• Tidak ada hasil yang ditemukan

TRAGEDI KANJURUHAN pdf

N/A
N/A
C@03. Rahmi Angreni

Academic year: 2023

Membagikan "TRAGEDI KANJURUHAN pdf"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

TRAGEDI KANJURUHAN

Pada Sabtu malam, 1 Oktober 2022, stadion Kanjuruhan menjadi saksi bisu peristiwa mematikan di laga pertandingan Arema FC Vs. Persebaya. Sebanyak 131 orang meninggal, 253 luka ringan, dan 31 luka berat. Pertandingan sepak bola itu berakhir tragis setelah terjadi kericuhan. Ratusan orang meregang nyawa dan luka-luka.

Sontak, tragedi kemanusiaan tersebut menyedot perhatian dunia internasional. Presiden Jokowi pun bereaksi dengan menghentikan Liga 1 dan membentuk Tim Gabungan Independen Pencari Fakta yang dikomandoi Menko Polhukam Mahfud MD untuk mengusut tuntas peristiwa memilukan itu.

Pelanggaran yang Dilakukan

Mengutip rangkuman berbagai liputan media, setidaknya ada empat pelanggaran yang terjadi dalam tragedi Kanjuruhan. Pertama, penggunaan gas air mata menjadi sorotan publik. Aturan FIFA Stadium Safety and Security, pasal 19 huruf B menyebutkan larangan penggunaan gas air mata di stadion.

Kedua, penggunaan kekuatan kepolisian. Dalam peraturan Kapolri No. 1/2001 disebutkan ada enam tahapan penggunaan kekuatan kepolisian. Beberapa kesaksian penonton menyatakan tindakan aparat keamanan kasar dan brutal dalam mengamankan kericuhan di stadion.

Ketiga, kapasitas penonton yang berlebih. Stadion Kanjuruhan hanya berkapasitas 38.000 penonton, tetapi tiket yang dicetak panitia 42.000.

Keempat, jadwal pertandingan. Berbagai pihak mengusulkan ke PT LIB agar pertandingan digeser sore hari pada pukul 15.00 dengan alasan kerawanan keamanan jika tetap digelar malam hari. Namun, usulan tersebut ditolak dan jadwal pertandingan tetap dilaksanakan pada malam hari.

Masalah

Ada tiga catatan penting yang perlu kita cermati, renungi, dan evaluasi dari insiden mematikan Kanjuruhan.

Pertama, di antara dampak negatif pertandingan olahraga, khususnya sepak bola, adalah terbentuknya rivalitas antarklub. Dalam setiap kompetisi, menang dan kalah pasti terjadi.

Namun, hal itu berbeda dengan sepak bola. Menang dan kalah selalu berkaitan dengan gengsi, harga diri, dan ambisi.

Siapa pun memahami, sepak bola adalah olahraga bergengsi yang mempertaruhkan banyak uang dan modal. Menang dan kalah seolah harga mati bagi pemilik klub sebab hasil

(2)

pertandingan akan memengaruhi keuntungan dan kerugian bagi pemilik, pelatih, pemain, dan ofisial klub.

Kedua, fanatisme suporter melahirkan pembelaan buta terhadap klub kesayangan. Aktualisasi luapan emosi, amarah, dan bahagia adalah indikator terkuat betapa sepak bola tidak bisa dilepaskan dari fanatisme golongan.

Ketika melihat tim kebanggaannya kalah, mereka tidak terima, emosi, marah, lalu memunculkan kerusuhan dan kerusakan. Padahal, sepak bola hanyalah olahraga dan permainan.

Harus kita akui bersama, fanatik buta suporter kepada tim kebanggaan turut memicu setiap kerusuhan yang terjadi di lapangan hijau. Meski satu daerah, jika sudah fanatik, tetap saja dianggap musuh bebuyutan.

Ketiga, tindakan represif aparat dalam menghadapi kericuhan massa. Penggunaan gas air mata, meski dilarang, polisi tetap keukeuh menyatakan hal itu sudah sesuai. Padahal, meregangnya ratusan nyawa sebenarnya dipicu oleh tembakan gas air mata yang diarahkan ke tribun penonton. Muncul kepanikan, penonton berhamburan keluar stadion, lalu terjadi penumpukan di satu pintu, pada akhirnya banyak yang meninggal karena sesak napas, terinjak, dan tergencet.

Jika gas air mata adalah pemicu meninggalnya ratusan orang, tentu aparat mestinya menjadi pihak yang paling bertanggung jawab dalam hal ini. Selain bertugas melakukan pengamanan, mereka juga mestinya bisa mengendalikan diri dan emosi dalam menghadapi kericuhan massa.

Keempat, kecerobohan negara turut berkontribusi dalam tragedi yang memakan ratusan korban jiwa ini. Jelas harus ada pihak yang bertanggung jawab dan menjadi tersangka.

Pertanyaannya, akankah negara benar-benar mengusut tuntas peristiwa ini hingga ke pucuk pimpinan?

Komisionaris Kompolnas Albertus Wahyurudhanto, yang tampak menjadi jubir kepolisian menjelaskan bahwa tidak ada perintah dari Kapolres untuk melakukan penguraian massa dengan tindakan eksesif yaitu dengan peluru gas air mata.

Sulit dipahami jika puluhan tembakan gas air mata mengarah ke lapangan, tribun penonton, dan di luar stadion, hanya ditembakkan oleh oknum-oknum polisi tanpa ada perintah atasan.

Solusi Tambal Sulam yang diberikan

Pemerintah diwakili Menteri PPPA Bintang Puspayoga mendorong semua pihak untuk bersama menghadirkan stadion sepak bola yang ramah perempuan dan anak. Kemudian penyelenggara pertandingan yang memberikan perlindungan kepada perempuan dan anak.

(3)

Di era Kapitalisme, olahraga telah bergeser fungsi dan perannya dalam kehidupan masyarakat. Sepak bola sebagai olahraga, kepentingan utamanya harusnya mengukur skill dan teknik bermain sepak bola, targetnya untuk kebugaran.

Tapi sekarang olahraga selain alternatif hiburan, juga bisa menjadi lahan bisnis meraup keuntungan finansial, bahkan menjadi ajang pansos bagi pemain, suporter maniak, maupun penyelenggara.

Oleh karena itu, seharusnya pertandingan sepak bola tidak perlu mendatangkan massa, cukup dihadiri pihak-pihak yang langsung berkepentingan dengan olahraga tersebut, maka tidak akan ada korban baik laki-laki, perempuan, ataupun anak-anak.

Pandangan Islam

Islam membolehkan berolahraga dalam rangka menjaga kesehatan, kebugaran, dan keterampilan bagi kaum muslim. Rasulullah saw. pernah berlomba lari adu cepat dengan Aisyah ra.. Umar bin Khattab juga memerintahkan agar anak-anak diberi pelajaran olahraga berkuda, berenang dan panahan.

Kaum muslim diperintahkan untuk berjihad fii sabilillah. Menyiapkan segenap kekuatan perang untuk menggentarkan musuh-musuh Allah sebagaimana QS Al-Anfal ayat 60.

Dalam Islam, tidak dibenarkan permainan yang menimbulkan kesia-siaan. Allah Swt.

berfirman, “Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.”

(QS Ali Imran: 185)

Bermain, berolahraga, dan bersenda gurau, sebenarnya tidak mengapa asalkan permainan tersebut tidak melalaikan tujuan hidup kita di dunia. Jangan sampai kita terjebak dalam lahwun munazhamun hingga terlena dan berbuat sia-sia.

Lahwun munazhamun ialah permainan atau hiburan yang diatur sedemikian rupa dengan berbagai jenis program dan waktu penyelenggaraannya. Ditunjuklah sejumlah pegawai, staf manager, dan penanggung jawab sehingga menjadi suatu misi yang penting di mata para perencana dan pengaturnya. Dalam hal ini, contoh lahwun munazhamun ialah sepak bola.

Bermain, berolahraga, dan bersenda gurau, sebenarnya tidak mengapa asalkan permainan tersebut tidak melalaikan tujuan hidup kita di dunia. Jangan sampai kita terjebak dalam lahwun munazhamun hingga terlena dan berbuat sia-sia.

Lahwun munazhamun ialah permainan atau hiburan yang diatur sedemikian rupa dengan berbagai jenis program dan waktu penyelenggaraannya. Ditunjuklah sejumlah pegawai, staf manager, dan penanggung jawab sehingga menjadi suatu misi yang penting di mata para perencana dan pengaturnya. Dalam hal ini, contoh lahwun munazhamun ialah sepak bola.

Referensi

Dokumen terkait

Pembimbing 1. Abdul Kadir AA, M.Sc. Dalam latihan cabang olahraga prestasi, atlet khususnya cabang olahraga futsal pada divisi sepak bola di UKM UPI, tidak cukup hanya

Tingkat Daerah (POMDA) DIY cabang Olahraga Bola Basket, Renang, dan Sepak Takraw Universitas Negeri Yogyakarta Tahun 2011, dipandang perlu ditetapkan panitia dan

berbagai pihak yang berkepentingan dapat menaruh perhatian yang cukup demi pemanfaatannya dimasa yang akan datang. Hal penting lain yang perlu diperhatikan adalah pengembangan dari

Tujuan dari penelitian menganalisis perbedaan status gizi, persen lemak tubuh, dan massa otot atlet dari empat cabang olahraga yang berbeda, yaitu atletik, renang, sepak bola,

Kita dapat berbicara dengan orang lain dari jarak jauh itu termasuk pengaruh globalisasi di bidang….!. Nonton siaran langsung pertandingan piala dunia sepak bola yang diadakan

Cabang olahraga sepakbola memiliki teknik dasar sangat kompleks dan cukup sulit, hal ini mengingat bahwa selama ini kaki yang digunakan untuk permainan sepak bola cuma

Untuk itu perlunya seleksi bakat dengan metode ilmiah perlu dilakukan tidak hanya pada Sekolah Khusus Olahraga tetapi juga di Sekolah-sekolah Sepak Bola yang ada

Istilah yang perlu kamu ingat Kata kunci kipers offside standing start flying start couching star permainan kippers permainan sepak bola olahraga atletik Teknik dasar kipper