TIGA CARA MENSYKURI NIKMAT KEMERDEKAAN
ٌٌٌدٌيٌٌِد ٌٌَشٌٌَل ٌيٌٌِبٌاٌٌَذٌٌَع ٌٌّنٌِإ ٌٌْمٌٌُت ٌٌْر ٌٌَفٌٌَك ٌٌْنٌِئٌٌَلٌٌَو ٌٌْمٌٌُكٌٌّنٌٌَدٌيٌٌِزَ ٌَل ٌٌْمٌٌُت ٌٌْرٌٌَك ٌٌَش ٌٌْنٌِئٌٌَل ٌٌْمٌٌُكٌٌّب ٌٌَر ٌٌَنٌٌّذٌَأٌٌَت ٌٌْذٌِإٌٌَو ۖۖ
Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".
Cara Bersyukur kepada Allah yang Benar
“Syukur hakekatnya adalah ketaatan”, demikian ulama menggambarkan secara ringkas bagaimana bersyukur kepada Allah yang benar. Lebih lanjut ulama menjelaskan perincian bentuk bersyukur kepada Allah dengan benar. Bersyukur itu ditunaikan dengan tiga bentuk: dengan hati, lisan dan anggota tubuh lahiriah.
1.Syukur kepada Allah dengan Hati
Syukur kepada Allah dengan hati adalah seorang hamba mengakui dengan hatinya bahwa hakekatnya hanya Allah-lah, Sang Pemberi nikmat, baik berupa nikmat batin maupun nikmat lahir. Seorang hamba mengakui dalam hatinya bahwa nikmat Allah itu bisa sampai kepadanya hakekatnya tanpa daya upaya yang sebanding dengan nikmat-Nya, dan ia merasa tidak pantas mendapatkannya. Semua nikmat itu hakekatnya milik Allah yang diamanahkan kepadanya untuk digunakan beribadah dan taat kepada-Nya semata. Dalil keyakinan hati di atas adalah firman Allah Ta’ala :
ِهّللا َنِمَف ٍةَمْعِن ْنِم ْمُكِب اَمَو ﴾
Dan apa saja nikmat yang ada pada kalian, maka dari Allah-lah (asalnya). [An-Nahl : 53]2.Syukur kepada Allah dengan Lisan
Syukur kepada Allah dengan lisan adalah dengan memuji Allah atas nikmat-Nya, mengingat nikmat-Nya dan menghitung-hitungnya serta menampakannya.
Dalil bersyukur kepada Allah dengan lisan adalah firman Allah Ta’ala :
ْثّدَحَف َكّب َر ِةَمْعِنِب اّمَأَو
Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu siarkan. [Adh-Dhuha : 11]3.
3.Syukur kepada Allah dengan anggota tubuh lahiriah
Bersyukur kepada Allah dengan anggota tubuh lahiriah adalah dengan hanya menggunakan nikmat-Nya untuk taat kepada Allah dan tidak menggunakannya untuk bermaksiat kepada-Nya dan tidak pula untuk kesia-siaan.
Dalil bersyukur kepada Allah dengan anggota tubuh lahiriah adalah firman Allah Ta’ala :
ُروُك ّشلا َيِداَبِع ْنِم ٌليِلَقَو ا ًرْك ُش َدوُواَد َلآ اوُلَمْعا ۚ
Bekerjalah hai keluarga Daud untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang berterima kasih. [Saba’ : 13].
Dahulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat malam sampai pecah-pecah telapak kaki beliau dan beliau bersabda:
؟ًاروكش ًادبع نوكأ نأ بحأ لفأ
“Apakah saya tidak ingin menjadi hamba yang banyak bersyukur?” [Muttafaqun
‘alaih].
Allah Ta’ala menyebut dalam ayat di atas amalan perbuatan sebagai bentuk syukur, demikian pula dalam hadits di atas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan bahwa bentuk syukur beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah dengan menjaga pelaksanaan shalat malam dengan baik.
Maka mari kita syukuri nikmat batin dan lahir yang kita dapatkan dari Allah Ta’ala dengan terus meningkatkan peribadatan dan ketakwaan kepada-Nya dan menjauhi kemaksiatan, baik dengan hati, lisan maupun anggota tubuh lahiriah.
Betapa malunya kita kepada Allah seandainya kenikmatan demi kenikmatan yang kita dapatkan justru kita gunakan untuk kemaksiatan kepada Allah Ta’ala sehingga semakin jauh dari-Nya!
Allah Ta’ala berfirman :
ُروُك ّشلا َيِداَبِع ْنِم ٌليِلَقَو Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang berterima kasih. [Saba’ : 13].
َهللﺍ ِرُك ْشَي َمل َﺱاّنلﺍ ِرُك ْشَي ْمَل ْنَمَﻭ
Siapa yang tidak mensyukuri manusia maka dia tidak mensyukuri Allah . (HR. Abu Daud dan At-Turmuzi).
1. Nikmat kemerdekaan adalah anugerah Allah
Dalam pembukaan UUD 1945 sudah di jelaskan “ Atas berkat Rahmat Allah”
TIGA CARA MENSYKURI NIKMAT KEMERDEKAAN
Pengakuan yang semacam ini adalah bagian dari rasa syukur kepada Allah Kita bangga terhadap pahwalan yang telah memperjuangkan kemerdekaan adala para leluhur yang religius dan bertauhid. Mereka sadar benar bahwa kemerdekaan adalah atas rahmat yang Allah berikan.
2. Mengisi Alam Kemerdekaan dengan cara melakukan apa saja yang baik untuk bangsa ini
Pendidikan Ekonomi Sosial Budaya
3. Banyak Memuji Allah