Dari kumpulan tulisan hikmah yang terbit setiap Jumat pagi di alamtara.co, inilah buku referensi mata kuliah Studies in Contemporary Sufism atau Studies in Social Practice. Terima kasih juga kepada Ang Rizal Anas, editor alamtara.co, yang telah mengumpulkan artikel-artikelnya.
MEMBACA DIRI PADA MOMEN TAHUN BARU
Di pergantian tahun dan seiring berjalannya waktu, bacalah dirimu secara utuh dan mendalam, kenali dirimu, renungkan dirimu, dan masuklah ke dalam dirimu sendiri, sehingga kamu sibuk memandang dirimu sendiri hingga tak sempat membaca orang lain. , apalagi berbicara dengan orang lain. Nasaruddin Umar, MA, jika seseorang suka menyalahkan orang lain, itu tandanya dia belum belajar.
MULIAKAN DIRI DENGAN MENGHARGAI KEBAIKAN ORANG
Menteri bergegas menuju kandang dan meminta izin kepada penjaga untuk merawat anjing-anjing tersebut. Oh Menteri, apa yang Anda lakukan pada anjing-anjing itu?” Menteri menjawab: “Saya melayani anjing-anjing ini selama 10 hari dan mereka tidak melupakan pelayanan saya.
DO IT AND FORGET IT!
Jangan sekali-kali seorang hamba menyebutkan amal yang telah dilakukannya untuk Tuhannya, karena menyebutkan amal sama dengan mengingatnya. Jangan sekali-kali seorang hamba berbangga dengan amalnya sendiri, sebab kesombongan juga merupakan bagian dari mengingat amal.
PEMBELAJARAN DARING BUKAN MEMINDAHKAN TUGAS GURU KEPADA
ORANG TUA
Kita melihat di lapangan, proses pembelajaran daring terkesan mengalihkan tugas guru kepada orang tua. Komunikasi yang baik antara orang tua dan guru dalam persiapan pembelajaran daring akan sangat membantu perkembangan belajar anak.
FALSAFAH TIDUR PANJANG
Artinya kalau seseorang baru meninggal seratus tahun, maka takaran waktu di dunia Barzakh belumlah seperempat hari jika kita menggunakan skala perasaan yang dialami Ashabul Kahfi. Masa tidur yang sangat lama di alam Barzak menjadi salah satu alasan mengapa masyarakat enggan menyambut proses kematian dengan optimisme.
BERTAQWALAH SEMAMPUMU
Komunikasi dari mulut ke mulut ini juga ada batas waktunya dimana anda tidak akan bisa berkomunikasi, maka selagi masih ada kesempatan, manfaatkanlah untuk berkomunikasi dengan baik, seperti membaca Al-Qur'an, memberi nasehat, mengucapkan kalimat tayibah. Ada kalanya juga mata kita tidak bisa melihat dengan sempurna, maka selagi masih ada kemampuan melihat, manfaatkanlah untuk mengamati, memperhatikan, dan membaca sebanyak-banyaknya.
SAAT TUHAN TIDAK TERTARIK DENGAN HARTA KITA
Pertama, orang-orang terpilih adalah orang-orang yang mempunyai hati seperti burung, “kal qalbitthair”, seperti hati burung (merpati). Orang yang hatinya seperti burung (merpati), kata Rasulullah, adalah orang yang hatinya berisi keselamatan.
KEAJAIBAN TIDUR
Potensi tersebut hendak ditaburkan Tuhan dalam diri ciptaan manusia agar manusia dapat mencapai tingkat kesempurnaan ciptaannya, yaitu menjadi makhluk yang pandai bersyukur kepada penciptanya. Tuhan tidak perlu khawatir akan memberikan kita potensi yang nihil, dan ketika kita tidak punya potensi, sebenarnya kita sudah berada di titik kesempurnaan sebagai makhluk-Nya, yaitu dengan menidurkan kita.
BELAJAR TIDAK MENJADI INKONSISTEN
Di tengah-tengah keyakinannya akan keberadaan Allah yang semuanya ada dan al-Qarib, orang-orang pada saat yang sama bahkan bangga pada diri mereka sendiri, sombong dengan posisi mereka, sombong dengan ketaatan mereka, sombong dengan pengetahuan mereka, sombong dengan mereka dengan mereka pengetahuan. Tuhan berbicara dengan wibawa “Innallaha la yughairru ma biqaumin hatta yughairru ma bianfusmin” Tuhan tidak akan bersemangat mengubah seseorang jika orang tersebut tidak berusaha mengubah dirinya.
MENYOAL SIFAT ASASI MANUSIA
Tugas berat yang harus kita selesaikan selama kita berkiprah di alam semesta adalah bagaimana kita berupaya mengubah sifat-sifat yang melekat pada diri manusia menjadi sifat-sifat yang mendekati sifat-sifat Allah dan Rasul-Nya, sehingga dapat dimasukkan ke dalam sifat-sifat Allah. menit, karena hanya alam yang mengandung unsur-unsur yang menunjukkan kedekatannya dengan alam Tuhan dan Rasul-Nya, yang dapat ditulis dan dibacakan dalam berita acara pengadilan Tuhan. Maka sebelum tiba saatnya kita beriman, sebelum datangnya penyesalan, muliakanlah seluruh aktivitas hidup ini dengan sifat-sifat yang mendekati sifat-sifat Allah dan Rasul-Nya, karena hanya dengan sifat-sifat itulah kita akan merasa tenteram. pengadilan Robbul Jalil yang adil dan sangat teliti.
KETIKA MUHAMMAD BERTAMU KE RUMAH KITA
Jika Muhammad SAW bertanya bagaimana caranya kita harus shalat berjamaah di setiap shalat wajib, bisakah kita menjawab sesuatu yang bisa membuatnya tersenyum? Apakah kini kita bisa membuktikan bahwa kita pantas menjadi generasi terbaik yang dibanggakan Nabi Muhammad SAW?
BERMAKSIAT DALAM HENING
Pernahkah kita meminta tangan kita untuk berdamai di atas kertas atau keyboard untuk sesuatu yang tidak boleh diketahui orang lain selain diri kita sendiri? Bisa jadi amalan tersebut tidak disadari dan menjadi jebakan yang tidak dipersepsikan sebagai amalan maksiat diam-diam sehingga mengurangi nilai amal shaleh yang kita lakukan.
IQRA’ KITABAKA: MEMBACA DIRI SEJAK DINI
Dan konon Allah akan menyusun penerima kitab itu menjadi tiga kelompok, yaitu kelompok dari mana Dia menerima kitab tersebut. Orang yang mengambil kitab karyanya dari arah yang benar, orang itu selalu membaca sendiri, membaca karya-karya yang telah ditulisnya dalam kitab karya semasa hidupnya.
BERNIAGA DENGAN TUHAN
Berbagi di jalan Tuhan artinya penulis tidak akan pernah sombong dan serakah, dan masih banyak lagi sikap bisnis lainnya. Bisnis yang merupakan warisan Nabi hingga saat ini sebenarnya masih hidup di masjid dan musala, masih ada salat berjamaah, masih ada tahlil dan dzikir, masih ada majelis taklim, masih ada usaha Al -Quran tadarus, masih ada baris-baris doa dan bisikan ayat di kursi, dan ada juga itikaf.
SILATURAHMI MAKROKOSMOS
Kita bisa membangun pemukiman dengan memanfaatkan bumi ini sebaik-baiknya dan menjunjung tinggi moralnya. Jangan lupa membuat saluran untuk aliran air. Kita bisa membangun rumah batu, rumah beton, dan rumah kaca. Untuk menegakkan moralitas, jangan lupa memberikan ruang bagi paru-paru bumi untuk menghirup udara.
MENJADI PEMILIH YANG CERDAS
Memilih itu selain menjadi sebuah kebutuhan dalam hidup, akan berbeda dengan harus memilih pemimpin yang tepat, karena memilih pemimpin bukan sekedar memihak pada orang yang kita anggap baik atau sangat baik, namun lebih untuk kemaslahatan rakyat. Tapi ingat, hasil pemilu yang akan kita selenggarakan menunjukkan kualitas kita sebagai pemilih, kualitas kita yang memilih pemimpin, bukan kualitas pemimpin yang terpilih, kualitas pemimpin yang terpilih akan dilihat dari angka, ada hasil dari kualitas pemimpin terpilih. pemilu telah melakukan kegiatan kepengurusan.
MENGHITUNG DIRI PADA PESTA DEMOKRASI
Orang yang beragama, terutama yang kuat iman dan tawakal, putus asa dan menyalahkan keadaan bukanlah cara yang mulia dan terhormat. Katakanlah: “Wahai Tuhan yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki.
TERKADANG TATKALA SAKIT MANUSIA ITU SEHAT
Terkadang ada rasa terkejut ketika kita menjumpai sikap-sikap yang tidak seharusnya dilakukan oleh orang-orang yang sehat jasmani dan rohani, padahal sikap dan perilaku tersebut adalah nyata. Orang-orang yang mempunyai sikap dan perilaku yang sombong, angkuh, pendendam, dengki, sombong, sombong, cuek dan antipati biasanya sadar akan adanya penyakit dalam tubuhnya dan disanalah orang-orang biasanya sadar akan kesalahan-kesalahan dari segala perbuatannya ketika mereka sedang sakit. sehat, di sinilah biasanya pikiran sehat masuk dan ingin menghapuskan segala perilaku buruk yang pernah dilakukan dihadapan alam semesta dan isinya.
IBU, PAHLAWAN PERADABAN
Uwais al Qarni tinggal bersama ibunya yang akhirnya menjadi orang yang tidak terkenal di bumi namun terkenal di surga. Dan pagi itu, Uwais, sang anak shaleh, berjalan penuh percaya diri melintasi gurun Sahara yang panas bersama ibunda tercinta.
PERGANTIAN TAHUN
MEMBACA KE DALAM DIRI
Oleh itu, budaya dan sunnah hidup ini bermakna bahawa pergantian tahun harus menjadi detik istimewa untuk bermuhasabah, berzikir dan bermuhasabah tentang apa yang telah kita lakukan pada tahun lalu. Inilah intipati makna pergantian tahun, kita diharapkan secara sukarela melakukan muhasabah diri dengan membaca diri kita kembali, untuk tahun yang telah berlalu: pertimbangkan kejayaan apa yang kita capai dan kegagalan apa yang kita miliki. mengukir.
SAJADAH: KAPLINGAN SURGA YANG DATANG LEBIH AWAL
Jadi Tuhan sebenarnya telah menempatkan ruang khusus itu pada benda-benda kecil dan sempit yang kita miliki. Berdiri dan bersimpuh di atas sajadah dengan segudang permasalahan hidup yang kita rasakan. Tuhan menunggu dengan sabar dan penuh kasih sayang hingga hamba-hamba-Nya datang dengan keyakinan kepada-Nya.
MEMAHAMI KEMATIAN, MENGHARGAI ARTI HIDUP
Allah merahasiakan cara-Nya membunuh hamba-hamba-Nya, baik karena penyakit, tertular virus atau wabah penyakit, terjatuh, bermimpi dalam tidur, kecelakaan, berkelahi, dan sebagainya. Tuhan merahasiakan tempat di mana kita akan meninggal, apakah di rumah, di rumah sakit, atau di pedesaan.
SATU BUKU BERBEDA HALAMAN
Maka dengan menyadari bahwa perbedaan adalah anugerah, akan membuat kita menemukan bahwa di dalam ciptaan Tuhan terdapat keindahan, keunikan, multi talenta dan multi ciptaan. Hal ini memudahkan kita yang ingin memikirkannya dan patut bersyukur kepada Tuhan atas perubahan ini.
QAWWAMUN: MENYOAL TANGGUNG JAWAB PEMIMPIN RUMAH TANGGA
Sambil menjaga istri dan keluarga yang kita pimpin dari api neraka, artinya kita sebagai kepala rumah tangga wajib membekali istri dan anak kita dengan amalan agama yang akan menyelamatkan mereka dari siksa neraka. Al Ishlah, membimbing dan mendidik istri dan keluarga pada jalan yang diridhai Allah, yaitu memperbaiki akhlaknya – agar istri dan anak yang keluar rumah kita adalah orang-orang yang berakhlak baik.
IBU, RAHIM PERADABAN
Apa yang ibu makan, apa yang ibu bisikkan dalam hati, apa yang ibu katakan, apa yang dia bayangkan, apa yang dia mahu, apa yang dia dengar, hingga apa yang ibu lakukan setiap masa dan setiap saat. Dengan ilmu anda layak menjadi madrasah pertama, lebih bijak dalam menghadapi semua situasi, lebih berhati-hati dalam menghadapi cabaran, lebih berdikari dalam menghadapi perkembangan dan lebih logik dalam memberikan rawatan.
MENJADI PRIBADI YANG SATU KATA DENGAN PERBUATAN
Salah satu ancaman-Nya ada pada ayat 61 ayat 3, “Kaburo maqtan indallahi antaqulu mala taf’alun”, Ada kebencian yang besar di mata Allah jika kamu mengatakan apa yang tidak kamu kerjakan. Apabila kondisi di atas terjadi pada diri kita, maka segeralah berbenah diri, kembalilah pada kesadaran bahwa penting untuk berdialog antara apa yang ada di hati, apa yang didengar secara lisan dan apa yang terlihat dalam tindakan, agar ketiga unsur tersebut seimbang. dimungkinkan untuk mewujudkan diri sebagai pribadi yang unggul hanya dengan label perkataan dan perbuatan saja.[].
BERIBADAH TANPA SYARAT
Rukuk dengan orang yang rukuk ikhlas, sujud dengan hati yang berserah kepada Tuhan semata-mata – tiada gangguan keperluan peribadi dan kumpulan, membaca Al-Quran pada waktu lapang kerana Al-Quran perlu dibaca – tiada mantera. Keletihan juga dilakukan kerana mudah dan menyenangkan dapat bercakap dengan Tuhan seorang diri dalam keheningan malam - dan bukan untuk memaksa Tuhan mengabulkan hajat kita.
LUPA, ANUGERAH INDAH DARI TUHAN
Berapa banyak orang yang gagal dalam usahanya - Jika tidak melupakan pengalaman pahit yang pernah dialami akibat kegagalan, mungkin banyak sekali di antara kita yang tidak bangkit bahkan menjadi kegagalan seumur hidup, melainkan karena melupakan pahitnya. pengalaman yang pernah kita alami. terjadi, lalu kita bangkit dan bahkan mungkin menjadi orang yang paling sukses. Berapa banyak orang yang tersakiti oleh perbuatan, perkataan, sikap dan tingkah laku saudara-saudaranya, jika mereka tidak melupakan perlakuan dan sikap buruk yang dideritanya karena kelakuan orang-orang disekitarnya, maka niscaya mereka akan membalas dendam. seumur hidupnya, menjadi seseorang yang tidak pernah dia tidak akan bersikap baik kepada orang lain, dia menjadi orang yang iri dan dengki sepanjang hidupnya.
SAFAR, MENAKAR BAIK DAN BURUK MANUSIA
Orang yang mempunyai sifat dasar pelit dan dermawan akan muncul dalam sebuah perjalanan. Jika ia pelit maka dalam perjalanan ia cenderung menganggap dirinya sedang ditemani, baik itu di dalam kendaraan, di ruang makan, di kamar tidur, dan sebagainya. di dalam. Bagi orang yang sifatnya rajin, dalam melakukan perjalanan akan menunjukkan sikap tidak berpangku tangan, tidak cuek terhadap keadaan, pandai melakukan sesuatu yang perlu dilakukan tanpa merasa iri terhadap orang lain.
KETIKA KEHIDUPAN MENUJU TITIK LEMAH
Telinga kita juga mempunyai batasan waktu untuk dapat mendengar, untuk dapat menangkap suara dengan jelas, untuk menangkap suara dengan jelas, untuk dapat menangkap bisikan. Kaki kita juga ada batas waktunya untuk bisa berdiri tegak menopang tubuh kita, ada kalanya lemas, tidak bisa berdiri tegak, tidak bisa menopang, tidak bisa melangkah kuat, dan ada kalanya mereka tidak dapat mendukung mereka.
JUJUR TERHADAP DIRI SENDIRI
Jangan tidak jujur terhadap kemampuan diri sendiri lalu mengambil keputusan seenaknya tanpa akal sehat, apalagi pertimbangan rasional. Jujur pada diri sendiri akan berpengaruh pada kesehatan kita, jujur pada keadaan pikiran akan menghindarkan kita dari stress, jujur pada hati akan membuat kita menjadi orang yang unggul dan paling bijaksana karena kita akan selalu menyikapi keadaan dengan bijak, melakukan segala sesuatu tanpa tekanan, hadapi sesuatu tanpa rasa iri, lakukan sesuatu tanpa rasa iri, bahkan kamu akan menjadi orang yang hatinya hanya dengan perbuatan dan hanya perkataan dengan perbuatan.
SALAH KAPRAH DALAM MENYIKAPI PERINTAH BERIBADAH
Kemudian nabi menjelaskan; “Muflis ialah orang yang datang pada hari kiamat dan merasa telah membawa amal yang banyak dan sempurna, tetapi ternyata amalnya kosong, Allah menurunkan nilai amal ibadah yang dilakukan dengan dosa sombong, takabbur. , dan kesombongan untuk membandingkan dan menilai amal ibadahnya dengan ibadah saudaranya.Jangan sesekali melakukan ibadah itu kemudian jadikan amalan kita sebagai patokan untuk menilai ibadah orang lain, seolah-olah ibadah kita adalah yang terbaik.
IMAM ORANG-ORANG MASBUK
Terdapat banyak ayat Al-Quran dan Hadis yang mengiklankan bahawa orang yang beriman harus berada di barisan hadapan dalam urusan agama. Taraf iman bukanlah masbuk, apatah lagi menjadi imam orang yang masbuk dalam amalan agama.
KETIKA FUNGSI DINAMIS LISAN KITA DIRENGGUT
Pernahkah kita berpikir bahwa fungsi dinamis yang Tuhan berikan pada bahasa hanya sebatas hidup di dunia yang penuh dengan lelucon dan permainan. Ketika kamu sampai pada ruangan yang tidak ada canda dan permainannya (baca: barzah dan hisab).
RAMADAN: GERAKAN REVOLUSI MENTAL
Dalam kehidupan kita di luar bulan Ramadhan, boleh dikatakan kita sering ingkar, sering lalai atau mengabaikan konsep kebenaran yang disyariatkan Allah melalui Rasul-Nya. Sebaik sahaja Ramadan tiba, semua elemen yang sering kita abaikan dan abaikan direvolusikan secara mendadak melalui Ramadan.
RAMADAN: REST AREA
Jadi, Ramadhan bisa menjadi tempat istirahat sejenak dari perjalanan panjang aktivitas fisik, pikiran dan hati untuk kemudian melanjutkan perjalanan lagi selama sebelas bulan ke depan. Demikianlah Ramadhan, dengan aktivitas ibadah siang dan malam yang diutamakan kepada Allah, akan menjadi tempat peristirahatan bagi orang-orang mukmin dari berbagai cabang aktivitas fisik, mental, dan hati serta perjalanan selama sebelas bulan.
RAMADAN: RELASI HARMONIS DENGAN TUHAN
Ingatlah bahwa hidup ini dinamis dan terus berkembang, ada kalanya kita perlu kembali dan mengeksplorasi diri sebagai makhluk yang selalu mengembara sepanjang waktu. Puasa yang mengiringi panggilan Tuhan yang istimewa dan indah ini adalah untuk menguji keimanan kita agar selalu taat, tidak bimbang dan tidak bernegosiasi dengan Tuhan mengenai kewajiban yang telah diperintahkan.
RAMADAN: BERDAMAI DENGAN DIRI SENDIRI
Ramadhan hadir dengan risalah puasa yang mengajak Anda berdamai dengan diri sendiri untuk membuka hati seluas-luasnya untuk memaafkan setiap kesalahan. Ramadhan menjadi pusat kehidupan kita, menuntun kita untuk berdamai dengan diri sendiri sehingga kita mampu beramal shaleh dalam beribadah dan dalam menjalankan aktivitas sosial dan kemanusiaan.
TROPI TAQWA UNTUK ALUMNI RAMADAN
Ingatlah bahwa kita ingin menjadi hamba Allah yang sejati, hanya “sami’na wa atho’na”, mendengarkan dan menaati segala perintah Allah. Sikap “sami’na wa atho’na” ini sangat-sangat misterius, kerahasiaannya tidak dapat diungkapkan oleh orang lain, yaitu sikap hati, pikiran dan perilaku.
BAGAI MERAJUT KAIN DAN MENGURAINYA KEMBALI
Seperti kisah seorang wanita memintal benang yang patut kita renungkan untuk memperkuat komitmen kita dalam ketaatan kepada Allah setelah Ramadhan. Pada suatu ketika, seorang wanita bernama Rithah dari Bani Ma'zum, yang cantik dan kaya raya, dilamar oleh seorang pria dari keluarga miskin, namun sangat tampan.
TATKALA AL-AQSHA DIGANGGU KEWIBAWAANNYA
Namun pernahkah kita menyadari dan mempertanyakan keberadaan dan kontribusi kita terhadap peristiwa Al Aqsa yang tak ada habisnya? Ini merupakan i'tibar bagi kita untuk menjadi pembelajaran penting, khususnya dalam menyikapi situasi Al Aqsa yang sedang diganggu otoritasnya di Palestina.
DI BAWAH PENGASUHAN GADGET
Tumbuh kembang anak saat ini lebih dominan pada perawatan alat dibandingkan perawatan orang tua. Ketika orang tua meninggalkan rumah dalam waktu lama, anak tidak lagi merasa cemas.
BAGAIMANA MEYAKINI TUHAN TANPA BATAS RUANG DAN WAKTU?
Begitu pula keimanan kita kepada Tuhan Yang Maha Mendengar, kita begitu percaya diri ketika berada dalam ruang aktivitas yang mulia, seperti ketika kita menyampaikan pesan-pesan moral kepada orang lain, ketika kita melakukannya. Pertanyaannya, mengapa ketika kita berada dalam ruang kebaikan, kita benar-benar yakin bahwa Tuhan maha melihat, maha mendengar, maha mengetahui, dan maha kuasa.