• Tidak ada hasil yang ditemukan

test cover juklak konservasi N revitalisasi 2018 5 cvrt - Kemdikbud

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "test cover juklak konservasi N revitalisasi 2018 5 cvrt - Kemdikbud"

Copied!
47
0
0

Teks penuh

Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Konservasi Bahasa dan Sastra ini merupakan pedoman bagi para konservator di lingkungan Badan Bahasa dan Pengembangan dalam melaksanakan konservasi bahasa dan sastra berdasarkan bidang tugasnya masing-masing. Secara keseluruhan, petunjuk teknis (juknis) dalam buku ini menjelaskan latar belakang, landasan hukum, tujuan, ruang lingkup dan indikator keberhasilan, serta perencanaan, pelaksanaan, pelaporan dan pemantauan kegiatan pelestarian bahasa dan sastra. Yang perlu mendapat perhatian dalam petunjuk teknis ini adalah informasi mengenai (1) koordinasi dan komunikasi antara pusat dengan balai atau lembaga bahasa, (2) mekanisme pelaksanaan setiap jenis kegiatan pelestarian bahasa dan sastra, dan (3) pelestarian bahasa dan sastra. pelaporan. konservasi sastra dari pusat atau biro bahasa hingga Pusat Pembangunan dan Perlindungan.

Dengan adanya pedoman teknis ini, kami berharap para pegiat konservasi dapat memahami misi, tujuan dan tujuan yang diharapkan, serta memiliki pemahaman bersama mengenai efektivitas dan keberhasilan pelaksanaan kegiatan konservasi bahasa dan sastra. Kami juga berharap dengan adanya juknis ini dapat menstimulasi strategi-strategi baru dalam penyelenggaraan pelestarian bahasa dan sastra. Strategi baru ini dapat (1) meningkatkan tugas pokok dan fungsi antara pusat dengan balai atau kantor bahasa, (2) meningkatkan hasil pelestarian bahasa dan sastra, dan (3) meningkatkan upaya pelestarian bahasa dan sastra agar dapat melestarikan bahasa dan sastra. akan berkualitas tinggi. dan hasil yang bermanfaat.

Konservasi : Upaya memelihara dan mengembangkan bahasa dan sastra agar tetap dapat dimanfaatkan dan dilestarikan oleh masyarakat yang memilikinya. Vitalitas: Vitalitas suatu bahasa dan sastra yang mengacu pada intensitas penggunaan dan keberadaannya dalam konteks sosial yang berbeda untuk tujuan tertentu. Pembimbing : kurator Pusat Pembangunan dan Perlindungan; yang mengarahkan, membimbing dan bertindak sebagai penghubung antara pusat dan daerah.

kepala pusat atau kantor bahasa; pejabat yang melakukan verifikasi dan validasi kegiatan pelestarian bahasa dan sastra.

Latar Belakang

Dasar Hukum

Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2014 tentang Pembinaan, Pembinaan dan Perlindungan Bahasa dan Sastra serta Peningkatan Fungsi Bahasa Indonesia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 157). Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 40 Tahun 2007 tentang Pedoman Kepala Daerah dalam Pelestarian dan Pengembangan Bahasa Negara dan Bahasa Daerah. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 54 Tahun 2015 tentang Rincian Tugas Satuan Kerja di Lingkungan Badan Pembinaan dan Pembinaan Bahasa.

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 77 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 20 Tahun 2012 tentang organisasi dan tata kerja kantor bahasa di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 11 Tahun 2018 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 12 Tahun 2018 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 22 Tahun 2015 tentang Rencana Strategis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan periode 2015-2019.

Tujuan

Sasaran

Ruang Lingkup

Indikator Keberhasilan

Perencanaan Kegiatan

Perencanaan Jenis Kegiatan

Konservasi Bahasa

  • Pemetaan Bahasa
  • Kajian Vitalitas Bahasa
  • Penyusunan Sistem Fonologi
  • Penyusunan Sistem Morfologi
  • Penyusunan Sistem Sintaksis
  • Penyusunan Sistem Aksara

Urutan prioritas bahasa yang disusun berdasarkan sistem fonologis dimulai dari prioritas bahasa yang berstatus kritis, terancam, menurun, rentan, dan aman. Penyusunan sistem morfologi merupakan pendokumentasian bentuk kata dan fungsi perubahan bentuk kata, baik fungsi gramatikal maupun semantik, berdasarkan hasil kajian morfologi. Penyusunan sistem sintaksis merupakan pendokumentasian frasa, klausa, dan kalimat yang termasuk dalam sistem pola kalimat, dengan segala bentuk dan unsur penyusunnya.

Pengembangan sistem tulisan merupakan pendokumentasian dan penyusunan sistem tulisan berdasarkan hasil kajian fonologi, morfologi, dan sintaksis.

Konservasi Sastra

Pemetaan Sastra

Kajian Vitalitas Sastra

Konservasi Manuskrip

Konservasi Sastra Cetak

Konservasi Sastra Lisan

  • Perencanaan Pelaksana Kegiatan
  • Perencanaan Alur Waktu Kegiatan
  • Perencanaan Anggaran
  • Pelaksanaan Kegiatan
    • Persiapan

Sinkronisasi kegiatan pelestarian bahasa dan sastra, termasuk sinkronisasi aspek keuangan dan administrasi antara Pusbanglin dengan pusat atau kantor bahasa. Simak saran kegiatan pelestarian bahasa dan sastra yang diberikan oleh Pusat atau Kantor Pelestarian Bahasa. Mengajukan usulan kegiatan pelestarian bahasa dan sastra yang telah disetujui oleh Kepala Pusbanglin selaku penanggung jawab untuk disetujui.

Mengirimkan proposal yang dilampiri TOR dan RAB kegiatan pelestarian bahasa dan sastra T+1 yang telah diverifikasi dan divalidasi oleh pengawas pusat atau kantor bahasa kepada Kepala Pusbanglin. Meningkatkan hasil verifikasi dan validasi usulan kegiatan pelestarian bahasa dan sastra yang disediakan oleh Pusbanglin. Laporkan saran perbaikan kegiatan pelestarian bahasa dan sastra kepada pengawas di pusat atau kantor bahasa.

Mengirimkan proposal kegiatan pelestarian bahasa dan sastra yang telah diverifikasi dan divalidasi oleh pengawas pusat atau kantor bahasa ke Pusbanglin. Melakukan verifikasi dan validasi terhadap usulan yang dilampirkan pada KAK f dan RAB untuk kegiatan pelestarian bahasa dan sastra T+1 (untuk tahun anggaran berikutnya), yang diajukan oleh kurator pusat atau kantor bahasa. Menerima berita acara persetujuan usulan kegiatan pelestarian bahasa dan sastra yang disetujui oleh Kepala Pusbanglin.

Anggaran yang berkaitan dengan kegiatan pendampingan, hasil seminar di Balai atau Biro Bahasa, keikutsertaan pelaksana kegiatan dalam seminar nasional dan standarisasi pelaksanaan pelestarian bahasa dan sastra serta kepentingan lainnya dialokasikan oleh Balai atau Biro Bahasa. Ada beberapa tahapan dalam pelaksanaan kegiatan konservasi bahasa dan sastra, yaitu (1) persiapan, (2) pengumpulan data lapangan, dan (3) pengolahan dan analisis data lapangan. Setelah merencanakan kegiatan pelestarian bahasa dan sastra, Pusat atau Kantor Bahasa melakukan pemantapan lokasi dan objek pelestarian bahasa dan sastra). Diagram alur II berikut ini menjelaskan peran fasilitator, pelaksana, dan pengawas, serta alur kerja persiapan dalam pelestarian bahasa dan sastra.

Verifikasi usulan lokasi kegiatan (tempat pelaksanaan) dan objek (bahasa dan sastra) yang akan dilestarikan, diajukan oleh konservator pada pusat atau kantor bahasa. Mengkoordinasikan usulan lokasi kegiatan (tempat pelaksanaan) dan barang (bahasa dan literatur) yang akan disimpan kepada pengawas di Balai atau Kantor Bahasa untuk verifikasi dan validasi. Tahapan persiapan yang harus dilakukan pada setiap jenis kegiatan pelestarian bahasa dan sastra adalah sebagai berikut.

Sistem Sintaksis

Sistem Aksara

  • Pengumpulan Data Lapangan

Memastikan tersedianya alat perekam audio dan audiovisual yang dilengkapi dengan baterai cadangan, power bank, dan kartu memori yang dapat digunakan dalam durasi minimal empat hingga tujuh jam. Pastikan tersedianya perlengkapan perekam visual, seperti kamera DSLR yang dilengkapi minimal 18 MP, tripod kamera yang dapat mengambil gambar secara vertikal, baterai kamera tambahan, laptop, kabel roll, penyimpanan data eksternal minimal 1 TB, kain hitam ukuran 1x1 m , kain meteran, sarung tangan karet/lateks, dan masker. Pastikan ketersediaan scanner portabel, laptop, memori data minimal 32 GB, masker dan sarung tangan karet.

Memastikan tersedianya alat perekam audio dan audio visual yang dilengkapi dengan tripod, baterai cadangan, powerbank, dan kartu memori yang dapat digunakan dalam durasi tujuh jam. Pendataan lapangan dilakukan oleh Balai konservator atau kantor bahasa dan didampingi oleh konservator Pusbanglin. Pelaksana dan asisten menyusun dan melaporkan hasil pendataan lapangan kepada pengawas di Balai atau kantor bahasa dan Pusbangli.

Pelaksana menyimpan hasil pendataan lapangan di Balai atau kantor bahasa dan memberikan salinan datanya kepada pendamping untuk disimpan di Pusbanglin. Selain ketentuan umum di atas, tahapan pengumpulan data lapangan untuk setiap jenis kegiatan konservasi berbeda-beda. Tahapan pengumpulan data lapangan yang akan dilakukan pada setiap jenis kegiatan pelestarian bahasa dan sastra adalah sebagai berikut.

Vitalitas Sastra

  • Pengolahan dan Analisis Data

Pastikan memperoleh izin dari pemilik/pemegang dokumen sastra cetak untuk pencatatan digital dan/atau perolehan dalam bentuk salinan cetak dan elektronik. 21 dan analisis data yang disepakati bersama kelompok dan tidak melebihi batas waktu tertentu. Kontraktor dan asisten wajib melaporkan kemajuan hasil pengolahan dan analisis data secara berkala, minimal sebulan sekali selama masa pengolahan dan analisis data kepada atasannya.

Operator dapat meminta pengawas untuk berpartisipasi dalam kegiatan atau memberikan bantuan khusus terkait pemrosesan dan analisis data, dengan biaya pelaksanaan ditanggung oleh Pusat atau lembaga bahasa. Berikut ini adalah diagram alur III yang menguraikan peran pendamping, pelaksana, dan pengawas, serta alur kerja pengolahan dan analisis data dalam pelestarian bahasa dan sastra. Meneruskan hasil pengolahan dan analisis data yang telah divalidasi untuk dilaporkan kepada Kepala Pusbanglin sebagai penanggung jawab.

Melakukan verifikasi dan validasi data hasil pengolahan dan analisis pelaksana, yang dikirimkan kepada fasilitator. Tahapan pengolahan dan analisis data yang akan dilakukan untuk setiap jenis kegiatan konservasi bahasa dan sastra adalah sebagai berikut.

Kajian Vitalitas Bahasa a. Menginput data kuesioner

Penyusunan Sistem Morfologi a. Mengklasifikasikan jenis morfem

Penyusunan Sistem Sintaksis a. Mengklasifikasikan kelas kata

Penyusunan Sistem Aksara

Kajian Vitalitas Sastra a. Menginput data kuesioner

Konservasi Manuskrip a. Mendigitalkan manuskrip

Konservasi Sastra Cetak

Konservasi Sastra Lisan

  • Pelaporan Kegiatan
    • Penyusunan Laporan
    • Penyerahan Laporan
    • Sistematika Laporan Akhir Kegiatan
  • Pemantauan dan Evaluasi

PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN RESERVASI BAHASA DAN SASTRA .. 25 sumber dan instrumen audiovisual yang dilengkapi oleh peneliti, informan dan responden. Fasilitator melakukan verifikasi terhadap draft laporan akhir kegiatan konservasi, termasuk materi presentasi seminar hasil konservasi dalam bentuk slide. Pelaksana dan asisten akan mempresentasikan rancangan laporan akhir kegiatan pada seminar regional tentang hasil konservasi yang melibatkan pemerintah daerah, tokoh masyarakat/pemanfaatan, peneliti dan aktivis bahasa dan sastra.

Pelaksana menyampaikan laporan setiap tahapan kegiatan konservasi (pengumpulan, pengolahan dan analisis data) dalam bentuk soft copy kepada pendamping yang disahkan oleh pengawas di Balai atau kantor bahasa. Pelaksana menyerahkan kembali rancangan laporan kegiatan kepada pendamping yang telah diperbaiki dan divalidasi oleh pengawas di Balai atau kantor bahasa. Fasilitator mengirimkan laporan hasil akhir kegiatan pelestarian bahasa dan sastra ke pusat/kantor yang divalidasi oleh pengawas di Pusbanglin.

Tahapan yang tidak terpisahkan dari kegiatan pelestarian bahasa dan sastra adalah kegiatan pemantauan, evaluasi dan tindak lanjut. Evaluasi pelaksanaan konservasi dilakukan untuk menilai efektivitas dan faktor-faktor lain yang dapat diperhitungkan dalam upaya perbaikan pelaksanaan kegiatan selanjutnya. Berdasarkan hasil pemantauan dan evaluasi serta penggalian data dan isu-isu strategis di daerah, dapat dirumuskan rencana tindak lanjut pelaksanaan pelestarian bahasa dan sastra di daerah.

Balai atau kantor bahasa dan pemerintah daerah menjadi sasaran utama ketika melakukan evaluasi dan pemantauan. Pusbanglin menyediakan petugas dan perangkat untuk memantau dan mengevaluasi pelaksanaan konservasi bahasa dan sastra di daerah. 29 Penyelenggaraan konservasi bahasa dan sastra di Indonesia yang berlangsung hingga saat ini dilaksanakan seluruhnya oleh Pusat Pengembangan dan Perlindungan dengan dibantu oleh pusat atau lembaga bahasa.

Dalam perkembangannya, sesuai dengan tugas fungsionalnya, Balai atau Dinas Bahasa mempunyai tugas melaksanakan kegiatan pelestarian, sedangkan Pusat Pembinaan dan Perlindungan berperan sebagai pengawas. Pusat Pembinaan dan Perlindungan lebih banyak menjalankan fungsi koordinasi, sedangkan Balai atau kantor bahasa lebih banyak menjalankan fungsi teknis pelestarian. Pedoman teknis (juknis) pelestarian bahasa dan sastra ini telah disusun untuk dilaksanakan baik oleh Pusat Pembinaan dan Perlindungan maupun oleh pusat atau kantor bahasa.

Petunjuk teknis ini akan terus dikembangkan dan disempurnakan agar penyelenggaraan pelestarian bahasa dan sastra di Indonesia dapat terlaksana secara maksimal. Hari ini, Kamis, 7 Februari 2019, telah dilaksanakan pembahasan usulan kegiatan pelestarian bahasa dan sastra di Kantor Bahasa Nusa Tenggara Timur yang dipimpin oleh Kepala Perlindungan, Dr.

Referensi

Dokumen terkait

Untuk bahasa yang sudah memiliki dokumentasi bahasa dan deskripsinya, konservasi dapat dilakukan oleh Badan Bahasa atau Balai/Kantor Bahasa bekerja sama dengan pemerintah daerah melalui