• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Analisa Kasusnya

Fatah Abqari

Academic year: 2023

Membagikan " Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Analisa Kasusnya"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

1. Sebut dan jelaskan Proses, cara&tujuan dlm konsep TPPO Jawab

a. Proses TPPO

1) Perekrutan, Perekrutan adalah tindakan yang meliputi mengajak, mengumpulkan, membawa, atau memisahkan seseorang dari keluarga atau komunitasnya (Pasal 1 angka 9)

2) pengangkutan, 3) penampungan,

4) pengiriman, Pengiriman adalah tindakan memberangkatkan atau melabuhkan seseorang dari satu tempat ke tempat lain (pasal 1 angka 10)

5) pemindahan, atau 6) penerimaan.

b. Cara TPPO

1) ancaman kekerasan, Ancaman Kekerasan adalah setiap perbuatan secara melawan hukum berupa ucapan, tulisan, gambar, simbol atau gerakan tubuh, baik dengan atau tanpa menggunakan sarana yang menimbulkan rasa takut atau mengekang kebebasan hakiki seseorang (Pasal 1 angka 12)

2) penggunaan kekerasan, Kekerasan adalah perbuatan secara melawan hukum, dengan atau tanpa menggunakan sarana terhadap fisik dan psikis yang menimbulkan bahaya bagi nyawa, badan, atau menimbulkan terampasnya kemerdekaan seseorang (Pasal 1 angka 11)

3) penculikan, penyekapan, 4) pemalsuan,

5) penipuan,

6) penyalahgunaan kekuasaan atau posisi rentan, diartikan sebagai suatu keadaan yang didalamnya terdapat ketidakseimbangan status/kedudukan antara dua pihak (yaitu korban dan pelaku). Pihak yang lebih tinggi memiliki kekuasaan dibanding pihak lainnya yang memiliki kedudukan lebih rendah atau berada dalam posisi rentan (misal: majikan dan buruh). Pihak yang memiliki kekuasaan, menyalahgunakan kekuasaannya untuk memegang kendali atas kerentanan orang lain untuk tujuan mengeskploitasi orang tersebut

7) penjeratan utang atau memberi bayaran atau manfaat, Penjeratan Utang, diartikan sebagai perbuatan menempatkan orang dalam status atau keadaan menjaminkan atau terpaksa menjaminkan dirinya atau keluarganya atau orang-orang yang menjadi tanggung jawabnya, atau jasa pribadinya sebagai bentuk pelunasan hutang (pasal 1 angka 15)

c. Tujuan

Tujuan akhir dari perdagangan orang, baik dalam Protocol Palermo maupun dalam Undang- Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang adalah eksploitasi yang bermakna tindakan dengan atau tanpa persetujuan korban yang meliputi, tetapi tidak terbatas pada pelacuran; kerja atau pelayanan paksa; perbudakan atau praktik serupa perbudakan; penindasan, pemerasan, pemanfaatan fisik, seksual, organ reproduksi, atau secara melawan hukum memindahkan tenaga atau mentransplantasi organ dan/atau jaringan tubuh atau memanfaatkan tenaga atau kemampuan seseorang oleh pihak lain untuk mendapatkan keuntungan, baik materiil maupun imateriil

(2)

2. Jelaskan Indikator adanya TPPO Jawab

Bukan merupakan unsur, tetapi dapat membantu dalam mengenali dan menentukan apakah suatu peristiwa berpeluang terjadi TPPO

- Tidak menerima Upah (dibayar hanya sejumlah kecil) imbalan bagi pekerjaan yang dilakukannya.

- Tidak dapat mengelola sendiri upah yang diterima atau harus menyerahkan sebagian besar upahnya kepada pihak ketiga (perantara, agen, majikan, dalam bisnir pelacuran:

pengelola rumah bordir, mucikari).

- Adanya jeratan utang (misalnya saja untuk membayar biaya pengganti rekruitmen, jasa perantara, biaya perjalanan).

- Pembatasan atau perampasan kebebasan bergerak (misalnya tidak boleh meninggalkan tempat kerja atau penampungan untuk jangka waktu lama, di bawah pengawasan terus- menerus)

- Tidak diperbolehkan (dengan ancaman/kekerasan) berhenti bekerja,

- Isolasi/pembatasan kebebasan untuk mengadakan kontak dengan orang lain (keluarga, teman).

- Ditahan atau tidak diberikannya pelayanan kesehatan, makanan yang memadai.

- Pemerasan atau ancaman pemerasan terhadap keluarga atau anak-anaknya - Adanya ancaman penggunaan kekerasan, ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik.

- Diharuskan bekerja dalam kondisi yang sangat buruk dan/atau harus bekerja untuk jangka waktu yang sangat panjang

- Tidak membayar sendiri atau mengurus sendiri (perjalanan, visa paspor).

- Tidak memegang sendiri surat-surat identitas diri atau dokumen perjalanannya - Menggunakan paspor atau identitas palsu yang disediakan oleh pihak ketiga.

- Indikator khusus untuk tujuan eksploitasi pelacuran, antara lain:

 mendapatkan bagian sangat kecil dari upah yang umumnya dibayarkan dalam bisnis pelacuran,

 diharuskan mendapatkan penghasilan dalam jumlah tertentu perhari,

 pengelola bordir atau pihak ketiga telah membayar ongkos transfer bagi calon korban dan/atau menyerahkan sebagian penghasilan calon korban kepada pihak ketiga,

 tempat dimana calon korban dipekerjakan berubah-ubah.

Catatan: jawaban tersebut berdasarkan PPT Pak Fri Hartono, untuk penjelasan silahkan dikembangkan

3. Apa yang dimaksud Kelompok terorganisir dlm TPPO Jawab

Menurut Penjelasan Pasal 16 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang Kelompok yang terorganisasi adalah:

“kelompok terstruktur yang terdiri dari 3 (tiga) orang atau lebih, yang eksistensinya untuk waktu tertentu dan bertindak dengan tujuan melakukan satu atau lebih tindak pidana yang diatur dalam undang-undang ini dengan tujuan memperoleh keuntungan materiil atau finansial baik langsung maupun tidak langsung”.

Ada empat karakteristik kelompok terorganisasi, yaitu:

1. Terdiri dari 3 (tiga) orang atau lebih;

(3)

2. Keberadaannya untuk waktu tertentu;

3. Bertindak dengan tujuan melakukan satu atau lebih tindak pidana; dan 4. Tujuannya memperoleh keuntungan materiil atau finansial.

Merujuk pada bagian penjelasan dari Pasal 16 UUPTPPO, maka ciri dari kelompok yang terorganisasi yang menjadi pelaku TPPO, dapat dijelaskan sebagai berikut:

a) tujuan dari kelompok, kelompok yang teorganisir ini pada dasarnya terbentuk dan bertindak untuk tujuan bersama, yakni memperoleh keuntungan dalam bentuk materiil/benda atau bentuk finansial/uang, dengan cara melakukan satu atau lebih tindak pidana yang diatur dalam UUPTPPO;

b) keanggotaan kelompok, Kelompok dimaksud harus terdiri dari 3 (tiga)orang atau lebih dan mereka secara sadar menggabungkan diri dan menjadi bagian dari kelompok yang terorganisr tersebut;

c) Kelima sifat kelompok, Keberadaan darikelompok yang terorganisasi ini, harus untuk waktu tertentu dalam artian bahwa sejak semula pembentukannya, dimaksudkan hanya untuk sementara waktu atau bersifat ad hoc dan bersifat tidak permanen;

d) bentuk kelompok, Kelompok dimaksud adalah kelompok terstruktur dan merupakan kelompok yang tidak terbentuk secara acak, namun bukan berarti jugakelompok tersebut harus dibentuk secara teratur untuk melakukan tindak pidana. Namun yang pasti, kelompok ini dibentuk secara sengaja. Kelompok terstruktur dalam konteks kelompok terorganisasi, tidak wajib ada pemimpin tunggal dan pemimpinnya bersifat kolektif kolegial dan lebih bersifat kolektif kolegial. Pemaknaan akan kelompokterstruktur yang seperti ini dimaksudkan untuk mengeluarkan kelompok yang memang terbentuk secara acak, tetapi juga sengaja dibuat cukup luas untuk mencakupi hamper semua jenis kelompok yang lain;

manajemen kelompok, Walaupun kelompok dimaksud adalah terstruktur,namun dalam kerja-kerja untuk mewujudkan tujuan bersamanya tidaklah “kaku” sehingga bisa menyesuaikan dengan tantangan yang dihadapi. Kelompok yang terorganisasi yangterdiri dari 3 (tiga) orang atau lebih ini, selalu melakukan kesepakatan secara sadar mulaidari perencanaan, pengambilan keputusan, hingga pelaksanaan peran masing- masing yang disepakati bersama, sehingga menjadi kehendak bersama dalam bertindak mewujudkan tujuan bersama. Maksudnya, substansi dari manajemen kelompok terorganisasi adalah adanya kesepakatan dan adanya pembagian peran.

Konsekuensinya, peran dari anggotanya dan keberlanjutan keanggotaannya maupun pengembangan strukturnya tidak ditetapkan secara formal

4. Sebut dan jelaskan Rumusan delik formil&materiil dlm TPPO Jawab

Delik Formil (Eksploitasi belum terjadi sudah dapat dipidana)

 Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor: 21 Tahun 2007 tentang PTPPO, maka tindak pidana perdagangan orang dikatagorikan sebagai delik formil, yaitu delik yang menekankan kepada perbuatan, terlepas dari akibat yang mungkin ditimbulkan. Bunyi pasal 2 ayat (1) Undang- Undang PTPPO, adalah:

“Setiap orang yang melakukan perekrutan, pengangkutan, penampungan, pengiriman, pemindahan, atau penerimaan seseorangdenganancamankekerasan, penggunaan kekerasan, penculikan, penyekapan, pemalsuan, penipuan, penyalahgunaan kekuasaan atau posisi rentan, penjeratan utang atau memberi bayaran atau manfaat walaupun memperoleh

(4)

persetujuan dari orang yangmemegangkendaliatasoranglain,untuk tujuan mengeksploitasi orang tersebut di wilayahnegaraRepublikIndonesia, dipidana denganpidana penjara paling singkat 3 (tiga) tahundanpaling lama 15 (limabelas) tahundan pidana dendapaling sedikit Rp120.000.000,00 (seratus dua puluh juta rupiah) danpalingbanyakRp600.000.000,00 (enam ratus juta rupiah).”

 Sesuai dengan penjelasan pasal dimaksud, maka kata “untuk tujuan” sebelum frasa

“mengeskploitasi orang tersebut” menunjukkan bahwa tindak pidana perdagangan orang merupakan delik formil, yaitu adanya tindak pidana perdagangan orang cukup dengan dipenuhinya unsur-unsur perbuatan yang sudah dirumuskan, dan tidak harus menimbulkan akibat. Artinya, untuk dapat dikatakan telah melakukan tindak pidana perdagangan orang, seseorang tidak perlu eksploitasi tersebut harus benar-benar terjadi, melainkan cukup apabila ia mempunyai tujuan atau maksud untuk melakukan eksploitasi terhadap seseorang (korban tindak pidana perdagangan orang), dengan menggunakan cara-cara dan tindakan sebagaimana ditentukan oleh undang-undang tentang tindak pidana perdagangan orang.

 Pasal 3

 Pasal 4

 Pasal 5

Delik Materiil (Eksploitasi harus terjadi untuk dapat dipidana)

Di samping merumuskan delik formil, dalam Undang-Undang Nomor: 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang juga dirumuskan delik materiil, yaitu delik yang menitikberatkan pada akibat yang ditimbulkannya, yaitu eksploitasi.

 Hal ini diatur dalam Pasal 2 ayat (2) Undang-Undang Nomor: 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang:

“Jika perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengakibatkan orang tereksploitasi, maka pelaku dipidana dengan pidana yang sama sebagaimana dimaksud pada ayat (1)”.

 Pasal 6

 Pasal 7

 Pasal 8

5. Jelaskan pengertian Restitusi Jawab

Menurut undang-undang nomor 21 tahun 2007 tentang pemberantsan tindak pidana perdagangan orang,restitusi adalah pemberin gnti rugi kepada korban/ahli waris yang dibebankan kepada pelaku tidak pidaa berdasarkan putusan pengadilan yang berkekutan hukum tetap atas kerugian materiil atau immateriil yang di derita korban atau ahli warisnya.restitusi dimaksud berupa ganti kerugian atas kehilangan kekayaan atau penghasilan,penderitaan,biaya untuk tindakan perawatan medis atau psikologis dan atau kerugian lain yang di derita korban sebagai akibat perdagangan orang.

6. Persetujuan korban tidak menghentikan penuntutan TPPO Jawab

Berdasarkan Pasal 26 UU PTPPO bahwa konsepsi persetujuan korban perdagangan orang tidak menghilangkan penuntutan tindak pidana perdagangan orang. Pelaku tindak pidana

(5)

perdagangan orang kehilangan hak tagihnya atas utang atau perjanjian lainya terhadap korban, jika utang atau perjanjian lainnya tersebut digunakan untuk mengeksploitasi korban.

Konsep ”persetujuan” tidak menjadi satu elemen yang perlu dibuktikan dalam kondisi posisi seseorang yang tidak berdaya. Hal ini misalnya di atur di dalam UU Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (UU PTPPO).

Ada dua tekanan konsepsi ”persetujuan” di dalam UU PTTPO, bahwa perbuatan dapat disebut sebagai perbuatan perdagangan orang walaupun perbuatan tersebut dilakukan berdasarkan persetujuan dari orang yang memegang kendali atas orang yang diperdagangkan tersebut.

UU PTPPO mendefinisikan eksploitasi sebagai tindakan dengan atau tanpa persetujuan korban yang meliputi, tetapi tidak terbatas pada pelacuran, kerja atau pelayanan paksa, perbudakan atau praktik serupa perbudakan, penindasan, pemerasan, pemanfaatan fisik, seksual, organ reproduksi, atau secara melawan hukum atau memanfaatkan tenaga atau kemampuan seseorang oleh pihak lain untuk mendapatkan keuntungan, baik materiil maupun immateriil

7. Jelaskan mengenai Keterangan satu saksi korban cukup membuktikan TPPO apabila disertai alat bukti lain&contohnya

Jawab

Berdasarkan Pasal 30 uu 27 Tahun 2007 menyebutkan Sebagai salah satu alat bukti yang sah, keterangan seorang saksi korban saja sudah cukup untuk membuktikan bahwa terdakwa bersalah, apabila disertai dengan satu alat bukti yang sah lainnya.

Sehingga dari pasal tersebut dimaknai keterangan korban dianggap sebagai suatu alat bukti, selain itu untuk membuktikan kesalahan terdakwa maka diperlukan minimal satu alat bukti yang sah lainnya sebagaimana dalam pasal 29 uu 27 Tahun 2007, untuk membuktikan terdakwa bersalah, sebagai contoh terdapat korban dalam tindak perdagangan orang maka keterangan dari korban telah dihitung sebagai satu alat bukti, selain itu didukung oleh keterangan saksi yang melihat dan mengetahui secara langsung terhadap tindak pidana perdagangan orang tersebut maka, secara hukum alat bukti yang dibutuhkan untuk membuktikan kesalahan terdakwa telah terpenuhi.

8. Pasal menggerakan orang lain melakukan TPPO tapi tidak tergerak ,dapat dituntut TPPO&contohnya

Jawab Pasal 9

Setiap orang yang berusaha menggerakkan orang lain supaya melakukan tindak pidana perdagangan orang, dan tindak pidana itu tidak terjadi, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 6 (enam) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp40.000.000,00 (empat puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp240.000.000,00 (dua ratus empat puluh juta rupiah).

Kata menggerakan sama artinya dengan membujuk yang dapat dilakukan dengan berbagai cara (hal ini dilihat dari Pasal 492 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana di mana ketentuan mengenai Pasal Penipuan yang dalam hal ini di dalam butuh tubuh disebutkan mengenai “menggerakkan orang” disamakan dengan

“membujuk seseorang”). Semisal Pak Firman membujuk Pak Ivan yang saat ini mengalami kesulitan ekonomi untuk melakukan perekrutan orang-orang, baik sudah dewasa atau pun anak-anak, di berbagai daerah untuk dikirim ke luar negeri dengan cara menculik orang-

(6)

orang tersebut dan menjanjikan akan memberikan bayaran bagi Pak Ivan jika berhasil melakukan penculikan orang tersebut. Namun, Pak Ivan menolak karena menganggap hal itu bisa menzholimi orang lain. Perbuatan bujukan dari Firman dengan menjanjikan bayaran tersebut sudah memenuhi unsur “berusaha menggerakan orang lain”. Lalu, Pak Firman meminta Pak Ivan melakukan tindakan “pekrutan” dan cara “menculik” tersebut berarti telah memenuhi unsur “supaya melakukan tindak pidana perdagangan orang” karena tindakan dan cara tersebut telah memenuhi unsur di dalam Pasal 2 ayat (1) UU TPPO.

Terakhir, dengan ditolaknya bujukan tersebut oleh Pak Ivan, maka unsur “tindak pidana itu tidak terjadi” telah terpenuhi.

9. Anak saksi dalam perkara TPPO dapat dilakukan tanpa hadirnya terdakwa atau dilakukan perekaman, kalau dilakukan perekaman apa syaratnya

Jawab

Syarat dilakukan perekaman berdasarkan pasal 40 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang yaitu atas persetujuan hakim pemeriksaan terhadap saksi atau korban anak yang dapat dilakukan diluar persidangan

10. Siapa yang berhak mengajukan restitusi selain LPSK Jawab

Bahwa dalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 Pasal 1 Angka 13, yang dimaksud restitusi adalah pembayaran ganti kerugian yang dibebankan kepada pelaku berdasarkan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap atas kerugian materiil dan/atau immateriil yang diderita korban atau ahli warisnya. Adapun dalam SURAT EDARAN JAMPIDUM NOMOR 3718/E/EJP/11/2012 TANGGAL 28 NOVEMBER 2012 mengatur bahwa Agar JPU memberitahukan kepada korban tentang haknya untuk mengajukan restitusi berupa ganti kerugian atas : kehilangan kekayaan atau penghasilan; penderitaan; biaya perawatan medis kerugian lain yang diderita korban akibat perdagangan orang. Dalam tuntutan pidana, JPU menyampaikan secara bersamaan jumlah kerugian yang diderita korban akibat perdagangan orang. Adapun dalam Perma Nomor 1 Tahun 2022 mengatur bahwa dalam Pasal 8 Permohanan Restitusi kepada Pengadilan selain diajukan melalui LPSK, penyidik, atau Penuntut Umum, dapat diajukan aleh Karban. Sehingga terhadap pengajuan restitusi selain dapat diajukan oleh LPSK dapat diajukan oleh :

1. Penyidik; (Dalam hal permohanan diajukan melalui penyidik atau LPSK, penyidik atau LPSK menyampaikan berkas permahanan Restitusi kepada Penuntut Umum disertai Keputusan LPSK mengenai besaran nilai Restitusi jika terdapat Keputusan dan pertimbangan LPSK mengenai besaran nilai Restitusi sebelum berkas perkara dilimpahkan ke Pengadilan atau paling lambat sebelum Penuntut Umum membacakan tuntutan pidana.)

2. Penuntut Umum; (Dalam hal permahanan Restitusi diajukan sebelum berkas perkara dilimpahkan, Penuntut Umum wajib memuat permahanan tersebut ke dalam surat dakwaan dan memasukkan berkas permohonan ke dalam berkas perkara dan segera menyampaikan salinannya kepada terdakwa atau penasihat hukumnya.

Korban; (Dalam hal Karban Restitusi dan Karban tidak mengajukan dihadirkan dalam perm a ha nan persidangan sebagai saksi, Hakim memberitahukan hak Karban untuk memperaleh Restitusi yang dapat diajukan sebelum Penuntut Umum mengajukan tuntutan atau setelah putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap).

Referensi

Dokumen terkait

penampungan, pengiriman, pemindahan, atau penerimaan seseorang dengan ancaman kekerasan, penggunaan kekerasan, penculikan, penyekapan, pemalsuan, penipuan, penyalahgunaan

Dana bantuan sosial merupakan bantuan biaya operasional untuk program Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang ( PTPPO) dan ESA dalam rangka pencegahan terjadinya TPPO,

Faktor kedua, adalah faktor penegak hukum terkait kualitas SDM aparat penegak hukum terhadap penanganan dan penindakan perkara TPPO meliputi 4 (empat) subsistem

Fenomena tentang adanya tindak pidana trafficking (perdagangan orang) merupakan suatu persoalan serius yang harus segera disikapi oleh pemerintah maupun aparatur negara

Kelima , putusan yang menyatakan bahwa keberatan dari terdakwa atau penasihat hukumnya tidak dapat diterima atau hakim berpendapat bahwa hal tersebut baru diputus setelah

dan kepada Allahlah kembali(mu). Aspek sanksi didasarkan pada perbuatan.. 21 Tahun 2007 tentang TPPO disebutkan bahwa tindak pidana perdagangan orang merupakan

Perdagangan Orang adalah tindakan perekrutan, pengangkutan, penam pungan, pengiriman, pemindahan, atau penerimaan seseorang dengan ancaman kekerasan, penggunaan kekerasan, penculikan,

Pasal 24 Memberitahukan identitas saksi atau korban padahal kepadanya telah diberitahukan, bahwa identitas saksi atau korban tersebut harus dirahasiakan Pidana penjara paling singkat