• Tidak ada hasil yang ditemukan

TESIS Oleh: M. Fahli Zatra Hadi - ADOC.PUB

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "TESIS Oleh: M. Fahli Zatra Hadi - ADOC.PUB"

Copied!
310
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Identifikasi Masalah

4 Masih adanya persepsi siswa yang negatif terhadap konselor sekolah, sehingga siswa enggan menemui konselor sekolah. 5 Konselor sekolah perlu menginformasikan tentang tugas perkembangannya dengan baik, agar siswa berkembang ke arah yang positif.

Pembatasan Masalah

Perumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Sebagai sumbangsih pemikiran bagi khazanah intelektual psikologi pendidikan mengenai pemahaman konselor sekolah terhadap tugas perkembangan siswa dan layanan yang diberikan kepada siswa sekolah menengah. Konselor sekolah, sebagai masukan bagi konselor sekolah mengenai pentingnya peningkatan pemahaman terhadap tugas perkembangan siswa. Temuan penelitian ini selanjutnya dapat menjadi dasar penelitian selanjutnya mengenai pemahaman konselor sekolah terhadap tugas perkembangan siswa dan layanan yang diberikan kepada siswa sekolah menengah.

KAJIAN PUSTAKA

Tugas-Tugas Perkembangan Siswa

Mencapai kedewasaan dan pengembangan diri sebagai generasi muda yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Mencapai kedewasaan dalam sistem etika dan tata nilai untuk menjalani kehidupan sebagai individu, keluarga, masyarakat, serta bangsa dan warga negara. Mencapai kedewasaan dalam Sistem Etika dan Nilai Pedoman Hidup sebagai Individu, Anggota Keluarga, Masyarakat dan Bangsa serta Warga Negara.

Konselor sekolah

UU No. 20 Tahun 2003 menyebutkan bahwa “konselor adalah pendidik” dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 22 Tahun 2005 menyebutkan bahwa “konselor adalah pemberi layanan konseling di sekolah”. Arah pelaksanaan pembelajaran dan evaluasi hasil belajar adalah melakukan layanan bimbingan dan konseling, yaitu berbagai jenis layanan dan kegiatan penunjang konseling serta berbagai keterkaitan dan penilaiannya. Tugas konselor sekolah adalah mengenal siswa dengan karakteristik yang berbeda-beda, memberikan bimbingan individu, bimbingan dan bimbingan kelompok, memberikan bimbingan karir termasuk informasi pendidikan dan karir, penempatan, tindak lanjut dan penilaian, konsultasi dengan konselor bimbingan, semua sekolah staf. , orang tua, siswa, kelompok dan masyarakat.

Bimbingan dan Konseling

2 Program Semester, yaitu Program Bimbingan yang mencakup seluruh kegiatan dalam satu semester, yang merupakan penjabaran program tahunan. Pemahaman konselor sekolah tentang tugas perkembangan siswa sekolah menengah sangat berguna dalam bimbingan dan konseling. Artinya, konselor sekolah harus memiliki pemahaman tentang tugas perkembangan siswa, sehingga pelayanan yang diberikan konselor sekolah dapat tepat sasaran.

Penelitan yang Relevan

Dalam penelitian ini dijelaskan bahwa kualitas konselor melalui guru konselor Open Mindedness adalah sikap persepsi siswa terhadap konseling yang diberikan kepada siswa, sehingga dimungkinkan untuk meningkatkan perilaku efektif siswa dengan meningkatkan kualitas kemampuan. dari konselor. Juntika (1993) meneliti tentang kualitas hubungan guru-siswa dalam konseling dan hubungannya dengan perilaku siswa yang efektif, sebuah studi deskriptif-analitik tentang persepsi siswa terhadap pengguna layanan bimbingan dan konseling di beberapa SMA Negeri Kabupaten Bandung pada tahun 1993. / tahun ajaran 1994. Dalam penelitian ini dijelaskan bahwa penanganan masalah siswa oleh guru pembimbing berpengaruh signifikan terhadap perilaku efektif siswa, sehingga peningkatan perilaku efektif siswa dapat mencapai hal tersebut. untuk meningkatkan kualitas sikap guru pembimbing dalam konseling yaitu,

Kerangka Pemikiran

METODOLOGI PENELITIAN

Populasi

Definisi Operasional

Pemahaman Konselor Sekolah Terhadap Tugas Perkembangan Siswa Konselor sekolah yang memahami tugas perkembangan siswa bertanggung jawab untuk membimbing siswa secara individu agar memiliki kepribadian yang matang dan mengenali potensi dirinya secara utuh. Konselor yang memahami layanan adalah mereka yang memahami dimensi kliennya, hal ini membantu dalam menentukan bantuan apa yang akan diberikan, pemahaman konselor sekolah tentang layanan konseling pola 17+, dapat menentukan layanan apa yang akan diberikan dan apakah layanan tersebut diarahkan dengan tepat. terhadap tugas perkembangan siswa, sehingga turut menentukan sikap siswa dalam menghadapi pembimbing.

Pengembangan Instrumen

Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau kelompok tentang peristiwa atau fenomena sosial. Untuk mengukur tingkat kebaikan instrumen, peneliti melakukan uji coba instrumen dengan cara memberikan instrumen tersebut kepada 20 orang konselor sekolah pada pertemuan guru bimbingan dan konseling (MGBK) SMA se-Kabupaten Kuantan Singingi. Ketiga ahli tersebut menyatakan bahwa instrumen pemahaman konselor sekolah mengenai tugas perkembangan siswa dan layanan yang diberikan sudah sesuai dengan jaringan dan memadai, namun ada perbaikan kalimat dan bahasa serta pengurangan item karena ada kesamaan, sehingga artikel yang semula bernomor 40 menjadi 35 pasal.

Validitas adalah “seberapa jauh instrumen itu benar-benar mengukur apa yang ingin kita ukur” (A. Muri Yusuf, 2005b: 63). Hasil pengujian validitas dari 35 item pernyataan yang mengukur pemahaman konselor sekolah terhadap tugas perkembangan siswa dan layanan yang diberikan, setelah dibagikan ke MGBK Kuantan Sengingi secara umum dinyatakan valid. Reliabilitas mengacu pada sejauh mana suatu alat ukur secara tetap (konsisten) mengukur apa yang sedang diukur.

Muri Yusuf (1996, dalam Zuwwana) reliabilitas adalah “konsistensi atau kestabilan hasil suatu instrumen penelitian pada individu yang sama dan diberikan pada waktu yang berbeda.

Teknik Pengumpulan Data

Data yang diperoleh terdiri dari satu jenis data yaitu: wawasan konselor sekolah terhadap tugas perkembangan siswa dan layanan yang diberikan. Untuk mengetahui berapa persen konselor sekolah memahami tugas perkembangan siswa dan pelayanan yang diberikan dalam penelitian ini, maka akan diketahui dengan menggunakan rumus persentase sebagai berikut: (Sudijono. Dari hasil pengolahan data jawaban rata-rata sekolah diperoleh konselor sebagai responden pada Variabel Pemahaman Konselor sebesar 152,03.

Rata-rata nilai persentase jawaban responden sebesar 82,17% termasuk dalam rentang persentase jawaban yang tergolong dalam kategori “Mengerti”, sehingga dapat disimpulkan bahwa rata-rata konselor sekolah di Pekanbaru memahami tugas perkembangan siswa dan layanan yang ditawarkan. Dari kategori tersebut dapat disimpulkan bahwa konselor sekolah yang tergabung dalam dewan guru bimbingan dan konseling kota Pekanbaru memahami tugas pembinaan siswa dengan memperhatikan pelayanan yang diberikan kepada siswa sesuai dengan kebutuhan siswa. Nilai rata-rata persentase jawaban responden sebesar 82,17% termasuk dalam rentang persentase jawaban yang tergolong dalam kategori “Mengerti”, sehingga dapat disimpulkan bahwa rata-rata konselor sekolah di Pekanbaru memahami tugas perkembangan siswa dan layanan yang ditawarkan.

Konselor sekolah sebagai orang yang ahli dalam mendiagnosa kebutuhan tentu mampu membimbing siswa agar mampu memenuhi dan melewati tugas-tugas perkembangan. Artinya dengan kategori pemahaman tersebut maka konselor sekolah menjadi seorang spesialis yang memahami apa yang dibutuhkan siswa dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling. Analisis layanan bimbingan dan konseling yang menghitung persentase penggunaan layanan konseling untuk setiap tugas perkembangan siswa menunjukkan bahwa rata-rata konselor sekolah mampu mengidentifikasi dan melaksanakan setiap layanan yang diberikan untuk setiap tugas perkembangan siswa.

Penelitian ini membahas tentang pemahaman konselor sekolah terhadap tugas perkembangan siswa, adapun sasaran dalam penelitian ini adalah konselor sekolah yang tergabung dalam Bimbingan dan Konseling Guru Konsultasi SMA Negeri di Kota Pekanbaru. Konselor sekolah termasuk dalam kategori tugas dan pengembangan siswa tinggi/pemahaman dan layanan yang diberikan. Hasil penelitian yang dilakukan pada bimbingan dan konseling guru/konselor sekolah dengan gelar sarjana konseling sebagaimana dirinci pada Bab IV, menunjukkan hasil/pemahaman yang tinggi terhadap tugas perkembangan siswa dan pelayanan yang diberikan kepada siswa.

Meskipun pemahaman konselor sekolah dengan kualifikasi S1 BK termasuk dalam kategori tinggi/pemahaman, pendidikan tetap perlu diberikan pendidikan dalam posisi sebagai konselor sekolah (in-service training), seminar, pelatihan atau seminar yang berkaitan dengan tugas perkembangan siswa di pemberian layanan, agar bimbingan dan konseling pemahaman guru/konselor sekolah tentang tugas pembinaan siswa dan layanan yang diberikan semakin meningkat. Dengan demikian hal ini akan membantu konselor sekolah dalam mengimplementasikan konsep konseling dengan membuat program layanan yang ditawarkan kepada siswa yang berkaitan dengan tugas perkembangan siswa.

Tabel 3  Descriptive Statistics  Setiap Tugas Perkembangan
Tabel 3 Descriptive Statistics Setiap Tugas Perkembangan

Teknik Analisa Data

HASIL PENELITIAN dan PEMBAHASAN

Pembahasan

Keterbatasan Penelitian

KESIMPULAN dan SARAN

Implikasi

Pendidikan dalam jabatan konselor sekolah (in-service training), seminar, pelatihan atau workshop hendaknya dapat memperkaya konsep konselor sekolah di sekolah dan mampu mengaktualisasikan konsep tersebut dalam kegiatan praktik layanan konseling yang dilaksanakan. . Hal ini tentunya juga dibarengi dengan penciptaan iklim pendidikan dalam seminar, pelatihan atau workshop yang mengedepankan nilai-nilai dan persyaratan kepribadian konselor sekolah yang profesional yang memahami tugas dan fungsinya sebagai konselor sekolah. Bimbingan dan Konseling Konsultasi guru di SMAN Kota Pekanbaru sebagai lembaga serikat konselor sekaligus sebagai lembaga pendidikan bagi konselor sebaiknya juga lebih sering mengadakan seminar, pelatihan atau workshop mengenai konseling tugas perkembangan siswa dan memberikan pelayanan sesuai dengan tugas perkembangan siswa agar sekolah konselor dapat memberikan bimbingan sesuai dengan kebutuhan siswa dan memperoleh wawasan.

Saran

Penelitian ini dimaksudkan untuk memperoleh data atau informasi dalam rangka penyusunan disertasi sebagai tugas akhir studi Pascasarjana (S2) di Universitas Negeri Padang, instrumen ini menanyakan bagaimana “pemahaman konselor sekolah terhadap tugas perkembangan siswa dan layanan yang diberikan”, untuk Bapak/Ibu Pembimbing Sekolah ini diharapkan dapat memberikan jawaban sesuai dengan yang diketahui dan dipahami. Pada halaman berikutnya disajikan pernyataan yang menunjukkan tingkat pemahaman konselor terhadap tugas dan layanan perkembangan siswa yang sesuai dengan pernyataan tersebut. Sangat tidak pantas (STS): Jika pernyataan tersebut sangat tidak sesuai dengan pemahaman atau keadaan Anda.

Pernyataan nomor 1 di atas, misalnya jika menurut anda pernyataan tersebut sesuai dengan apa yang anda pahami, maka beri tanda pada kolom Sangat Sesuai, setelah itu lihat pada kolom pelayanan yang diberikan, jika menurut bapak/ibu beri centang pada kolom pelayanan apa sesuai tanda dengan pernyataan pada kolom Sangat Sesuai. Lakukan ini sesuai dengan apa yang Anda ketahui dan pahami tanpa melewatkan salah satu pernyataan di bawah ini. 5 Rasa hormat yang jujur ​​dan tulus terhadap pendapat teman sekelas penting untuk dimiliki siswa.

29 Memikirkan pilihan dan konsekuensi yang berbeda dalam mengambil keputusan merupakan sikap rasional yang harus dimiliki siswa. 34 Bersikap sopan dan baik kepada semua orang merupakan sikap yang harus dimiliki siswa 35 Mengembalikan segalanya dan. Pernyataan nomor 1 di atas, misalnya jika menurut bapak/ibu pernyataan sesuai dengan yang dipahami, maka beri tanda pada kolom Sangat Sesuai, setelah itu lihat kolom pelayanan yang diberikan jika menurut bapak/ibu beri tanda apa pelayanan sesuai dengan pernyataan dengan memberi tanda pada kolom Sangat Sesuai.

Lakukan sesuai dengan apa yang Anda ketahui dan pahami tanpa melewatkan pernyataan di bawah ini. 5 Menghargai pendapat sesama siswa dengan tulus dan ikhlas merupakan hal yang penting untuk dimiliki oleh siswa. 15 Memahami bahwa tujuan yang ingin dicapai akan selaras dengan keterampilan yang berguna dalam meningkatkan dan mengembangkan cita-cita siswa.

19 Penting bagi siswa untuk meningkatkan keterampilannya agar siswa nantinya dapat bekerja di bidang yang sesuai dengan kemampuan siswa. 29 Memikirkan berbagai pilihan dan konsekuensi dalam mengambil keputusan merupakan sikap rasional yang harus dimiliki siswa.

Gambar

Tabel 1  Populasi Penelitian
Tabel 3  Descriptive Statistics  Setiap Tugas Perkembangan

Referensi

Dokumen terkait

1 2 3 4 5 INSTRUMEN PENILAIAN RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN KONSELING INDIVIDUAL IPRPLKI Bimbingan Konseling Ketepatan perumusan tujuan layanan konseling Relevansi tujuan dengan