PENDAHULUAN
Latar Belakang
Dalam hal ini, jika wali tidak mau menikah, anak perempuan berhak meminta wali hakim untuk menikah. Dalam praktiknya, pengalihan nasab wali kepada wali hakim dalam perkawinan dapat menimbulkan persoalan-persoalan di kemudian hari yang memerlukan penyelesaian masalah, karena garis yang lebih dekat (aqrab) dan yang jauh (ab'ad) tetap ada. Pelaksanaan perkawinan yang dilakukan di Desa Turida Kecamatan Sandubaya Kota Mataram dengan wali hakim menjadi salah satu alternatif dalam penyelesaian masalah perkawinan sehingga melahirkan wali yang adhal, seperti yang terjadi di Desa Turida.
Pada tahun 2020 terdapat 3 kasus pengalihan hak asuh kepada hakim/wakil wali dan pada tahun 2021 terdapat 1 kasus.7. Setelah memperhatikan uraian di atas dan melihat kasus peralihan wali garis menjadi wali hakim seperti yang terjadi di Desa Turida Kecamatan Sandubaya Kota Mataram, maka peneliti terdorong untuk melakukan penelitian lebih lanjut untuk mencari solusi atas permasalahan yang berkaitan dengan HUKUM ISLAM. TINJAUAN PERALIHAN JAMINAN JAMINAN DARI NASAB KE HAKIM PENJAGA (studi kasus di Desa Turida Kecamatan Sandubaya Kota Mataram).
Rumusan Masalah
Tujuan dan Manfaat Penelitian
Dengan memperhatikan celah-celah yang ada, peneliti berpendapat bahwa penelitian ini merupakan bidang kerja yang sangat menarik. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan wacana keilmuan di bidang ilmu pengetahuan, khususnya terkait dengan pengalihan wali nasab kepada wali hakim. Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai bahan referensi dan sebagai bahan referensi atau rujukan bagi peneliti selanjutnya dan bahan pertimbangan penelitian khususnya dalam hal pengalihan wali nasab kepada wali hakim.
Ruang Lingkup dan Setting Penelitian
Telaah Pustaka
9 Indah Tri Wulandari, “Pengalihan Nasab Menjadi Hakim Wali Dalam Undang-Undang Tahun 2018”, (Skripsi, Universitas Islam Riau, 2020), hal (studi kasus Kantor Urusan Agama Kecamatan Kaligondang, Purbalingga). Tesis ini mengkaji tentang dasar dan pemikiran tokoh Penghulu/KUA Kaligondong tentang peralihan kedudukan wali nasab menjadi wali hakim atas status anak ibu.
Berbeda dengan disertasi Denesa Anggita Putri yang bertujuan untuk mengetahui sebab-sebab peralihan dari jabatan wali garis menjadi wali hakim di KUA Kec. Kaligondang, sedangkan penyidik sendiri berusaha mencari tahu tata cara pengalihan hak asuh wali nasab kepada wali hakim.
Kerangka Teori
Orang yang berhak mengahwini seorang perempuan ialah wali yang dimaksudkan, sekiranya wali yang berkenaan sanggup bertindak sebagai wali.13 Namun, kadangkala wali itu tidak hadir atau atas sebab tertentu dia tidak dapat bertindak sebagai wali. .penjaga. , maka hak jagaan beralih kepada orang lain. Apa yang penting menurutnya, wali ialah orang yang boleh memilih pasangan yang sesuai untuk orang yang berada di bawah jagaannya, tanpa perlu bertanya sama ada lelaki atau perempuan, serta soleh atau tidak soleh. Walaupun menurut mazhab Syafi'i, wali selain memenuhi syarat-syarat yang disebutkan di atas, mestilah juga seorang yang soleh. 20.
Orang yang berhak menjadi wali ialah pemerintah, khalifah (pemimpin), pemerintah atau nikah qadi yang diberi kuasa oleh pembesar negara untuk mengahwini wanita yang menjadi wali. Jika tidak ada orang di tingkat atas, wali hakim boleh dilantik oleh orang-orang terkemuka dari kawasan itu atau orang-orang soleh.
Metode Penelitian
Oleh karena itu, kehadiran peneliti sangat diperlukan untuk mengumpulkan data terkait pengalihan hak asuh dari pengurus nasab ke pengurus kejaksaan di desa Turida kecamatan Sandubaya. Dengan kata lain, data yang diperoleh langsung dari lapangan didasarkan pada observasi mengenai gambaran umum lokasi penelitian dan mengenai keluarga yang berpindah hak asuh dari wali kerabat kepada wali yudisial, serta peneliti juga melakukan wawancara dengan kepala desa. KUA Kecamatan Sandubaya dengan tokoh agama, tokoh adat dan orang yang melakukan perkawinan (perpindahan wali keturunan. Pengumpulan data merupakan langkah yang sangat penting karena data yang dikumpulkan akan digunakan untuk memecahkan masalah yang diteliti atau untuk menguji hipotesis yang telah dirumuskan.
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan observasi non partisipan yaitu dimana peneliti tidak secara langsung mengambil bagian dalam situasi kehidupan yang diamati, hanya sebagai pengamat. Peneliti mengamati wali keluarga yang mengalihkan perwalian kepada hakim perwalian di Desa Turida, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Wawancara adalah salah satu teknik pengumpulan data yang dilakukan secara tatap muka dengan narasumber.
Dengan kata lain, wawancara adalah teknik tanya jawab untuk memperoleh informasi dari responden 43 Diantara beberapa jenis wawancara, peneliti dalam penelitian ini menggunakan wawancara tidak terstruktur yaitu wawancara bebas. Wawancara digunakan untuk mengetahui bagaimana proses pengalihan hak perwalian kepada wali hakim di Desa Turida Kecamatan Sandubaya Kota Mataram berupa tanya jawab langsung kepada responden untuk mengetahui praktek dan alternatif pemecahan masalah yang ada. peneliti menyelidiki. Dengan demikian, data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas dan memudahkan peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya dan mencarinya bila diperlukan.
Dengan demikian kesimpulan dalam penelitian kualitatif dapat saja sesuai dengan rumusan masalah yang telah dirumuskan sejak awal, karena sebagaimana telah dikemukakan bahwa masalah dan rumusan masalah dalam penelitian kualitatif masih bersifat sementara dan akan berkembang setelah peneliti berada di lapangan46. Dari pemaparan di atas, dengan menganalisis data yang telah dikumpulkan, peneliti melengkapi dan memperjelas serta menyederhanakan data yang diperoleh di lapangan baik data yang diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi, kemudian peneliti memberikan kesimpulan sesuai dengan data tersebut, yang telah telah dikumpulkan. dianalisis. Oleh karena itu, triangulasi dapat diartikan sebagai teknik pengumpulan data yang memadukan teknik pengumpulan data yang berbeda dan sumber data yang ada.
Sistematika Pembahasan
PAPARAN DAN TEMUAN
Gambaran Umum dan Lokasi
Seperti yang terjadi di Desa Turida, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram, dimana hak perwalian dialihkan kepada wali hakim pengganti. Peneliti melakukan wawancara pada tanggal 30 Mei 2022 dengan kepala KUA Kecamatan Sandubaya Kota Mataram yaitu Bpk. Than Tawi Jauhari, S.HI. Apa alasan masyarakat memilih untuk mengalihkan perwalian dari wali nasabnya kepada wali hakim. Multazah, MHi secara khusus: Apa alasan orang memilih mengalihkan hak asuh dari wali nasabnya kepada wali hakim.
Wali hakim berada di baris terakhir setelah semua wali dalam garis keturunannya pergi atau tidak memenuhi syarat yang ditentukan. Selain itu, peneliti juga melakukan wawancara dengan Bapak. Husnul Bahri, S.Pd tentang bagaimana pihak KUA menetapkan bahwa calon mempelai berhak melangsungkan perkawinan dengan wali hakim di KUA Kecamatan Sandubaya Kota Mataram. Muhamad Azuin, S.Ag selaku Penasihat Keagamaan di KUA Kelurahan Sandubaya yang berhak melangsungkan perkawinan dengan Wali Hakim di KUA Kelurahan Sandubaya Kota Mataram.
Tinjauan hukum syarak mengenai pemindahan hak penjagaan wali garis kepada wali/hakim pengganti di kecamatan Turida, kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Wali hakim baru boleh bertindak sebagai wali nikah apabila wali keturunan tidak ada atau tidak dapat menghadirinya atau tempat kediamannya tidak diketahui atau tidak kelihatan atau adhal atau enggan. Ayat (1) Wali hakim dapat bertindak sebagai wali perkawinan apabila wali keturunan tidak hadir atau tidak dapat hadir atau tempat kediamannya tidak diketahui atau tidak kelihatan atau adhal atau menolak.
Ayat (2) Dalam hal wali ragu-ragu atau tidak bersedia, wali yang baru dapat bertindak sebagai wali yang sah setelah pengadilan agama memutus wali tersebut. Selain itu peneliti melakukan wawancara dengan kepala KUA Kecamatan Sandubaya Kota Mataram yaitu Bapak Than Tawi Jauhari, S.HI. Pertanyaannya: Bagaimanakah revisi hukum Islam terhadap wali nasab yang mengalihkan perwaliannya kepada hakim wali KUA Kec. Menurut cerita Bpk. Menurut Than Tawi Jauhari, S.HI pandangan hukum Islam ada pada nasab seorang wali yang mengalihkan hak asuhnya kepada wali hakim.
PEMBAHASAN
Prosedur pelaksanaan pemindahan perwalian
Tinjauan Hukum Islam Terhadap Pemindahan
Indah Tri Wahyuni, “Pengalihan Wali Nasab ke Hakim Wali Nikah Tahun 2018 di Kantor Urusan Agama Kabupaten Tenayan Raya Pekan Baru”. Untuk mengumpulkan data terkait peralihan perwalian wali nasab kepada hakim wali atau pengganti di desa Turida kecamatan Sandubaya Kota Mataram, peneliti melakukan wawancara langsung dengan orang-orang yang terlibat dalam perkawinan dengan hakim wali di. Jika wali nasab masih ada maka akan dilangsungkan perkawinan dengan wali nasab dan jika wali nasab berkeberatan maka wajib dilakukan surat pernyataan ijab nikah dengan menggunakan wali hakim.
Sehingga perlu adanya wali wali pada saat akan melangsungkan perkawinan, karena tidak adanya wali adat sampai”59. Namun pada kenyataannya wali nikah yang memiliki hak kawin kadang-kadang kehilangan hak walinya karena hal-hal tertentu. , yang mensyaratkan hak asuhnya dialihkan kepada wali hakim. Pandangan hukum Islam terhadap wali nasab yang mengalihkan hak asuhnya kepada wali hakim dianggap sah sepanjang memenuhi syarat-syarat hukum Islam dan hukum positif yang berlaku di Indonesia .
Analisis Hukum Islam Terhadap Wali Keluarga Memindahkan Wali Kepada Majistret atau Timbalan di Desa Turida, Mukim Sandubaya, Kota Mataram. Para fuqaha telah bersepakat bahawa boleh menggunakan wali hakim bagi wanita yang tidak mempunyai wali nasab langsung. Di negeri ini, Islam membenarkan undang-undang menyediakan wali kepada mereka yang memenuhi syarat untuk menjadi wali nikah, dipanggil wali.
Persidangan pengalihan hak asuh kepada Hakim Wali Pengganti di Desa Turida, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Anggita, Putri Denesa, Alasan Penunjuk Penghulu Mengalihkan Wali Nasab ke Hakim Wali Terkait Status Anak Ibu, Tesis: Universitas Islam Negeri Prof. Yang berhak menikahkan pasangan yang melangsungkan akad nikah dengan wali hakim di KUA, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram.
PENUTUP
KESIMPULAN
Calon mempelai melapor ke KUA, kemudian mendatangi wali nasab, baik wali aqrab maupun wali ab’ad calon mempelai, yang dilakukan oleh para pendidik KUA, dan mengajukan lamaran ke pihak agama. Pengadilan untuk menunjuk wali hakim sebagai wali nikah. Pandangan hukum Islam tentang pelaksanaan perkawinan dengan wali hakim di KUA Sandubaya Kecamatan Sandubaya Kota Mataram bila melangsungkan perkawinan dengan bantuan wali hakim dianggap sah sepanjang syarat dan alasannya yang diberikan untuk melangsungkan perkawinan dengan bantuan wali pengadilan dapat diterima dan memenuhi syarat-syarat perkawinan.
SARAN
Mardani, Hukum Keluarga Islam di Indonesia, Jakarta: Prenada Media Group, 2016 Darmawan Taufik, Tinjauan Hukum Islam tentang Praktik Perkawinan Akibat Wali Adhal di Kantor Urusan Agama, Tesis: Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2019. Sitakar, Jalli, Pengalihan Wali Nasab Kepada Wali Hakim Menurut Pasal 23 Kompilasi Hukum Islam Ditinjau dari Fikih, Tesis: Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, 2013. Apa alasan Anda sebagai wali nasab untuk pemilihan tokoh agama/pemuka masyarakat untuk menjadi wali nikah.
Berkenaan ketidakhadiran saya di majlis akad nikah, saya bersumpah di hadapan saksi bahawa “Saya mewakili Wali kepada Penghulu/PPN di luar negeri (……….) atau seseorang yang dilantik namanya (………) untuk mengahwini seorang perempuan. yang namanya disebut di atas dengan seorang lelaki bernama (………) Bin (……….) dengan mas kahwin seperti yang dipersetujui oleh kedua-dua pihak.