PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Pondok Pesantren Darul Istiqomah merupakan salah satu Pondok Pesantren yang terletak di Kabupaten Ponorogo, tepatnya di Desa Ngumpul, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo. Setiap tahunnya setiap santri dan santri memberikan sumbangan kepada Pondok Pesantren untuk membeli barang-barang untuk Pondok Pesantren.6. Data yang peneliti peroleh dari hasil wawancara dengan salah satu ustadzah Pondok Pesantren Darul Istiqomah menunjukkan bahwa wakaf masuk ke dalam pondok pesantren setiap tahunnya, namun belum ada lembaga khusus yang mengelola dan mengembangkan wakaf. di Pondok Pesantren Darul Istiqomah.
Peneliti ingin menggali lebih dalam mengenai bentuk akad wakaf uang di Pondok Pesantren Darul Istiqomah Ngumpul Balong Ponorogo.
Rumusan Masalah
Sehubungan dengan penjelasan cerita diatas maka peneliti tertarik dan prihatin dengan proses wakaf dan pengelolaan wakaf di pondok pesantren, karena belum adanya lembaga tersendiri yang mengatur pengelolaan wakaf di pondok pesantren Darul Istiqomah, hal tersebut Bukanlah maksud peneliti untuk meragukan Pondok Pesantren Darul Istiqomah dalam hal wakaf karena peneliti juga memahami bahwa banyak tugas yang harus diemban oleh para pengurus di Pondok Pesantren. 41 Tahun 2004 dan Bagaimana Sistem Pengelolaan Harta Wakaf Direvisi dengan Hukum Islam dan UU No. Bagaimana Bentuk Akad Wakaf Uang di Asrama Darul Istiqomah Ngumpul Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo Ditinjau dari Hukum Islam dan UU No.
Bagaimana Sistem Pengelolaan Wakaf Tunai di Pondok Pesantren Darul Istiqomah Ngumpul Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo Kaitannya dengan Hukum Islam dan UU No.
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Untuk memperluas pengetahuan tentang akad wakaf dan pengelolaan wakaf uang menurut hukum Islam dan hukum positif 2. Agar dapat memberikan pemahaman dan manfaat kepada Yayasan Pemeliharaan dan Pengembangan Wakaf Pondok Pesantren Darul Istiqomah Ngumpul Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo mengenai konsep revisi Hukum Islam dan Hukum Positif dalam pengelolaan wakaf uang. Menambah referensi dan wawasan bagi semua pihak yang mempunyai konsentrasi pada bidang ilmu terkait kajian Hukum Islam dan Hukum Positif dalam pengelolaan wakaf tunai.
Telaah Pustaka
Bagaimana pengelolaan dan pengembangan wakaf di Pondok Pesantren Ali Muttaqin Ponorogo, (2) Apa saja faktor pendukung dan penghambat pengelolaan dan pengembangan wakaf di Pondok Pesantren Ali Muttaqin Ponorogo, (3) Pengaruh faktor pendukung dan penghambat tentang pengelolaan dan pengembangan wakaf. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian terdahulu terletak pada fokus pembahasannya, dimana penelitian terdahulu membahas tentang pengelolaan dan pengembangan wakaf, sedangkan penelitian kali ini membahas tentang sistem pengelolaan wakaf tunai.9. 2016) dengan judul Pengelolaan dan Pengembangan Wakaf Produktif pada Yayasan Pondok Pesantren Miftahul Ulum Al-Yasini.
Perbedaan penelitian ini dengan penelitian terdahulu terletak pada pembahasannya dimana penelitian sebelumnya membahas tentang pengelolaan dan pengembangan wakaf produktif, sedangkan penelitian kali ini membahas tentang sistem pengelolaan wakaf uang.
Metode Penelitian
- Jenis dan Pendekaan Penelitian
- Kehadiran Peneliti
- Lokasi Penelitian
- Data dan Sumber Data
- Teknik pengumpulan Data
- Analisis Data…
- Sistematika Pembahasan
Perkembangan pembangunan gedung Pondok Pesantren Al-Yasini mengalami kemajuan dengan penambahan dua unit LKS (Lembaga Keuangan Syariah). Istiqomah yang penulis peroleh melalui wawancara langsung dan jujur kepada pihak-pihak terkait. Data yang dimaksud adalah segala macam fakta, yang masih dalam keadaan mentah, yang diperoleh peneliti melalui pengamatan di lapangan baik berupa huruf, angka, gambar, grafik dan lain sebagainya, yang kemudian diolah lebih lanjut oleh peneliti untuk memperoleh hasil penelitian tertentu.
Sebagaimana dinyatakan Lofland, sumber data adalah tindakan atau kata-kata, sedangkan yang disebut dokumen dan sumber data tertulis lainnya adalah bentuk data tambahan. Data primer adalah data yang diperoleh dari sumber pertama, baik dari perorangan atau perorangan. Data Premier merupakan sumber data penelitian yang diperoleh langsung dari sumber aslinya, seperti hasil wawancara. Menurut Lofland yang dikutip Moleong, sumber data utama dalam penelitian kualitatif adalah kata-kata atau tindakan, selebihnya berupa data tambahan seperti dokumen, dll. 13 b. Sumber data.
Teknik dokumentasi sendiri digunakan untuk mengumpulkan data dari sumber non manusia, sumber non manusia ini berupa dokumen atau catatan. Teknik dokumentasi yang dilakukan peneliti dengan menggunakan data dari Ketua dan Pengurus Yayasan Pemeliharaan dan Pengembangan Wakaf Madrasah Istiqomah Darul Istiqomah. Peneliti mengumpulkan data dari hasil wawancara dan observasi yang kemudian mampu menghasilkan foto, rekaman audio, atau catatan buku. Analisis data merupakan bagian dari proses pengumpulan data kemudian dipilah menjadi pola dan pengumpulan data.
Data diperoleh dari wawancara dengan pengelola wakaf, observasi temuan lapangan dan dokumentasi yang dicatat dalam catatan pengelolaan wakaf yang terdiri dari dua bagian yaitu deskriptif dan reflektif. Reduksi data bukan sekadar menghilangkan data yang tidak diperlukan, melainkan merupakan upaya yang dilakukan peneliti selama melakukan analisis dan merupakan langkah yang tidak terpisahkan dari analisis data yang dilakukan.
KONSEP HUKUM ISLAM DAN HUKUM POSITIF TERHADAP
Wakaf Tunai Dalam Islam
- Pengertian Wakaf
- Unsur Wakaf
Wakaf Tunai Dalam Hukum Positif Di Indonesia
- Pengertian
- Dasar Hukum
- Awal Mula Munculnya Wakaf Tunai Di Indnesia
- Tujuan Wakaf
- Peraturan Perundang-undangan Tentang Wakaf TunaI
Wakaf tunai/uang adalah wakaf berupa uang yang ditanamkan pada sektor-sektor ekonomi yang menguntungkan dengan syarat persentase tertentu dibelanjakan untuk pelayanan sosial.37. Wakaf tunai adalah dana yang dihimpun oleh pengelola wakaf (pengendali) dengan menerbitkan sertifikat wakaf tunai, yang dibeli oleh masyarakat. Wakaf moneter juga dapat diartikan sebagai sumbangan harta berupa uang atau surat berharga yang dikelola oleh lembaga (perbankan atau lembaga keuangan syariah), yang keuntungannya akan disumbangkan untuk amal.
Wakaf uang atau yang dikenal dengan nama wakaf uang pertama kali digunakan pada masa pemerintahan Ottoman di Mesir pada akhir abad Masehi). Tiga alasan mendasar para ahli fiqih era Usmani merumuskan struktur wakaf uang adalah: pertama, adanya pandangan bahwa harta bergerak dapat menjadi harta wakaf. Popularitas wakaf uang terjadi setelah Profesor Manan mensosialisasikannya di Bangladesh melalui Social Investment Bank Limited (SIBL).
SIBL membuat sertifikat wakaf tunai untuk menghimpun dana dari masyarakat kaya dan menyalurkan hasil wakaf tunai yang terkumpul kepada masyarakat miskin. Popularitas wakaf uang disebabkan oleh fleksibilitas penyaluran wakaf uang kepada mustadh'afin (orang miskin dan tertindas secara ekonomi) dan dhuafa (orang miskin) di mana-mana. 38. Kemunculan instrumen wakaf uang di Indonesia sejalan dengan upaya baru atau dalam istilah lain paradigma baru pemberdayaan wakaf di Indonesia.
Sertifikat wakaf tunai diterbitkan oleh LKS dan diserahkan kepada wakif dan nadzir sebagai bukti pengalihan harta wakaf. Dan LKS wajib mendaftarkan harta wakaf berupa uang tunai kepada Menteri atas nama Nadzir, paling lambat tujuh hari kerja setelah diterbitkannya sertifikat wakaf uang.42.
Tata Cara Wakaf Tunai
41 Tahun 2004 mengatur tentang wakaf harta bergerak berupa uang, yang dilakukan melalui Lembaga Keuangan Syariah (LKS) yang ditunjuk oleh Menteri. PP ini mengatur tentang nadzir, jenis benda wakaf, akta gadai wakaf dan pejabat pembuat akta gadai wakaf, tata cara pendaftaran dan pengungkapan harta wakaf, pengelolaan dan pengembangan pertukaran harta wakaf, pembiayaan badan wakaf Indonesia, pembinaan dan pengawasan, serta sanksi administratif. . Bentuk kepemilikan wakaf ada 3 yaitu: harta tak gerak, harta gerak berupa uang, dan harta gerak selain uang.
LKS yang dapat dijadikan nadzir harus memenuhi persyaratan sebagai berikut: mengajukan permohonan tertulis kepada Menteri Agama, melampirkan anggaran dasar dan mengesahkan sebagai badan hukum, mempunyai kantor operasional di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, bekerja di bidang keuangan syariah, dan mempunyai fungsi menerima titipan (wadiah). LKS wakaf uang (LKS-WU) juga dapat menjadi pejabat pembuat akta gadai wakaf, selain ketua KUA dan juga notaris. Apabila penanaman modal uang wakaf dilakukan dalam bentuk penanaman modal di luar bank syariah, maka penanaman modal tersebut harus diasuransikan dengan asuransi syariah.
Dengan pinjaman ini, LKS dapat bekerjasama dengan pihak ketiga baik dalam negeri maupun luar negeri untuk menginvestasikan uang wakaf.44. Apabila harta wakaf diwakafkan oleh wakif, maka wajib bagi Nadhir untuk mengelola dan mengembangkannya agar harta tersebut tidak habis, seperti dalam hadis ‘Umar yang menerima sebidang tanah di Khaibar yang masih menjadi kepala wakif. aset wakaf. Dalam menjaga pokok harta wakaf tertentu menggunakan pola dan strategi berdasarkan ekonomi syariah yang jauh dari transaksi riba.
IMPLEMENTASI WAKAF TUNAI DI PONDOK PESANTREN
- Profil Pondok Pesantren Darul Istiqomah
- Bentuk Wakaf di Pondok Pesantren Darul Istiqomah
- Bentuk Akad dalam Wakaf Tunai
- Ikrar atau Shigat Akad
- Sistem Pengelolaan Wakaf Tunai
Pondok Pesantren Darul Istiqomah merupakan lembaga pendidikan nonformal yang juga mencakup pendidikan formal. Hal tersebut diungkapkan Pengurus Pondok Pesantren Darul Istiqomah, Ustadzah Nurul Latifah, S.Pd. Gadai atau shigat di Pondok Pesantren Darul Istiqomah hanya untuk wakaf harta tak bergerak.
Ikrar wakaf tunai atau tunai di Asrama Darul Istiqomah dilakukan pada acara pembelajaran akhir tahun, diwakafkan oleh santri dan wali santri. Pondok Pesantren Darul Istiqomah mengelola harta wakaf uangnya dengan berbagai strategi sehingga wakaf uang Pondok Pesantren Darul Istiqomah memberikan banyak manfaat. Dari cuplikan wawancara di atas terlihat bahwa model pengelolaan aset wakaf keliling di Pondok Pesantren Darul Istiqomah adalah model konsumer.
Bentuk Akad Wakaf Tunai di Pondok Pesantren Darul Istiqomah Ngumpul Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo dinilai dari Hukum Islam dan Undang-Undang No. Hal ini ditandai dengan proses donasi yang dilakukan Pondok Pesantren Darul Istiqomah, dengan menggunakan eksklusif berbahan dasar hukum Islam. metode. Wakaf uang di Pondok Pesantren Darul Istiqomah tidak dilakukan melalui Lembaga Keuangan Syariah (LKS)/LKS WU (wakaf tunai), sehingga tata cara tidak diakhiri dengan akta gadai wakaf uang (AIW-U) sebagaimana diatur dalam PP TIDAK. .
Sistem Pengelolaan Harta Wakaf di Pondok Pesantren Darul Istiqomah Ngumpul Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo telah ditinjau dengan Hukum Islam dan Undang-Undang No. Akad wakaf tunai di Pondok Darul Istiqomah tidak sesuai dengan kaidah hukum positif karena wakaf tunai di Pondok Darul Istiqomah tidak dilakukan melalui Lembaga Keuangan Syariah (LKS)/LKS WU (wakaf tunai siap pakai). Pengelolaan harta wakaf uang di Pondok Pesantren Darul Istiqomah dilakukan dengan cara tradisional atau memakan waktu, tidak dimanfaatkan dan dikelola secara strategis dan produktif.
Penulis berharap tata cara/tata cara pelaksanaan wakaf moneter di Pondok Pesantren Darul Istiqomah Ngumpul Balong Ponorogo dapat sesuai dengan ketentuan Undang-undang No.
ANALISIS TINJAUAN HUKUM ISLAM DAN HUKUM POSITIF
Bentuk Akad dalam Wakaf Tunai ditinjua dari Hukum Islam dan UU
Sistem Pengelolaan Wakaf Tunai ditinjau dari Hukum Islam dan UU
PENUTUP
Kesimpulan
Hal ini juga memastikan bahwa tata cara wakaf uang tidak berakhir pada akta gadai wakaf uang (AIW-U) sebagaimana diatur dalam PP no. Namun demikian, harta wakaf tersebut masih dapat dikembangkan dan dikelola lebih lanjut, asalkan memenuhi persyaratan hukum yaitu Pasal 28 UU.
Saran
Hasan, Asy'ari Pengelolaan dan pengembangan wakaf produktif di Yayasan Pondok Pesantren Miftahul Ulum Al-Yasini. Hendi Suhendi, Optimalisasi Harta Wakaf Sebagai Sumber Dana Pesantren Melalui Lembaga dan Jurnal Pesantren Hukum Islam, Vol.I.