1 Lihat skripsi Purnadi NIM: 2102032 Fakultas Syari'ah Institut Agama Islam Negeri Walisongo Semarang 2008 “Analisis Hukum Islam Terhadap Penyelenggaraan Resepsi Nikah (Walimatul ‘urs) di Desa Kebloran Kec. 6 Lihat skripsi Purnadi NIM: 2102032 Fakultas Institut Agama Islam Negeri Syari'ah Walisongo Semarang 2008 “Analisis Hukum Islam Terhadap Penyelenggaraan Resepsi Pernikahan (Walimatul ‘urs) di Desa Kebloran Kec.
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembiayaan utang resepsi pernikahan di Desa Sempu Kecamatan Ngebel Kabupaten Ponorogo. Untuk mendeskripsikan alasan masyarakat Desa Sempu Kecamatan Ngebel Kabupaten Ponorogo membiayai pernikahannya melalui utang.
Manfaat Penelitian
Manfaat Teoritis
Untuk mendeskripsikan tinjauan hukum Islam terhadap pelaksanaan Pembiayaan Hutang Resepsi Pernikahan di Desa Sempu Kecamatan Ngebel Kabupaten Ponorogo.
Manfaat Praktis
Telaah Pustaka
Situbondo)” yang membahas tentang bagaimana upacara pernikahan dilangsungkan dan pandangan masyarakat terhadap tradisi tersebut. Dalam tradisi ini, donasi yang diberikan bukanlah sedekah, melainkan hutang yang harus dibayar ketika donatur mengadakan pesta.
Metodologi Penelitian
- Pendekatan dan Jenis Penelitian
- Kehadiran Peneliti
- Lokasi Penelitian
- Subyek Penelitian
- Sumber Data
- Teknik Pengumpulan Data
- Teknik Analisa data
Sumber data yang peneliti perlukan dalam penelitian ini adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Dalam penelitian ini peneliti akan mengambil teknik pengumpulan data yaitu dokumentasi resmi dan arsip dari kegiatan pelaksanaan pembiayaan resepsi pernikahan dengan menggunakan hutang di Desa Sempu Kecamatan Ngebel Kabupaten Ponorogo.
Sistematika Pembahasan
Data umum meliputi gambaran umum lokasi penelitian yaitu letak geografis, struktur demografi, kondisi sosial keagamaan, kondisi sosial budaya, dan kondisi sosial ekonomi masyarakat Desa Sempu Kecamatan Ngebel Kabupaten Ponorogo. . Pembahasan terdiri dari analisis data pelaksanaan pembiayaan resepsi pernikahan dengan utang di Desa Sempu Kecamatan Ngebel Kabupaten Ponorogo, lalu alasan masyarakat masih membiayai resepsi pernikahan melalui utang, serta gambaran hukum Islam mengenai hal tersebut. pendanaan.
TINJAUAN UMUM TENTANG WALIMATUL ‘URS
Pengertian Pesta Pernikahan / Walimatul ‘Urs
ا َبْرُلاْ ِب
Dasar Hukum Pesta Pernikahan/ Walimatul ‘Urs
Dari Syafiyah binti Syaibah, ia berkata: "Nabi SAW mengadakan walimah (perkahwinan) dengan beberapa isterinya dengan dua gandum yang berlumpur". Daripada beberapa hadis yang dikemukakan di atas, dapat disimpulkan bahawa Rasulullah SAW menggalakkan umatnya untuk menjaga walimah semasa majlis akad nikah.
Waktu dan Masa Pelaksanaan Pesta Perkawinan 1. Waktu Pelaksanaan Pesta Perkawinan
Sedangkan sekelompok ulama diantaranya berpendapat bahwa disunnahkannya pada saat akad dan setelah dukhul. Artinya “Jilbab pada hari pertama adalah benar, pada hari kedua dikenali, dan pada hari ketiga sum’ah (mencari ketenaran) dan riya”. Hadits di atas memuat dalil yang menunjukkan bahwa walim diperintahkan pada hari pertama, dan ini merupakan salah satu keyakinan masyarakat yang mengatakan bahwa walim itu wajib seperti yang telah dibahas sebelumnya.
Mengenai hal tersebut diatas sesuai dengan pendapat mayoritas ulama yang mengatakan walimah pada hari pertama wajib, pada hari kedua. Kelompok ulama yang lain mengatakan bahwa sebenarnya tidak makruh menunaikan hari ketiga bagi orang yang tidak diundang pada hari pertama dan kedua. Imam Al-Bukhari sependapat dengan kelompok ulama ini, menurutnya tidak ada salahnya menjamu tamu meski selama tujuh hari.
Dari hadis dan pendapat para ulama di atas dapat dipahami bahwa jangka waktu pelaksanaan walim harus dilakukan dua hari berturut-turut, jika terpaksa lebih dari jangka waktu tersebut maka niat pamer tidak diperbolehkan karena ini adalah sesuatu yang dilarang.
Hukum Menghadiri Undangan Walimatul ‘urs 1. Dasar Hukum Menghadiri Undangan
ملسم و)
دو د)
Jika saya diajak makan kulit yang kering, pasti saya akan hadir, tetapi jika dihadiahkan kulit kering, nescaya saya terima.” Imam al-Baghawi menyebut bahawa para ulama berselisih pendapat mengenai kewajipan menghadiri jemputan Walimatul. 'urs (perkahwinan). Manakala ulama lain mewajibkan sehingga jika tidak hadir tanpa sebab yang sah, maka berdosa.
Menurut ulama Madzab Hanafi, menghadiri walimah adalah hukum sunnah, karena semua hadis yang berbicara tentang undangan menghadiri walimah hanya sekedar anjuran, bukan perintah wajib menurut mereka.64 Sebagian ulama Ibnu Abdul Barry. Ibnu Hazm menduga ungkapan di atas merupakan perkataan jumhur Sahabat dan Tab’in yang di dalamnya merupakan sosok yang membedakan antara walimatul ‘urs dengan walimah yang lain. iyah dan Hanabilah bahwa terpenuhinya ajakan walimatul 'ur adalah fardhu a'in . Ucapan Sya>fi'i menunjukkan wajibnya menunaikan walimatul 'urs, dan menunjukkan tidak adanya rukhsah (pencerahan) pada perayaan selain walimatul 'urs. 70.
Menurut jumhur ulama', hadis di atas dengan tegas menunjukkan bahwa semua orang yang diundang menghadiri walimatul 'urs wajib menghadiri71.. syarat wajib menghadiri pesta pernikahan.
Memerhatikan syarat-syaratnya, jelaslah jika walimah hanya menjemput orang-orang kaya sahaja ke majlis perkahwinan, maka hukumnya adalah makruh. Tentang Abu Hurairah RA katanya: “Seburuk-buruk makanan ialah makanan Walimah, di mana orang kaya diundang, manakala orang miskin ditinggalkan.
Dalam Islam, diajar bersederhana dalam semua aspek kehidupan termasuklah melakukan walimatul. Jam tangan hendaklah ringkas dan tidak berlebihan. Seseorang yang tidak mahu miskin atau ketinggalan zaman mengatur walimatul 'urs dengan pesta perayaan.
ى خبا )
Dari Anas pada kisah Syafiyah bahwa Nabi SAW sebenarnya mengadakan walimah (pernikahannya) dengan kurma, keju, dan ghee.[HR. Sesuai dengan hadis di atas, maka walimatul 'urs yang dilakukan Rasulullah jauh dari kata mubazir dan sia-sia dengan membuat berbagai jenis makanan, dengan kata lain menurut hadis di atas maka standarisasi biaya dalam sebuah perayaan walimatul 'urs adalah tidak melebihi seekor kambing berarti mengundang orang yang cukup terhibur dengan seekor kambing. Tradisi ini bukanlah tradisi umat Islam, bahkan tradisi ini diambil dari umat Kristiani dalam tata cara pernikahannya.
ملسم و ى خبا )
Hikmah Dari Syariat Pesta Perkawinan
Hikmah yang dapat kita petik dari perintah diadakannya walimaturur adalah agar diketahui masyarakat bahwa telah terjadi akad nikah agar diketahui semua pihak dan tidak ada tuduhan-tuduhan di kemudian hari. Sebagai pengumuman kepada masyarakat bahwa kedua mempelai telah resmi menjadi suami istri, agar masyarakat tidak curiga dengan kelakuan kedua calon pengantin. Selain itu dengan adanya Walimatul Urs kita dapat melaksanakan perintah Rasulullah SAW yang berpesan kepada umat islam untuk melaksanakan “Walimatul Urs”, walaupun hanya dengan menyembelih seekor kambing.
PELAKSANAAN RESEPSI PERNIKAHAN (WALIMATUL
URS) DENGAN CARA HUTANG DI DESA SEMPU KECAMATAN NGEBEL KABUPATEN PONOROGO
Gambaran Umum Desa Sempu
- Letak Geografis
- Struktur Demografis
- Keadaan Sosial Keagamaan Dan Sosial Kebudayaan
- Keadaan Sosial Ekonomi Masyarakat
Dari segi iklim, Desa Sempu termasuk iklim tropis dan mempunyai dua musim yaitu musim hujan dan musim kemarau seperti wilayah lain di Indonesia pada umumnya. Berdasarkan data jumlah penduduk Desa Sempu, jumlah penduduk pada akhir tahun 2015 tercatat sebanyak 1597 jiwa dengan 514 kepala keluarga. bila digolongkan menurut beberapa faktor adalah sebagai berikut. Dari data yang penulis peroleh di lapangan, jumlah penduduk laki-laki dan perempuan masyarakat Desa Sempu berimbang.
Penduduk Desa Sempu dengan tingkat pendidikan paling dominan adalah lulusan Sekolah Dasar yang berjumlah 566 jiwa dari total penduduk. Namun masih banyak masyarakat Desa Sempu yang belum mengetahui secara pasti makna Islam itu sendiri. Meski terdapat banyak musala di Desa Sempu, namun acara-acara yang berkaitan dengan keagamaan, seperti pengajian, tahlilan dan lain sebagainya, masih kurang.
Hal ini tak lain merupakan ulah masyarakat Desa Sempu yang sebagian besar berprofesi sebagai petani/petani perkebunan.
PENYAJIAN DATA KHUSUS
- Tradisi pernikahan ( Walimatul’Urs’ ) di Desa Sempu
- Profil Informan a) MARGONO 99
- Pelaku Pemberi Hutang a) TUKIRAN 104
- Faktor-Faktor Terjadinya Pembiayaan Resepsi Pernikahan Dengan Cara Hutang
- Pandangan Para Tokoh Masyarakat Di Desa Sempu Kecamatan Ngebel Kabupaten Ponorogo
- ILHAM .S 107
- MBAH SIDEQ 108
- HARIYONO 109
- HARDI 111
- KARNI 112
- SUNARTO 113
- SYAMSUDIN 114
Untuk membiayai resepsi pernikahan dengan cara meminjam uang atau barang kebutuhan pokok (sembako) dari acara walimatul’urs. Hal ini dikarenakan dana yang kami sediakan tidak mencukupi untuk acara walimatul'urs. Hutang yang digunakan untuk membiayai resepsi pernikahan, baik berupa uang maupun perlengkapan acara walimatul „kita.
Kurangnya anggaran untuk menyelenggarakan resepsi pernikahan memaksa kami untuk mengambil sebagian kebutuhan acara dan menyelenggarakan acara perayaan walimatul'urs. Barang-barang yang diperlukan untuk acara walimatul'urs kita beli terlebih dahulu melalui hutang dan membayarnya setelah acara walimatul'urs selesai beberapa hari. Resepsi pernikahan (walimatul „urs) merupakan suatu keharusan dalam setiap pernikahan, apalagi jika berskala besar.
Resepsi pernikahan (walimatul „urs) merupakan suatu keharusan dalam setiap pernikahan, apalagi jika berskala besar. Hal ini dikarenakan dana yang kami sediakan tidak mencukupi untuk acara walimatul 'urs'. Mengapa Anda membiayai resepsi pernikahan dengan hutang: “Anggaran yang tidak mencukupi untuk menyelenggarakan resepsi pernikahan memaksa kami untuk berhutang sebagian kebutuhan acara dan menyelenggarakan acara walimatul ‘ur yang meriah”.
ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP PELAKSANAAN RESEPSI PERNIKAHAN (WALIMATUL ‘URS) DENGAN
KEBUPATEN PONOROGO
Analisis Hukum Islam Terhadap Pelaksanaan Resepsi Pernikahan (Walimatul ‘Urs) Dengan Cara Hutang Di Desa Sempu Kecamatan
Dalam penelitian ini yang menjadi permasalahan adalah pendanaan resepsi pernikahan yang dilakukan untuk melangsungkan walimatul „urs. Hakikat walimatul 'urs adalah bentuk pengumuman perkawinan kepada masyarakat setempat sesuai dengan kemampuannya. Permasalahan yang menyebabkan walimatul 'urs di Desa Sempu menjadi berat dan menimbulkan banyak beban (damharatan) bagi pemilik niatnya sendiri terutama bagi masyarakat berpendapatan menengah sehingga mendorong mereka untuk berhutang untuk melunasi pakannya.
Agar permasalahan di atas tidak menjadi sumber permasalahan, maka pelaksanaan prosesi valimatul’ur hendaknya dilakukan dengan cara yang sesederhana mungkin, sepanjang dapat tersampaikan maksud dan tujuan dilakukannya prosesi valimatul’ur. . Berdasarkan permasalahan dan teori sebagaimana yang saya uraikan di atas, maka disini peneliti berpendapat bahwa pelaksanaan valimatul-urs cukup dilakukan secara sederhana dan benar, namun jika kemungkinan itu ada maka tidak ada masalah dalam mengadakan acara valimatul-urs. . Namun tidak menjadi masalah jika valimatul “ursi dilakukan dengan penuh kemewahan asalkan memungkinkan dan tidak ada kekhawatiran akan menimbulkan kerugian yang terlalu besar.
Revisi hukum Islam terhadap pembiayaan resepsi pernikahan (Walimatul 'Urs) dengan hutang di desa Sempu, kecamatan.
Tinjauan Hukum Islam Terhadap Pembiayaan Resepsi Pernikahan (Walimatul ‘Urs) Dengan Cara Hutang Di Desa Sempu Kecamatan
Imam Taqiyudin dalam Kifayatul Ahyar menyebut bahawa sekecil-kecil walimatul 'urs bagi yang mampu ialah dengan seekor kambing kerana Nabi Muhammad SAW menyembelih seekor kambing ketika berkahwin dengan Zaenab binti Jahsy. Dan apa sahaja yang dilakukan oleh seseorang, walimatul ‟urs sudah dikira cukup kerana Nabi Muhammad SAW membuat walimatul ‟ur untuk Shofiyah binti Syaibah dengan tepung dan kurma. Sesuai dengan hadis di atas, sebenarnya menurut hukum Walimatul „ur, ia boleh dilakukan jauh dari sifat boros dan sia-sia dengan memasak pelbagai jenis makanan.
Dengan kata lain, menurut hadits di atas menunjukkan bahwa standarisasi biaya dalam suatu perayaan walimatul 'ur sebenarnya tidak ditentukan dalam walimatul hadits. Berdasarkan uraian di atas maka pelaksanaan walimatul 'urs yang berlangsung di Desa Sempu ditinjau dari segi pelaksanaannya untuk makruh tanzih. Hukum Walimatul„ur yang dilakukan di Desa Sempu adalah Makruh Tanzih karena merupakan tata tertib atau sikap seseorang yang suka mengada-ada atau membesar-besarkan tanpa melihat kemampuan pribadinya.
Daripada hadis di atas menjelaskan kesederhanaan yang dilakukan dalam Walimatul „urs apabila Nabi Muhammad saw mengahwini isterinya dengan menyembelih seekor kambing.
PENUTUP
Kesimpulan
Patokan kemewahan dalam merayakan walimatul 'urs sebenarnya tidak disebutkan dalam hadis tentang walimatul 'urs, namun dianjurkan untuk dibuat sesederhana mungkin, bahkan dengan menyembelih seekor kambing, artinya mengundang orang-orang yang cukup sering bersama kambing tersebut. .
Saran
DAFTAR PUSTAKA