Tripusat Pendidikan ( Ki hajar Dewantara)
Tripusat Pendidikan terdiri dari dua kata yakni tripusat dan pendidikan. Jika dilihat dari per kata secara umum, kata tripusat diawali dengan kata tri yang merupakan angka bilangan dari bahasa sanskerta yang artinya tiga. Jadi, tripusat merupakan tiga pusat atau tiga fokus Pendidikan.
Sedangkan kata pendidikan sendiri menurut Ki Hajar Dewantara pendidikan adalah proses pembentukan karakter manusia agar menjadi sebenar-benarnya manusia. Mengenai pendidikan karakter itu sendiri Ki Hajar Dewantara memandang bahwa dalam tumbuh kembang seorang anak, harus adanya tiga pusat pendidikan yang memiliki peran besar. Semua itu disebut
“Tri Pusat Pendidikan”.
Istilah Tri Pusat Pendidikan adalah istilah yang digunakan oleh tokoh pendidikan Indonesia, yaitu Ki Hajar Dewantara yang menggambarkan lembaga atau lingkungan pendidikan yang ada di sekitar manusia yang memengaruhi perilaku peserta didik, yaitu :
(1) Pendidikan keluarga atau pendidikan informal, (2) Pendidikan di sekolah atau pendidikan formal,
(3) Pendidikan di dalam masyarakat atau pendidikan nonformal.
Penggolongan ini dilihat dari tempat berlangsungnya pendidikan, sehingga Ki Hajar Dewantara, membedakan menjadi tiga dengan sebutan Tri Pusat Pendidikan.
Jadi, tripusat pendidikan adalah istilah dari ide atau pemikiran Ki Hajar Dewantara mengenai tiga pusat lingkungan pendidikan yang terdiri dari keluarga, sekolah, dan masyarakat yang mana dari ketiga lingkungan tersebut memiliki pengaruh terhadap perkembangan kepribadian anak, kepribadian yang dimaksud yakni dari watak/karakter dari setiap individu serta dapat mempengaruhi perkembangan pendidikan anak dari pendidikan agama, budi pekerti, dan bersosial.
Contoh :
1. Lingkungan Keluarga
Lingkungan keluarga menjadi lingkungan yang pertama dan utama untuk anak
mendapatkan pendidikan, dikatakan pertama, karena sejak anak dalam kandungan dan setelah
lahir hingga dewasa mereka tidak lepas dari orangtua, interaksi serta komunikasi pasti sering
terjadi setiap harinya oleh anggota keluarga termasuk orangtua dan anak, dengan adanya
interaksi yang selalu terjadi secara tidak sadar maka akan terbangun juga pendidikan pertama
terhadap anak. Dengan demikian, dapat dikatakan keluarga adalah lingkungan pertama dan
utama dalam perkembangan pendidikan anak.
keluarga menyediakan situasi belajar, Ikatan kekeluargaan membantu anak mengembangkan sifat persahabatan, cinta kasih, hubungan antar pribadi, kerja sama, disiplin, tingkah laku yang baik serta pengakuan dan perkembangan moral
Orang tua berperan penting dalam mendidik anak-anak mereka dengan memberikan dorongan, cinta, pengajaran nilai-nilai positif, dan pendidikan tentang etika dan budaya
2.Lingkungan Sekolah
Di sekolah seorang anak akan belajar mengenai hal-hal baru yang tidak ia dapatkan di lingkungan keluarga maupun teman sepermainannya. Selain itu juga belajar mengenai nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat sekolah, seperti tidak boleh terlambat waktu masuk sekolah, harus mengerjakan tugas atau PR, dan lain-lain. Sekolah juga menuntut kemandirian dan tanggung jawab pribadi seorang anak dalam mengerjakan tugas-tugasnya tanpa bantuan orang tuanya.
Sekolah adalah tempat di mana siswa belajar berbagai mata pelajaran seperti matematika, ilmu pengetahuan, bahasa, seni, dan lainnya Serta norma yang berlaku dalam masyarakat khususnya sekolah, kemandirian dan tanggungjawab pribadi. Guru berperan sebagai fasilitator pembelajaran di sekolah.
3.Lingkungan Maysarakat
Di lihat dari lingkungan pendidikan, masyarakat disebut lingkungan pendidikan nonformal yang memberikan pendidikan secara sengaja dan berencana kepada seluruh anggotanya, tetapi tidak sistematis.
Lingkungan masyarakat juga berpengaruh besar terhadap perkembangan kepribadian anak baik segi kecerdasan, budi pekerti, ilmu agama, dan ilmu sosial. Tingkah laku anak dalam masyarakat juga tidak terlepas dari didikan para pendidik dari lingkungan keluarga dan sekolahnya. Sehingga lingkungan masyarakat terdapat para orang-orang tua yang menjadi penasehat/pembimbing yang mampu mengarahkan para pemuda untuk memajukan perkembangan masyarakat.
Pendidikan masyarakat juga tidak terbatas waktu dan ruang, pendidikan dapat dilakukan kapan pun, dimanapun, dan dengan siapun. Dari sini, anak akan mengetahui bagaimana cara anak dapat menerima segala hal atau informasi yang didapatkan dalam lingkungan masyarakat.
Layaknya keluarga dan sekolah, lingkunga masyarakat sangat memperngaruhi pendidikan seorang anak.
Dengan siapa ia bergaul, bagaimana pola pertemanannya, kegiatan apa yang dilakukannya dalam masyarakat, budaya yang berlaku di masyarakat, cara pandang juga perilaku teman sepergaulannya, juga media massa mempengaruhi pendidikan seorang anak di lingkungan masyarakat. Lingkungan masyarakat harus memiliki pendidikan yang sesuai dengan Tri Pusat Pendidikan lainnya. Karena jika tidak sesuai, lingkungan yang salah dapat memberikan pengaruh buruk juga mendorong terjadinya penyimpangan.
Contoh: Melalui pengaruh positif Masyarakat dan komunitas, individu tumbuh dengan pemahaman yang dalam tentang tentang nilai-nilai tradisional, etika, dan perilaku dan norma yang dihormati dalam
masyarakat, misal: Tidak Berkata kasar, Menghormati yang tua di lingkungan sekitar, Sopan dalam berpakaian, menyapa tetangga dan lain lain