• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEBIJAKAN PENGENDALIAN PENCEMARAN UDARA SUMBER BERGERAK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KEBIJAKAN PENGENDALIAN PENCEMARAN UDARA SUMBER BERGERAK"

Copied!
41
0
0

Teks penuh

(1)

KEBIJAKAN

PENGENDALIAN PENCEMARAN UDARA

SUMBER BERGERAK

Endang Hidayat, Msi. Kasie. Pemantauan KUA

DIREKTORAT JENDERAL PENGENDALIAN PENCEMARAN DAN KERUSAKAN LINGKUNGAN

(2)

BIOGRAFI

Nama : ENDANG HIDAYAT, ST, MSi. Lahir : Jakarta, Januari 1974

Email : [email protected], [email protected]

Jabatan :

-Kepala Seksi Pemantauan Kualitas Udara Ambien, 2015

-Kasubbid Pengembangan dan Evaluasi Kebijakan Transportasi Air & Udara -Kasubbid Pengujian dan Sertifikasi, 2007-2011

-Plt. Kasubbid Pemantauan Kualitas Udara Ambien, 2002

Diklat/Training :

-Pengendalian Pencemaran Udara, KLH

-AQMS, AE-KLH

-Air Pollution Source Monitoring Management, JICA, Kitakyushu, Jepang -Driving Cycle for Vehicle Testing, JARI, Tsukuba, Jepang

-Vehicle Testing Course, Vicom, Singapura

-Capacity Building for Environmental Monitoring, MOE Tokyo, Jepang -Air Quality Management, GIZ, Indonesia

(3)

Industri

Transportasi (darat, laut, udara)

Keg. Domestik (permukiman, 

komersial)

Kebakaran hutan/lahan dan

Gunung berapi

(4)

AIR POLLUTION

People growth

(5)

DAMPAK PENCEMARAN UDARA PADA KESEHATAN

OTAK

gangguan pertumbuhan & kecerdasan akibat Pb

(timbal) PERUT Mual, lesu dan nafsu makan turun

akibat Pb (timbal) SISTEM REPRODUKSI terganggu (laki-laki) akibat Pb (timbal) MATA

Iritasi & peradangan akibat HC (hidrokarbon) TENGGOROKAN Peradangan akibat HC (hidrokarbon) PARU-PARU flek & memicu serangan asma akibat

HC & SOx

JANTUNG

darah kekurangan oksigen akibat CO dan NOx

(6)

 UU No. 32/2009 : Perlindungan & Pengelolaan Lingkungan

Hidup

 PP No. 41/1999 : Pengendalian Pencemaran Udara  PP No.38/2007 : Pembagian Urusan Pemerintahan  Kepmen LH No. 252/2004 : Mandatory Disclosure

 Permen LH No. 05/2006 : Ambang Batas Emisi Gas Buang

Kendaraan Bermotor Lama

 Permen LH No. 04/2009 : Ambang Batas Emisi Gas Buang

Kendaraan Bermotor Tipe Baru

 Permen LH No. 12 Tahun 2010 : Pelaksanaan PPU di Daerah  Pedoman Pemeriksaan Emisi dan Perawatan Kendaraan

Bermotor

 Petunjuk Teknis Pelaksanaan Evaluasi Kualitas Udara

Perkotaan

(7)

PPU dan PKU

Sumber tidak bergerak

Pemantauan Kualitas Udara Ambien

Sumber bergerak Meningkatkan kualitas udara Evaluasi Status Penetapan BME Bahan Bakar Bersih Produksi Bersih Efisiensi Energi Menurunkan  emisi/km  kendaraan Menurunkan Panjang Perjalanan Binwas Penaatan  Baku Mutu Emisi SB Kualitas Bhn Bakar Jumlah kendaraan Tata Guna Lahan Zonasi Penataan  Transportasi Binwas Penaatan Binwas I/M Mandatory Ex: Proper Voluntary Angkt. massal GRAND DESIGN PENGENDALIAN PENCEMARAN UDARA

(8)

Tujuan RPJMN 2015‐2019  Bidang Lingkungan Hidup

dan Pengelolaan Kualitas Udara

Terwujudnya kualitas  LH yg baik dan sehat,  ketersediaan SDA yg  lestari utk  kesejahteraan rakyat,  dan menuju pada  pembangunan  berkelanjutan  IKLH  66.5 – 68.5 IKU 84 IKA 55 Tutupa n  Lahan  62  Inventarisasi emisi PPU sumber bergerak dan sumber tidak bergerak.

(9)

Kebijakan Pengendalian Pencemaran Udara

Penataan Ruang

BME

Bahan Bakar 

Bersih

O/M (I/M)

Peningkatan 

Kapasitas 

Stakeholder

Teknologi Pengendali Emisi

(10)

Deskripsi Sumber Emisi Bergerak

Emisi

Sumber

Bergerak

Darat

On Road

Kendaraan

bermotor

Kereta api

Off road

Air

Kapal, ferry, 

dll

Udara

Pesawat

Alat berat

Kendaraan

militer

(11)

Baku Mutu Emisi Sumber Bergerak

Emisi Gas Buang

Tipe Baru

1. Permen LH No. 04/2009 ttg Ambang Batas Emisi Gas Buang Kend. Bermotor Tipe Baru;

2. Draft Permen LHK ttg baku mutu emisi gas buang alat berat tipe baru; 3. Permen LHK No. 20/2017 ttg baku mutu emisi gas buang kend bermotor tipe baru (Euro 4)

In‐used 

(Kend. Lama)

1. Permen LH No. 05/2006 ttg Ambang Batas Kend. Bermotor Lama;

2. Draft Permen LHK ttg baku mutu emisi gas buang alat berat yg sdh beroperasi (in‐use);

3. Draft Permen LHK ttg baku mutu emisi gas buang lokomotif yg sdh beroperasi (in‐use)

Kebisingan

Tipe Baru

Permen LH No.  07/2009 ttg Ambang  Batas Kebisingan  Kend. Bermotor Tipe  Baru

In‐used 

(Kend. Lama)

(12)

Aspek EST (Environmentally Sustainable 

Transport)/Green Transportation

Penaatan BME I/M Bahan bakar bersih Pemantauan Pemantauan kualitas udara Noise  monitori ng Health  impact Road  safety Public  awareness TDM dan planning TDM dan land use  planning NMT

Reduksi emisi dan

(13)

HIERARKI DALAM GREEN

TRANSPORTATION

(14)
(15)

Bahan Bakar Bersih

Fossil Fuel

Solar dgn  kand. S%  rendah Bensin  Tanpa  Timbel

Alternatif Fuel

Bio Fuel Bio‐ diesel Bio‐ etanol Gas CNG LPG Lain‐lain Listrik Hidrogen

(16)
(17)

Kesimpulan hasil pemantauan

Mayoritas kendaraan militer mempergunakan sistem pembakaran

diesel, bahan bakar dari SPBU tertentu, driving cycle ekstrim.

Penurunan emisi gas buang untuk kendaraan militer dapat dilakukan

melalui pemeliharan berkala.

Penerapan teknologi ramah lingkungan pada spesifikasi kendaraan

militer dilakukan bertahap, sehingga tidak mengganggu unjuk kerja.

Perbedaan spesifikasi kendaraan militer dengan kendaraan sipil

(bahan bakar, tipe mesin, konstruksi, driving cycle).

Dalam menerapkan peraturan baku mutu emisi kendaraan militer

perlu diterapkan prinsip kehati-hatian

menurunkan CO

2

dari sektor penggunaan energy sehingga ikut

berkontribusi terhadap pencapaian target pemerintah terhadap

penurunan emisi Gas Rumah Kaca

(18)

GREEN TRANSPORTATION

Green transportation

bertujuan untuk 

meningkatkan 

penggunaan 

transportasi massal, 

mengurangi penggunaan 

kendaraan pribadi, 

penciptaan infrastruktur 

jalan yang mendukung 

perkembangan 

transportasi massal, 

mengurangi emisi 

kendaraan, serta 

menciptakan ruang jalan 

yang ramah bagi pejalan 

kaki dan pengguna 

sepeda. 

(19)

Pengendalian pencemaran udara untuk sumber

bergerak (transportasi)

1. KLHK menyediakan pedoman pedoman terkait eco driving,  sehingga dapat dilaksanakan di daerah

2. KLHK: menyusun BM emisi kendaraan bermotor. Daerah:  menyusun BM emisi lebih ketat

3. Program EKUP (evaluasi kualitas udara perkotaan). Juknis EKUP  dan bimtek  Mekanisme antara daerah dan pusat. KLHK 

menyiapkan JUKNIS dan data basedaerah melaksanakan, hasil EKUP dikirim ke KLHK dan dilakukan analisa nilai road side  monitoring, uji emisi lulus atau tidak, trafic counting 

penghargaan sertifikat untuk terbaik.

4. Development Mass Tranportation System (Busway, MRT, LRT,  Rail way)

5. Development Pedestrian 6. Car Free Day

(20)

www.ecodrive.org  10-15%

1980, Swiss & Germany  1,9 juta liter/tahun

2006, Clean Air Project-Swisscontact (bus, truck, taxi)

24%

Kendaraan dinas dan operasional kantor;10%

Kendaraan militer;  15%

Lomba Eco Driving (hemat bahan bakar) Juni-2012 di

Senayan (140 peserta workshop, 47 kendaraan); 

12,4%

PENGENALAN ECO DRIVING :  

(21)

Pastikan Kondisi Mesin Prima : Kenali teknologi kendaraan, Uji Emisi

Jaga putaran mesin : Cepat  boros, Lambat  Torsi

-Antisipasi arus lalu lintas : pandangan ke depan, waspada thd resiko,

kenali teknologi kendaraan

Hindari akselerasi dan pengereman berlebihan

Gunakan engine braking (aliran bahan bakar) : pada tipe injeksi

Cek tekanan angin ban : --  kelembaban menurun

SPBU presisi : sesuai spesifikasi kendaraan

Gunakan AC seperlunya : karena kompressor AC menambah beban

kinerja mesin

(22)

MANFAAT ECO-DRIVING

Safety

Improve road safety  

Enhance driving 

skills

Environmental

Reduce greenhouse 

gas emissions (CO

2

Fewer local air 

pollutants

Noise reduction

• Financial

• Save fuel / money (5-15% in the long-term)

• Lower vehicle maintenance costs

• Reduce costs of accidents

• Social

• More responsible driving • Less stress while driving

• Higher comfort for drivers and passengers

(23)

MARI BERHITUNG

Jarak Tempuh = 50 Km/Hari = 12.500 Km/Tahun Hari Kerja = 5 Hari/Minggu = 250 Hari/Tahun Pemakaian BBM  = 8 Liter/Hari = 2000 Liter/Tahun Emisi CO2  = 5,6 Ton/Tahun.

Harga BBM  = Rp. 7.400/Liter

Biaya BBM  = Rp. 59.200/Hari = Rp. 14.800.000/Tahun Eco Driving Technique= 10% Proven Less Fuel

Penghematan BBM = 200 Liter/Tahun = Rp. 1.480.000/Tahun

Q:

# Bagaimana hasilnya bila semua pengemudi menjadi Eco-Driver?

(24)

Jumlah Mobil Se‐RI = 50,000,000 Mobil (87‐12) Pemakaian BBM = 100,000,000,000 liter/tahun = 280,000,000  ton CO2/tahun Penghematan BBM = 10,000,000,000 liter/tahun = 28,000,000  ton CO2/tahun = IDR 740.0 Trilyun/tahun Penghematan Biaya BBM = IDR 74.0 Trilyun/tahun Subsidi BBM = 1,000 rupiah/liter = IDR 10.0 Trilyun/tahun

(25)

Implementasi Euro 4:

Manfaat: 

1. Produsen Kendaraan di Indonesia: produsen tidak perlu

melakukan modifikasi produk kendaraan bermotor untuk

tujuan ekspor. 

2. Masyarakat: masyarakat mendapatkan kendaraan

bermotor dengan kualitas emisi lebih baik. 

3. Kualitas udara ambien di Indonesia menjadi lebih baik

dengan penerapan Euro 4. Percepatan implementasi

kebijakan Euro 4 akan meningkatkan pendapatan ekonomi

nasional.

(26)

Jumlah mobil penumpang yang ada di Indonesia pada tahun 2015 (data  BPS Indonesia, 2015) sebanyak 13,480,973 unit dengan asumsi bahwa  75% dari total jumlah tersebut adalah kendaraan berbahan bakar 

bensin dan 25% kendaraan berbahan bakar solar, maka penghitungan  penurunan beban emisi dari teknologi Euro 2 ke Euro 4 adalah :

(27)

Penerapan co benefit pada sector 

transportasi darat

Penerapan eco driving, car free day, penggantian bahan bakar euro 2 ke bahan bakar euro 4. Belum ada kajian co benefit utk sector transportasi. Utk ecodriving penghematan bahan bakar sebesar 10‐15% dan pengurangan emisi 50‐65%.

Co benefit: kebutuhan bahan bakar menurun emisi turun kualitas udara ambien membaik kesehatan masyarakat meningkat produktivitas meningkat

(28)

EKUP: Kualitas udara ambien di 

road side

(29)
(30)

REKOMENDASI

Teknis

•Penyusunan inventarisasi emisi;

•Infrastruktur

dan

manajemen

angkutan umum;

•Fasilitas

sarana

transportasi

tidak bermotor (pedestrian, jalur &

parkir

sepeda,penataan

pedagang K5);

•Pengurangan kendaraan pribadi

monorail, bus

•Pemantauan kualitas udara;

•Penguatan pengujian kendaraan

bermotor (sarana & prasarana);

•Kegiatan mereduksi penc. Udara

(HBKB, menanam pohon, dll);

•Penyediaan informasi publik;

REKOMENDASI

Kebijakan

•Penyusunan peraturan

perundangan daerah

terkait dengan

pengelolaan kualitas

udara dan transportasi

berkelanjutan

•Penguatan kapasitas

daerah dan forum

komunikasi antar daerah

melalui jaringan Asosiasi

Pemerintah Kota seluruh

Indonesia

(31)

Rencana ke depan untuk PPU sumber

bergerak:

1. Penerapan syarat lulus uji emisi utk perpanjangan STNK

2. Memasukkan aspek beban emisi yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor dalam penetapan pajak kendaraan bermotor

3. Kampanye gowes kembali ke sepeda dan kampanye penggunaan kendaraan umum, 

(32)

SUMBER : WORDPRES.COM

PENGUATAN SARANA PRASARANA 

PENGUJIAN & PENGURANGAN 

(33)
(34)

PENINGKATAN KEGIATAN NON FISIK

PENGENDALIAN PENCEMARAN UDARA

(35)

PENINGKATAN KEGIATAN NON FISIK

PENGENDALIAN PENCEMARAN UDARA

(36)

Kota/Kabupaten

Pelaksana HBKB

34 kota, diantaranya :

•Jakarta

•Bandung

•Solo

•Jogyakarta

•Surabaya

•Bogor

•Bekasi

•Kab. Bulungan

•Tangerang

•Medan

HBKB

Hari

Bebas

Kendaraan

Bermotor

HBKB

Hanya

Berjalan & bersepeda

Kurangi

Beban pencemar

(37)

Kegiatan 2012 2013 2014 Keterangan

Uji Emisi Bensin

Lulus 90 94 92 meningkat

Solar Lulus 63 17 36

VCR 0,78 0,66 0,8 jl.Slamet Riyadi (arah

simpang 3 islamic) Kecepatan

Rata-rata 50 29 19 jl.Slamet Riyadi (arah simpang 3 islamic)

LOS C D E jl.Slamet Riyadi (arah

simpang 3 islamic)

Roadside parameter Baku Mutu

CO 2546 4687 4581 10000 NO2 180 56 40 160 HC 184 194 150 O3 135 122 235 PM10 20 10 150 SO2 67 99 365 Nilai Fisik 63,4

(38)

Perhitungan Beban Pencemar

Kategori untuk perhitungan beban pencemar * CO HC NOx PM10 CO2 SO2 (g/km) (g/km) (g/km) (g/km) (g/kg) (g/km) Sepeda motor 14 5,9 0,29 0,24 3180 0,008 Mobil (bensin) 40 4 2 0,01 3180 0,026 Mobil (solar) 2,8 0,2 3,5 0,53 3172 0,44 Mobil 32,4 3,2 2,3 0,12 3178 0,11 Bis 11 1,3 11,9 1,4 3172 0,93 Truk 8,4 1,8 17,7 1,4 3172 0,82

Contoh faktor emisi untuk sumber bergerak untuk kota di Indonesia

(39)

Kategori untuk perhitungan beban pencemar * CO HC NOx PM10 CO2 SO2 (g/km) (g/km) (g/km) (g/km) (g/kg BBM) (g/km) Sepeda motor 14 5,9 0,29 0,24 3180 0,008 Mobil (bensin) 40 4 2 0,01 3180 0,026 Mobil (solar) 2,8 0,2 3,5 0,53 3172 0,44 Mobil 32,4 3,2 2,3 0,12 3178 0,11 Bis 11 1,3 11,9 1,4 3172 0,93 Truk 8,4 1,8 17,7 1,4 3172 0,82

Mobil : 

• Jalan M.Thamrin‐Sudirman: 10.000; Sudirman : Jml Kend. * jarak tempuh*FE

Motor :

• Jalan M.Thamrin‐Sudirman: 30.000; Sudirman : JmlKend* jarak tempuh*FE

CO 14 30000 10 4,200,000 HC 5 9 1 770 000 Jumlah kendaraan Panjang jalan (km) beban pencemar (gr/hari) Jumlah kendaraan Panjang  jalan  (km) beban  pencemar  (gr/hari) CO 40 10000 10 4,000,000  HC 4 400,000  NOx 2 200,000  PM10 0.01 1,000  SO2 0.026 2,600  Jumlah  kendaraan Panjang  jalan (km) beban  pencemar  (gr/hari) CO 14 30000 10 4,200,000 HC 5.9 1,770,000 Nox 0.29 87,000 PM10 0.24 72,000 SO2 0.008 2,400

(40)

Sumber/Pencemar SOx NOx CO PM10 VOC Industri 492 5,489 2,253 122 3,382 Komersial 0.7 5 2 0.2 0.4 Transportasi (jalan) 237 3,507 33,877 343 16,280 Transportasi (non‐ jalan) 15 304 154 17 12 Rumah tangga 1 128 128 1 51

SPBU n.a. n.a. n.a. n.a. 523

Konstruksi n.a. n.a. n.a. 45 n.a.

Timbunan batubara n.a. n.a. n.a. 25 n.a.

Sumber area lainnya n.a. n.a. n.a. n.a. 70

TotalSumber: Unsri, 2014 747 9,433 36,414 553 20,318

Sumber Pencemar dan Jumlah Emisi di 

(41)

Mari Tingkatkan Kualitas Udara

Agar Masyarakat & Lingkungan Sehat

Terima Kasih

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Direktorat Pengendalian Pencemaran Udara

Jl. D.I. Panjaitan Kab. 24 Kebon Nanas Jakarta Timur 13410

Referensi

Dokumen terkait

Faktor-faktor yang mempengaruhi Implementasi Kebijakan Program Langit Biru Sumber Tidak Bergerak di Kabupaten Gresik adalah struktur birokrasi, komunikasi Sumber Daya dalam

Kebijaksanaan dasar penanggulangan pencemaran udara untuk sumber bergerak dapat dilakukan dngan cara penggunaan bahan bakar bebas timbal dan kadar belerang rendah untuk

(1) Baku mutu emisi sumber tidak bergerak dan ambang batas emisi gas buang kendaraan bermotor yang berlaku di daerah ditetapkan oleh Gubernur dengan ketentuan sama

• Pasal 6 : Pimpinan unit/satuan kerja menyediakan tempat khusus untuk merokok dan alat penghisap udara sehingga tidak mengganggu kesehatan bagi yang tidak merokok...

Limbah gas atau pencemaran udara yang dihasilkan dari aktivitas boiler sangat dipengaruhi oleh kuantitas dan kualitas bahan bakar, dipengaruhi oleh penggunaan tungku

Deskripsi unit : Unit ini berhubungan dengan pengetahuan dan kemampuan dalam menyusun perencanaan dan melakukan koordinasi pemantauan emisi udara dari sumber tidak

Udara bersih ; Incidence penyakit ISPA / Pneuminia ; Incidence kasus TB / Paru ; Adanya uji emisi kendaraan roda 4 ; Adanya uji emisi udara tidak bergerak ; Keadaan air

41 tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara yang dimaksud dengan emisi adalah zat, energi dan/atau komponen lain yang dihasilkan dari suatu kegiatan yang masuk dan/atau