BAB II
TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI
1.1. Tinjauan Pustaka
Studi yang dilakukan oleh Krisna Resi dkk (2015) membahas peran pelacak surya untuk memaksimalkan jumlah foton dari cahaya matahari yang terpancar untuk mengenai panel surya agar mendapatkan hasil konversi foton-listrik yang lebih optimal.
Pengendalian dalam penelitian ini menggunakan implementasi logika fuzzy. Selain itu, Istiyo Winarno Sutaya, dkk., (2016) membahas solar tracking system single axis pada solar sel untuk mengoptimalkan daya dengan metode adaptive neuro-fuzzy inference sistem anfis. Penelitian lain oleh K. Fadhlullah (2017) melakukan perancangan solar tracking system berbasis Arduino yang dapat bergerak mengikuti sinar matahari dan digunakan pada semua wilayah atau area, dengan menggunakan solar tracker (blackbox) yang dirancang energi matahari dapat diserap dan dihasilkan lebih optimal dibandingkan tanpa menggunakan solar tracker.
Dalam konteks perumahan, sistem pengumpul energi tenaga surya berbasis pelacakan matahari dapat digunakan untuk menyediakan energi listrik yang lebih bersih dan ramah lingkungan, seperti dalam sistem Solar Home System (SHS). SHS ini mencakup modul fotovoltaic, baterai, alat pengatur energi baterai (BCR), dan beban listrik seperti lampu, saklar, radio, televisi, dan lain-lain.
Selain itu, prosedur perancangan sistem pembangkit listrik tenaga surya untuk perumahan (solar home system) juga telah dijelaskan dalam sebuah publikasi. Sistem ini menggunakan modul fotovoltaic sebagai catudaya yang menghasilkan energi listrik dari masukan sejumlah energi matahari, baterai sebagai penyimpan dan pengkondisi energi, alat pengatur energi baterai (BCR) sebagai alat pengatur otomatis, penjaga kehandalan sistem, dan beban listrik seperti lampu TL (DC), saklar, radio, televisi, dan lain-lain.
Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Adjie Widthyo Tomo (2020), ditemukan bahwa Indonesia merupakan daerah tropis yang memiliki potensi energi matahari yang sangat besar. Energi matahari adalah salah satu sumber energi yang dapat diperbaharui dan dapat dikonversi menjadi energi listrik dengan menggunakan panel surya. Untuk mendapatkan penyerapan cahaya matahari yang optimal, diperlukan sistem yang dapat membuat panel surya mengikuti pergerakan matahari. Pada penelitian ini, dirancang PLTS menggunakan sistem real time berbasis mikrokontroler ATmega32.
Dengan demikian, berbagai penelitian dan pengembangan sistem pengumpul energi tenaga surya berbasis pelacakan matahari telah dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan pemanfaatan energi matahari dalam berbagai konteks, mulai dari perumahan hingga aplikasi transportasi.
1.2. Landasan Teori
Sistem pengumpul energi tenaga surya berbasis pelacakan matahari (solar tracking) adalah sistem yang dirancang untuk mengikuti pergerakan matahari secara otomatis, sehingga panel surya selalu mengarah arah matahari, baik di dalam kondisi ketawaan atau hambatan. Hal ini memungkinkan lebih efisien penyerapan energi matahari dan meningkatkan produksi energi listrik. Beberapa komponen penting yang digunakan dalam sistem pengumpul energi tenaga surya meliputi:
1. Panel Surya: Panel surya adalah komponen utama yang mengonversi energi matahari menjadi energi listrik.
2. Sistem Pengaturan (Controller): Sistem pengaturan mengendalikan panel surya untuk mengikuti pergerakan matahari. Mikrokontroler, seperti ATMega32, digunakan sebagai sistem pengendali.
3. Motor: Motor digunakan untuk menggerakkan panel surya menuju arah matahari.
4. Sistem Pelacakan: Sistem pelacakan menggunakan teknologi pelacakan matahari untuk mengikuti pergerakan matahari secara otomatis
Beberapa metode yang digunakan dalam perancangan sistem pengumpul energi tenaga surya meliputi:
Metode basis waktu: Sistem ini menggunakan basis waktu untuk mengatur pergerakan panel surya, dengan memantau posisi matahari secara berkala.
Metode adaptive neuro-fuzzy inference: Sistem ini menggunakan metode neuro- fuzzy inference untuk mengoptimalkan daya yang dihasilkan oleh system
Menggunakan logika fuzzy: Sistem ini menggunakan logika fuzzy untuk mengendalikan panel surya dan mengoptimalkan penyerapan energi matahari Dalam konteks perumahan, sistem pengumpul energi tenaga surya berbasis pelacakan matahari dapat digunakan untuk menyediakan energi listrik yang lebih bersih dan ramah lingkungan, seperti dalam sistem Solar Home System (SHS). SHS ini mencakup modul fotovoltaic, baterai, alat pengatur energi baterai (BCR), dan beban listrik seperti lampu, saklar, radio, televisi, dan lain-lain.