• Tidak ada hasil yang ditemukan

TUGAS BESAR 1 “ANALISIS MUKA AIR BANJIR SUNGAI MUSI MENGGUNAKAN SOFTWARE HEC-RAS”

N/A
N/A
Christoforus Lambi' Keaan

Academic year: 2023

Membagikan "TUGAS BESAR 1 “ANALISIS MUKA AIR BANJIR SUNGAI MUSI MENGGUNAKAN SOFTWARE HEC-RAS”"

Copied!
58
0
0

Teks penuh

(1)

TUGAS BESAR 1

“ANALISIS MUKA AIR BANJIR SUNGAI MUSI MENGGUNAKAN SOFTWARE HEC-RAS”

Mata Kuliah : Software Teknik Sipil Terapan Dosen Pengampu : Acep Hidayat, S.T, M.T

Disusun Oleh:

CHRISTOFORUS LAMBI’ KEAAN | 41121010049

UNIVERSITAS MERCU BUANA FAKULTAS TEKNIK

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL TAHUN 2023

(2)

i | F A K U L T A S T E K N I K KATA PENGANTAR

Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa. Atas rahmat dan hidayah-Nya, penulis dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul “ANALISIS MUKA AIR BANJIR SUNGAI MUSI MENGGUNAKAN SOFTWARE HEC-RAS” dengan tepat waktu.

Makalah disusun untuk memenuhi Tugas Besar 1 Software Teknik Sipil Terapan. Selain itu, makalah ini bertujuan menambah wawasan tentang Bagaimana menganalisis Muka Air Banjir menggunakan Software Hec-Ras dengan baik dan benar.

Penulis mengucapkan terima kasih kepada Bapak ACEP HIDAYAT, ST, MT selaku dosen Mata kuliah Software Teknik Sipil Terapan. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada semua pihak yang telah membantu diselesaikannya makalah ini.

Penulis menyadari makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh sebab itu, saran dan kritik yang membangun diharapkan demi membangun wawasan bersama untuk kita semua.

Jakarta, 16 Oktober 2023

Penyusun

(3)

ii | F A K U L T A S T E K N I K DAFTAR ISI

COVER ...

KATA PENGANTAR ...iError! Bookmark not defined.

DAFTAR ISI ... ii

DAFTAR GAMBAR ... iv

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1. LATAR BELAKANG ... 1

1.2. RUMUSAN MASALAH ... 2

1.3. TUJUAN PENELITIAN ... 2

1.4. MANFAAT ... 3

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 4

2.1. PENGERTIAN HIDROLOGI ... 4

2.2. PENGERTIAN HIDROLIKA ... 6

2.3. PENGERTIAN HEC-RAS ... 7

BAB III METODOLOGI PENELITIAN ... 9

3.1. PENGUMPULAN DATA ... 9

3.1.1. Data Curah Hujan Rencana Terpilih ... 9

3.1.2 Wilayah DAS Sungai Musi ... 13

3.1.3 Geometri Saluran Sungai Musi ... 13

3.2. PROSEDUR MENGGUNAKAN SOFTWARE HEC-RAS ... 16

3.2.1. Penjelasan Langkah-Langkah Analisa HEC-RAS ... 16

3.2.2 Hasil Screenshot Menggunakan Software HEC-RAS ... 17

3.3. FLOWCHART (BAGAN ALUR) ... 45

BAB IV ANALISA PERMASALAHAN ... 46

4.1. ANALISIS HIDROLOGI ... 46

(4)

iii | F A K U L T A S T E K N I K

4.2. ANALISIS HIDROLIKA ... 47

BAB V PENUTUP ... 50

5.1. KESIMPULAN ... 50

5.2. SARAN ... 50

DAFTAR PUSTAKA ... 52

(5)

iv | F A K U L T A S T E K N I K DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Wilayah DAS Sungai Musi ... 13

Gambar 2. Step 1 Open Software HEC-RAS ... 17

Gambar 3. Step 2.1 Create Folder ... 18

Gambar 4. Step 2.2 Hasil Input New Project ... 18

Gambar 5. Step 3.1 ... 18

Gambar 6. Step 3.2 Input River, Reach ... 19

Gambar 7. Step 4 Cross Section ... 19

Gambar 8. Step 5 Input River Sta. ... 20

Gambar 9. Step 6.1 Cross Section Coordinate River Sta. 0 ... 20

Gambar 10. Step 6.2 Cross Section Coordinate River Sta. 1 ... 21

Gambar 11. Step 6.3 Cross Section Coordinate River Sta. 2 ... 21

Gambar 12. Step 6.4 Cross Section Coordinate River Sta. 3 ... 22

Gambar 13. Step 6.5 Cross Section Coordinate River Sta. 4 ... 22

Gambar 14. Step 6.6 Cross Section Coordinate River Sta. 5 ... 23

Gambar 15. Step 6.7 Cross Section Coordinate River Sta. 6 ... 23

Gambar 16. Step 6.8 Cross Section Coordinate River Sta. 7 ... 24

Gambar 17. Step 6.9 Cross Section Coordinate River Sta. 8 ... 24

Gambar 18. Step 6.10 Cross Section Coordinate River Sta. 9 ... 25

Gambar 19. Step 6.11 Cross Section Coordinate River Sta. 10 ... 25

Gambar 20. Step 6.12 Cross Section Coordinate River Sta. 11 ... 26

Gambar 21. Step 6.13 Cross Section Coordinate River Sta. 12 ... 26

Gambar 22.. Step 6.14 Cross Section Coordinate River Sta. 13 ... 27

Gambar 23. Step 6.15 Cross Section Coordinate River Sta. 14 ... 27

Gambar 24. Step 6.16 Cross Section Coordinate River Sta. 15 ... 28

Gambar 25. Step 6.17 Cross Section Coordinate River Sta. 16 ... 28

Gambar 26. Step 6.18 Cross Section Coordinate River Sta. 17 ... 29

Gambar 27. Step 6.19 Cross Section Coordinate River Sta. 18 ... 29

Gambar 28. Step 6.20 Cross Section Coordinate River Sta. 19 ... 30

Gambar 29. Hasil Input Cross Section Coordinate ... 30

(6)

v | F A K U L T A S T E K N I K

Gambar 30.. Step 7 Save Geometry Data ... 31

Gambar 31. Step 8.1 Input Steady Flow Data ... 31

Gambar 32. Step 8.2 Input Steady Flow Data ... 32

Gambar 33. Step 9 Input Normal Depth ... 32

Gambar 34. Step 10 Run System ... 33

Gambar 35. Step 11 Finished Computation ... 33

Gambar 36. Step 12 View Cross Section ... 34

Gambar 37. Step 13.1 Muka Air Banjir, River Sta 0 ... 34

Gambar 38. Step 13.2 Muka Air Banjir, River Sta 1 ... 35

Gambar 39. Step 13.3 Muka Air Banjir, River Sta 2 ... 35

Gambar 40. Step 13.4 Muka Air Banjir, River Sta 3 ... 36

Gambar 41. Step 13.5 Muka Air Banjir, River Sta 4 ... 36

Gambar 42. Step 13.6 Muka Air Banjir, River Sta 5 ... 37

Gambar 43. Step 13.7 Muka Air Banjir, River Sta 6 ... 37

Gambar 44. Step 13.8 Muka Air Banjir, River Sta 7 ... 38

Gambar 45. Step 13.9 Muka Air Banjir, River Sta 8 ... 38

Gambar 46. Step 13.10 Muka Air Banjir, River Sta 9... 39

Gambar 47. Step 13.11 Muka Air Banjir, River Sta 10 ... 39

Gambar 48. Step 13.12 Muka Air Banjir, River Sta 11 ... 40

Gambar 49. Step 13.13 Muka Air Banjir, River Sta 12... 40

Gambar 50. Step 13.14 Muka Air Banjir, River Sta 13... 41

Gambar 51. Step 13.15 Muka Air Banjir, River Sta 14... 41

Gambar 52. Step 13.16 Muka Air Banjir, River Sta 15... 42

Gambar 53. Step 13.17 Muka Air Banjir, River Sta 16... 42

Gambar 54. Step 13.18 Muka Air Banjir, River Sta 17... 43

Gambar 55. Step 13.19 Muka Air Banjir, River Sta 18... 43

Gambar 56. Step 13.20 Muka Air Banjir, River Sta 19... 44

Gambar 57. Flowchart ... 45

(7)

1 | F A K U L T A S T E K N I K BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Menurut regional.kompas.com pada tanggal 6 Oktober 2022, anak Sungai Musi di Kota Palembang, Sumatera Selatan, meluap dan menyebabkan banjir di kota tersebut.

Banjir ini menyebabkan jalanan macet dan mengganggu akses ke kota Palembang (Kompas.com, 2022). Sungai Musi merupakan salah satu sungai terbesar di Indonesia dan mengalir melalui provinsi Sumatera Selatan. Daerah aliran sungai ini memiliki wilayah yang luas dan melewati beberapa kota penting seperti Palembang. Kondisi geografis dan topografi wilayah ini berkontribusi terhadap peningkatan risiko banjir, terutama pada musim hujan. Banjir Sungai Musi dapat menimbulkan kerugian ekonomi yang signifikan, merusak infrastruktur dan mengancam keamanan manusia.

(Kompas.com, 2023).

Adapun analisis ketinggian banjir adalah proses memperkirakan ketinggian air pada saat banjir di suatu sungai atau daerah aliran sungai. Analisis tersebut penting untuk memahami perkembangan banjir, mengidentifikasi daerah rawan banjir dan mengembangkan strategi mitigasi risiko. Dalam konteks Sungai Musi, analisis ketinggian banjir membantu memprediksi ketinggian air saat banjir, memetakan zona banjir, mengidentifikasi pusat banjir parah dan memberikan informasi penting kepada para ahli dan pengambil keputusan serta pemerintah dalam pengelolaan risiko banjir.

Dengan menggunakan software HEC-RAS (Sistem Analisis Sungai Pusat Teknik Hidrologi) adalah perangkat lunak yang dikembangkan oleh Korps Insinyur Angkatan Darat AS untuk analisis hidrolik dan hidrologi sungai. Perangkat lunak ini dirancang khusus untuk memodelkan aliran air dan menganalisis perilaku sungai dan daerah aliran sungai. HEC-RAS menggunakan metode numerik tingkat lanjut untuk memprediksi tingkat banjir dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti topografi sungai, aliran sungai, dan pola aliran air yang kompleks.

(8)

2 | F A K U L T A S T E K N I K Dengan menggunakan software HEC-RAS, analisis ketinggian banjir Sungai Musi dapat dilakukan dengan lebih efisien dan akurat. Perangkat lunak ini menyediakan alat pemodelan hidrolik yang kuat untuk memprediksi ketinggian air saat banjir, memetakan zona banjir, dan mengidentifikasi daerah rawan banjir. Informasi yang diperoleh dari analisis ini dapat digunakan oleh para ahli, pembuat kebijakan dan pemerintah untuk merencanakan infrastruktur yang tepat, mengurangi risiko banjir dan melindungi masyarakat dan properti di sepanjang Sungai Musi.

Oleh karena itu, analisis ketinggian banjir Sungai Musi menggunakan perangkat lunak HEC-RAS merupakan alat penting dalam manajemen risiko banjir. Dengan memahami hidrolika sungai dan menggunakan perangkat lunak yang tepat, para ahli dapat menghasilkan informasi berharga untuk mengurangi dampak banjir, menjaga keamanan masyarakat, dan melindungi fasilitas infrastruktur yang terkena dampak banjir di sepanjang Sungai Musi.

1.2 Rumusan Masalah

1. Bagaimana tinggi muka air banjir di Sungai Musi dapat diprediksi dan dianalisis menggunakan software HEC-RAS?

2. Bagaimana pemodelan hidrolik dengan menggunakan HEC-RAS dapat membantu dalam memahami perilaku banjir Sungai Musi?

3. Bagaimana hasil analisis muka air banjir dapat digunakan untuk mengidentifikasi daerah yang rentan terhadap banjir di sepanjang Sungai Musi?

1.3 Tujuan Penelitian

1. Memprediksi ketinggian banjir di Sungai Musi menggunakan software HEC-RAS untuk lebih memahami perilaku banjir.

2. Membangun model hidrolik menggunakan HEC-RAS untuk menganalisis dan memetakan zona banjir Sungai Musi.

3. Mengidentifikasi daerah rawan banjir di sepanjang Sungai Musi berdasarkan hasil tinggi muka air banjir.

(9)

3 | F A K U L T A S T E K N I K 1.4 Manfaat

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi yang akurat dan berguna dalam menganalisis tingkat banjir Sungai Musi menggunakan perangkat lunak HEC- RAS, sehingga dapat menjadi dasar pengambilan keputusan yang lebih baik dalam manajemen risiko banjir dan perlindungan masyarakat, tembaga, dan perencanaan infrastruktur yang aman di sepanjang tepi Sungai Musi.

(10)

4 | F A K U L T A S T E K N I K BAB II

TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Hidrologi

Air merupakan salah satu unsur yang sangat penting di muka bumi. Air dibutuhkan oleh seluruh makhluk hidup baik oleh manusia, tumbuhan, maupun hewan. Tanpa adanya air dapat dipastikan tidak akan ada kehidupan. Ilmu yang mempelajari tentang air adalah hidrologi. Hidrologi berasal dari kata “Hidrologia” artinya “ilmu air”. Secara umum hidrologi adalah cabang ilmu geografi yang mempelajari seputar pergerakan, distribusi, dan kualitas air yang ada dibumi serta siklus hidrologi dan sumber daya air. Ilmu hidrologi dikenal sejak zaman 1608 M. Hidrologi adalah ilmu yang mempelajari siklus air di bumi, termasuk aspek-aspek seperti pergerakan, distribusi dan sifat-sifat air di berbagai bagian hidrosfer. Dalam konteks analisis ketinggian banjir Sungai Musi menggunakan software HEC-RAS, pengetahuan hidrologi sangat relevan. Berikut penjelasan beberapa konsep hidrologi terkait:

1. Siklus Hidrologi

Siklus hidrologi menggambarkan perjalanan air di bumi, melalui berbagai tahapan seperti penguapan, pengendapan, dan pengendapan, curah hujan, limpasan permukaan, rembesan, dan bawah tanah. mengalir. Curah hujan yang jatuh ke DAS Musi menjadi sumber air yang mengalir ke sungai dan meningkatkan aliran pada saat banjir. Memahami siklus hidrologi membantu memahami asal usul air banjir dan perilakunya di sungai dan daerah aliran sungai.

Tahapan proses hidrologi:

a. Evaporasi

Proses ini adalah tahap penguapan air permukaan yang terjadi dari air di sungai, danau, laut, atau dimanapun di bumi. Penguapan terjadi lantaran menguap oleh teriknya paparan sinar matahari.

b. Transpirasi

Pada transpirasi, terjadi penguapan air dari tubuh makhluk hidup terutama tumbuhan dan hewan. Cara kerjanya sama dengan evaporasi secara umum, hanya yang membedakan yaitu sumber penguapannya.

(11)

5 | F A K U L T A S T E K N I K c. Evapotranspirasi

Evapotranspirasi adalah gabungan evaporasi dan transpirasi. Pada tahap ini menjadi sangat berpengaruh pada siklus hidrologi terkait jumlah air yang nantinya terangkut.

d. Sublimasi

Dalam sublimasi terjadi perubahan molekul cair ke gas yang menuju atmosfer.

Kejadian ini terutama pada penguapan es di kutub atau gunung yang tidak melalui proses pencairan.

e. Kondensasi

Dalam kondensasi, uap air yang menuju ke atas menjadi bentuk partikel es.

Partikel es lalu membentuk awan dan menjadi berwarna hitam jika jumlahnya semakin banyak.

f. Presipitasi

Di tahap presipitasi, partikel es di awan mencair karena suhu meningkat. Lalu, terjadilah hujan dengan jatuhnya butiran air menuju permukaan bumi. Pada hujan salju atau hujan es, presipitasi terjadi di suhu kurang dari 0 derajat Celcius.

2. Limpasan Permukaan

Limpasan permukaan mengacu pada pergerakan air melalui sungai dan lahan basah.

Dengan menganalisis ketinggian banjir Sungai Musi, pemodelan aliran permukaan menggunakan perangkat lunak HEC-RAS memungkinkan prediksi ketinggian air dan pemetaan zona banjir. Memahami karakteristik aliran permukaan, termasuk laju aliran dan distribusi air di sepanjang sungai, penting untuk menganalisis perkembangan banjir dan mengidentifikasi daerah rawan banjir.

3. Infiltrasi dan Aliran Bawah Permukaan

Infiltrasi adalah proses masuknya air ke dalam tanah, sedangkan aliran bawah permukaan adalah pergerakan air melalui lapisan tanah yang jenuh air. Dalam konteks banjir di Sungai Musi, memahami infiltrasi dan aliran air tanah dapat membantu memahami bagaimana air hujan berkontribusi terhadap peningkatan debit sungai saat banjir. Faktor-faktor seperti jenis tanah, vegetasi dan kejenuhan tanah mempengaruhi laju infiltrasi dan aliran air tanah, yang pada gilirannya mempengaruhi perilaku banjir.

(12)

6 | F A K U L T A S T E K N I K 4. Grafik Banjir

Grafik banjir adalah grafik yang menunjukkan hubungan antara cuaca dan debit sungai pada saat terjadi banjir. Dalam analisis tinggi muka air Sungai Musi, pemodelan hidrologi banjir menggunakan software HEC-RAS memungkinkan untuk memperkirakan tinggi muka air pada periode banjir dengan mempertimbangkan curah hujan dan karakteristik hidrologi sungai. Hidrologi banjir memberikan informasi penting untuk memahami perkembangan banjir dan menentukan puncak banjir serta durasi banjir di sepanjang Sungai Musi.

2.2 Pengertian Hidrolika

Hidraulik merupakan salah satu cabang ilmu teknik yang mempelajari pergerakan dan perilaku air dalam sistem hidrologi, khususnya dalam konteks aliran permukaan seperti sungai, saluran irigasi, dan saluran drainase. Dalam konteks analisis ketinggian banjir Sungai Musi menggunakan software HEC-RAS, pengetahuan tentang hidrolika sangat relevan. Berikut penjelasan beberapa konsep hidrolika yang berkaitan:

1. Aliran Pada Saluran Terbuka

Studi tentang hidrolika aliran pada saluran terbuka, misalnya sungai. Faktor-faktor yang mempengaruhi aliran antara lain laju aliran, tinggi muka air, lebar saluran dan kemiringan dasar saluran. Dengan menganalisis tinggi muka air banjir Sungai Musi, model hidrolik menggunakan software HEC-RAS dapat memprediksi tinggi muka air dan sebaran aliran pada periode banjir. Memahami perilaku aliran di saluran terbuka membantu memahami perubahan ketinggian air dan perilaku air di sepanjang sungai saat banjir.

2. Hukum Kontinuitas dan Hukum Gerak Newton

Hukum kontinuitas dan hukum gerak Newton merupakan prinsip dasar dalam hidrolika. Hukum kontinuitas menyatakan bahwa aliran yang masuk ke saluran harus sama dengan aliran yang keluar saluran. Hukum gerak Newton melibatkan perhitungan gaya-gaya yang mempengaruhi aliran, seperti gravitasi dan gesekan.

Dalam analisis ketinggian banjir, penerapan hukum-hukum ini dalam model hidrolik membantu memahami perubahan ketinggian air dan pergerakan air selama banjir.

(13)

7 | F A K U L T A S T E K N I K 3. Hidrodinamika

Hidrodinamika adalah bidang hidrolika yang mempelajari perilaku aliran fluida, termasuk air. Konsep seperti laju aliran, tekanan, turbulensi dan bilangan Reynolds adalah bagian dari hidrodinamika. Dalam analisis ketinggian air banjir, pemahaman tentang hidrodinamika membantu memodelkan dan memprediksi perubahan ketinggian air, kecepatan aliran, dan distribusi aliran di sepanjang Sungai Musi selama periode banjir.

4. Perubahan Bentuk Saluran

Perubahan bentuk saluran, seperti perubahan lebar, kedalaman, atau kemiringan saluran, dapat mempengaruhi karakteristik aliran dan ketinggian air saat banjir.

Dalam analisis tinggi muka air Sungai Musi, pemodelan menggunakan software HEC-RAS memungkinkan mempertimbangkan perubahan geometri saluran dan memperkirakan dampaknya terhadap tinggi muka air dan laju aliran distribusi.

Memahami perubahan geometri saluran membantu merencanakan langkah-langkah mitigasi yang efektif dan meningkatkan infrastruktur untuk mengurangi risiko banjir.

2.3 Pengertian HEC-RAS

HEC-RAS (River Analysis System-Hydrologic Engineering Center) adalah perangkat lunak yang dikembangkan oleh Hydrologic Engineering Center (HEC) di Amerika Serikat. Perangkat lunak ini digunakan untuk menganalisis aliran permukaan dan hidrolika sungai dan sistem saluran terbuka lainnya. Dalam konteks analisis ketinggian air Sungai Musi, HEC-RAS digunakan sebagai alat untuk memodelkan dan memprediksi ketinggian air, distribusi aliran, dan karakteristik hidrolik sungai pada periode banjir. Berikut penjelasan beberapa fitur dan fungsi utama HEC-RAS:

1. Pemodelan Hidrolik 1D dan 2D

HEC-RAS mendukung bidang pemodelan hidrolik 1D (saluran terbuka) dan 2D (permukaan). Model hidrolik 1D digunakan untuk menganalisis aliran sepanjang sungai dan saluran terbuka dengan asumsi aliran terjadi satu arah. Model hidrolik 2D mempertimbangkan pengaruh perubahan geometri, topografi, dan karakteristik aliran secara lebih rinci.

(14)

8 | F A K U L T A S T E K N I K 2. Analisis Hidrologi Banjir

HEC-RAS memungkinkan pengguna mengimpor data curah hujan dan membuat hidrograf banjir. Hidrograf banjir ini digunakan untuk memprediksi tinggi muka air dan debit air pada saat banjir di Sungai Musi. Data curah hujan dapat diperoleh dari stasiun cuaca atau menggunakan metode hidrologi terkini untuk mendapatkan perkiraan curah hujan yang akurat.

3. Pemodelan Geometri Saluran

HEC-RAS memungkinkan pengguna membuat model dan memperbarui geometri saluran sungai. Fitur ini memungkinkan perubahan lebar, kedalaman, kemiringan, dan karakteristik dasar saluran lainnya diperhitungkan selama analisis. Dengan menggabungkan geometri saluran yang tepat, HEC-RAS dapat memprediksi ketinggian air dan distribusi aliran dengan lebih akurat.

4. Analisis Risiko Banjir

HEC-RAS dapat digunakan untuk melakukan analisis risiko banjir dengan memetakan daerah rawan banjir berdasarkan prediksi ketinggian air. Dengan menggunakan data topografi dan model hidrolik yang sesuai, HEC-RAS dapat memberikan informasi mengenai wilayah rawan banjir dan potensi dampak banjir tersebut.

5. Simulasi Skenario

HEC-RAS memungkinkan pengguna untuk mensimulasikan skenario dengan memvariasikan parameter seperti geometri saluran, aliran masuk, atau karakteristik hidrologi lainnya. Hal ini memungkinkan pengguna untuk membandingkan dan menganalisis dampak perubahan kondisi terhadap ketinggian air dan distribusi aliran.

Dengan menggunakan HEC-RAS, kita dapat melakukan analisis tingkat banjir yang lebih akurat dan lebih memahami perilaku hidrolik sungai. Perangkat lunak ini membantu mengambil keputusan terkait mitigasi risiko banjir, perencanaan infrastruktur yang aman, dan pengelolaan sungai yang efektif di sepanjang Sungai Musi.

(15)

9 | F A K U L T A S T E K N I K BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Pengumpulan Data

Mengumpulkan data yang relevan untuk analisis muka air banjir Sungai Musi.

3.1.1 Data Curah Hujan Rencana Terpilih (Metode Log Pearson III) 1. Data Curah Hujan

Curah hujan adalah ketinggian air hujan yang jatuh pada tempat yang datar dengan asumsi tidak menguap, tidak meresap dan tidak mengalir. Tingkat hujan yang diukur dalam satuan 1 (satu) mm adalah air hujan setinggi 1 (satu) mm yang jatuh (tertampung) pada tempat yang datar seluas 1 m2 dengan asumsi tidak ada yang menguap, mengalir dan meresap. Data curah hujan penting untuk perencanaan teknik, terutama untuk sistem drainase seperti irigasi, bendungan, drainase perkotaan, pelabuhan, dermaga, dan struktur air lainnya. Akibatnya, data rata-rata hujan di daerah tertentu terus dicatat untuk menilai jumlah perencanaan yang harus dilakukan. Pencatatan data tingkat hujan rata-rata tahunan di DAS (Daerah Aliran Sungai) dilakukan di berbagai titik di sepanjang stasiun pencatatan curah hujan untuk menentukan tingkat hujan yang turun di wilayah tertentu. Untuk memperoleh perkiraan perencanaan yang tepat, kita membutuhkan data curah hujan selama bertahun- tahun. Semakin banyak data rata-rata hujan tahunan yang ada semakin akurat perhitungannya.

Perhitungan data curah hujan dapat dilakukan dengan beberapa metode sebagai berikut:

a. Metode Aritmatika

Metode ini adalah yang paling sederhana untuk menghitung hujan rerata pada suatu daerah. Pengukuran yang dilakukan di beberapa stasiun dalam waktu yang bersamaan dijumlahkan kemudian dibagi dengan jumlah stasiun.

(16)

10 | F A K U L T A S T E K N I K b. Metode Thiessen

Metode ini memperhitungkan bobot dari masing-masing stasiun yang mewakili luasan di sekitarnya. Pada suatu luasan di dalam DAS dianggap bahwa hujan adalah sama dengan yang terjadi pada stasiun yang terdekat, sehingga hujan yang tercatat pada suatu stasiun mewakili luasan tersebut.

c. Metode Isohyet

Isohyet adalah garis yang menghubungkan titik-titik dengan kedalaman hujan yang sama. Pada metode Isohyet, dianggap bahwa hujan pada suatu daerah di antara dua garis Isohyet adalah merata dan sama dengan nilai rata- rata dari kedua garis Isohyet tersebut. Metode Isohyet merupakan cara paling teliti untuk menghitung kedalaman hujan rata-rata di suatu daerah

2. Analisis Frekuensi

Dalam pekerjaan perencanaan suatu bangunan-bangunan irigasi diperlukan bidang- bidang ilmu pengetahuan yang saling mendukung demi kesempurnaan hasil perencanaan. Bidang ilmu pengetahuan itu antara lain geologi, hidrologi, hidrolika dan mekanika tanah. Melakukan analisis hidrologi sering dihadapkan pada kejadian ekstrim seperti banjir dan kekeringan. Banjir mempengaruhi bangunan-bangunan air seperti bendung, tanggul, jembatan, dan lain sebagainya. Bangunan-bangunan tersebut harus direncanakan untuk dapat melewatkan debit banjir maksimum yang mungkin terjadi. Untuk mengetahui hubungan antara besaran kejadian ekstrem dan frekuensi kemungkinan terjadinya kejadian tersebut, maka diperlukan suatu analisis frekuensi. Analisis frekuensi merupakan prakiraan (forecasting), dalam arti probabilitas untuk terjadinya suatu peristiwa hidrologi dalam bentuk hujan rencana yang berfungsi sebagai dasar perhitungan perencanaan hidrologi untuk antisipasi setiap kemungkinan yang akan terjadi. Analisis frekuensi ini dilakukan dengan menggunakan sebaran kemungkinan teori probability distribution. Analisis frekuensi ini didasarkan pada sifat statistik data yang tersedia untuk memperoleh probabilitas besaran debit banjir di masa yang akan datang.

Manfaat dari Analisis frekuensi, yaitu:

(17)

11 | F A K U L T A S T E K N I K a. Untuk memperhitungkan kapasitas bangunan, saluran drainase, irigasi,

bendungan.

b. Menentukan memperkirakan besarnya kerusakan yang ditimbulkan oleh debit banjir, sehingga dapat langkah–langkah pencegahan yang ditentukan

c. Perhitungan ekonomi proyek

d. Dengan analisis frekuensi dapat diduga kejadian yang sama akan terulang atau lebih besar dalam periode N tahun yang akan datang.

Metode perhitungan analisis frekuensi Log Pearson III:

Distribusi Log Person Tipe III digunakan untuk analisis variabel hidrologi dengan nilai variat minimum misalnya analisis frekuensi distribusi dari debit minimum (low flows). Distribusi Log Person Tipe III, mempunyai koefisien kemencengan CS ≠ 0.

a. Hingga rata-rata

b. Standar Deviasi

c. Koefisien Kemiringan

d. Curah hujan rencana periode ulang t tahun

e. Koefisien Kurtosis

(18)

12 | F A K U L T A S T E K N I K f. Koefisien Variasi

Keterangan:

Log Xt = Curah hujan rencana periode t tahun LogX̅̅̅̅̅̅̅ = harga rata-rata

G = Faktor frekuensi S = Standar deviasi

Cs = Koefisien kemencengan Ck = Koefisien kurtosis Cv = Koefisien Variasi

Berdasarkan data curah hujan yang ada pada mata kuliah Rekayasa Hidrologi sebelumnya diperoleh hasil perhitungan anlisis frekuensi yang memenuhi yaitu dengan Distribusi Metode Log Pearson III. Berikut adalah data periode kala ulang dari metode yang terpilih.

Curah Hujan Rencana Terpilih Periode Metode Log Pearson III

2 113.43

5 140.00

10 159.37

20 176.49

25 185.72

50 206.79

100 229.11

Untuk data kala ulang yang terpilih untuk penginputan steady flow data pada software HEC-RAS adalah periode kala ulang 10 tahun yaitu sebebsar 159,37.

(19)

13 | F A K U L T A S T E K N I K 3.1.2 Wilayah DAS Sungai Musi (Daerah Aliran Sungai)

Gambar 1. Wilayah DAS Sungai Musi 3.1.3 Geometri Saluran Sungai Musi

Berikut adalah data geometri yang diperoleh dari hasil survey berupa section dan elevation dari berbagai potongan, data ini akan diinput pada software HEC-RAS untuk data station, yaitu untuk memenuhi Geometry Data.

1. View Profil Potongan 0, 1, 2, dan 3

Potongan 0 Potongan 1 Potongan 2 Potongan 3

Section Elevation Section Elevation Section Elevation Section Elevation

0 -0.014 0 1 0 1 0 1

25 0.062 25 1 25 1 25 1

50 0.167 50 0.645 50 1 50 1

75 -0.467 75 0.417 75 -0.284 75 1

100 -2.028 100 -0.661 100 -2.059 100 -1.444

125 -3.655 125 -3.445 125 -3.177 125 -3.253

150 -3.857 150 -3.474 150 -3.092 150 -3.407

175 -3.642 175 -3.389 175 -3.006 175 -3.526

200 -3.364 200 -3.304 200 -3.11 200 -3.519

225 -3.086 225 -3.219 225 -3.229 225 -3.311

250 -3 250 -3.085 250 -3.095 250 -3.102

275 -2.089 275 -2.414 275 -2.396 275 -2.477

300 -0.471 300 -0.653 300 -0.733 300 -0.835

325 0 325 0 325 0 325 0

(20)

14 | F A K U L T A S T E K N I K

350 0 350 0 350 0 350 0

375 0 375 0 375 0 375 0.011

400 0 400 0.027 400 0.039 400 0.051

2. View profil potongan 4, 5, 6, dan 7

Potongan 4 Potongan 5 Potongan 6 Potongan 7

Section Elevation Section Elevation Section Elevation Section Elevation

0 1 0 0.995 0 0.97 0 0.989

25 1 25 1 25 1 25 1

50 1 50 1 50 1 50 1

75 1 75 1 75 1 75 1

100 -1.358 100 -1.168 100 -0.996 100 -0.22

125 -3.27 125 -3.313 125 -3.209 125 -3.029

150 -3.941 150 -3.968 150 -3.996 150 -3.906

175 -3.73 175 -3.74 175 -3.768 175 -3.796

200 -3.512 200 -3.512 200 -3.54 200 -3.57

225 -3.294 225 -3.284 225 -3.313 225 -3.349

250 -3.076 250 -3.056 250 -3.092 250 -3.128

275 -2.594 275 -2.553 275 -2.747 275 -2.644

300 -1.092 300 -1.451 300 -1.3 300 -1.188

325 0 325 0 325 0 325 0

350 0 350 0 350 0.008 350 0.02

375 0.024 375 0.036 375 0.048 375 0.06

400 0.063 400 0.076 400 0.088 400 0.1

3. View profil potongan 8, 9, 10, dan 11

Potongan 8 Potongan 9 Potongan 10 Potongan 11

Section Elevation Section Elevation Section Elevation Section Elevation

0 1 0 1 0 1 0 1

25 1 25 1 25 1 25 1

50 1 50 1 50 0.369 50 1

75 1 75 1 75 -0.35 75 0.295

100 -0.357 100 -0.419 100 -0.604 100 -1.285

125 -3.278 125 -3.551 125 -3.632 125 -3.285

150 -3.798 150 -4 150 -4 150 -3.75

175 -3.826 175 -3.845 175 -3.834 175 -3.851

200 -3.606 200 -3.628 200 -3.609 200 -3.638

225 -3.388 225 -3.411 225 -3.383 225 -3.425

(21)

15 | F A K U L T A S T E K N I K

250 -3.17 250 -3.194 250 -3.158 250 -3.212

275 -2.72 275 -2.899 275 -2.844 275 -3

300 -1.313 300 -1.68 300 -1.442 300 -1.379

325 0 325 0.004 325 0.016 325 0.02

350 0.032 350 0.044 350 0.056 350 0.068

375 0.072 375 0.084 375 0.096 375 0.108

400 0.112 400 0.124 400 0.136 400 0.148

4. View profil potongan 12, 13, 14, dan 15

Potongan 12 Potongan 13 Potongan 14 Potongan 15

Section Elevation Section Elevation Section Elevation Section Elevation

0 1 0 1 0 1 0 1

25 1 25 1 25 0 25 0.539

50 1 50 0.862 50 1 50 1

75 1 75 1 75 1 75 0.332

100 0.1 100 -0.261 100 -1.174 100 0

125 -3.12 125 -3.327 125 -3.391 125 -3.191

150 -4 150 -4 150 -4 150 -4

175 -3.858 175 -3.865 175 -3.848 175 -3.844

200 -3.635 200 -3.637 200 -3.602 200 -3.603

225 -3.413 225 -3.404 225 -3.358 225 -3.363

250 -3.196 250 -3.171 250 -3.115 250 -3.122

275 -3 275 -2.773 275 -2.603 275 -2.646

300 -1.494 300 -1.539 300 -1.564 300 -1.807

325 0.016 325 0.011 325 0.007 325 0.002

350 0.072 350 0.067 350 0.063 350 0.058

375 0.12 375 0.123 375 0.118 375 0.114

400 0.16 400 0.172 400 0.174 400 0.17

5. View profil potongan 16, 17, 18, dan 19

Potongan 16 Potongan 17 Potongan 18 Potongan 19

Section Elevation Section Elevation Section Elevation Section Elevation

0 1 0 1 0 1 0 1

25 0 25 0 25 0 25 0

50 0.78 50 0 50 0 50 0

75 0.087 75 0 75 0 75 0

100 0.348 100 0 100 0 100 0

125 -3.23 125 -3.165 125 -3.395 125 -3.615

(22)

16 | F A K U L T A S T E K N I K

150 -4 150 -4 150 -4 150 -4

175 -3.848 175 -3.841 175 -3.827 175 -3.814

200 -3.605 200 -3.622 200 -3.622 200 -3.605

225 -3.362 225 -3.403 225 -3.421 225 -3.396

250 -3.121 250 -3.184 250 -3.226 250 -3.188

275 -2.938 275 -3 275 -3.027 275 -3

300 -1.884 300 -1.941 300 -1.814 300 -0.68

325 0.042 325 0.404 325 0.766 325 1

350 0.054 350 0.171 350 0.442 350 0.713

375 0.11 375 0.106 375 0.31 375 0.582

400 0.165 400 0.161 400 0.178 400 0.45

3.2 Prosesdur Menggunakan Software HEC-RAS

3.2.1 Penjelasan Langkag-Langkah Analisis Menggunakan HEC-RAS

Untuk melakukan analisis muka air banjir Sungai Musi menggunakan HEC-RAS, beberapa langkah umum yang terlibat antara lain:

1. Pengumpulan Data

Langkah awal adalah mengumpulkan data yang diperlukan, termasuk data hidrologi seperti curah hujan, data topografi sungai, dan data tentang karakteristik sungai dan daerah aliran sungai.

2. Pemodelan Geometri Sungai

Selanjutnya, menggunakan HEC-RAS, model geometri sungai dibangun dengan memasukkan data topografi sungai yang tersedia. Ini mencakup menggambar profil lintasan sungai, menentukan lebar sungai, dan mengidentifikasi struktur yang ada seperti jembatan dan bendungan.

3. Pemodelan Hidrologi

Setelah itu, data hidrologi termasuk curah hujan dan aliran sungai

dimasukkan ke dalam perangkat lunak. HEC-RAS menggunakan data ini untuk memprediksi debit aliran sungai selama periode banjir.

4. Analisis Hidrolik

Dengan menggunakan model geometri sungai dan data hidrologi, HEC-RAS melakukan analisis hidrolik untuk memprediksi tinggi muka air banjir. Ini

(23)

17 | F A K U L T A S T E K N I K melibatkan perhitungan kecepatan aliran, debit air, dan distribusi tinggi muka air di sepanjang sungai.

5. Evaluasi Hasil

Setelah analisis selesai, hasilnya dievaluasi dan diinterpretasikan. Informasi ini digunakan untuk memetakan wilayah banjir, mengidentifikasi daerah yang rentan terhadap banjir, dan merencanakan langkah-langkah mitigasi yang efektif.

6. Simulasi dan Skenario

HEC-RAS juga memungkinkan simulasi dan skenario untuk memahami efek dari perubahan infrastruktur sungai atau bangunan pengendali banjir. Dengan melakukan simulasi dan skenario, pengguna dapat mengevaluasi berbagai opsi untuk mengurangi risiko banjir dan memilih solusi yang paling efektif.

3.2.2 Hasil Screenshot Penggunaan Software HEC-RAS berdasarkan Penjelasan Sebelumnya

1. Step 1, Buka/Open software HEC-RAS, setelah itu klik”File”, lalu pilih “New Project”

Gambar 2. Step 1 Open Software HEC-RAS

(24)

18 | F A K U L T A S T E K N I K 2. Step 2, setelah itu akan muncul tampilan sebagai berikut. Jika ingin buat

project baru klik “Create Folder“ untuk mempermudah, lalu masukan nama project yang akan dikerjakan, disini saya input “Project_Sungai Musi”, setelah itu pilih “OK” lalu input title “TB1_Christo_Sungai Musi”, lalu “OK”.

Gambar 3. Step 2.1 Create Folder

Gambar 4. Step 2.2 Hasil input project

3. Step 3, Kemudian klik “Edit”, lalu pilih “Geometric Data” untuk input data geometri yang sudah diperoleh sebelumnya.

Gambar 5. Step 3.1

(25)

19 | F A K U L T A S T E K N I K Setelah itu akan muncul tampilan seperti berikut, pilih “River, Reach” untuk membuat kemiringan Sungai, kemudian masukkan nama Sungai (River) yaitu “Sungai Musi” dan Total panjang Sungai (Reach) yaitu “300 m”. Lalu klik “OK”.

Gambar 6. Step 3.2 Input River, Reach

4. Step 4, Selanjutnya pilih “Cross Section”, kemudian akan muncul tampilan sebagai berikut, pilih “Options”, lalu pilih “Add a new Cross Section” untuk input “Geometric Data”

Gambar 7. Step 4 Cross Section

(26)

20 | F A K U L T A S T E K N I K 5. Step 5, Kemudian input “River Station”, mulai dari potongan 0 sampai 19,

sesuai data yang diperoleh sebelumnya.

Gambar 8. Step 5 Input River Sta.

6. Step 6, Setelah itu input data “Cross Section Coordinates” berdasarkan data geometri yang didapat, “Description”, “Downstream Reach Length”,

“Manning’s Values”, “Main Channel Bank Stations”. Setelah potongan 0, lakukan langkah yang sama untuk “River Sta” pada potongan 1 sampai 19.

Gambar 9. Step 6.1. Input Cross Section Coordinates River Sta. 0

(27)

21 | F A K U L T A S T E K N I K Gambar 10. Step 6.2. Input Cross Section Coordinates River Sta. 1

Gambar 11. Step 6.3. Input Cross Section Coordinates River Sta. 2

(28)

22 | F A K U L T A S T E K N I K Gambar 12. Step 6.4. Input Cross Section Coordinates River Sta. 3

Gambar 13. Step 6.5. Input Cross Section Coordinates River Sta. 4

(29)

23 | F A K U L T A S T E K N I K Gambar 14. Step 6.6. Input Cross Section Coordinates River Sta. 5

Gambar 15. Step 6.7. Input Cross Section Coordinates River Sta. 6

(30)

24 | F A K U L T A S T E K N I K Gambar 16. Step 6.8. Input Cross Section Coordinates River Sta. 7

Gambar 17. Step 6.9. Input Cross Section Coordinates River Sta. 8

(31)

25 | F A K U L T A S T E K N I K Gambar 18. Step 6.10. Input Cross Section Coordinates River Sta. 9

Gambar 19. Step 6.11. Input Cross Section Coordinates River Sta. 10

(32)

26 | F A K U L T A S T E K N I K Gambar 20. Step 6.12. Input Cross Section Coordinates River Sta. 11

Gambar 21. Step 6.13. Input Cross Section Coordinates River Sta. 12

(33)

27 | F A K U L T A S T E K N I K Gambar 22. Step 6.14. Input Cross Section Coordinates River Sta. 13

Gambar 23. Step 6.15. Input Cross Section Coordinates River Sta. 14

(34)

28 | F A K U L T A S T E K N I K Gambar 24. Step 6.16. Input Cross Section Coordinates River Sta. 15

Gambar 25. Step 6.17. Input Cross Section Coordinates River Sta. 16

(35)

29 | F A K U L T A S T E K N I K Gambar 26. Step 6.18. Input Cross Section Coordinates River Sta. 17

Gambar 27. Step 6.19. Input Cross Section Coordinates River Sta. 18

(36)

30 | F A K U L T A S T E K N I K Gambar 28. Step 6.20. Input Cross Section Coordinates River Sta. 19

Setelah penginputan Cross Section Coordinates diperoleh hasil sebagai berikut

Gambar 29. Hasil Input Cross Section Coordinates

(37)

31 | F A K U L T A S T E K N I K 7. Step 7, Selanjutnya save hasil inputan dengan cara, pilih “File”, lalu pilih

“Save Geometry Data As” (sesuaikan dengan folder yang dibuat sebelumnya), masukan title sesuai yang diinginkan, lalu klik “OK”.

Gambar 30. Step 7. Save Geometry Data

8. Step 8, Selanjutnya kita akan melakukan penginputan pada “Steady Flow Data”, dengan cara pada tampilan awal HEC-RAS pilih “Edit”, lalu pilih

“Steady Flow Data”, lalu input data berdasarkan curah hujan terpilih pada hasil perhitungan sebelumnya dengan menggunakan Metode Distribusi Log Pearson III dengan periode kala ulang yang dipilih yaitu 10 tahun yaitu sebesar 159,37. Setelah penginputan selesai, selanjutnya di save dengan cara yang sama seperti pada Geometry Data.

Gambar 31. Step 8.1. Input Steady Flow Data

(38)

32 | F A K U L T A S T E K N I K Gambar 32. Step 8.2. Hasil Input Steady Flow Data

9. Step 9, setelah input Steady Flow Data, selanjutnya pilih “Reach Boundary Conditions” seperti pada tampilan berikut, kemudian klik kolom berwarna biru pada “Downstream”, setelah itu pilih “Normal Depth” atau kedalaman normal, pada tampilan tersebut kita diminta input data kedalaman, pilih 1,5 atau 2, disini saya pilih 1,5, setelah dipastikan selesai, kemudian klik “OK”

Gambar 33. Step 9. Input Normal Depth

(39)

33 | F A K U L T A S T E K N I K 10. Step 10, Setelah dipastikan semua penginputan data selesai, selanjutnya kita

melakukan pengecekan pada hasil atau penegcekan pada hasil “Finished Computation”, dengan cara pilih “Run”, kemudian pilih “Steady Flow Analysis”, maka akan muncul tampilan seperti berikut, selanjutnya pilih

“Compute”

Gambar 34. Step 10. Run Sytem

11. Step 11, Kemudian apabila data yang diinput benar atau dipastikan tidak ada yang salah, maka akan muncul pemberitahuan sebagai berikut, pilih “Close”.

Gambar 35. Step 11. Finished Computation

(40)

34 | F A K U L T A S T E K N I K 12. Step 12, Kemudian pilih “View Cross Section” untuk melihat hasil “Running

Steady Flow Data”.

Gambar 36. Step 12. View Cross Section

13. Step 13, setelah melakukan step 12, maka akan muncul hasil “Output” Muka Air Banjir berdasarkan “Cross Section”, hasilnya sebagai berikut untuk setiap potongan.

Gambar 37. Step 13.1. Muka Air Banjir, River Sta. 0

(41)

35 | F A K U L T A S T E K N I K Gambar 38. Step 13.2. Muka Air Banjir, River Sta. 1

Gambar 39. Step 13.3. Muka Air Banjir, River Sta. 2

(42)

36 | F A K U L T A S T E K N I K Gambar 40. Step 13.4. Muka Air Banjir, River Sta. 3

Gambar 41. Step 13.5. Muka Air Banjir, River Sta. 4

(43)

37 | F A K U L T A S T E K N I K Gambar 42. Step 13.6. Muka Air Banjir, River Sta. 5

Gambar 43. Step 13.7. Muka Air Banjir, River Sta. 6

(44)

38 | F A K U L T A S T E K N I K Gambar 44. Step 13.8. Muka Air Banjir, River Sta. 7

Gambar 45. Step 13.9. Muka Air Banjir, River Sta. 8

(45)

39 | F A K U L T A S T E K N I K Gambar 46. Step 13.10. Muka Air Banjir, River Sta. 9

Gambar 47. Step 13.11. Muka Air Banjir, River Sta. 10

(46)

40 | F A K U L T A S T E K N I K Gambar 48. Step 13.12. Muka Air Banjir, River Sta. 11

Gambar 49. Step 13.13. Muka Air Banjir, River Sta. 12

(47)

41 | F A K U L T A S T E K N I K Gambar 50. Step 13.14. Muka Air Banjir, River Sta. 13

Gambar 51. Step 13.15. Muka Air Banjir, River Sta. 14

(48)

42 | F A K U L T A S T E K N I K Gambar 52. Step 13.16. Muka Air Banjir, River Sta. 15

Gambar 53. Step 13.17. Muka Air Banjir, River Sta. 16

(49)

43 | F A K U L T A S T E K N I K Gambar 54. Step 13.18. Muka Air Banjir, River Sta. 17

Gambar 55. Step 13.19. Muka Air Banjir, River Sta. 18

(50)

44 | F A K U L T A S T E K N I K Gambar 56. Step 13.20. Muka Air Banjir, River Sta. 19

(51)

45 | F A K U L T A S T E K N I K 3.3 Flowchart (Bagan Alur Pengerjaan HEC-RAS)

Gambar 57. Bagan Alur (Flowchart)

(52)

46 | F A K U L T A S T E K N I K BAB IV

ANALISA PERMASALAHAN

4.1 Analisis Hidrologi

Analisis hidrologi adalah metode mempelajari dan menganalisis siklus air di suatu cekungan atau wilayah tertentu. Dalam konteks analisis ketinggian banjir Sungai Musi dan menggunakan software HEC-RAS, analisis hidrologi berperan penting dalam memahami karakteristik hidrologi sungai dan memperkirakan luas permukaan aliran pada periode banjir. Berikut penjelasan rinci mengenai analisis hidrologi:

1. Pengumpulan Data

Analisis hidrologi diawali dengan pengumpulan data-data yang diperlukan. Data yang relevan antara lain data curah hujan, data sungai (debit, tinggi muka air, dan karakteristik hidrologi lainnya), data topografi, dan data geometri saluran. Data dapat diperoleh dari stasiun cuaca, alat pengukur sungai, survei lapangan, atau sumber data lainnya.

2. Analisis Curah Hujan

Data curah hujan digunakan untuk memahami pola curah hujan di wilayah yang diteliti. Analisis ini meliputi penentuan intensitas, waktu dan frekuensi curah hujan yang bersangkutan. Metode seperti analisis frekuensi, distribusi probabilitas atau analisis curah hujan IDF (Intensitas-Waktu-Frekuensi) dapat digunakan untuk mengkarakterisasi karakteristik curah hujan.

3. Analisis Limpasan

Analisis limpasan meliputi penghitungan limpasan permukaan yang dihasilkan oleh curah hujan di suatu daerah. Metode seperti unit hidrologi, kurva saturasi tanah, atau model hidrologi terdistribusi berbasis fisik dapat digunakan untuk memperkirakan limpasan permukaan. Data hidrologi dari sungai dan karakteristik tanah sangat penting untuk analisis ini.

4. Analisis Hidrograf Banjir

(53)

47 | F A K U L T A S T E K N I K Hidrograf Banjir adalah representasi grafis dari perubahan aliran selama periode banjir. Dalam analisis hidrologi banjir, data curah hujan dan data hidrologi sungai digunakan untuk membuat hidrograf banjir yang memperkirakan tinggi muka air dan aliran air pada saat banjir. Metode seperti metode Soil Conservation Service (SCS), metode rasional, atau metode hidrograf distribusi fisik dapat digunakan untuk menghasilkan hidrograf banjir.

5. Analisis Hidraulik

Analisis hidraulik melibatkan pemodelan aliran permukaan di sungai dengan mempertimbangkan geometri saluran, karakteristik hidrologi, dan kondisi topografi.

Dengan menggunakan software HEC-RAS, analisis hidrolika dilakukan dengan mengimpor data geometri saluran, data hidrologi banjir, dan parameter hidrolik lainnya ke dalam software. Hasil analisa hidrolik meliputi tinggi muka air, laju aliran, distribusi aliran dan parameter hidrodinamik lainnya.

6. Validasi dan verifikas

Pada tahap ini, hasil analisis hidrologi dan hidrolik harus divalidasi dan diverifikasi menggunakan data lapangan dan data pemantauan. Perbandingan antara hasil analisis dan data pengukuran lapangan digunakan untuk mengevaluasi keakuratan model dan memastikan bahwa model dapat mereproduksi kondisi dunia nyata.

7. Analisis risiko banjir

Hasil analisis hidrologi dan hidrolik digunakan untuk melakukan analisis risiko banjir. Dalam analisis ini, prediksi ketinggian air digunakan untuk memetakan wilayah rawan banjir. Dengan mempertimbangkan potensi dampak banjir, analisis risiko banjir dapat mendukung pengambilan keputusan terkait mitigasi risiko banjir dan perencanaan infrastruktur yang aman.

4.2 Analisis Hidrolika

Analisis hidrolik adalah metode mempelajari dan menganalisis aliran air pada saluran sungai atau sistem drainase. Dalam konteks analisis ketinggian banjir Sungai Musi dan penggunaan software HEC-RAS, analisis hidrolika erat kaitannya dengan pemodelan aliran permukaan pada sungai dan penggunaan software HEC-RAS. Berikut penjelasan rinci mengenai analisis hidrolika:

(54)

48 | F A K U L T A S T E K N I K 1. Data geometri saluran

Salah satu langkah penting dalam analisis hidrolik adalah memperoleh data geometri saluran sungai yang akurat. Hal ini melibatkan pengukuran atau pengumpulan data topografi termasuk lebar saluran, tinggi dinding saluran (tertinggi), kemiringan dasar saluran, dan perubahan bentuk saluran di sepanjang sungai. Data ini diperlukan untuk memodelkan aliran air secara akurat pada software HEC-RAS.

2. Pemodelan aliran

Dalam analisis hidrolik, pemodelan aliran air dilakukan dengan menggunakan software HEC-RAS. Perangkat lunak ini memungkinkan pengguna untuk mengimpor data geometri saluran, data hidrologi banjir, dan parameter hidrolik lainnya untuk memodelkan aliran darat. Model ini mencakup simulasi aliran keadaan tidak tunak (unsteady-state flow) dimana perubahan ketinggian air dan aliran diprediksi seiring berjalannya waktu.

3. Simulasi aliran

Setelah mengimpor data geometri saluran dan data hidrologi banjir ke dalam perangkat lunak HEC-RAS, simulasi aliran akan dilakukan. Simulasi ini memberikan perkiraan ketinggian air, laju aliran, distribusi aliran dan parameter hidrodinamik lainnya di sepanjang sungai selama periode banjir. Dalam kasus analisis ketinggian banjir Sungai Musi, simulasi aliran dilakukan untuk memahami perilaku aliran air di sepanjang sungai selama periode banjir.

4. Analisa hidrolik

Hasil simulasi aliran pada software HEC-RAS digunakan untuk melakukan analisa hidrolik. Analisis ini meliputi interpretasi dan evaluasi hasil simulasi untuk memahami karakteristik hidrolik sungai. Beberapa aspek yang dianalisis antara lain tinggi muka air maksimum, laju aliran maksimum, pengaruh bentuk saluran terhadap aliran, distribusi aliran di sepanjang sungai, dan perubahan hidrolik yang terjadi pada saat aliran melewati bendungan atau bangunan lainnya.

5. Validasi dan verifikasi

Penting untuk memvalidasi dan memverifikasi hasil analisis hidrolik dengan menggunakan data lapangan dan data observasi yang tersedia. Perbandingan antara hasil analisis dan data pengukuran lapangan digunakan untuk mengevaluasi

(55)

49 | F A K U L T A S T E K N I K keakuratan model dan memastikan bahwa model dapat mereproduksi kondisi dunia nyata. Jika terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil analisis dan data lapangan, modifikasi atau penyesuaian mungkin diperlukan.

6. Tafsir dan Pengertian

Hasil analisa hidrolika membantu menjelaskan dan memahami karakteristik hidrolik sungai dalam kaitannya dengan tinggi muka air sungai Musi. Dengan memahami ketinggian air, laju aliran, distribusi aliran dan parameter hidrodinamik lainnya, kita dapat memahami bagaimana perilaku aliran air dan bagaimana aliran dipengaruhi oleh geometri saluran dan parameter hidrodinamik lainnya.Kondisi sungai lainnya.

Informasi ini penting untuk pengambilan keputusan terkait pengelolaan banjir dan perencanaan infrastruktur yang aman.

Dalam analisis hidraulik terperinci, data geometri dasar sungai diimpor ke perangkat lunak HEC-RAS untuk memodelkan aliran permukaan. Simulasi aliran dilakukan untuk memprediksi ketinggian air, laju aliran, distribusi aliran dan parameter hidrodinamik lainnya. Hasil analisis hidrolik dievaluasi, diverifikasi, dan dibandingkan dengan data lapangan untuk memastikan keakuratan model. Hasil analisis digunakan untuk memahami karakteristik hidrolik sungai seperti tinggi muka air maksimum, kecepatan aliran maksimum dan distribusi aliran di sepanjang sungai. Analisis hidrolik membantu menjelaskan dan memahami perilaku aliran air dan memberikan informasi penting untuk pengambilan keputusan terkait pengelolaan banjir dan perencanaan infrastruktur yang aman.

(56)

50 | F A K U L T A S T E K N I K BAB V

PENUTUP 5.1 Kesimpulan

Sungai Musi merupakan salah satu sungai terbesar di Indonesia dan rawan banjir karena kondisi geografis dan topografi wilayahnya. Analisis ketinggian banjir sangat penting untuk memahami evolusi banjir, mengidentifikasi daerah rawan banjir dan mengembangkan strategi mitigasi risiko. Dalam konteks ini, perangkat lunak HEC- RAS merupakan alat yang efektif dan akurat untuk memperkirakan ketinggian air saat banjir, memetakan zona banjir, dan mengidentifikasi daerah rawan banjir di sepanjang Sungai Musi. Informasi yang diperoleh dari analisis ini dapat digunakan oleh para ahli, pembuat kebijakan dan pemerintah untuk merencanakan infrastruktur yang tepat, mengurangi risiko banjir dan melindungi masyarakat dan properti di sepanjang Sungai Musi.

5.2 Saran

1. Meningkatkan pemahaman

Penyusun dapat mengembangkan lebih lanjut penjelasan konsep hidrologi terkait analisis ketinggian banjir dengan bantuan HEC-RAS. Hal ini akan membantu pembaca lebih memahami proses hidrologi dan pentingnya analisis ketinggian banjir.

2. Sertakan metode analisis

Penyusun dapat memasukkan informasi lebih rinci tentang metode analisis yang digunakan dalam HEC-RAS untuk memprediksi luasnya banjir. Penjelasan mengenai model hidrolik dan parameter yang digunakan akan memberikan pemahaman yang lebih baik bagaimana perangkat lunak ini dapat menghasilkan hasil yang akurat.

3. Studi Kasus

Penyusun dapat menambahkan Studi Kasus tambahan atau contoh spesifik penerapan software HEC-RAS dalam menganalisis ketinggian banjir Sungai Musi. Hal ini akan memberikan gambaran realistis tentang bagaimana perangkat lunak digunakan dalam konteks dunia nyata dan hasil yang dicapai.

(57)

51 | F A K U L T A S T E K N I K 4. Evaluasi efisiensi

Usulan selanjutnya adalah mengevaluasi efektivitas hasil analisis ketinggian banjir menggunakan HEC-RAS. Penulis dapat menyertakan data dan informasi terkini mengenai banjir di Sungai Musi serta hasil penggunaan software ini dalam upaya mengurangi risiko banjir. Tinjauan ini akan membantu memahami efektivitas penggunaan HEC-RAS dalam manajemen risiko banjir.

5. Kolaborasi dan diseminasi

Terakhir, penulis harus mengupayakan kolaborasi dengan pemangku kepentingan, seperti ahli hidrologi, pembuat kebijakan, dan pemerintah, untuk berbagi analisis hasil dan kesimpulan artikel ini. Penyebaran informasi kepada pemangku kepentingan akan memastikan bahwa hasil analisis dapat digunakan secara luas dalam pengambilan keputusan dan penerapan langkah-langkah mitigasi risiko banjir yang lebih baik.

Dengan menerapkan rekomendasi-rekomendasi ini, makalah ini dapat menjadi lebih komprehensif, informatif dan relevan bagi pembaca, sekaligus memberikan kontribusi terhadap peningkatan pemahaman dan pengelolaan risiko banjir di sepanjang Sungai Musi.

(58)

52 | F A K U L T A S T E K N I K DAFTAR PUSTAKA

Kompas.com. (2022). Palembang: https://regional.kompas.com/read/2022/10/06/142046178/kota- palembang-terendam-banjir-luapan-anak-sungai-musi-jalanan-macet.

Kompas.com. (2023). Palembang: https://regional.kompas.com/read/2023/03/14/125904178/sungai- musi-makin-keruh-karena-banjir-pdam-kurangi-produksi-air-bersih-di.

(Das & Pacal, 2013; Iv, n.d.; Pendidikan et al., 2017)Das, S., & Pacal, K. (2013). Analisa hidrologi dan hidrolika pada daerah aliran sungai (das) kali pacal bojonegoro. 13(1), 16–23.

Iv, B. A. B. (n.d.). Bab iv analisis hidrologi 4.1. 1–75.

Pendidikan, P., Pelatihan, D. A. N., Daya, S., & Dan, A. I. R. (2017). Modul analisis hidrologi pelatihan perencanaan embung 2017.

Gambar

Gambar 1. Wilayah DAS Sungai Musi  3.1.3  Geometri Saluran Sungai Musi
Gambar 3. Step 2.1 Create Folder
Gambar 8. Step 5 Input River Sta.
Gambar 11. Step 6.3. Input Cross Section Coordinates River Sta. 2
+7

Referensi

Dokumen terkait

Untuk dapat menganalisa tinggi muka air banjir ROB (pasang) Sungai Deli. maka penelitian ini mempunyai tujuan

Berdasarkan permasalahan tersebut, kami akan melakukan penelitian dengan judul “Analisis Kapasitas Penampang Sungai Pappa Dengan Menggunakan HEC-RAS 6.0”

Hujan merupakan komponen yang sangat penting dalam analisis hidrologi.. Pengukuran hujan dilakukan selama 24 jam baik secara manual

Using of HEC-RAS Model for Hydraulic Analysis of a River with Agricultural Vacation : A Case Study of the Kayanga River Basin, Senegal, Department of Physics of

Berdasarkan hasil analisa hidrolika aliran pada ruas penampang Sungai Bolifar di Program HEC-RAS diperoleh suatu hasil bahwa ditemukan luapan banjir pada beberapa

ANALISIS PASANG SURUT SUNGAI MUSI UNTUK SIMULASI MUKA AIR BANJIR KOTA PALEMBANG SKRIPSI Dibuat Untuk Memenuhi Persyaratan Program Strata - 1 Pada Program Studi Teknik Sipil

Analisis Penampang Sungai Ciliwung Menggunakan Program HEC-RAS 4.1 Dalam menganalisis penampang sungai menggunakan program HEC-RAS, data yang diinput ke dalam program HEC-RAS yaitu

Untuk mengurangi bencana banjir yang terjadi pada Daerah Aliran Sungai Way Pisang, dilakukan analisis luas genangan banjir menggunakan aplikasi HEC-RAS 6.1 secara