TES PSIKOLOGI
1. TES WARTEGG
Tes Wartegg adalah tes menggambar proyektif, proyektif disini maksudnya adalah teknik yang diberikan melalui stimulus-stimulus ambigu dan tidak terstruktur. Tes ini
dikembangkan oleh psikolog Austria-Jerman bernama Ehrig Wartegg pada sekitar tahun 1920 dan 1930 an.
Tes ini kerap disebut dengan The Wartegg Zeichen Test atau The Wartegg Drawing Completion Test.
a. Bertujuan: Menggali kepribadian individu melalui tes gambar, dan untuk mengetahui kepribadian individu dilihat dari aspek organisasi dan struktur serta tingkat
kedinamisannya. Sampai saat ini tes Wartegg masih sering digunakan dalam proses seleksi karyawan karena dianggap mampu mengetahui kepribadian dari kandidat tersebut.
b. Ciri: Terdapat 8 kotak berukuran per 4cmx4cm, tiap kotak memiliki tanda cetak yang bentuknya seperti titik, garis, kotak kecil, dan melengkung.
c. Cara: peserta harus melanjutkan bentuk tanda cetak yang belum sempurna menjadi sebuah gambar sesuai yang diinterpretasi oleh peserta saat pertama kali.
d. Aturan: peserta tidak diperbolehkan menghapus, dikarenakan itu peserta harus mematangkan diri untuk berpikir menggambar apa.
e. Ciri lainnya tes wartegg:
- Menuliskan secara urut gambar mana yang paling cepat selesai.
- Kamu diharapkan menuliskan nomor urut yang sesuai dengan gambar yang bisa diselesaikan dengan cepat di luar kotak hitam.
- Kamu juga diharapkan menuliskan gambar mana yang paling mudah dan paling sulit.
- Kamu juga diharapkan menuliskan gambar yang paling disukai dan tidak disukai disertai dengan penjelasan atau alasannya.
f. Teori yang digunakan: Teori Gestalt. (manusia cenderung melihat suatu objek sebagai sekumpulan elemen yang dinilai serupa, mengenali pola-pola dan menyederhanakan imaji yang sebenarnya kompleks.)
g. Empat fungsi dasar:
Imagination
Bentuk fungsi dasar imajinasi dibagi lagi dalam dua aspek kepribadian yakni
Creative, individu kerap lebih menyukai hal-hal abstrak atau simbol-simbol filosofis atau emosional. Sayangnya bila berlebihan imajinasi ini bisa menjadi hambatan untuk
menyesuaikan diri dengan lingkungan.
Combining, tipe combining merupakan individu yang akan mengambil materi dari sekelilingnya kemudian diorganisir dan menghasilkan materi atau bentuk yang sesuai dengan dunia luar.
Intellect
Bentuk dari fungsi dasar intellect dicerminkan dalam dua aspek juga yaitu,
Speculative, artinya individu yang dimana teori lebih ditekankan daripada fakta.
Practical, sebaliknya individu tipe ini orientasinya lebih ditekankan pada fakta, penalaran induktif dan hal-hal yang konkrit.
Emotion
Fungsi dasar emotion ditekankan pada dua hal di antaranya,
Open atau outgoing adalah individu yang mudah berhubungan dengan orang lain.
Seclusive, ini adalah individu yang lebih fokus terhadap dirinya sendiri ketimbang terhadap dunia di luar dirinya.
Activity
Sementara activity terdiri dari dua sifat yaitu,
Controlled artinya individu tersebut lebih suka mengambil keputusan secara tegas untuk bertindak. Selain itu, mereka menyukai ketenangan dan keteraturan.
Dinamic, individu dengan sifat ini senang dengan hal-hal baru bersikap antusias dan berani. Bahkan mereka bisa melakukan banyak pekerjaan dalam waktu yang sama.
h. Analisis isian peserta:
Coretan, secara umum coretan atau guratan yang dibuat peserta mencerminkan kepekaan yang tidak memadai terhadap daya tarik dan ketidakpedulian terhadap tugas yang
dihadapi seseorang tersebut. Hal ini umumnya menyangkut masalah sosialisasi.
Tekanan, berat atau lembutnya tekanan serta dominasi sudut atau kurva dalam isian Tes Wartegg menentukan bagaimana permasalahan interpersonal dan kontrol atas perasaan dari seorang peserta
Abstraksi, secara umum bagian ini mencerminkan kecenderungan seseorang untuk menghindari tugas-tugas, permasalahan komunikasi, dan pemahaman mengenai sudut pandang orang lain.
Gambar, dalam hal ini identifikasi dilakukan dengan jenis gambar yang dipakai, entah alam. manusia, hewan, objek eksklusif atau benda mati. Gambar seseorang dapat menjadi identifikasi terhadap aktualisasi kecerdasan seseorang, hubungan interpersonal,
ketertarikan pada hal praktis dan realis, atau selera humor.
Simbol, pemberian simbol dalam Tes Wartegg juga dilihat sebagai sebuah reproduksi nilai dan gagasan dari seseorang yang dapat mengindikasikan keyakinan dan tujuan dalam diri seseorang.
2. TES VERBAL
Tes jenis ini disajikan dengan metode mengelompokkan kata, sinonim, antonim, analogi, acak kata, dan lainnya. Tes yang akan mengukur kemampuan pada pengetahuan dalam memahami sesuatu, terbagi menjadi: persamaan kata (sinonim), lawan kata (antonim), acak kata, analogi, pengelompokan kata.
a. Tes sinonim
Untuk mengukur Tingkat kewaspadaan dan kecermatan terhadap indikasi yang sama dan mirip, wawasan dan pengetahuan tentang kata-kata yang hamper sama.
Cara: mencari kata yang sama atau mirip dengan kata yang tersedia.
Contoh:
b. Tes antonim
Berisi soal tentang lawan.
Contoh:
c. Tes analogi
Untuk menguji kemampuan seseorang dalam mencari kata-kata yang setara dan saling berhubungan. Tes ini memerulkan daya nalar dan logika.
Perbandingan dapat berupa:
o Kata benda : kata sifat o Kata kerja : kata sifat o Kata : arti kata o Benda : guna benda
Prinsipnya ruas kiri dan ruas kanan harus mempunyai kesamaan pola/kesamaan hubungan.
Contoh:
3. Tes Numerikal
Berisi macam-macam numerical seperti angka, matematika dan logika. Terdiri dari: deret angka dan aritmatika.
4. Tes Pohon 5. Tes Koran