o/o α β ρ %
1) Jurnal Pendidikan
a. Tulisan diketik pada kertas ukuran A4, dalam satu kolom menggunakan spasi ganda, jenis huruf Arial, ukuran 9, dengan jarak tepi 2 cm di semua sisi.
b. Proses peninjauan naskah ditujukan untuk memastikan bahwa naskah jurnal yang diterima mempunyai kualitas yang baik untuk dipublikasikan.
c. Naskah yang sudah sesuai dengan pedoman penulisan artikel akan diperiksa oleh mitra bestari selama maksimum 2 minggu dan komentar mitra bestari akan disampaikan kepada penulis dalam waktu milsimum 3 minggu sejak pengiriman pertama. Naskah yang sudah direvisi penulis diharapkan sudah dikembalikan ke Editor selama maksimum satu minggu.
d. Struktur artikel diberi penomeran yang jelas disetiap bagiannya. Setiap sub bagian harus diberi nomor 1.1 (lalu 1.1.1, 1.1.2, ...dst), sedangkan abstrak tidak diberi penomoran. rumus matematika lebih baik menggunakan garis miring (/) untuk menyatakan pembagian contoh X/Y. Pada prinsipnya penulisan variabel adalah dicetak miring.
e. Keterangan gambar pastikan setiap gambar/ilustrasi memiliki keterangan. Keterangan tersebut ditulis secara terpisah, tidak menempel pada gambar/ilustrasi.
f. Tabel penomorannya sesuai dengan letaknya dalam artikel. tabel sebaiknya digunakan dengan efektif dan tidak digunakan untuk mengulangi hasil yang telah dipresentasikan pada bagian hasil penelitian dan pembahasan.
g. Judul ditulis secara padat, jelas dan informatif, maksimum 20 kata. Sebaiknya hindari penggunaan sinkatan dan rumus.
2) Kaidah Selingkung Artikel Konseptual Unnes a. Judul
Judul dalam artikel konseptual berfungsi sebagai label yang mencerminkan secara tepat intisari yang terkandung dalam artikel. Sebab itu, pemilihan kata yang dipakai di dalam judul hendaknya dilakukan secara cermat.
b. Nama Penulis dan Lembaga Asal
Nama Lembaga tempat bekerja penulis dicantumkan sebagai catatan kaki di halaman pertama artikel. Jika artikel ditulis oleh dua orang atau lebih, penulisannya dimulai dari penulis utama. Apabila semua penulis berasal dari Lembaga yang sama, nama Lembaga cukup ditulis sekali. Namun bila berlainan, semua nama Lembaga harus dicantumkan pada catatan kaki, mulai dengan Lembaga asal penulis utama dengan penanda 1, 2, 3 dan seterusnya dengan format superscrip.
c. Abstrak dan Kunci
Abstrak untuk artikel ini bukanlah komentar atau pengantar dari penyunting atau redaksi. Abstrak berisi pernyataan ringkas dan padat tentang gagasan terpenting di dalam artikel. Gagasan itu antara lain mencakup masalah, tujuan, dan ringkasan hasil pemikiran sebagai tekanannya.
d. Pendahuluan
Isi pendahuluan mengenai uraian berbagai yang mampu menarik pembaca untuk mendaami bagian selanjutnya. Pendahuluan sebaiknya diakhiri dengan rumusan singkat tentang hal pokok yang akan dibahas. Bagian pendahuluan tidak perlu diberi judul.
e. Isi
Bagian isi dapat berupa (1) evaluasi terhadap teori yang ada, yang mencakup ragam, kelebihan, dan kekurangannya, (2) deskripsi, eksplanasi, analisis, dan diskusi tentang
fenomena yang muncul dalam suatu komunitas, (3) strategi pengelolaan perkara tertentu, (4) perbandingan antar teori untuk menjembatani kesenjangan diantaranya, (5) kemungkinan penerapan suatu teori didalam kelompok masyarakat tertentu, (6) telaah terhadap teori tertentu dan kemungkinan replikasinya dalam kondisi dan situasi yang berlainan, dan sebagainya.
f. Penutupan
Istilah penutupan digunakan sebagai judul bagian akhir artikel konseptual jika isinya hanya berupa catatan akhir atau sejenisnya. Jika uraian pada bagian akhir berisi simpulan hasil pembahasan pada bagian sebelumnya, perlu dimasukan pada bagian kesimpulan.
g. Catatan Akhir
Catatan akhir berupa keterangan tambahan yang diberikan kepasa istilah khusus, nama tokoh, nama Lembaga, tahun tertentu, symbol dan sebagainya yang termuat dalam artikel.
h. Daftar Rujukan
Daftar rujukan pada artikel konseptual harus lengkap dan sesuai dengan rujukan yang disajikan dalam nas artikel. Bahan Pustaka yang dimasukan dalam daftar rujukan yang disebutkan dalan nas harus disajikan dalam daftar rujukan.