah sesuai atau baik. Berdasarkan nilai Adjusted R-squared juga dapat diartikan bahwa keterlibatan pengguna dalam proses pengembangan sistem dapat mempengaruhi informasi akuntansi sebesar 51%.
Nilai Fhitung lebih besar dari Ftabel (26,008 > 4,26), sehingga model regresi antara keterlibatan pengguna dalam proses pengembangan sistem dan informasi akuntansi pegawai adalah sesuai atau dapat dijelaskan. Nilai t-hitung keterlibatan pengguna dalam proses pengembangan sistem untuk informasi akuntansi sebesar 2,635, sedangkan untuk t-tabel dengan gambar. Nilai t-score lebih besar dari t-tabel (2,635>. Hal ini menunjukkan hipotesis diterima yang menyatakan terdapat pengaruh positif dan signifikan antara keterlibatan pengguna dalam proses pengembangan sistem terhadap informasi akuntansi.
Pembahasan
Apakah keikutsertaan pengguna sistem informasi di perusahaan dalam pengembangan sistem informasi dapat mempersingkat waktu pengembangan sistem? Dengan adanya peran serta pengguna sistem informasi dalam pengembangan sistem informasi di perusahaan, maka sistem informasi yang dibangun akan sesuai dengan keinginan pengguna. Apakah keikutsertaan pengguna sistem informasi dalam pengembangan sistem informasi di perusahaan justru menghasilkan sistem informasi yang lebih bernilai?
Apakah partisipasi pengguna sistem informasi dalam pengembangan sistem informasi di perusahaan dapat mengurangi biaya pemeliharaan sistem? Apakah informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi di perusahaan sesuai dengan kenyataan atau dengan kejadian yang sebenarnya terjadi? Apakah sistem informasi di perusahaan memberikan kebebasan dalam memilih informasi yang sesuai untuk setiap divisi?
PENUTUP
Kesimpulan
Saran
Apakah partisipasi pengguna sistem informasi dalam pengembangan sistem informasi perusahaan dapat memperluas pengetahuan manajemen di bidang komputer? Apakah partisipasi pengguna sistem informasi dalam pengembangan sistem informasi perusahaan dapat meningkatkan kepercayaan pengguna terhadap proyek pengembangan sistem informasi? Apakah partisipasi pengguna sistem informasi dalam pengembangan sistem informasi perusahaan dapat meningkatkan dukungan pengguna terhadap proyek pengembangan sistem informasi?
Dapatkah partisipasi pengguna sistem informasi dalam pengembangan sistem informasi perusahaan meningkatkan dukungan manajemen terhadap proyek pengembangan sistem informasi? Apakah sistem informasi yang dihasilkan perusahaan mendukung penyediaan informasi untuk pengambilan keputusan yang cepat?