PENDAHULUAN
Perumusan Masalah
Studi awal menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi niat berpindah adalah tingkat kepuasan kerja, komitmen organisasi dan stres kerja.
Pertanyaan Penelitian
H4 : Kepuasan kerja, komitmen organisasi dan stres kerja secara simultan berpengaruh terhadap turnover turnover staff registrasi. Kepuasan kerja secara parsial berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Turnover Intention Staf Registrasi.
Tujuan Penelitian
Ruang Lingkup Penelitian
Berdasarkan uraian latar belakang di atas, permasalahannya adalah tingginya tingkat turnover di lingkungan staf pendaftaran. Penyebaran kuesioner dilakukan di gedung B Direktorat Pengkajian Obat dan Produk Hayati, serta Direktorat Pengkajian Obat Tradisional, Suplemen Makanan dan Kosmetika, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia yaitu beralamat di Jalan Percetakan Negara No.
Manfaat Penelitian
Komitmen organisasi mempunyai pengaruh negatif dan tidak signifikan secara parsial terhadap keinginan berpindah staf registrasi. Berdasarkan kesimpulan penelitian, stres kerja merupakan variabel yang berpengaruh signifikan terhadap turnover turnover.
TINJAUAN PUSTAKA
Motivasi
Kebutuhan akan rasa memiliki dan cinta, harga diri dan aktualisasi diri termasuk dalam kebutuhan yang lebih tinggi; Fisiologi dan rasa aman termasuk dalam kebutuhan tingkat bawah, namun semua tergantung pada masing-masing individu dalam menyikapi kebutuhan tersebut. Berbeda dengan pekerja tingkat tinggi, mereka akan merasa puas jika dapat memenuhi kebutuhan lainnya, seperti kebutuhan akan harga diri.
Turnover Intention
Beban kerja merupakan salah satu faktor kepuasan yang cukup kuat kaitannya dengan turnover karyawan. Secara empiris, ukuran perilaku niat untuk keluar atau tetap tinggal tampaknya menjadi salah satu prediktor terbaik pergantian karyawan di tingkat individu.
Kepuasan Kerja
Upah/uang tidak hanya membantu manusia untuk memenuhi kebutuhan dasar tetapi juga sebagai alat untuk memenuhi kebutuhan kepuasan pada tingkat yang lebih tinggi. Karyawan cenderung meremehkan manfaat yang mereka terima karena mereka tidak menyadari nilai finansial yang signifikan dari manfaat tersebut. Perusahaan/penyedia menggunakan kepentingan dan kepedulian pribadi terhadap karyawan, seperti menyelidiki seberapa baik karyawan bekerja; memberikan nasihat dan bantuan kepada individu dan berkomunikasi dengan rekan kerja secara pribadi dan dalam konteks pekerjaan.
Tim kerja yang kuat/solid, yang berperan sebagai sumber dukungan, kenyamanan, nasehat dan bantuan bagi individu anggota. Namun jika terjadi sebaliknya maka akan berdampak negatif terhadap kepuasan kerja individu anggota. Misalnya, pegawai yang dipromosikan berdasarkan senioritas seringkali merasakan kepuasan kerja, namun tidak sebanyak pegawai yang dipromosikan berdasarkan kinerja.
Komitmen Organisasi
Luthans menyatakan bahwa continuance covenant adalah perjanjian yang didasarkan pada kerugian yang terkait dengan keluarnya karyawan dari organisasi. Komitmen normatif adalah perasaan berkewajiban untuk tetap berada dalam organisasi karena memang terpaksa; Tindakan ini adalah hal yang benar untuk dilakukan. Pegawai yang mempunyai komitmen organisasional atas dasar emosional akan berperilaku berbeda dengan pegawai yang mempunyai komitmen organisasional secara terus-menerus.
Pegawai yang ingin menjadi anggota akan mempunyai keinginan untuk menggunakan usaha yang sejalan dengan tujuan organisasi. Sebaliknya pegawai yang terpaksa menjadi anggota ingin menghindari kerugian finansial dan kerugian lainnya, sehingga pegawai tersebut hanya akan melakukan upaya yang tidak maksimal. Sedangkan komitmen normatif yang berkembang sebagai hasil pengalaman sosialisasi bergantung pada sejauh mana rasa kewajiban karyawan.
Komitmen normatif menciptakan rasa kewajiban dalam diri karyawan untuk memberikan kembali apa yang telah mereka terima dari organisasi.
Stres Kerja
Stres adalah keadaan di mana individu menghadapi peluang, kendala atau tuntutan terkait dengan apa yang sebenarnya mereka inginkan dan hasilnya dianggap tidak pasti namun penting.4 Lebih khusus lagi, stres berkaitan dengan kendala dan tuntutan. Kendala merupakan kekuatan yang menghalangi individu untuk melakukan apa yang sebenarnya diinginkannya, sedangkan tuntutan adalah hilangnya sesuatu yang sangat diinginkannya 4 Stres kerja merupakan suatu keadaan atau kondisi ketegangan yang mempengaruhi perasaan, proses berpikir dan keadaan seseorang 13. Dari pernyataan diatas dapat dapat disimpulkan bahwa stres kerja merupakan suatu keadaan yang terjadi pada diri seorang pegawai akibat tuntutan pekerjaan dan ketidaksesuaian antara harapan dengan hasil yang dicapai.
Ketidakpastian lingkungan akan mempengaruhi perancangan struktur organisasi, hal ini juga mempengaruhi tingkat stres pada karyawan dalam organisasi. Tekanan untuk menghindari kesalahan atau menyelesaikan tugas dalam waktu terbatas, beban kerja berlebihan, atasan yang sangat menuntut dan tidak peka, . dan rekan kerja yang tidak menyenangkan adalah beberapa contohnya. Pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) sangatlah penting, mengingat SDM merupakan hal yang sentral dalam mencapai tujuan organisasi.8 Oleh.
Faktor-faktor tersebut adalah faktor organisasi, salah satunya adalah komitmen organisasi dan faktor individu, termasuk kepuasan kerja dan stres kerja.15 Turnover Intention merupakan permasalahan yang sering terjadi pada petugas registrasi, karena sebagian besar bekerja di luar kantor sehingga sering dilihat oleh banyak kompetitor. . kinerjanya dan akhirnya mereka menawarkan untuk berganti pekerjaan dengan kompensasi yang lebih menguntungkan dibandingkan perusahaan mereka sebelumnya.
Hipotesis
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepuasan kerja, komitmen organisasi dan beban kerja terhadap turnover turnover karyawan terdaftar perusahaan farmasi yang bekerja di badan POM. Berdasarkan hasil analisis data regresi ditemukan bahwa variabel kepuasan kerja secara parsial mempunyai pengaruh negatif terhadap turnover turnover. Berdasarkan hasil analisis regresi data ditemukan bahwa variabel stres kerja secara parsial mempunyai pengaruh positif terhadap turnover turnover.
Data ini sesuai dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa stres kerja mempunyai pengaruh langsung, positif, dan signifikan terhadap niat berpindah. Penelitian selama ini menunjukkan bahwa seluruh variabel dependen secara bersama-sama mempengaruhi turnover turnover.3 Berdasarkan hasil analisis data ditemukan bahwa variabel stres kerja mempunyai pengaruh yang signifikan. Pada saat yang sama, kepuasan kerja, stres di tempat kerja dan komitmen organisasi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap niat berpindah staf pendaftaran.
Analisis Pengaruh Stres Kerja dan Kepuasan Kerja Terhadap Employee Turnover Intention: Belajar di STIKES Widya Husada Semarang.
METODOLOGI PENELITIAN
Kerangka Konsep
Definisi Operasional Variabel
Metode kuantitatif digunakan untuk meneliti populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data menggunakan kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditentukan.17.
Jenis Penelitian
Lokasi dan Waktu Penelitian
Populasi dan Sampel
- Populasi
- Sampel
Penentuan besar sampel dapat didasarkan pada pertimbangan pribadi, termasuk pertimbangan biaya dan waktu, asalkan sampel tersebut cukup mewakili populasi. Karena keterbatasan sumber daya, tenaga dan waktu serta banyaknya populasi pengawas kasus yang bekerja di Badan POM, maka peneliti berencana menyebarkan setidaknya 70 kuesioner dalam penelitian ini. Subyek penelitian terdiri dari pegawai registrasi berbagai perusahaan farmasi yang mendaftarkan produknya ke Badan POM.
Teknik Pengumpulan Data
- Library Research
- Field Research
Rancangan Analisis
Variabel Turnover Intention mempunyai tiga dimensi yaitu Pikiran Keluar (PUK), Keinginan Mencari Lowongan (KUM) dan Keinginan Keluar Organisasi (KUMO). Nilai t hitung pengaruh kepuasan kerja terhadap turnover turnover adalah -0,949 sehingga < 1,998 sehingga dapat disimpulkan bahwa. Ho diterima sedangkan H1 ditolak yang berarti tidak terdapat pengaruh kepuasan kerja terhadap niat berpindah.. gt; 0,05, maka kepuasan kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap keinginan berpindah.
Nilai t hitung untuk pengaruh komitmen organisasi terhadap niat berpindah adalah -1,861 yaitu < 1,998 dan nilai sig 0,067 > 0,05. Jadi dapat disimpulkan dari sini. Nilai t hitung pengaruh stres kerja terhadap turnover turnover adalah 4,115 sehingga > 1,998 dan nilai sig 0,000 < 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak sedangkan H1 diterima yang berarti stres kerja mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap pengaruh stres kerja terhadap turnover turnover. berpengaruh pada niat berpindah. Hasil data ini sesuai dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa stres kerja mempunyai pengaruh langsung, negatif, dan tidak signifikan terhadap niat berpindah.3.
Komitmen Organisasional Berpengaruh Terhadap Turnover Intention Berdasarkan hasil analisis data regresi diperoleh bahwa variabel komitmen organisasional secara parsial mempunyai pengaruh negatif terhadap turnover turnover.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil Penelitian
Dari hasil grafik di atas diperoleh nilai mean pada dimensi Pemikiran untuk Keluar sebesar 2,9714, Keinginan Mencari Pekerjaan sebesar 3,0095, dan Keinginan untuk Keluar dari Organisasi sebesar 2,5476. Hasil grafik di atas menunjukkan bahwa nilai rata-rata dimensi Komitmen Afektif sebesar 2,4047, Komitmen Keberlanjutan sebesar 2,0476, dan Komitmen Normatif sebesar 2,4333. Variabel stres kerja terdiri dari tiga dimensi yaitu faktor lingkungan (FL), faktor organisasi (FO) dan faktor individu (FI).
Hasil grafik di atas menunjukkan nilai mean pada dimensi Faktor Lingkungan sebesar 2,1762, Faktor Organisasi sebesar 2,3095 dan Faktor Individu sebesar 3,6000. Hal ini sesuai dengan penelitian sebelumnya bahwa terdapat hubungan negatif yang kuat antara komitmen organisasi dengan intensi turnover karyawan, sehingga semakin tinggi tingkat komitmen organisasi pada karyawan maka semakin rendah tingkat intensi turnover.7. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa stres kerja mempunyai pengaruh. berbanding lurus positif terhadap turnover turnover, semakin tinggi stres kerja yang dialami karyawan, maka semakin besar keinginan turnover karyawan tersebut.6. Uji t digunakan untuk mengetahui apakah variabel terikat secara parsial mempunyai pengaruh nyata terhadap variabel terikat atau tidak.
Nilai R square sebesar 0,292 atau koefisien determinasi berarti 29,2% niat berpindah dipengaruhi oleh kepuasan kerja, komitmen organisasi dan stres kerja, dan sisanya disebabkan oleh variabel lain yang belum diteliti.
Pembahasan
Sedangkan hasil uji hipotesis menunjukkan H0 diterima, H1 ditolak dan nilai signifikansi lebih dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan hipotesis ditolak. Sedangkan hasil uji hipotesis menunjukkan H0 ditolak, H1 diterima dan nilai signifikansi kurang dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan hipotesis diterima. Berdasarkan hasil uji F menunjukkan bahwa kepuasan kerja, komitmen organisasi dan stres kerja bekerja sama.
Berdasarkan hasil tersebut, kemungkinan turnover turnover juga dipengaruhi oleh variabel lain seperti karakteristik pekerjaan, kualitas pekerjaan, masa kerja atau pendidikan. Faktor-faktor yang mempengaruhi keinginan berpindah karyawan teknis di organisasi teknologi informasi: Kasus di SDN XYZ (M). Hubungan Antara Turnover Intention Dengan Kepuasan Kerja, Prestasi Kerja, Pertukaran Anggota Manajerial, Kecerdasan Emosi Dan Komitmen Organisasi.
3 Jika saya mempunyai kesempatan untuk meninggalkan perusahaan ini, saya akan MENCARI LOWONGAN.
SIMPULAN DAN SARAN
Saran
Perusahaan harus memberikan kesempatan kepada pendaftar untuk mengikuti seminar dan pelatihan terkait pendaftaran, hal ini dikarenakan bidang pendaftaran erat kaitannya dengan peraturan yang sering berubah. Sehubungan dengan penelitian yang saya lakukan, dengan segala kerendahan hati sebagai peneliti saya mohon kesediaannya untuk ikut serta dalam penelitian ini dengan menjawab serangkaian pertanyaan beserta jawaban yang telah diberikan. Tujuan penelitian ini adalah menulis tesis untuk memenuhi syarat memperoleh gelar magister pada program magister Bisnis Farmasi Pascasarjana Universitas Pancasila.
Berikan tanda dan centang (√) pada kolom yang tersedia sesuai dengan penilaian Anda pada setiap pernyataan. 17 Kesempatan promosi dari perusahaan menambah semangat kerja saya 18 Saya puas dengan kesempatan itu. 21 Hubungan atasan dan karyawan sangat baik KEPUASAN TERHADAP REKAN KERJA 22 Rekan kerja saya dapat diajak bekerja sama.
39 Peralatan kantor yang saya perlukan untuk melakukan pekerjaan saya sering rusak atau tidak berfungsi. 40 Tugas yang harus saya laksanakan setiap hari sangat banyak sehingga sering membuat saya lelah.