• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tugas Besar Pencemaran Udara Kel 5A

N/A
N/A
Nabila Evqi

Academic year: 2025

Membagikan "Tugas Besar Pencemaran Udara Kel 5A"

Copied!
66
0
0

Teks penuh

(1)

TUGAS BESAR

PENCEMARAN UDARA (TL-3123)

Disusun Oleh:

Nabila Evqi Putri 121250012 Duta Arya Fauzan 121250052

Asyifana Saida 121250101

Tegar Syach Maulana 121250104 Nihayatul Amalia 121250109 Elsa Farezky Lubis 121250114

Rani Asmawati 121250118

Suyani Junita Parhusip 121250134 Kyla Tahira Suwandi 121250145

PROGRAM STUDI TEKNIK LINGKUNGAN

JURUSAN TEKNOLOGI INFRASTRUKTUR DAN KEWILAYAHAN INSTITUT TEKNOLOGI SUMATERA

LAMPUNG SELATAN 2023

(2)

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ... i

DAFTAR TABEL ... iv

DAFTAR GAMBAR ... vi

KATA PENGANTAR ... vii

BAB I ... 1

PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 2

1.3 Tujuan ... 2

1.4 Ruang Lingkup ... 2

1.5 Sistematika Laporan ... 3

BAB II ... 4

GAMBARAN WILAYAH STUDI ... 4

2.1 Letak Geografis dan Administrasi ... 4

2.2 Kondisi Topografi ... 4

2.3 Jumlah Penduduk ... 5

BAB III ... 6

METODOLOGI ... 6

3.1 Jenis Data ... 6

3.2 Sumber Data ... 6

3.3 Metode Pengumpulan Data ... 6

3.4 Tahap Pengerjaan Inventarisasi Emisi Sektor Transportasi ... 7

3.4.1 Metode Bottom Up ... 7

3.4.2 Perhitungan Emisi/Serapan GRK ... 7

(3)

3.4.3 Pemilihan Metodologi Inventarisasi ... 9

3.4.4 Persamaan Matematis ... 10

3.5 Tahapan Pengerjaan Inventarisasi Emisi Sektor Industri ... 10

3.5.1 Perhitungan Emisi/Serapan GRK ... 10

3.5.2 Pemilihan Metodologi Inventarisasi ... 12

3.5.3 Persamaan Matematis ... 12

3.6 Tahapan Pengerjaan Inventarisasi Emisi Sektor Peternakan... 12

3.6.1 Perhitungan Emisi/Serapan GRK ... 12

3.6.2 Pemilihan Metodologi Inventarisasi ... 14

3.6.3 Persamaan Matematis ... 14

3.7 Tahapan Pengerjaan Inventarisasi Emisi Limbah ... 15

3.7.1 Pemilihan Metodologi Inventarisasi ... 15

3.7.2 Persamaan Matematis ... 15

BAB IV ... 17

HASIL DAN PEMBAHASAN ... 17

4.1 Hasil Perhitungan ... 17

4.1.1 Hasil Perhitungan Emisi Sektor Transportasi ... 17

4.1.2 Hasil Perhitungan Emisi Sektor Industri ... 21

4.1.3 Hasil Perhitungan Emisi Sektor Peternakan ... 23

4.1.4 Hasil Perhitungan Emisi Limbah ... 27

4.2 Pembahasan ... 48

4.2.1 Analisis Perhitungan Emisi Sektor Transportasi ... 48

4.2.2 Analisis Perhitungan Emisi Sektor Industri ... 51

4.2.3 Analisis Perhitungan Emisi Sektor Peternakan ... 52

4.2.4 Analisis Perhitungan Emisi Limbah ... 53

BAB V ... 55

PENUTUP ... 55

5.1 Kesimpulan ... 55

5.2 Saran ... 56

(4)

5.3 Rekomendasi Pengelolaan Kualitas Udara ... 56 DAFTAR PUSTAKA ... 58

(5)

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Data Ruas Jalan 2022 ... 8

Tabel 3.2 Faktor Emisi ... 9

Tabel 3.3 Data Konsumsi Energi Setiap Industri ... 11

Tabel 3.4 Faktor Emisi ... 12

Tabel 3.5 Data Jumlah Jenis Ternak ... 13

Tabel 3.6 Faktor Emisi ... 14

Tabel 4.1 Hasil Perhitungan Emisi Sektor Transportasi ... 21

Tabel 4.2 Hasil Perhitungan Emisi Sektor Industri ... 23

Tabel 4.3 Hasil Perhitungan Emisi Sektor Peternakan ... 26

Tabel 4.4 Tabel Hasil Perhitungan Emisi Sektor Limbah (TPA) ... 34

Tabel 4.5 Hasil Perhitungan Emisi Sektor Limbah (TPS 3R) ... 41

Tabel 4.6 Hasil Perhitungan Emisi Pencemar (Papeling) ... 48

Tabel 4.7 Beban Emisi CO Transportasi... 48

Tabel 4.8 Beban Emisi HC Transportasi ... 49

Tabel 4.9 Beban Emisi NOx Transportasi ... 49

Tabel 4.10 Beban Emisi PM10 Transportasi ... 50

Tabel 4.11 Beban Emisi SO2 Transportasi ... 50

Tabel 4.12 Beban Emisi CO2 Industri ... 51

Tabel 4.13 Beban Emisi CH4 Industri ... 51

Tabel 4.14 Beban Emisi N2O Industri ... 52

Tabel 4.15 Beban Emisi CH4 Peternakan ... 52

Tabel 4.16 Beban Emisi N2O Peternakan ... 53

Tabel 4.17 Beban Emisi CH4 Limbah ... 53

(6)

Tabel 4.18 Beban emisi CO2 Limbah ... 54

(7)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1 Letak Geografis dan Administrasi Kota Serang ... 4

(8)

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas besar mata kuliah

“Pencemaran Udara”. Dalam penyusunan tugas besar ini, penulis mendapat bimbingan dan bantuan dari beberapa pihak sehingga dapat diselesaikan dengan baik. Oleh karena itu, sudah sepantasnya penulis mengucapkan terimakasih kepada:

1. Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas besar ini dengan baik.

2. Orang tua, yang telah memberikan doa dan dukungan kepada penulis.

3. Alfian Zurfi, S.T., M.Si., .selaku dosen mata kuliah Pencemaran Udara yang sudah memberi materi mata kuliah dan membimbing pengerjaan tugas besar.

4. Ahmad Daudsyah Imami, S.T., M.T. selaku dosen mata kuliah Pencemaran Udara yang sudah memberi materi mata kuliah dan membimbing pengerjaan tugas besar.

5. Teman-teman Teknik Lingkungan Institut Teknologi Sumatera yang telah memberi dukungan dalam proses pengerjaan tugas besar Pencemaran Udara ini.

Akhir kata, penulis meminta maaf jika masih terdapat kesalahan dan kekurangan dalam penulisan ataupun penyusunan tugas besar ini. Penulis sangat menerima kritik dan saran dari pembaca agar kedepannya penulis dapat memperbaikinya dan dapat membuat karya yang lebih baik lagi.

Lampung Selatan, 23 Oktober 2023

Penulis

(9)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pencemaran Udara selalu menjadi isu penting yang dihadapi terutama oleh masyarakat kota-kota besar di Indonesia salah satunya Kota Serang. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyebutkan, emisi kendaraan bermotor menyumbang 70% pencemaran udara ambien. Adapun emisi gas buang yang dihasilkan dari knalpot kendaraan bermotor antara lain 𝐶𝑜2, 𝐻2𝑜, HC, CO, 𝑁𝑂𝑥, Pb, 𝑆𝑂𝑋 dan PM10 (partikulat). Selain emisi sektor transportasi, pencemaran udara dapat berasal dari berbagai sektor lainnya antara lain, sektor industri, sektor peternakan, dan sektor limbah. Pencemaran udara itu sendiri terjadi ketika substansi berbahaya seperti partikel, gas, dan zat kimia lainnya mencemari udara di lingkungan.

Aktivitas transportasi khususnya kendaraan bermotor menjadi sumber utama pencemaran udara di daerah Kota Serang. Menurut Soedomo,dkk, 1990 Transportasi darat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap setengah dari total emisi PM10, untuk sebagian besar timbal, CO, HC, dan NOx di daerah perkotaan, dengan konsentrasi utama terdapat di daerah lalu lintas yang padat, dimana tingkat pencemaran udara sudah dan/atau hampir melampaui standar kualitas udara ambien. Pencemaran udara sudah dan atau melampaui standar kualitas udara ambien dapat diketahui dengan melakukan Inventarisasi Emisi.

Kegiatan Inventarisasi Emisi itu sendiri meliputi pengukuran, pencatatan dan pengumpulan informasi secara kuantitas tentang pencemaran udara dari keseluruhan sumber yang berada pada suatu wilayah geografis selama periode waktu tertentu. Inventarisasi emisi menyediakan informasi dari semua sumber emisi beserta lokasi, ukuran, frekuensi, durasi waktu, serta kontribusi relatif emisi.

Adapun inventarisasi emisi pencemar udara non gas rumah kaca dan inventarisasi gas rumah kaca yang akan dibahas pada tugas besar ini yaitu mengenai sektor energi, sektor transportasi, dan sektor peternakan pada Kota Serang.

(10)

1.2 Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah yang digunakan pada studi kasus ini, yaitu:

1. Bagaimana cara menghitung nilai inventarisasi emisi menggunakan metode bottom up yang sesuai dengan parameter yang ditentukan.

2. Bagaimana cara menghitung nilai inventarisasi emisi sektor energi, sektor transportasi, dan sektor peternakan Kota Serang berdasarkan parameter pencemar udara non gas rumah kaca dan inventarisasi gas rumah kaca(GRK).

3. Apa saja asumsi dan faktor emisi yang harus diperhatikan dalam proses inventarisasi emisi pencemar udara non gas rumah kaca dan inventarisasi gas rumah kaca gas rumah kaca (GRK).

1.3 Tujuan

Berdasarkan rumusan masalah yang telah dijelaskan sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa tujuan dari studi kasus ini yaitu:

1. Menghitung nilai emisi menggunakan metode bottom up sesuai dengan parameter yang ditentukan, inventarisasi emisi pencemar udara non gas rumah kaca dan inventarisasi gas rumah kaca gas rumah kaca (GRK).

2. Menghitung nilai emisi sektor energi, sektor transportasi, dan sektor peternakan berdasarkan parameter inventarisasi emisi pencemar udara non gas rumah kaca dan inventarisasi gas rumah kaca gas rumah kaca (GRK).

3. Menentukan asumsi dan faktor emisi yang harus diperhatikan dalam proses inventarisasi emisi pencemar udara non gas rumah kaca dan inventarisasi gas rumah kaca gas rumah kaca (GRK).

1.4 Ruang Lingkup

Pada laporan inventarisasi emisi ini dilakukan perhitungan emisi dan analisis terhadap empat sektor yaitu transportasi, limbah, industri, dan peternakan berdasarkan parameter inventarisasi emisi pencemar udara non gas rumah kaca dan inventarisasi gas rumah kaca. Daerah studi yang ditinjau dalam penyusunan laporan inventarisasi emisi ini yaitu kota Serang provinsi Banten pada tahun 2022. Jenis data yang digunakan yaitu data kuantitatif berupa data sekunder dari instansi

(11)

pemerintahan dan swasta terkait serta sebagian data aktivitas bersumber dari asumsi jurnal yang menunjang penyusunan laporan inventarisasi emisi ini.

1.5 Sistematika Laporan

Sistematika yang digunakan dalam penulisan tugas besar sebagai berikut:

1. BAB I Pendahuluan

Pada bab ini diuraikan secara umum tentang hal-hal yang menyangkut latar belakang penulisan, tujuan, rumusan masalah laporan, ruang lingkup dan sistematika laporan.

2. BAB II Gambaran Wilayah Studi

Pada bab ini dibahas mengenai gambaran wilayah studi yang ada pada Kota Serang, yaitu letak geografis dan administrasi, kondisi topografi, dan jumlah penduduk.

3. BAB III Metodologi

Pada bab ini diuraikan mengenai objek penelitian seperti jenis data, sumber data, metode pengumpulan data, tahap pengerjaan emisi sektor transportasi dan tahapan pengerjaan emisi sektor industri, emisi sektor peternakan, emisi sektor limbah.

4. BAB IV Hasil dan Pembahasan

Pada bab ini diuraikan mengenai hasil perhitungan dan pembahasan dari data yang telah diperoleh.

5. BAB V Kesimpulan dan Saran

Pada bab ini berisi mengenai hasil kesimpulan dan saran untuk penelitian selanjutnya.

6. Daftar Pustaka

Merupakan sumber referensi yang dilakukan dalam pembuatan laporan.

(12)

BAB II

GAMBARAN WILAYAH STUDI

2.1 Letak Geografis dan Administrasi

Kota Serang secara geografis terletak antara 5099’ - 6022’ lintang selatan dan 106007’ 106025’ bujur timur. Apabila memakai koordinat sistem UTM (Universal Transfer Mercator) Zone 48 E wilayah Kota Serang terletak pada koordinat 618.000 m2 sampai dengan 638.600 m dari barat ke timur dan 9.337.725 m2 sampai dengan 9.312.475 m2 dari utara ke selatan. Jarak terpanjang menurut garis lurus dari utara ke selatan sekitar 21,7 Km2 dan dari barat ke timur 20 Km2.

Batas wilayah administratif Kota Serang: Sebelah Utara: Teluk Banten. Sebelah Timur, Barat dan Selatan: Kabupaten Serang.

2.2 Kondisi Topografi

Kota serang berada pada ketinggian antara 0-1778 m diatas permukaan laut, dimana pada ketinggian ini kota Serang termasuk pada kelas topografi lahan dataran dan bergelombang. Pada ketinggian 0 m dari atas permukaan laut mencakup wilayah Kecamatan Tirtayasa sampai pada Kecamatan Cinangka di Puncak Gunung Sunda, sedangkan pada ketinggian 1.778 m dari permukaan laut mencakup Puncak Gunung Karang yang berada di sebelah selatan perbatasan dengan Kabupaten Pandeglang.

Gambar 1 Letak Geografis dan Administrasi Kota Serang

(13)

2.3 Jumlah Penduduk

Kota serang merupakan kota padat penduduk dengan jumlah penduduk mencapai 730.362 jiwa. Dan dari 730.362 jiwa tersebut rata rata mata pencaharian warga kota serang sendiri bermacam macam seperti di bidang pertanian yang mengandalkan lahan kosong di desa desa di serang itu sendiri, lalu ada sektor industri, seperti yang kita ketahui serang memiliki pabrik industri merupakan yang paling banyak di Indonesia, selain di bidang industri, mata pencaharian masyarakat serang juga bisa dari menjadi nelayan,karena serang merupakan kota yang cukup dekat dengan pesisir pantai.

(14)

BAB III

METODOLOGI

3.1 Jenis Data

Pada umumnya terdapat dua macam jenis data yaitu data kuantitatif dan data kualitatif. Pada tugas besar ini penulis lebih memfokuskan pada data jenis kuantitatif. Data kuantitatif itu sendiri merupakan data atau informasi yang didapatkan dalam bentuk angka. Dalam bentuk angka ini maka data kuantitatif dapat diproses menggunakan rumus matematika atau dapat juga di analisis dengan sistem statistik. Sedangkan data kualitatif merupakan data yang berbentuk kata-kata atau verbal. Cara memperoleh data kualitatif dapat dilakukan melalui wawancara.

3.2 Sumber Data

Sumber Data Sumber data merupakan segala sesuatu yang dapat memberikan informasi mengenai data. Berdasarkan sumbernya, data dibedakan menjadi dua, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer itu sendiri merupakan data yang dibuat oleh peneliti untuk maksud khusus menyelesaikan permasalahan yang sedang ditanganinya. Data dikumpulkan sendiri oleh peneliti langsung dari sumber pertama atau tempat objek penelitian dilakukan. Sedangkan data sekunder merupakan data yang telah dikumpulkan untuk maksud selain menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi. Data ini dapat ditemukan dengan cepat. Dalam penelitian ini yang menjadi sumber data sekunder adalah literatur, artikel, jurnal serta situs di internet yang berkenaan dengan penelitian yang dilakukan. Adapun pada penulisan laporan tugas besar ini, penulis menggunakan sumber data sekunder.

3.3 Metode Pengumpulan Data

Pada penulisan tugas besar ini, penulis menggunakan jenis data kuantitatif dengan sumber data sekunder. Dalam pengumpulan data kuantitatif, penulis menggunakan data yang diperoleh dari sumber yang sudah ada, seperti publikasi ilmiah, data pemerintah, atau arsip perusahaan

.

Dalam pengumpulan data

(15)

kuantitatif penting untuk memastikan validitas dan reliabilitas data yang dikumpulkan. Validitas mengacu pada keakuratan data, sementara reliabilitas mengacu pada konsistensi data. Validitas dan reliabilitas dapat ditingkatkan dengan melakukan tes ulang, pengujian intrarater, atau pengujian interrater.

3.4 Tahap Pengerjaan Inventarisasi Emisi Sektor Transportasi 3.4.1 Metode Bottom Up

Metode bottom up digunakan untuk mencakup secara menyeluruh data-data emisi yang tersebar. Data yang digunakan mayoritas adalah data primer melalui survey total maupun sampling dan dilengkapi oleh data sekunder dari instansi pemerintahan maupun swasta. Untuk menghitung beban emisi dengan metode Bottom Up ditentukan dengan menerapkan faktor emisi berbasis jarak tempuh (VKT) atau panjang perjalanan rerata kendaraan per tahun. Adapun karakteristik metode Bottom Up ini adalah :

1. Dibutuhkan sumber daya yang lebih besar untuk pengumpulan data spesifik sumber emisi, intensitas aktivitas, dan faktor emisi,

2. Digunakan untuk inventarisasi emisi sumber titik, namun bisa juga untuk sumber area dengan melakukan pengumpulan data aktivitas lokal,

3. Hasil estimasi lebih akurat dibandingkan dengan metode top-down karena data diperoleh langsung dari sumber individu dan tidak diekstrapolasi dari estimasi data nasional/provinsi.

3.4.2 Perhitungan Emisi/Serapan GRK

Secara garis besar, perhitungan emisi/serapan GRK diperoleh melalui perkalian data aktivitas dengan faktor emisi, berikut rumus yang digunakan:

𝐸𝑚𝑖𝑠𝑖/𝑃𝑒𝑛𝑦𝑒𝑟𝑎𝑝𝑎𝑛 𝐺𝑅𝐾 = 𝐴𝐷 𝑋 𝐸𝐹 Keterangan =

AD = Data Aktivitas EF = Faktor Emisi

(16)

Data Aktivitas (AD)

Penyelenggaraan Inventarisasi GRK mengembangkan mekanisme kelembagaan dalam pengumpulan data aktivitas yang diperlukan pada perhitungan sebagaimana rumus. Lembaga dan divisi yang ditunjuk pada Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah untuk melakukan pengumpulan data aktivitas mengidentifikasi jenis data dan tahun ketersediaannya dan lembaga yang memiliki dan menyimpan data tersebut. Pengumpulan dan pemutakhiran data dilakukan secara kontinyu dengan melibatkan K/L terkait. Adapun data aktivasi yang digunakan dalam menghitung emisi pada sektor transportasi sebagai berikut :

Tabel 3.1 Data Ruas Jalan 2022

Tipe Kendaraan Panjang Ruas Jalan (km) Jumlah Kendaraan Mobil Penumpang

285,295

45182

Bus 406

Truk 9045

Sepeda Motor 192853

Sumber : BPS Kota Serang dalam angka 2022

Faktor Emisi (FE)

Faktor emisi merupakan nilai yang berkorelasi dengan jumlah polutan yang dihasilkan ke atmosfer dan berhubungan dengan kegiatan yang menghasilkan polutan. Sedangkan menurut PP No 22 Tahun 2019, Faktor emisi merupakan besaran Emisi GRK yang dilepaskan ke atmosfer per satuan aktivitas tertentu.

Adapun faktor emisi kendaraan merupakan hubungan fungsional yang memprediksi jumlah polutan yang diemisikan per jarak, konsumsi energi, atau penggunaan bahan bakar. Adapun data faktor emisi yang digunakan dalam sektor transportasi sebagai berikut :

(17)

Tabel 3.2 Faktor Emisi Kategori

Kendaraan

Faktor Emisi (kg/km)

CO HC NOx PM10 SO2

Mobil Penumpang

0,04 0,004 0,002 0,00001 0,00002 6

Bus 0,011 0,0013 0,0119 0,0014 0,00093

Truk 0,0084 0,0018 0,0177 0,0014 0,000

Sepeda Motor

0,014 0,0059 0,00029 0,00024 0,00000 8 Sumber data :Dian Nafika Sari, dkk.(2019)

3.4.3 Pemilihan Metodologi Inventarisasi

Pemilihan metodologi inventarisasi GRK dilakukan menurut tingkat ketelitian (Tier), semakin tinggi kedalaman metode yang digunakan maka hasil perhitungan emisi GRK semakin rinci dan akurat. Tingkat ketelitian (Tier) terdiri sebagai berikut:

1. Tier 1

Dirancang untuk perhitungan sederhana, dimana data yang diperlukan ialah banyak bahan bakar yang dibakar, data aktivitas berupa konsumsi bahan bakar berdasarkan jenis bahan bakar, dan faktor emisi berdasarkan jenis bahan bakar (IPCC, 2006).

2. Tier 2

Metode perhitungan dan serapan menggunakan persamaan yang lebih rinci, data aktivitas berasal dari konsumsi bahan bakar berdasarkan jenis bahan bakar, dan faktor emisi Indonesia berdasarkan jenis bahan bakar.

(18)

3. Tier 3

Konsumsi bahan bakar dan emission faktor yang digunakan dipilah- pilah menurut teknologi pembakaran bahan bakar. Apabila banyaknya bahan bakar yang dibakar oleh suatu jenis teknologi tertentu tidak diketahui secara langsung maka dapat digunakan model perkiraan berdasarkan penetrasi teknologi.

Karena metode perhitungan emisi suatu wilayah dihitung secara lebih rinci, selain itu menggunakan faktor emisi berbasis kilometer jalan atau kendaraan atau panjang perjalanan rerata kendaraan per tahun, maka tier yang digunakan ialah Tier-2 karena Tier-2 data aktivitas yang digunakan dalam perhitungan lebih detail dibanding metoda Tier-1. Pada Tier-2 data aktivitas konsumsi solar sektor transportasi dipilah (break down) berdasarkan jenis kendaraan pengguna. Faktor emisi yang digunakan pada Tier-2 dapat berupa FE default IPCC atau FE yang spesifik berlaku untuk kasus rata-rata Indonesia.

3.4.4 Persamaan Matematis

Adapun persamaan matematis yang digunakan dalam sektor transportasi sebagai berikut :

1. VKT (Total Panjang Ruas Jalan)

𝑉𝐾𝑇 = 𝑃𝑎𝑛𝑗𝑎𝑛𝑔 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑅𝑢𝑎𝑠 𝐽𝑎𝑙𝑎𝑛 𝑥 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝐾𝑒𝑛𝑑𝑎𝑟𝑎𝑎𝑛

2. Emisi Pencemaran (CO, HC, 𝑁𝑂𝑥, 𝑃𝑀10, 𝑆𝑂4)

𝐸𝑚𝑖𝑠𝑖 = 𝑉𝐾𝑇 𝑥 𝐹𝑎𝑘𝑡𝑜𝑟 𝐸𝑚𝑖𝑠𝑖 (𝑃𝑜𝑙𝑢𝑡𝑎𝑛)

3.5 Tahapan Pengerjaan Inventarisasi Emisi Sektor Industri 3.5.1 Perhitungan Emisi/Serapan GRK

Secara garis besar, perhitungan emisi/serapan GRK diperoleh melalui perkalian data aktivitas dengan faktor emisi, berikut rumus yang digunakan:

𝐸𝑚𝑖𝑠𝑖/𝑃𝑒𝑛𝑦𝑒𝑟𝑎𝑝𝑎𝑛 𝐺𝑅𝐾 = 𝐴𝐷 𝑋 𝐸𝐹

(19)

Keterangan =

AD = Data Aktivitas EF = Faktor Emisi

Data Aktivasi (AD)

Penyelenggaraan Inventarisasi GRK mengembangkan mekanisme kelembagaan dalam pengumpulan data aktivitas yang diperlukan pada perhitungan sebagaimana rumus. Lembaga dan divisi yang ditunjuk pada Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah untuk melakukan pengumpulan data aktivitas mengidentifikasi jenis data dan tahun ketersediaannya dan lembaga yang memiliki dan menyimpan data tersebut. Pengumpulan dan pemutakhiran data dilakukan secara kontinyu dengan melibatkan K/L terkait. Adapun data aktivasi yang digunakan dalam menghitung emisi pada sektor industri sebagai berikut :

Tabel 3.3 Data Konsumsi Energi Setiap Industri

No Jenis Industri

Jumlah Industri

Konsumsi Batu Bara (ton/tahun)

1 Pembuatan Serat 6 516

2 Pembuatan Benang 49 1044

3 Pembuatan Kain 101 10116

4 Pakaian Jadi 58 10344

Sumber : Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral

Faktor Emisi (FE)

Faktor emisi merupakan nilai yang berkorelasi dengan jumlah polutan yang dihasilkan ke atmosfer dan berhubungan dengan kegiatan yang menghasilkan polutan. Sedangkan menurut PP No 22 Tahun 2019, Faktor emisi merupakan besaran Emisi GRK yang dilepaskan ke atmosfer per satuan aktivitas tertentu.

Adapun data faktor emisi yang digunakan dalam sektor industri sebagai berikut :

(20)

Tabel 3.4 Faktor Emisi Jenis Bahan

Bakar

Faktor Emisi (Gg GRK/TJ)

Batu Bara sub- bituminous

CO2 CH4 N2O

0,0961 0,000001 0,0000015 Sumber : Badan Lingkungan Hidup

3.5.2 Pemilihan Metodologi Inventarisasi

Pemilihan metodologi inventarisasi GRK dilakukan menurut tingkat ketelitian (Tier), semakin tinggi kedalaman metode yang digunakan maka hasil perhitungan emisi GRK semakin rinci dan akurat. Adapun tingkat ketelitian (Tier) terdiri atas 3 Tier. Pada sektor industri digunakan Tier 1 karena, data yang digunakan merupakan bahan bakar yang dibakar, yang dikelompokkan menurut jenis bahan bakar untuk masing-masing kategori sumber emisi.

3.5.3 Persamaan Matematis

Adapun persamaan matematis yang digunakan dalam sektor industri sebagai berikut :

1. Konsumsi Energi

𝐾𝑜𝑛𝑠𝑢𝑚𝑠𝑖 𝐸𝑛𝑒𝑟𝑔𝑖 = 𝐾𝑜𝑛𝑠𝑢𝑚𝑠𝑖 𝐵𝑎𝑡𝑢 𝐵𝑎𝑟𝑎 𝑥 𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 𝐾𝑎𝑙𝑜𝑟

2. Emisi Pencemar ( Emisi Co2, CH4, N2O)

𝐸𝑚𝑖𝑠𝑖 𝐺𝑅𝐾 = 𝐾𝑜𝑛𝑠𝑢𝑚𝑠𝑖 𝐸𝑛𝑒𝑟𝑔𝑖 𝑥 𝐹𝑎𝑘𝑡𝑜𝑟 𝐸𝑚𝑖𝑠𝑖

3.6 Tahapan Pengerjaan Inventarisasi Emisi Sektor Peternakan 3.6.1 Perhitungan Emisi/Serapan GRK

Secara garis besar, perhitungan emisi/serapan GRK diperoleh melalui perkalian data aktivitas dengan faktor emisi, berikut rumus yang digunakan:

𝐸𝑚𝑖𝑠𝑖/𝑃𝑒𝑛𝑦𝑒𝑟𝑎𝑝𝑎𝑛 𝐺𝑅𝐾 = 𝐴𝐷 𝑋 𝐸𝐹

(21)

Keterangan =

AD = Data Aktivitas EF = Faktor Emisi

Data Aktivitas (AD)

Penyelenggaraan Inventarisasi GRK mengembangkan mekanisme kelembagaan dalam pengumpulan data aktivitas yang diperlukan pada perhitungan sebagaimana rumus. Lembaga dan divisi yang ditunjuk pada Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah untuk melakukan pengumpulan data aktivitas mengidentifikasi jenis data dan tahun ketersediaannya dan lembaga yang memiliki dan menyimpan data tersebut. Pengumpulan dan pemutakhiran data dilakukan secara kontinyu dengan melibatkan K/L terkait. Adapun data aktivasi yang digunakan dalam menghitung emisi pada sektor peternakan sebagai berikut :

Tabel 3.5 Data Jumlah Jenis Ternak Jenis Ternak Jumlah

Sapi Perah 31

Sapi Potong 438

Kerbau 2078

Kuda 36

Kambing 29875

Domba 24362

Ayam Kampung 476224 Ayam Petelur 562813 Ayam Pedaging 20407568

Itik 88851

Sumber : BPS Kota Serang

Faktor Emisi (FE)

Faktor emisi merupakan nilai yang berkorelasi dengan jumlah polutan yang dihasilkan ke atmosfer dan berhubungan dengan kegiatan yang menghasilkan polutan. Sedangkan menurut PP No 22 Tahun 2019, Faktor emisi merupakan besaran Emisi GRK yang dilepaskan ke atmosfer per satuan aktivitas tertentu.

Adapun data faktor emisi yang digunakan dalam sektor peternakan sebagai berikut:

(22)

Tabel 3.6 Faktor Emisi Faktor Emisi

CH4

Faktor Emisi N2O

1 0,34

31 0,34

2 0,34

2,19 0,46

0,22 1,37

0,2 1,17

0,02 0,05

0,02 0,05

0,02 0,05

0,02 0,05

Sumber :Tati Artiningrum.(2021) 3.6.2 Pemilihan Metodologi Inventarisasi

Pemilihan metodologi inventarisasi GRK dilakukan menurut tingkat ketelitian (Tier), semakin tinggi kedalaman metode yang digunakan maka hasil perhitungan emisi GRK semakin rinci dan akurat. Adapun tingkat ketelitian (Tier) terdiri atas 3 Tier. Pada sektor peternakan digunakan Tier 1 karena, data yang digunakan berupa jenis ternak beserta jumlah dari tiap jenis ternak dan analisis emisi gas rumah kaca dan polutan udara yang dihasilkan oleh aktivitas peternakan.

3.6.3 Persamaan Matematis

Adapun persamaan matematis yang digunakan dalam sektor transportasi sebagai berikut:

1. Emisi Peternakan (CH4, N2O)

𝐸𝑚𝑖𝑠𝑠𝑖𝑜𝑛𝑠 = 𝐸𝐹𝑥 𝑁 𝑥 106 Keterangan :

Emissions = emisi metana dari fermentasi enterik EF = faktor emisi populasi jenis ternak tertentu N = jumlah populasi jenis / kategori ternak tertentu

(23)

3.7 Tahapan Pengerjaan Inventarisasi Emisi Limbah 3.7.1 Pemilihan Metodologi Inventarisasi

Pemilihan metodologi inventarisasi GRK dilakukan menurut tingkat ketelitian (Tier), semakin tinggi kedalaman metode yang digunakan maka hasil perhitungan emisi GRK semakin rinci dan akurat. Adapun tingkat ketelitian (Tier) terdiri atas 3 Tier. Pada sektor limbah digunakan Tier 1 karena, data faktor emisi yang digunakan default atau IPCC default values (yaitu faktor emisi yang disediakan dalam IPCC Guideline) dan data aktivitas yang digunakan sebagian bersumber dari sumber data global.

3.7.2 Persamaan Matematis

Adapun persamaan matematis yang digunakan dalam sektor limbah sebagai berikut :

1. Berat sampah (w)

𝑤 = 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑠𝑎𝑚𝑝𝑎ℎ 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑚𝑎𝑠𝑢𝑘 𝑥 𝑃𝑟𝑒𝑠𝑒𝑛𝑡𝑎𝑠𝑒 𝑗𝑒𝑛𝑖𝑠 𝑠𝑎𝑚𝑝𝑎ℎ

2. Degradasi organik karbon dalam sampah (DOC)

𝐷𝑂𝐶 = 𝐽𝑒𝑛𝑖𝑠 𝑆𝑎𝑚𝑝𝑎ℎ 𝑥 𝑃𝑟𝑒𝑠𝑒𝑛𝑡𝑎𝑠𝑒 𝐷𝑂𝐶

3. Total sampah terurai (DDOCm)

𝐷𝐷𝑂𝐶𝑚 = 𝑊 𝑥 𝐷𝑀𝐶 𝑥 𝐷𝑂𝐶 𝑥 𝐷𝑂𝐶𝐹 𝑥 𝑀𝐶𝐹

Keterangan :

DDOCm : Total sampah terurai yang ditimbun di TPA,Gg W : Total sampah yang ditimbun di TPA,Gg

DOC : Fraksi sampah mudah terurai,Gg C/Gg sampah DOCf : Fraksi DOC terdekomposisi

MCF : Faktor koreksi CH4

(24)

4. Potensi Pembentukan Emisi CH4 (Lo)

𝐿𝑜 = 𝐷𝐷𝑂𝐶𝑚 𝑥 𝐷𝑂𝐶𝑓 𝑥 16 12 5. Perhitungan Emisi CH4

𝐶𝐻4 = (𝐿𝑜 − 𝑅𝑒𝑐𝑜𝑣𝑒𝑟𝑦 𝐶𝐻4) 𝑥 (1 − 𝐹𝑎𝑘𝑡𝑜𝑟 𝑂𝑘𝑠𝑖𝑑𝑎𝑠𝑖)

6. Perhitungan Emisi CO2

𝐸𝑚𝑖𝑠𝑖 = 𝐸𝑚𝑖𝑠𝑖 𝐶𝐻4 𝑥 ( 1 − 𝐹𝑟𝑎𝑘𝑠𝑖 𝐺𝑎𝑠 𝐶𝐻4 𝑑𝑖 𝑇𝑃𝐴

𝐹𝑟𝑎𝑘𝑠𝑖 𝐺𝑎𝑠 𝐶𝐻4 𝑑𝑖 𝑇𝑃𝐴 ) + + 𝐹𝑎𝑘𝑡𝑜𝑟 𝑂𝑘𝑠𝑖𝑑𝑎𝑠𝑖 𝑥 44 16

(25)

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Perhitungan

4.1.1 Hasil Perhitungan Emisi Sektor Transportasi 1. Perhitungan VKT (Total Panjang Perjalanan)

● Mobil Penumpang = Panjang Total Ruas Jalan x Jumlah Kendaraan = 285.295 km x 45.182

= 12.890.198,69 km/tahun

● Bus = Panjang Total Ruas Jalan x Jumlah Kendaraan = 285.295 km x 406

= 115.829,77 km/tahun

● Truk = Panjang Total Ruas Jalan x Jumlah Kendaraan = 285.295 km x 9045

= 2.580.493,275 km/tahun

● Sepeda Motor = Panjang Total Ruas Jalan x Jumlah Kendaraan = 285.295 km x 192.853

= 55.019.996,64 km/tahun

Dalam perhitungan VKT panjang jalan diasumsikan bahwa semua jenis kendaraan melewati semua jenis jalan yang ada di Kota Serang.

2. Perhitungan Emisi Pencemar (CO, HC, 𝑁𝑂𝑥, 𝑃𝑀10, 𝑆𝑂4)

● Mobil Penumpang

Emisi CO = VKT x FE x 10−6

= 12.890.298,69 x 0,04 x 10−6

= 0,5156 Gg/tahun

Emisi HC = VKT x FE x 10−6

(26)

= 12.890.298,69 x 0,004 x 10−6

= 0,516 Gg/tahun

Emisi 𝑁𝑂𝑥 = VKT x FE x 10−6

= 12.890.298,69 x 0,002 x 10−6

= 0,0258 Gg/tahun

Emisi 𝑃𝑀10 = VKT x FE x 10−6

= 12.890.298,69 x 0,00001 x 10−6

= 0,0001 Gg/tahun

Emisi 𝑆𝑂4 = VKT x FE x 10−6

= 12.890.298,69 x 0,000026 x 10−6

= 0,0003 Gg/tahun

● Bus

Emisi CO = VKT x FE x 10−6

= 115.829,77 x 0,011 x 10−6

= 0,0013 Gg/tahun

Emisi HC = VKT x FE x 10−6

= 115.829,77 x 0,0013 x 10−6

= 0,0002 Gg/tahun

Emisi 𝑁𝑂𝑥 = VKT x FE x 10−6

= 115.829,77 x 0,0119 x 10−6

(27)

= 0,0014 Gg/tahun

Emisi 𝑃𝑀10 = VKT x FE x 10−6

= 115.829,77 x 0,0014 x 10−6

= 0,0002 Gg/tahun

Emisi 𝑆𝑂4 = VKT x FE x 10−6

= 12.890.298,69 x 0,00093 x 10−6

= 0,0001 Gg/tahun

● Truk

Emisi CO = VKT x FE x 10−6

= 2.580.493,275 x 0,0084 x 10−6

= 0,0217 Gg/tahun

Emisi HC = VKT x FE x 10−6

= 2.580.493,275 x 0,0018 x 10−6

= 0,0046 Gg/tahun

Emisi 𝑁𝑂𝑥 = VKT x FE x 10−6

= 2.580.493,275 x 0,0177 x 10−6

= 0,0457 Gg/tahun

Emisi 𝑃𝑀10 = VKT x FE x 10−6

= 2.580.493,275 x 0,0014 x 10−6

= 0,0036 Gg/tahun

(28)

Emisi 𝑆𝑂4 = VKT x FE x 10−6

= 2.580.493,275 x 0,00082 x 10−6

= 0,0021 Gg/tahun

● Sepeda Motor

Emisi CO = VKT x FE x 10−6

= 55.019.996,64 x 0,014 x 10−6

= 0,7703 Gg/tahun

Emisi HC = VKT x FE x 10−6

= 55.019.996,64 x 0,0059 x 10−6

= 0,3246 Gg/tahun

Emisi 𝑁𝑂𝑥 = VKT x FE x 10−6

= 55.019.996,64 x 0,00029 x 10−6

= 0,0160 Gg/tahun

Emisi 𝑃𝑀10 = VKT x FE x 10−6

= 55.019.996,64 x 0,00024 x 10−6

= 0,0132 Gg/tahun

Emisi 𝑆𝑂4 = VKT x FE x 10−6

= 55.019.996,64 x 0,000008 x 10−6

= 0,0004 Gg/tahun

(29)

Tabel 4.1 Hasil Perhitungan Emisi Sektor Transportasi Jenis

Kendaraan

Jumlah VKT km/tahun

E CO Gg/th

E HC Gg/th

E Nox

Gg/th E PM10

Gg/th

E SO2

Gg/th Mobil

Penumpang

45182 12890198, 69

0,515 6

0,051 6

0,025 8

0,000 1

0,000 3

Bus 406 115829,77 0,001

3

0,000 2

0,001 4

0,000 2

0,000 1

Truk 9045 2580493,2

75

0,021 7

0,004 6

0,045 7

0,003 6

0,002 1 Sepeda

Motor

192853 55019996, 64

0,770 3

0,324 6

0,016 0

0,013 2

0,000 4 4.1.2 Hasil Perhitungan Emisi Sektor Industri

1. Perhitungan Konsumsi Energi (TJ)

● Pembuatan serat

TJ = Konsumsi Batu Bara x Nilai Kalor Batu Bara

= 516 x 00189

= 97524 Tj

● Pembutan Benang

TJ = Konsumsi Batu Bara x Nilai Kalor Batu Bara

= 1044 x 00189

= 197316 Tj

● Pembuatan Kain

TJ = Konsumsi Batu Bara x Nilai Kalor Batu Bara

= 10116 x 00189

= 191.1924 Tj

● Pakaian Jadi

TJ = Konsumsi Batu Bara x Nilai Kalor Batu Bara

= 10344 x 00189

= 195.5016 Tj 2. Perhitung Emisi Pencemar

● Pembuatan Serat

Emisi Co2 = Konsumsi energi x Faktor emisi

= 9.7524 x 0.0961

= 0.93720564 Ton/tahun

(30)

Emisi CH4 = Konsumsi energi x Faktor emisi

= 9.7524 x 0.000001

= 9.75240E-06 Ton/tahun

Emisi N2O = Konsumsi energi x Faktor emisi

= 9.7524 x 0.0000015

= 0.0000146286 Ton/tahun

● Pembuatan Benang

Emisi Co2 = Konsumsi energi x Faktor emisi

= 19.7316 x 0.0961

= 1.89620676 Ton/tahun

Emisi CH4 = Konsumsi energi x Faktor emisi

= 19.7316 x 0.000001

= 1.97316E-05 Ton/tahun

Emisi N2O = Konsumsi energi x Faktor emisi

= 19.7316 x 0.0000015

= 0.0000295974 Ton/tahun

● Pembuatan Kain

Emisi Co2 = Konsumsi energi x Faktor emisi

= 191.1924 x 0.0961

= 18.37358964 Ton/tahun

Emisi CH4 = Konsumsi energi x Faktor emisi

= 191.1924 x 0.000001

= 1.91192E04 Ton/tahun

Emisi N2O = Konsumsi energi x Faktor emisi

= 191.1924 x 0.0000015

= 0.0002867886 Ton/tahun

● Pakaian Jadi

Emisi Co2 = Konsumsi energi x Faktor emisi

= 195.5016 x 0.0961

= 18.78770376 Ton/tahun

Emisi CH4 = Konsumsi energi x Faktor emisi

(31)

= 195.5016 x 0.000001

= 1.95502E-04 Ton/tahun

Emisi N2O = Konsumsi energi x Faktor emisi

= 195.5016 x 0.0000015

= 0.0002932524 Ton/tahun

Tabel 4.2 Hasil Perhitungan Emisi Sektor Industri Jenis

Industri

Jumlah Industri

Konsumsi Energi

Tj/thn

E Co2

(Ton/thn)

E CH4

(Ton/thn)

E N2O (Ton/thn)

Pembuatan serat

6 9,7524 0,9372056 4

9,75240E- 06

1,46286E- 05 Pembuatan

benang

49 19,7316 1,8962067 6

1,97316E- 05

2,95974E- 05 Pembuatan

kain

101 191,1924 18,373589 64

1,91192E- 04

0,00028678 9 Pakaian jadi 58 195,5016 18,787703

76

1,95502E- 04

0,00029325 2 4.1.3 Hasil Perhitungan Emisi Sektor Peternakan

1. Perhitungan Emisi Pencemar (CH4, N2O)

• Sapi Perah

Emisi CH4 = Jumlah Ternak x Faktor Emisi CH4

= 31 x 1

= 31 Kg/ekor/tahun

Emisi N2O = Jumlah Ternak x Faktor Emisi N2O

= 31 x 0.34

= 10,54 Kg/ekor/tahun

• Sapi Potong

Emisi CH4 = Jumlah Ternak x Faktor Emisi CH4

= 438 x 31

(32)

= 13578 Kg/ekor/tahun

Emisi N2O = Jumlah Ternak x Faktor Emisi N2O

= 438 x 0.34

= 148,92 Kg/ekor/tahun

• Kerbau

Emisi CH4 = Jumlah Ternak x Faktor Emisi CH4

= 2078 x 2

= 4156 Kg/ekor/tahun

Emisi N2O = Jumlah Ternak x Faktor Emisi N2O

= 2078 x 0.34

= 706,52 Kg/ekor/tahun

• Kuda

Emisi CH4 = Jumlah Ternak x Faktor Emisi CH4

= 36 x 2,19

= 78,84 Kg/ekor/tahun

Emisi N2O = Jumlah Ternak x Faktor Emisi N2O

= 36 x 0,46

= 16,56 Kg/ekor/tahun

• Kambing

Emisi CH4 = Jumlah Ternak x Faktor Emisi CH4

= 29875 x 0,22

= 6.572,5 Kg/ekor/tahun

Emisi N2O = Jumlah Ternak x Faktor Emisi N2O

=29875 x 1,37

= 40928,75 Kg/ekor/tahun

• Domba

Emisi CH4 = Jumlah Ternak x Faktor Emisi CH4

= 24362 x 0,2

(33)

= 4872,4 Kg/ekor/tahun

Emisi N2O = Jumlah Ternak x Faktor Emisi N2O

= 24362 x 1,17

= 28503,54 Kg/ekor/tahun

• Ayam Kampung

Emisi CH4 = Jumlah Ternak x Faktor Emisi CH4

= 476224 x 0,02

= 9524,48 Kg/ekor/tahun

Emisi N2O = Jumlah Ternak x Faktor Emisi N2O = 476224 x 0,05

= 23811,2 Kg/ekor/tahun

• Ayam Petelur

Emisi CH4 = Jumlah Ternak x Faktor Emisi CH4

= 562813 x 0,02

= 28140,65 Kg/ekor/tahun

Emisi N2O = Jumlah Ternak x Faktor Emisi N2O

= 562813 x 0,05

= 28140,65 Kg/ekor/tahun

• Ayam Pedaging

Emisi CH4 = Jumlah Ternak x Faktor Emisi CH4

= 20407568 x 0,02

= 408151,36 Kg/ekor/tahun

Emisi N2O = Jumlah Ternak x Faktor Emisi N2O

= 20407568 x 0,05

= 1020378,4 Kg/ekor/tahun

(34)

• Itik

Emisi CH4 = Jumlah Ternak x Faktor Emisi CH4

= 88851 x 0,02

=1777.02 Kg/ekor/tahun

Emisi N2O = Jumlah Ternak x Faktor Emisi N2O

= 8851 x 0,05

= 4442.55 Kg/ekor/tahun

Tabel 4.3 Hasil Perhitungan Emisi Sektor Peternakan Jenis

Ternak

Jumlah Faktor Emisi CH4

Faktor Emisi N2O

E CH4 E N2O

Sapi Perah 31 1 0,34 31 10,54

Sapi Potong 438 31 0,34 13576 148,92

Kerbau 2067 2 0,34 4156 706,52

Kuda 36 2,19 0,46 78,84 16,56

Kambing 29875 0,22 1,37 6572,5 40928,75

Domba 24362 0,2 1,17 4872,4 28503,54

Ayam Kampung

476224 0,02 0,05 9524,48 23811,2

Ayam Petelur

562813 0,02 0,05 11256,26 28140,65

Ayam Pedaging

20407568 0,02 0,05 408151,3

6

1020378, 4

Itik 88851 0,02 0,05 1777,02 4442,55

(35)

4.1.4 Hasil Perhitungan Emisi Limbah TPA

1. Perhitungan Berat Sampah per Jenis Sampah (w)

● Sisa Makanan

w = Komposisi Sampah x Total Sampah yang masuk

= 66.05% x 119,514.51

= 78939.33386

● Kertas/Karton

w = Komposisi Sampah x Total Sampah yang masuk

= 8.10% x 119,514.51

= 9680.67531

● Kain/Tekstil

w = Komposisi Sampah x Total Sampah yang Masuk

= 0.13% x 119,514.51

= 155.368863

● Karet/Kulit

w = Komposisi Sampah x Total Sampah yang Masuk

= 0.21% x 119,514.51

= 250.980471

● Plastik

w = Komposisi Sampah x Total Sampah yang Masuk

= 20.05% x 119,514.51

= 23962.65926

● Logam

w = Komposisi Sampah x Total Sampah yang Masuk

= 0.30% x 119,514.51

= 358.54353

● Gelas/Kaca

w = Komposisi Sampah x Total Sampah yang Masuk

= 0.09% x 119,514.51

(36)

= 107.563059

● Kayu/Ranting

w = Komposisi Sampah x Total Sampah yang Masuk

= 5.06% x 119,514.51

= 6047.434206

● Lain-Lain

w = Komposisi Sampah x Total Sampah yang Masuk

= 0.01% x 119,514.51

= 11.951451

2. Perhitungan Nilai Karbon Organik yang Dapat Terdegradasi (DOC)

● DOC Sisa Makanan = DOCi x Komposisi Sampah

= 15% x 66.05%

= 10%

● DOC Kertas/Karton = DOCi x Komposisi Sampah

= 40% x 8.10%

= 3%

● DOC Kain/Tekstil = DOCi x Komposisi Sampah

= 24% x 0.13%

= 0%

● DOC Karet/Kulit = DOCi x Komposisi Sampah

= 39% x 0.21%

= 0%

● DOC Plastik = DOCi x Komposisi Sampah

= 0% x 20.05%

= 0%

● DOC Logam = DOCi x Komposisi Sampah

= 0% x 0.30%

= 0%

● DOC Gelas/Kaca = DOCi x Komposisi Sampah

= 0% x 0.09%

(37)

= 0%

● DOC Kayu/Ranting = DOCi x Komposisi Sampah

= 43% x 5.06%

= 2%

● DOC Lain-lain = DOCi x Komposisi Sampah

= 0% x 0.01%

= 0%

3. Perhitungan Massa DOC yang dapat terkomposisi (DDOCm)

● DDOCm Sisa Makanan = w x DOC x DOCf x MCF

= 78939.33386 x 10% x 0.5 x 0.5

= 1955.228625

● DDOCm Kertas/Karton = w x DOC x DOCf x MCF

= 9680.67531 x 3% x 0.5 x 0.5

= 78.41347001

● DDOCm Kain/Tekstil = w x DOC x DOCf x MCF

= 155.368863 x 0% x 0.5 x 0.5

= 0.01211877131

● DDOCm Karet/Kulit = w x DOC x DOCf x MCF

= 250.980471 x 0% x 0.5 x 0.5

= 0.05138825144

● DDOCm Plastik = w x DOC x DOCf x MCF

= 23962.65926 x 0% x 0.5 x 0.5

= 0

● DDOCm Logam = w x DOC x DOCf x MCF

= 358.54353 x 0% x 0.5 x 0.5

= 0

● DDOCm Gelas/Kaca = w x DOC x DOCf x MCF

= 107.563059 x 0% x 0.5 x 0.5

= 0

● DDOCm Kayu/Ranting = w x DOC x DOCf x MCF

(38)

= 6047.434206 x 2% x 0.5 x 0.5

= 32.89501836

● DDOCm Lain-lain = w x DOC x DOCf x MCF

= 11.951451 x 0% x 0.5 x 0.5

= 0

4. Perhitungan Potensi Pembentukan Emisi CH4 (Lo)

● Lo Sisa Makanan = DDOCm x DOCf x 16

12

= 1955.228625 x 0.5 x 16

12

= 1303.48575

● Lo Kertas/Karton = DDOCm x DOCf x 16

12

= 78.41347001 x 0.5 x 16

12

= 52.27564667

● Lo Kain/Tekstil = DDOCm x DOCf x 16

12

= 0.01211877131 x 0.5 x 16

12

= 0.008079180876

● Lo Karet/Kulit = DDOCm x DOCf x 16

12

= 0.05138825144 x 0.5 x 16

12

= 0.03425883429

● Lo Plastik = DDOCm x DOCf x 16

12

= 0 x 0.5 x 16

12

= 0

● Lo Logam = DDOCm x DOCf x 16

12

= 0 x 0.5 x 16

12

= 0

● Lo Gelas/Kaca = DDOCm x DOCf x 16

12

= 0 x 0.5 x 16

12

(39)

= 0

● Lo Kayu/Ranting = DDOCm x DOCf x 16

12

= 32.89501836 x 0.5 x 16

12

= 21.93001224

● Lo Lain-lain = DDOCm x DOCf x 16

12

= 0 x 0.5 x 16

12

= 0

5. Perhitungan Emisi CH4

● Sisa Makanan = (Lo - Recovery CH4) x (1 - Faktor Oksidasi)

= (1303.48575 - 0) x (1 - 0.1)

= 1173.137175

● Kertas/Karton = (Lo - Recovery CH4) x (1 - Faktor Oksidasi)

= (52.27564667 - 0) x (1 - 0.1)

= 47.04808201

● Kain/Tekstil = (Lo - Recovery CH4) x (1 - Faktor Oksidasi)

= (0.008079180876 - 0) x (1 - 0.1)

= 0.007271262788

● Karet/Kulit = (Lo - Recovery CH4) x (1 - Faktor Oksidasi)

= (0.03425883429 - 0) x (1 - 0.1)

= 0.03083295086

● Plastik = (Lo - Recovery CH4) x (1 - Faktor Oksidasi)

= (0 - 0) x (1 - 0.1)

= 0

● Logam = (Lo - Recovery CH4) x (1 - Faktor Oksidasi)

= (0 - 0) x (1 - 0.1)

= 0

● Gelas/Kaca = (Lo - Recovery CH4) x (1 - Faktor Oksidasi)

= (0 - 0) x (1 - 0.1)

= 0

(40)

● Kayu/Ranting = (Lo - Recovery CH4) x (1 - Faktor Oksidasi)

= (21.93001224 - 0) x (1 - 0.1)

= 19.73701102

● Lain-lain = (Lo - Recovery CH4) x (1 - Faktor Oksidasi)

= (0 - 0) x (1 - 0.1)

= 0

6. Perhitungan Emisi CO2

● Sisa Makanan = Emisi CH4 x (1 − 𝐹𝑟𝑎𝑘𝑠𝑖 𝐺𝑎𝑠 𝐶𝐻4 𝑑𝑖 𝑇𝑃𝐴

𝐹𝑟𝑎𝑘𝑠𝑖 𝐺𝑎𝑠 𝐶𝐻4 𝑑𝑖 𝑇𝑃𝐴 + Faktor Oksidasi) x 44

16

= 1173.137175 x (1 − 0.5

0.5 + 0.1) x 44

16

= 322.6127232

● Kertas/Karton = Emisi CH4 x (1 − 𝐹𝑟𝑎𝑘𝑠𝑖 𝐺𝑎𝑠 𝐶𝐻4 𝑑𝑖 𝑇𝑃𝐴

𝐹𝑟𝑎𝑘𝑠𝑖 𝐺𝑎𝑠 𝐶𝐻4 𝑑𝑖 𝑇𝑃𝐴 + Faktor Oksidasi) x 44

16

= 47.04808201 x (1 − 0.5

0.5 + 0.1) x 44

16

= 12.93822255

● Kain/Tekstil = Emisi CH4 x (1 − 𝐹𝑟𝑎𝑘𝑠𝑖 𝐺𝑎𝑠 𝐶𝐻4 𝑑𝑖 𝑇𝑃𝐴

𝐹𝑟𝑎𝑘𝑠𝑖 𝐺𝑎𝑠 𝐶𝐻4 𝑑𝑖 𝑇𝑃𝐴 + Faktor Oksidasi) x 44

16

= 0.007271262788 x (1 − 0.5

0.5 + 0.1) x 44

16

= 0.001999597267

● Karet/Kulit = Emisi CH4 x (1 − 𝐹𝑟𝑎𝑘𝑠𝑖 𝐺𝑎𝑠 𝐶𝐻4 𝑑𝑖 𝑇𝑃𝐴

𝐹𝑟𝑎𝑘𝑠𝑖 𝐺𝑎𝑠 𝐶𝐻4 𝑑𝑖 𝑇𝑃𝐴 + Faktor Oksidasi) x 44

16

= 0.03083295086 x (1 − 0.5

0.5 + 0.1) x 44

16

= 0.008479061487

● Plastik = Emisi CH4 x (1 − 𝐹𝑟𝑎𝑘𝑠𝑖 𝐺𝑎𝑠 𝐶𝐻4 𝑑𝑖 𝑇𝑃𝐴

𝐹𝑟𝑎𝑘𝑠𝑖 𝐺𝑎𝑠 𝐶𝐻4 𝑑𝑖 𝑇𝑃𝐴 + Faktor Oksidasi) x 44

16

(41)

= 0 x (1 − 0.5

0.5 + 0.1) x 44

16

= 0

● Logam = Emisi CH4 x (1 − 𝐹𝑟𝑎𝑘𝑠𝑖 𝐺𝑎𝑠 𝐶𝐻4 𝑑𝑖 𝑇𝑃𝐴

𝐹𝑟𝑎𝑘𝑠𝑖 𝐺𝑎𝑠 𝐶𝐻4 𝑑𝑖 𝑇𝑃𝐴 + Faktor Oksidasi) x 44

16

= 0 x (1 − 0.5

0.5 + 0.1) x 44

16

= 0

● Gelas/Kaca = Emisi CH4 x (1 − 𝐹𝑟𝑎𝑘𝑠𝑖 𝐺𝑎𝑠 𝐶𝐻4 𝑑𝑖 𝑇𝑃𝐴

𝐹𝑟𝑎𝑘𝑠𝑖 𝐺𝑎𝑠 𝐶𝐻4 𝑑𝑖 𝑇𝑃𝐴 + Faktor Oksidasi) x 44

16

= 0 x (1 − 0.5

0.5 + 0.1) x 44

16

= 0

● Kayu/Ranting = Emisi CH4 x (1 − 𝐹𝑟𝑎𝑘𝑠𝑖 𝐺𝑎𝑠 𝐶𝐻4 𝑑𝑖 𝑇𝑃𝐴

𝐹𝑟𝑎𝑘𝑠𝑖 𝐺𝑎𝑠 𝐶𝐻4 𝑑𝑖 𝑇𝑃𝐴 + Faktor Oksidasi) x 44

16

= 19.73701102 x (1 − 0.5

0.5 + 0.1) x 44

16

= 5.42767803

● Lain-lain = Emisi CH4 x (1 − 𝐹𝑟𝑎𝑘𝑠𝑖 𝐺𝑎𝑠 𝐶𝐻4 𝑑𝑖 𝑇𝑃𝐴

𝐹𝑟𝑎𝑘𝑠𝑖 𝐺𝑎𝑠 𝐶𝐻4 𝑑𝑖 𝑇𝑃𝐴 + Faktor Oksidasi) x 44

16

= 0 x (1 − 0.5

0.5 + 0.1) x 44

16

= 0

Total Emisi CH4 = 1.239.960,372 ton/tahun Total Emisi CO2 = 340.989,1024 ton/tahun

(42)

Tabel 4.4 Tabel Hasil Perhitungan Emisi Sektor Limbah (TPA)

TPS 3R Dewaruci

1. Perhitungan Berat Sampah per Jenis Sampah (w)

● Sisa Makanan

w = Komposisi Sampah x Total Sampah yang masuk

= 66.05% x 302.9

= 200.06545

● Kertas/Karton

w = Komposisi Sampah x Total Sampah yang masuk

= 8.10% x 302.9

= 24.5349

● Kain/Tekstil

w = Komposisi Sampah x Total Sampah yang Masuk

= 0.13% x 302.9

= 0.39377

● Karet/Kulit

w = Komposisi Sampah x Total Sampah yang Masuk

= 0.21% x 302.9

= 0.63609

● Plastik

w = Komposisi Sampah x Total Sampah yang Masuk

= 20.05% x 302.9

(43)

= 60.73145

● Logam

w = Komposisi Sampah x Total Sampah yang Masuk

= 0.30% x 302.9

= 0.9087

● Gelas/Kaca

w = Komposisi Sampah x Total Sampah yang Masuk

= 0.09% x 302.9

= 0.27261

● Kayu/Ranting

w = Komposisi Sampah x Total Sampah yang Masuk

= 5.06% x 302.9

= 15.32674

● Lain-Lain

w = Komposisi Sampah x Total Sampah yang Masuk

= 0.01% x 302.9

= 0.03029

2. Perhitungan Nilai Karbon Organik yang Dapat Terdegradasi (DOC)

● DOC Sisa Makanan = DOCi x Komposisi Sampah

= 15% x 66.05%

= 10%

● DOC Kertas/Karton = DOCi x Komposisi Sampah

= 40% x 8.10%

= 3%

● DOC Kain/Tekstil = DOCi x Komposisi Sampah

= 24% x 0.13%

= 0%

● DOC Karet/Kulit = DOCi x Komposisi Sampah

= 39% x 0.21%

= 0%

(44)

● DOC Plastik = DOCi x Komposisi Sampah

= 0% x 20.05%

= 0%

● DOC Logam = DOCi x Komposisi Sampah

= 0% x 0.30%

= 0%

● DOC Gelas/Kaca = DOCi x Komposisi Sampah

= 0% x 0.09%

= 0%

● DOC Kayu/Ranting = DOCi x Komposisi Sampah

= 43% x 5.06%

= 2%

● DOC Lain-lain = DOCi x Komposisi Sampah

= 0% x 0.01%

= 0%

3. Perhitungan Massa DOC yang dapat terkomposisi (DDOCm)

● DDOCm Sisa Makanan = w x DOC x DOCf x MCF

= 200.06545 x 10% x 0.5 x 0.5

= 4.955371115

● DDOCm Kertas/Karton = w x DOC x DOCf x MCF

= 24.5349 x 3% x 0.5 x 0.5

= 0.19873269

● DDOCm Kain/Tekstil = w x DOC x DOCf x MCF

= 0.39377 x 0% x 0.5 x 0.5

= 0.00003071406

● DDOCm Karet/Kulit = w x DOC x DOCf x MCF

= 0.63609 x 0% x 0.5 x 0.5

= 0.0001302394275

● DDOCm Plastik = w x DOC x DOCf x MCF

(45)

= 60.73145 x 0% x 0.5 x 0.5

= 0

● DDOCm Logam = w x DOC x DOCf x MCF

= 0.9087 x 0% x 0.5 x 0.5

= 0

● DDOCm Gelas/Kaca = w x DOC x DOCf x MCF

= 0.27261 x 0% x 0.5 x 0.5

= 0

● DDOCm Kayu/Ranting = w x DOC x DOCf x MCF

= 15.32674 x 2% x 0.5 x 0.5

= 0.08336980223

● DDOCm Lain-lain = w x DOC x DOCf x MCF

= 0.03029 x 0% x 0.5 x 0.5

= 0

4. Perhitungan Potensi Pembentukan Emisi CH4 (Lo)

● Lo Sisa Makanan = DDOCm x DOCf x 16

12

= 4.955371115 x 0.5 x 16

12

= 3.303580743

● Lo Kertas/Karton = DDOCm x DOCf x 16

12

= 0.19873269 x 0.5 x 16

12

= 0.13248846

● Lo Kain/Tekstil = DDOCm x DOCf x 16

12

= 0.00003071406 x 0.5 x 16

12

= 0.00002047604

● Lo Karet/Kulit = DDOCm x DOCf x 16

12

= 0.0001302394275 x 0.5 x 16

12

= 0.000086826285

(46)

● Lo Plastik = DDOCm x DOCf x 16

12

= 0 x 0.5 x 16

12

= 0

● Lo Logam = DDOCm x DOCf x 16

12

= 0 x 0.5 x 16

12

= 0

● Lo Gelas/Kaca = DDOCm x DOCf x 16

12

= 0 x 0.5 x 16

12

= 0

● Lo Kayu/Ranting = DDOCm x DOCf x 16

12

= 0.08336980223 x 0.5 x 16

12

= 0.05557986815

● Lo Lain-lain = DDOCm x DOCf x 16

12

= 0 x 0.5 x 16

12

= 0

5. Perhitungan Emisi CH4

● Sisa Makanan = (Lo - Recovery CH4) x (1 - Faktor Oksidasi)

= (3.303580743 - 0) x (1 - 0)

= 3.303580743

● Kertas/Karton = (Lo - Recovery CH4) x (1 - Faktor Oksidasi)

= (0.13248846 - 0) x (1 - 0)

= 0.13248846

● Kain/Tekstil = (Lo - Recovery CH4) x (1 - Faktor Oksidasi)

= (0.00002047604 - 0) x (1 - 0)

= 0.00002047604

● Karet/Kulit = (Lo - Recovery CH4) x (1 - Faktor Oksidasi)

= (0.000086826285 - 0) x (1 - 0)

(47)

= 0.000086826285

● Plastik = (Lo - Recovery CH4) x (1 - Faktor Oksidasi)

= (0 - 0) x (1 - 0)

= 0

● Logam = (Lo - Recovery CH4) x (1 - Faktor Oksidasi)

= (0 - 0) x (1 - 0)

= 0

● Gelas/Kaca = (Lo - Recovery CH4) x (1 - Faktor Oksidasi)

= (0 - 0) x (1 - 0)

= 0

● Kayu/Ranting = (Lo - Recovery CH4) x (1 - Faktor Oksidasi)

= (0.05557986815 - 0) x (1 - 0)

= 0.05557986815

● Lain-lain = (Lo - Recovery CH4) x (1 - Faktor Oksidasi)

= (0 - 0) x (1 - 0)

= 0

6. Perhitungan Emisi CO2

● Sisa Makanan = Emisi CH4 x (1 − 𝐹𝑟𝑎𝑘𝑠𝑖 𝐺𝑎𝑠 𝐶𝐻4 𝑑𝑖 𝑇𝑃𝐴

𝐹𝑟𝑎𝑘𝑠𝑖 𝐺𝑎𝑠 𝐶𝐻4 𝑑𝑖 𝑇𝑃𝐴 + Faktor Oksidasi) x 44

16

= 3.303580743 x (1 − 0.5

0.5 + 0) x 44

16

= 9.084847044

● Kertas/Karton = Emisi CH4 x (1 − 𝐹𝑟𝑎𝑘𝑠𝑖 𝐺𝑎𝑠 𝐶𝐻4 𝑑𝑖 𝑇𝑃𝐴

𝐹𝑟𝑎𝑘𝑠𝑖 𝐺𝑎𝑠 𝐶𝐻4 𝑑𝑖 𝑇𝑃𝐴 + Faktor Oksidasi) x 44

16

= 0.13248846 x (1 − 0.5

0.5 + 0) x 44

16

= 0.364343265

● Kain/Tekstil = Emisi CH4 x (1 − 𝐹𝑟𝑎𝑘𝑠𝑖 𝐺𝑎𝑠 𝐶𝐻4 𝑑𝑖 𝑇𝑃𝐴

𝐹𝑟𝑎𝑘𝑠𝑖 𝐺𝑎𝑠 𝐶𝐻4 𝑑𝑖 𝑇𝑃𝐴 + Faktor Oksidasi) x 44

16

(48)

= 0.00002047604 x (1 − 0.5

0.5 + 0) x 44

16

= 0.00005630911

● Karet/Kulit = Emisi CH4 x (1 − 𝐹𝑟𝑎𝑘𝑠𝑖 𝐺𝑎𝑠 𝐶𝐻4 𝑑𝑖 𝑇𝑃𝐴

𝐹𝑟𝑎𝑘𝑠𝑖 𝐺𝑎𝑠 𝐶𝐻4 𝑑𝑖 𝑇𝑃𝐴 + Faktor Oksidasi) x 44

16

= 0.000086826285 x (1 − 0.5

0.5 + 0) x 44

16

= 0.0002387722838

● Plastik = Emisi CH4 x (1 − 𝐹𝑟𝑎𝑘𝑠𝑖 𝐺𝑎𝑠 𝐶𝐻4 𝑑𝑖 𝑇𝑃𝐴

𝐹𝑟𝑎𝑘𝑠𝑖 𝐺𝑎𝑠 𝐶𝐻4 𝑑𝑖 𝑇𝑃𝐴 + Faktor Oksidasi) x 44

16

= 0 x (1 − 0.5

0.5 + 0) x 44

16

= 0

● Logam = Emisi CH4 x (1 − 𝐹𝑟𝑎𝑘𝑠𝑖 𝐺𝑎𝑠 𝐶𝐻4 𝑑𝑖 𝑇𝑃𝐴

𝐹𝑟𝑎𝑘𝑠𝑖 𝐺𝑎𝑠 𝐶𝐻4 𝑑𝑖 𝑇𝑃𝐴 + Faktor Oksidasi) x 44

16

= 0 x (1 − 0.5

0.5 + 0) x 44

16

= 0

● Gelas/Kaca = Emisi CH4 x (1 − 𝐹𝑟𝑎𝑘𝑠𝑖 𝐺𝑎𝑠 𝐶𝐻4 𝑑𝑖 𝑇𝑃𝐴

𝐹𝑟𝑎𝑘𝑠𝑖 𝐺𝑎𝑠 𝐶𝐻4 𝑑𝑖 𝑇𝑃𝐴 + Faktor Oksidasi) x 44

16

= 0 x (1 − 0.5

0.5 + 0) x 44

16

= 0

● Kayu/Ranting = Emisi CH4 x (1 − 𝐹𝑟𝑎𝑘𝑠𝑖 𝐺𝑎𝑠 𝐶𝐻4 𝑑𝑖 𝑇𝑃𝐴

𝐹𝑟𝑎𝑘𝑠𝑖 𝐺𝑎𝑠 𝐶𝐻4 𝑑𝑖 𝑇𝑃𝐴 + Faktor Oksidasi) x 44

16

= 0.05557986815 x (1 − 0.5

0.5 + 0) x 44

16

= 0.1528446374

● Lain-lain = Emisi CH4 x (1 − 𝐹𝑟𝑎𝑘𝑠𝑖 𝐺𝑎𝑠 𝐶𝐻4 𝑑𝑖 𝑇𝑃𝐴

𝐹𝑟𝑎𝑘𝑠𝑖 𝐺𝑎𝑠 𝐶𝐻4 𝑑𝑖 𝑇𝑃𝐴 + Faktor Oksidasi) x 44

16

= 0 x (1 − 0.5

0.5 + 0) x 44

16

= 0

(49)

Total Emisi CH4 = 3,491756374 ton/tahun Total Emisi CO2 = 9,602330027 ton/tahun

Tabel 4.5 Hasil Perhitungan Emisi Sektor Limbah (TPS 3R)

TPS Papeling

1. Perhitungan Berat Sampah per Jenis Sampah (w)

● Sisa Makanan

w = Komposisi Sampah x Total Sampah yang masuk

= 66.05% x 547.5

= 361.62375

● Kertas/Karton

w = Komposisi Sampah x Total Sampah yang masuk

= 8.10% x 547.5

= 44.3475

● Kain/Tekstil

w = Komposisi Sampah x Total Sampah yang Masuk

= 0.13% x 547.5

= 0.71175

● Karet/Kulit

w = Komposisi Sampah x Total Sampah yang Masuk

= 0.21% x 547.5

= 1.14975

● Plastik

(50)

w = Komposisi Sampah x Total Sampah yang Masuk

= 20.05% x 547.5

= 109.77375

● Logam

w = Komposisi Sampah x Total Sampah yang Masuk

= 0.30% x 547.5

= 1.6425

● Gelas/Kaca

w = Komposisi Sampah x Total Sampah yang Masuk

= 0.09% x 547.5

= 0.49275

● Kayu/Ranting

w = Komposisi Sampah x Total Sampah yang Masuk

= 5.06% x 547.5

= 27.7035

● Lain-Lain

w = Komposisi Sampah x Total Sampah yang Masuk

= 0.01% x 547.5

= 0.05475

2. Perhitungan Nilai Karbon Organik yang Dapat Terdegradasi (DOC)

● DOC Sisa Makanan = DOCi x Komposisi Sampah

= 15% x 66.05%

= 10%

● DOC Kertas/Karton = DOCi x Komposisi Sampah

= 40% x 8.10%

= 3%

● DOC Kain/Tekstil = DOCi x Komposisi Sampah

= 24% x 0.13%

= 0%

(51)

● DOC Karet/Kulit = DOCi x Komposisi Sampah

= 39% x 0.21%

= 0%

● DOC Plastik = DOCi x Komposisi Sampah

= 0% x 20.05%

= 0%

● DOC Logam = DOCi x Komposisi Sampah

= 0% x 0.30%

= 0%

● DOC Gelas/Kaca = DOCi x Komposisi Sampah

= 0% x 0.09%

= 0%

● DOC Kayu/Ranting = DOCi x Komposisi Sampah

= 43% x 5.06%

= 2%

● DOC Lain-lain = DOCi x Komposisi Sampah

= 0% x 0.01%

= 0%

3. Perhitungan Massa DOC yang dapat terkomposisi (DDOCm)

● DDOCm Sisa Makanan = w x DOC x DOCf x MCF

= 361.62375 x 10% x 0.5 x 0.5

= 8.956968258

● DDOCm Kertas/Karton = w x DOC x DOCf x MCF

= 44.3475 x 3% x 0.5 x 0.5

= 0.35921475

● DDOCm Kain/Tekstil = w x DOC x DOCf x MCF

= 0.71175 x 0% x 0.5 x 0.5

= 0.0000555165

● DDOCm Karet/Kulit = w x DOC x DOCf x MCF

= 1.14975 x 0% x 0.5 x 0.5

(52)

= 0.0002354113125

● DDOCm Plastik = w x DOC x DOCf x MCF

= 109.77375 x 0% x 0.5 x 0.5

= 0

● DDOCm Logam = w x DOC x DOCf x MCF

= 1.6425 x 0% x 0.5 x 0.5

= 0

● DDOCm Gelas/Kaca = w x DOC x DOCf x MCF

= 0.49275 x 0% x 0.5 x 0.5

= 0

● DDOCm Kayu/Ranting = w x DOC x DOCf x MCF

= 27.7035 x 2% x 0.5 x 0.5

= 0.1506931883

● DDOCm Lain-lain = w x DOC x DOCf x MCF

= 0.05475 x 0% x 0.5 x 0.5

= 0

4. Perhitungan Potensi Pembentukan Emisi CH4 (Lo)

● Lo Sisa Makanan = DDOCm x DOCf x 16

12

= 8.956968258 x 0.5 x 16

12

= 5.971312172

● Lo Kertas/Karton = DDOCm x DOCf x 16

12

= 0.35921475 x 0.5 x 16

12

= 0.2394765

● Lo Kain/Tekstil = DDOCm x DOCf x 16

12

= 0.0000555165 x 0.5 x 16

12

= 0.000037011

● Lo Karet/Kulit = DDOCm x DOCf x 16

12

= 0.0002354113125 x 0.5 x 16

12

(53)

= 0.000156940875

● Lo Plastik = DDOCm x DOCf x 16

12

= 0 x 0.5 x 16

12

= 0

● Lo Logam = DDOCm x DOCf x 16

12

= 0 x 0.5 x 16

12

= 0

● Lo Gelas/Kaca = DDOCm x DOCf x 16

12

= 0 x 0.5 x 16

12

= 0

● Lo Kayu/Ranting = DDOCm x DOCf x 16

12

= 0.1506931883 x 0.5 x 16

12

= 0.1004621255

● Lo Lain-lain = DDOCm x DOCf x 16

12

= 0 x 0.5 x 16

12

= 0

5. Perhitungan Emisi CH4

● Sisa Makanan = (Lo - Recovery CH4) x (1 - Faktor Oksidasi)

= (5.971312172 - 0) x (1 - 0)

= 5.971312172

● Kertas/Karton = (Lo - Recovery CH4) x (1 - Faktor Oksidasi)

= (0.2394765 - 0) x (1 - 0)

= 0.2394765

● Kain/Tekstil = (Lo - Recovery CH4) x (1 - Faktor Oksidasi)

= (0.000037011 - 0) x (1 - 0)

= 0.000037011

● Karet/Kulit = (Lo - Recovery CH4) x (1 - Faktor Oksidasi)

Referensi

Dokumen terkait

Adapun yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah kendaraan (arus lalu lintas) yang melewati ruas jalan Sam Ratulangi Manado. Untuk sampel diambil arus lalu lintas yang

Data primer merupakan data yang diambil secara langsung dari lapangan dengan cara menghitung jumlah kendaraan yang melintas di ruas jalan Manado-Tomohon dan

(1) Hasil uji tipe emisi kendaraan bermotor tipe baru yang dilakukan oleh instansi yang bertanggung jawab di bidang lalu lintas dan angkutan jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal

Korelasi antara konsentrasi udara ambien di ruas jalan Soebrantas dengan beban pencemar emisi kendaraan bermotor gas CO Pada hari Jum’at menunjukkan hubungan yang positif

TUGAS AKHIR KAJIAN BEBAN EMISI PENCEMAR UDARA KONVENSIONAL NO2, SO2, CO SEKTOR TRANSPORTASI DARAT DI JALAN ARTERI PRIMER KOTA BALIKPAPAN DENGAN METODE TIER 2 Studi Kasus:

ix KAJIAN BEBAN EMISI PENCEMAR UDARA KONVENSIONAL NO2, SO2, CO SEKTOR TRANSPORTASI DARAT DI JALAN ARTERI PRIMER KOTA BALIKPAPAN DENGAN METODE TIER 2 Studi Kasus: Jalan Jendral

ABSTRAK PERHITUNGAN BEBAN EMISI DARI KENDARAAN BERMOTOR DI RUAS JALAN Z.A PAGAR ALAM MALL BOEMI KEDATON Oleh Reza Fahlevi Di bidang transportasi, khususnya di daerah perkotaan,

18 Nov 2014 Abstract Kerusakan jalan yang terjadi di beberapa ruas jalan menimbulkan kerugian yang sungguh besar terutama bagi pengguna jalan seperti waktu tempuh yang lama, kemacetan, kecelakaan, dan lain-lain. Selain itu kendaraan yang melaju dalam kecepatan lambat memancarkan emisi yang lebih besar, dan emisi yang besar berpengaruh pada kesehatan manusia. Penelitian ini mengkaji seberapa besar pengaruh kerusakan jalan terhadap kecepatan kendaraan dan selanjutnya berpengaruh pada emisi kendaraan bermotor. Tahapan penelitian ini meliputi penilaian kondisi perkerasan yaitu dengan metode PCI, kemudian dari hasil penilaian kondisi perkerasan dipilih enam lokasi dengan kondisi perkerasan yang berbeda (excellent, very good, good, fair, poor, very poor) dan dihitung kecepatan rata-rata kendaraan pada lokasi tersebut. Dan tahap selanjutnya dihitung nilai emisi pada enam lokasi tersebut dengan menggunakan softwer mobilev. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada jalan dengan kondisi excellent, kecepatan rata-rata kendaraan adalah 65,38 km/jam dan emisi CO sebesar 20818,63 g/jam/km, emisi CO2 sebesar 1632864,82 g/jam/km, emisi NO2 sebesar 476,39 g/jam/km, emisi Particulate Mass sebesar 168,078 g/jam/km, Emisi SO2 sebesar 4,262 g/jam/km. Dan pada jalan dengan kondisi very poor, kecepatan rata-rata kendaraan adalah 29,09 km/jam, emisi CO sebesar 21393,74 g/jam/km, emisi CO2 sebesar 1671812,447 g/jam/km, emisi NO2 sebesar 488,74 g/jam/km, emisi Particulate Mass sebesar 172,238 g/jam/km, Emisi SO2 sebesar 4,359 g/jam/km. Dapat disimpulkan bahwa terjadi penurunan kecepatan rata-rata sebesar 55% pada jalan dengan kondisi very poor dibandingkan dengan jalan kondisi excellent dan terjadi peningkatan emisi gas buang kendaraan rata-rata sebesar 2,49 % pada jalan dengan kondisi very poor dibandingkan dengan jalan dengan kondisi excellent. Maka dari itu sangat perlu menjaga kondisi jalan agar tetap dalam kondisi excellent. Kata kunci: kerusakan jalan, kecepatan kendaraan, emisi gas buang