• Tidak ada hasil yang ditemukan

tinjauan hukum pemberian grasi terpidana mati

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "tinjauan hukum pemberian grasi terpidana mati"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

1

TINJAUAN HUKUM PEMBERIAN GRASI TERPIDANA MATI BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 5 TAHUN 2010 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 22

TAHUN 2002 TENTANG GRASI

SKRIPSI

Oleh:

MAHMUD WIBOWO NPM.18810286

PROGRAM STUDI ILMU HUKUM FAKULTAS HUKUM

UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN 2022

(2)

ABSTRAK

MAHMUD WIBOWO. NPM.18810286. 2022.TINJAUAN HUKUM PEMBERIAN GRASI TERPIDANA MATI BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 5 TAHUN 2010 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2002 TENTANG GRASI. Skripsi. Fakultas Hukum Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al- Banjari. Pembimbing I Nasrullah, S.H.I., M.H. Pembimbing II B. Rupaidi, S.H., M.H.

Kata Kunci: Pemberian Grasi ,Terpidana Mati UU No 5 Tahun 2010

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kedudukan hukum terhadap pemberian grasi berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2010 Tentang Perubahan Atas Undang- Undang Nomor 22 Tahun 2002 Tentang Grasi dan untuk mengetahui kekuatan hukum terhadap pemberian grasi terpidana mati berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2010 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2002 Tentang Grasi. Jenis penelitian dalam penulisan skripsi ini dilakukan dengan jenis penelitian hukum normatif berupa penelitian kepustakaan yang menggunakan 3 bahan hukum yaitu bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier. Penelitian hukum ini menitikberatkan pada studi kepustakaan yang berarti akan lebih banyak menelaah dan mengkaji aturan-aturan hukum yang ada dan berlaku. Hasil penelitian Kedudukan hukum tentang pemberian grasi diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2002 dan dirubah dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2010.. Undang-Undang No. 5 Tahun 2010 hanya terdiri dari 2 (dua) pasal. Pasal 1 menyebutkan mengenai beberapa ketentuan dalam Undang- Undang Nomor 22 Tahun 2002 yang diubah. Undang-Undang No. 5 Tahun 2010 menetapkan untuk menyisipkan 1 (satu) pasal yakni Pasal 15A diantara Pasal 15 dan Bab IV yang menyatakan bahwa permohonan grasi yang belum diselesaikan berdasarkan Pasal 15 UU No. 22 Tahun 2002 diselesaikan paling lambat 22 Oktober 2012. Kepada terpidana mati yang belum mengajukan permohonan grasi berdasarkan UU No. 22 tahun 2002, jangka waktu 1 (satu) tahun yang dimaksud pasal 7 ayat (2) dihitung sejak UU ini mulai berlaku.

Undang-Undang yang mengatur grasi yang berlaku saat ini yaitu UU No. 22 Tahun 2002 jo UU No. 5 Tahun 2010. Kedudukan pemberian Grasi tepidana mati yang belum mendapat penyelesaian yang diajukan berdasarkan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1950 tentang Permohonan Grasi diberikan waktu penyelesaian selama 2 (dua) tahun terhitung sejak berlakunya Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2002 tentang Grasi. Namun, tenggang waktu 2 (dua) tahun tersebut ternyata tidak cukup untuk menyelesaikan semua permohonan Grasi tersebut, sehingga penyelesaian Grasi tersebut setelah tanggal 22 Oktober 2004 tidak mempunyai landasan hukum. Untuk menghindari adanya kekosongan hukum bagi

(3)

penyelesaian pemberian Grasi yang diajukan berdasarkan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1950, batas waktu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 Undang- Undang Nomor 22 Tahun 2002 tentang Grasi perlu diperpanjang sampai dengan tanggal 22 Oktober 2012.4 Undang- Undang Nomor 22 Tahun 2002 tentang Grasi tidak memberikan batasan waktu pengajuan permohonan Grasi bagi terpidana mati, sehingga dalam pelaksanaannya menyebabkan eksekusi atau pelaksanaan pidana mati menjadi tertunda sampai dengan waktu yang tidak terbatas. Demi kepastian hukum, perlu diatur mengenai batasan waktu pengajuan permohonan Grasi bagi terpidana mati.

(4)

DAFTAR PUSTAKA

Andi Hamzah, 1996, Hukum Acara Pidana Indonesia, Jakarta: CV. Sapta Artha Jaya ---, 1985, Pengantar Hukum Acara Pidana Indonesia, Jakarta: Ghana Indonesia A. Fuad Usfa dan Tongat, 2004, Pengantar Hukum Pidana, Malang: Universitas

Muhammadiyah Malang Press

Andi Hamzah, 1985, Pengantar Hukum Acara Pidana, Jakarta: Ghalia Indonesia ---, 2000, Hukum Acara Pidana Indonesia, Jakarta: Sinar Grafika, Jakarta Andy Hamzah dan Bambang Waluyo, 1988, Delik-Delik terhadap Penyelenggaraan

Peradilan (Conterm of Court), Jakarta: Sinar Grafika

Budi Suhariyanto, 2013, Tindak Pidana Teknologi Informasi (Cybercrime) Urgensi Pengaturan dan Celah Hukumnya, Depok: PT. Rajagrafindo Persada

Bambang Poernomo, 1982, Seri Hukum Acara Pidana Pandangan terhadap Asas-Asas Umum Hukum Acara Pidana, Yogyakarta: Liberty

Bambang Waluyo, 2002, Penelitian Hukum dalam Praktek, Jakarta: SInar Grafika

Barda Nawawi Arief, 1998, Beberapa Aspek Kebijakan Penegakan Hukum dan Pengembangan Hukum Pidana, Bandung: Citra Aditya Bakti

---, 2000, Perlindungan HAM dan Korban dalam Pembaharuan Hukum, Bandung: Citra Aditya Bakti

---, 2001, Masalah Penegakan Hukum Dan Kebijakan Penanggulangan Kejahatan, Bandung, Citra Aditya Bakti,

---, 2002, Bunga Rampai Kebijakan Hukum Pidana, Bandung, Citra AdityaBakti

Bambang Waluyo, 2000, Pidana Dan Pemidanaan, Jakarta: Sinar Grafika

Bambang Sutiyoso, 2007, Metode Penemuan Hukum Upaya Mewujudkan Hukum yang Pasti dan Berkeadilan, Yogyakarta: UII Press

(5)

Chairul Huda, 2006, Dari Tiada Pidana Tanpa Kesalahan Menuju Kepada Tiada Pertanggungjawaban Pidana Tanpa Kesalahan, Jakarta; Kencana

C.S.T. Kansil, 1986, Pengantar Ilmu Hukum dan Tata Hukum Indonesia, Jakarta; Balai Pustaka

Lili Rasjidi dan B. Arief Sidharta, 1989, Filsafat Hukum, Mashab dan Refleksinya, Bandung:

Remadja Karya, Bandung

Soedarto, 1981, Hukum dan Hukum Pidana, Bandung: Alumni

---, 1983, “Hukum Pidana dan Perkembangan Masyarakat, Bandung. Alumni ---, 1983, “Kapita Selecta Hukum Pidana, Bandung : Alumni,

Sumartini, 1996, Pembahsan Perkembangan Pembangunan Hukum Nasional tentang Hukum Acara Pidana, Jakarta: Departemen Kehakiman

Sudikno Mertokusumo, 2003, Mengenal Hukum, Yogyakarta: Liberty

Sri Setyawati Dan Hendroyono, 2005, Pidana Dan Pemidanaan, Semarang: Fakultas Hukum UNTAG

Topo Santoso dan Eva Achjani Zulfa. 2005, Kriminologi, Jakarta: Raja Grafindo Persada Wirjono Prodjodikoro. 1982. Hukum Acara Pidana di Indonesia. Bandung : PT. Sumur, Fuadi, Munir dkk.2015.Hak Asasi Tersangka Pidana.Jakarta: Kencana.

Gunadi, Ismu dan Efendi.2014.Cepat dan Mudah Memahami Hukum Pidana.Jakarta:

Kencana.

Kaelan. 2013. Negara Kebangsaan Pancasila. Yogyakarta: Paradigma

Maramis, Frans.2013.Hukum Pidana Umum dan Tertulis Di Indonesia.Jakarta: PT Raja Grafindo.

Moeljatno.2002.Asas-Asas Hukum Pidana.Jakarta: Rineka Cipta.

Nazir, Muhammad.1983.Metode Penelitian.Darussalam: Ghalia Indonesia.

Setiawan, Deny.2014.Metodologi Penelitian.Medan: Laboratorium PPKn Unimed

Soeaidy, Sholeh.2000.Vademecum Hukum Perdata dan Hukum Pidana.Jakarta: CV Novindo Pustaka Mandiri.

Sugiono.2012.Metode Penelitian Pendidikan.Bandung: Alfabeta.

Waluyo, Bambang.2004.Pidana dan Pemidanaan.Jakarta: Sinar Grafika.

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara dan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2006 tentang

Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak; Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak;