• Tidak ada hasil yang ditemukan

tinjauan hukum islam terhadap upaya pembentukan

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "tinjauan hukum islam terhadap upaya pembentukan"

Copied!
95
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Rumusan Masalah

Bagaimana tinjauan hukum Islam tentang persepsi rukun nikah bagi keluarga tanpa anak di Desa Gandu Kecamatan Mlarak Kabupaten Ponorogo. Bagaimana tinjauan hukum Islam tentang strategi pasangan tidak memiliki anak dalam mempertahankan keluarga di Desa Gandu Kecamatan Mlarak Kabupaten Ponorogo.

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Telaah Pustaka

Penelitian ini membahas tentang upaya suami istri dalam menghidupi keluarga tanpa anak di Desa Mawa Kota Palopo. Perbedaan dari penelitian ini terletak pada objek penelitian dimana peneliti sebelumnya dilakukan di kota Palopo sedangkan peneliti dilakukan di desa Gandu Kecamatan Mlarak Kabupaten Ponorogo. Perbedaan penelitian ini terletak pada lokasi penelitian dimana peneliti sebelumnya dilakukan di desa Demangan, kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo, sedangkan peneliti dilakukan di desa Gandu, kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo.

Perbedaan penelitian ini terletak pada lokasi penelitian dimana peneliti sebelumnya dilakukan di Desa Rejo Sari Kecamatan Negeri Agung Kabupaten Way Kanan, sedangkan peneliti dilakukan di Desa Gandu Kecamatan Mlarak Kabupaten Ponorogo. Selain pokok bahasan yang membedakan penelitian ini, terdapat penelitian dimana peneliti sebelumnya lebih menekankan keharmonisan dalam pernikahan jarak jauh, sedangkan peneliti lebih menekankan pada pasangan yang belum memiliki anak. Penelitian ini membahas tentang keharmonisan keluarga TKW di Desa Gajah Kecamatan Sambit Kabupaten Ponorogo.

Perbedaan penelitian ini terletak pada lokasi penelitian, dimana peneliti sebelumnya dilakukan di Desa Gajah Kecamatan Sambit Kabupaten Ponorogo sedangkan peneliti dilakukan di Desa Gandu Kecamatan. Selain objek penelitian yang menjadi pembeda penelitian ini, terdapat penelitian yang peneliti sebelumnya lebih menekankan pada keharmonisan keluarga TKW, sedangkan peneliti lebih menekankan pada pasangan yang belum atau pernah memiliki anak.

Metode Penelitian

Data diperoleh dengan cara mewawancarai beberapa informan, untuk mendapatkan data terkait dengan permasalahan yang dibahas yaitu upaya harmonisasi pasangan suami istri yang belum memiliki anak. Disini peneliti melakukan wawancara dengan pasangan suami istri yang telah maupun belum memiliki anak. Observasi peneliti dalam konteks observasi dilakukan secara terbuka, yang berperan sebagai informan yang dapat memberikan penjelasan dan data yang akurat sebagai bahan dalam penelitian ini.

Dalam hal ini penulis melakukan observasi langsung terhadap pasangan suami istri yang belum memiliki anak mengenai keharmonisan keluarga, faktor-faktor yang mempengaruhi keharmonisan keluarga, ciri-ciri keluarga yang harmonis, strategi membangun keluarga yang harmonis, kemudian mencatat beberapa data yang diperlukan dan kemudian data tersebut disusun secara sistematis. dikumpulkan dan diurutkan untuk mencapai suatu kesimpulan. Teknik dokumentasi adalah cara pengumpulan data dengan cara melihat dan merekam data dalam bentuk kertas-kertas yang ada, baik berupa dokumen pribadi maupun dokumen resmi. Teknik triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang menggunakan sesuatu selain data itu untuk keperluan pemeriksaan atau yang serupa dengan data itu.

Triangulasi sumber, yaitu peneliti memverifikasi kredibilitas data dengan cara mengecek data yang diperoleh dari beberapa sumber. Triangulasi temporal, yaitu peneliti memeriksa keabsahan data dari sumber yang sama pada waktu yang berbeda, artinya melakukan wawancara dengan sumber data yang sama pada waktu yang berbeda.

Sistematika Pembahasan

Selain itu, penjelasan atau uraian yang dituliskan dalam bab ini juga merupakan upaya untuk menemukan jawaban atas masalah atau pertanyaan yang muncul dalam rumusan masalah.

KELUARGA HARMONIS MENURUT HUKUM ISLAM

Pengertian Keluarga

Pengertian keluarga dalam Islam adalah kesatuan masyarakat terkecil yang dibatasi oleh keturunan (warisan) yang mendiami suatu wilayah yang membentuk struktur sosial menurut syariat Islam, atau dalam arti lain yaitu suatu tatanan dan susunan keluarga yang dalam suatu sistem kehidupan. berlandaskan Islam.. Bahkan Islam sangat memperhatikan kehidupan keluarga dengan meletakkan prinsip-prinsip bijak untuk menjaga kehidupan keluarga dari ketidakharmonisan dan kehancuran. Menurut Abdurrahman an Nahlawi, keluarga muslim adalah keluarga yang mendasarkan aktivitasnya pada pembentukan keluarga yang sesuai dengan syariat Islam (Quran dan hadits).

7 Syahri Yanto, Education for Children of Islamic Families in the Modern Era in the Perspective of Hasan Langgulung, (Gorontalo: CV. Cahaya Arsh Publisher, 2021) 23.

Fungsi Keluarga

Namun, seringkali timbul masalah dalam rumah tangga yang membuat hubungan suami istri menjadi tidak harmonis bahkan berujung pada perceraian. Dalam rumah tangga, orang tua atau ibu mertua yang terlalu ikut campur dalam urusan rumah tangga dapat menimbulkan masalah antara suami istri. Keluarga yang bersatu adalah rumah tangga yang ditandai dengan kedamaian, ketenangan, kasih sayang, keturunan, pengorbanan, saling melengkapi, penyempurnaan, bantuan dan kerja sama.

Dalam rumah tangga, setiap anggota wajib bertakwa dengan tulus kepada Allah SWT. Kerukunan dan keakraban dalam rumah tangga harus tetap terjaga dalam setiap situasi, dimanapun dan kapanpun. Jika rumah tangga dibangun di atas dasar keimanan dan ketakwaan yang kuat, biasanya hal ini akan mengurangi terjadinya konflik jika terjadi, sehingga suami istri dapat mencari jalan keluar yang mudah.

Atas ikhtiar yang kami lakukan agar rumah tangga kami tetap harmonis ya kami berdua selalu terbuka mbak, karena menurut saya itu adalah kejujuran. Pasti tidak mudah kak mempertahankan rumah tangga yang tidak lengkap seperti itu, seharusnya kita sudah berusaha semaksimal mungkin seperti saling percaya, tidak saling menyalahkan ya kak. Dengan tidak adanya seorang anak, saya dan suami tentu saja berusaha semaksimal mungkin untuk mempertahankan rumah tangga kami.

Walaupun mereka tidak memiliki anak dalam rumah tangganya, mereka tetap berusaha untuk menciptakan ketentraman, kedamaian dan cinta diantara kami berdua. Revisi syariat Islam tentang strategi pasangan suami istri tanpa anak dalam menjaga keutuhan rumah tangganya di desa Gandu. Berdasarkan hasil survey informan strategi menjaga keutuhan rumah tangga diungkapkan oleh Bapak K dan Ibu I salah satu informan yang tidak memiliki anak yaitu strateginya harus saling percaya bukan saling menyalahkan.

Ungkapan ini menggambarkan bahwa suami istri selalu memupuk keharmonisan dalam setiap anggota keluarganya, hidup rukun dan akrab, karena keharmonisan dan keakraban dalam rumah tangga harus tetap terjaga dalam situasi apapun, dimanapun dan kapanpun. Pasangan suami istri di Desa Gandu mengenai persepsi keluarga rukun adalah keluarga rukun adalah keluarga yang tenang, aman, damai, harmonis, penuh cinta dan kasih sayang. Sehingga sesuai dengan teori syariat Islam dengan kehidupan suami istri yang tidak memiliki anak di Desa Gandu.

Dengan adanya pasangan suami istri yang belum memiliki anak namun masih rukun di Desa Gandu, maka peneliti ingin memberikan saran yang diharapkan dapat bermanfaat bagi pembaca. Bagi pasangan suami istri yang akan menikah dan menjalani kehidupan berumah tangga, mereka perlu memahami dan memiliki kesiapan mental bahwa memang ada syarat ketetapan Allah untuk memberikan umatnya mandul siapa saja yang diinginkan.

Tujuan Pemebentukan Keluarga

Masalah-masalah Dalam Rumah Tangga

Pernikahan merupakan ikatan suci antara dua insan, setiap manusia ingin menikah, memiliki anak dan memiliki rumah tangga yang bahagia. Salah satu hal yang dapat mewujudkan rumah tangga yang harmonis (sakinah) adalah sikap hidup yang diliputi kebersamaan dalam menjalani kehidupan, yang dilandasi kesederhanaan hidup hemat.49 Hidup hemat dengan merencanakan penggunaan keuangan keluarga bersama adalah sangat penting. Keimanan dan ketakwaan merupakan dasar pemeliharaan segala urusan, terutama segala sesuatu yang berhubungan dengan urusan rumah tangga.

Menghindari prasangka buruk terhadap pasangan akan membebaskan kita dalam hidup dan memusatkan perhatian kita untuk membangun keluarga yang harmonis, karena tuduhan yang tidak berdasar dapat memicu pertengkaran dalam pengurusan rumah tangga. G). Keduanya adalah suami istri yang menikah pada tahun 1991 dan usia pernikahan mereka saat ini adalah 32 tahun. Pekerjaan saya di lapangan setiap hari, saudari. Istri saya bekerja sebagai pekerja rumah tangga setiap hari.

Oleh karena itu, setiap pasangan suami istri harus memiliki strategi tersendiri untuk menjaga atau menciptakan keharmonisan keluarga. Berdasarkan hasil penelitian tentang pengertian pasangan suami istri yang belum memiliki anak di Desa Gandu mengenai persepsi keluarga yang harmonis, suami istri sendiri mengetahui arti dari keluarga yang harmonis, walaupun suasana keluarga tidak ideal karena dengan tidak adanya bayi. Sebaliknya Bapak T dan Ibu M mengatakan bahwa keluarga yang harmonis adalah keluarga antara suami istri yang merasa tenang, memiliki rasa sabar, dapat saling memahami, tidak saling menyakiti, saling memahami, saling menjaga. saling menjaga perasaan dan saling menerima kekurangan, saling memenuhi kebutuhan, keluarga, menjalankan hak dan kewajibannya dengan baik, meski tidak dikaruniai anak dalam rumah tangganya, hak dan kewajibannya masing-masing tetap berfungsi dengan baik.

Dari pengertian enam pasangan suami istri yang belum memiliki anak di Desa Gandu, mereka semua memaknai keharmonisan keluarga yang tidak memiliki keturunan yang sama, dimana keluarga tersebut masih merasakan ketentraman kedamaian, pemenuhan dari segi lahiriah, batiniah dan rohaniah. Nyatanya, banyak orang yang sangat merindukan rumah tangga yang indah, penuh kebahagiaan, penuh keberkahan. Melihat fenomena yang sesuai dengan Desa Gandu, ada sekitar 6 pasangan suami istri yang belum memiliki anak, namun hingga saat ini mereka yang telah menikah lebih dari 10-20 tahun masih mampu menjaga keutuhan dan keharmonisan rumah tangganya.

Usaha Sepasang Suami Istri Untuk Menafkahi Keluarga Yang Tidak Memiliki Keturunan Di Mawa Kota Palopo Palopo Skripsi : IAIN Palopo Tahun 2021.

Strategi Harmonis Dalam Islam

  • Pengertian Harmonis
  • Ciri-ciri Keluarga Harmonis
  • Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Keluarga Harmonis
  • Strategi Membangun Keluarga Harmonis
  • Pembinaan Keluarga Harmois

PASANGAN PEMBENTUKAN KELUARGA HARMONIS

Persepsi Keluarga Harmonis Bagi Pasagan Yang Belum Memiliki

Strategi Pasangan Yang Tidak Memiliki Keturunan Dalam

Referensi

Dokumen terkait

sistem bisnis periklanan AdsenseCamp dalam tinjauan hukum Islam untuk. menentukan boleh tidaknya masyarakat muslim melakukan kerjasama

Sepanjang sepengetahuan penulis dalam mencari hasil-hasil penelitian yang berkaitan dengan judul SYIRKAH DALAM HUKUM ISLAM (Tinjauan Hukum Islam Terhadap Bentuk

ini adalah untuk mengetahui tinjauan hukum Islam terhadap sistem gadai tanah. di

Berkaitan dengan persoalan kedua di atas, hukum Islam dalam kontek sebagai hukum nasional adalah hukum berciri sendiri, yakni sebagai hukum Islam lokal se suai ijtihad

Pandangan hukum Islam tentang tinjauan hukum Islam terhadap kredit haji dan Umrah pada FIFGROUP cabang Makassar, tidak bertentangan dengan hukum Islam adapun

obyektif dan rasional. Tinjauan hukum Islam terhadap Sengketa ahli waris dalam penggunaan tanah di Yayasan al-Hikmah di Desa Pettong Kecamatan Tanah Merah

Puji syukur peneliti panjatkan kehadirat Allah swt karena berkat rahmat dan hidayah-Nya, sehingga peneliti dapat menyelesaikan tugas akhir yang berjudul “Tinjauan Hukum Pidana Islam

Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dalam tinjauan hukum Islam produk frozen food yang bersertifikat halal sudah aman dikonsumsi, makanan yang belum bersertifikat halal tetapi