Setelah mempelajari paparan materi pada bagian ini, Bapak/Ibu telah
menjawab pertanyaan pada forum diskusi tertulis secara individu. Gunakan pemahaman dan refleksi pribadi Bapak/Ibu pada forum diskusi tertulis itu untuk berkolaborasi dalam kelompok dan merespon tugas berikut:
Tugas 1. Membuat karya poster/peta pikiran/powerpoint/video Dalam kelompok, bagaimana saya dapat berkontribusi dalam merancang SATU kegiatan yang sesuai dengan SATU peran GP yang kelompok pilih dalam upaya mengkolaborasikan kekuatan nilai yang telah dimiliki oleh masing-masing rekan dalam kelompok saya? Susunlah gambaran
(rancangan) singkat kegiatan yang berbasis kekuatan nilai setiap anggota kelompok.
Usai kerja kelompok, Bapak/Ibu diajak untuk melakukan refleksi dengan merespon tugas berikut:
Tugas 2. Refleksi
Siapa (1 orang) rekan dalam kelompok saya di Ruang Kolaborasi yang
menurut saya sudah memiliki satu nilai yang saya masih perlu kembangkan?.
Apakah nilai itu?. Dan mengapa itu penting untuk saya dan proses kolaborasi kelompok?. Tuliskan dalam bentuk surat terimakasih dan apresiatif pada rekan tersebut (untuk nantinya dikirimkan melalui aplikasi pesan singkat).
Tenggat waktu pengumpulan tugas sesuai jadwal yang telah
ditentukan. Selanjutnya Bapak/Ibu akan mengikuti sesi pertemuan tatap maya bersama kelompok untuk mempresentasikan hasil kolaborasi (2JP) Anda di depan kelompok lain dan fasilitator. Karya yang Anda buat akan dinilai berdasarkan rubrik di bawah ini. Selamat berkolaborasi!
SATU dari nilai-nilai GP (berpihak pada murid, inovatif, kolaboratif, reflektif, dan mandiri)
1. 1 Kegiatan yang sesuai dengan 1 peran GP ANINAWATI = Kolaboratif
MOHAMMAD BAHRONI = BERPIHAK PADA MURID
MARTIN = MANDIRI
ADRI DESKA = KOLABORATIF
2. D
Contoh KEGIATAN SEKOLAH YANG BERPERAN GP BERPIHAK PADA MURID
Apa itu pembelajaran yang berpihak pada murid? Kapan bisa diterapkan? Bagaimana penerapannya. Pembelajaran yang berpihak pada murid salah satunya dengan memberi kesempatan murid untuk mengemukakan pendapat. Kemudian memberi kebebasan membangun sendiri pengetahuannya, tidak selalu mengikuti keinginan
gurunya. Mindset inilah yang pertama harus dipahami oleh Guru. Hal ini harus mulai dilakukan dalam kegiatan pembelajaran. Bagaimana penerapannya?
Sebagai Guru kelas II SD, saya sudah mencoba menerapkan kebebasan murid dalam berpendapat untuk membangun pengetahuannya. Kita tahu bersama hal yang paling
menyenangkan pada anak kelas rendah adalah pelajaran menggambar. Saya mulai dengan membuat kesepakatan kelas di awal jam pelajaran. Misalnya saya bertanya hari ini mau belajar apa? Biasanya anak akan menjawab menggambar. Dengan mengadopsi keinginan murid, berarti kita sudah memerdekakan murid. Kemudian kita lanjutkan dengan pertanyaan, kenapa memilih menggambar? Tentunya akan banyak jawaban dari murid. Dilanjut lagi dengan pertanyaan hari ini mau meggambar apa? Kenapa? Dan banyak hal yang bisa kita tanyakan untuk mengetahui pengetahuan murid.
Saya menamakan pembelajaran ini dengan nama “Gambar kosep”. Dengan menggambar kita dapat menggali pengetahuan murid dan juga membangun konsep. Kompetensi yang diharapkan pada anak kelas II SD adalah menulis dan membaca. Membuat kalimat dan memahami arti dari sebuah kalimat. Langkah dalam penerapan pembelajaran gambar konsep adalah murid menggambar sesui dengan kesepakatan kelas. Ketika disepakati menggambar gunung, tentu tidak hanya gunung saja. Ada pohon, matahari, petani, rumah, batu, bunga, ular, padi, tikus, jalan, dll.
Merdeka belajar bukan berarti bebas tanpa batas. Tetapi merdeka dalam berekspresi dan berpendapat. Disinilah dibutuhkan peran guru untuk membimbing dan mengarahkan. Dalam pembelajaran gambar konsep, guru mengarahkan murid untuk menggambar hal yang terkait dengan pegunungan. Ada apa saja di sekitar gunung, Bagaimana gambar bisa terlihat indah. Setalah menggambar murid menuliskan benda-benda yang telah digambar dengan angka. Misalnya gambar gunung diberi nomor satu dan dilingkari. Gambar pohon nomor dua. Gambar jalan nomor tiga. Gambar sawah nomor empat dan seterusnya. Setelah menggambar dan menuliskan nomor pada gambar, murid membuat kalimat yang ada kata nama benda yang digambarnya. Misalnya gambar gunung murid bisa menulikan kalimat, Saya sangat senang melihat gunung. Untuk kerapian penulisan kalimat, baiknya tidak dijadikan satu dengan buku gambar.
Bagaimana dengan penilaian? Untuk penilaian tentunya bisa disepakati diawal pelajaran.
Misalnyan satu kalimat yang benar nilainya sepuluh. Murid diharapkan dapat menggambar sepuluh jenis benda dan membuat sepuluh kalimat. Sehingga kalau benar semua akan mendapatkan nilai seratus.
Setelah selasai semua, guru memberi kesempatan kepada murid untuk membacakan kalimat yang dibuat di depan kelas. Bisa semua murid bergantian atau dengan perwakilan murid yang memiliki kemampuan tinggi, sedang dan rendah secara bergantian Pada kegiatan ini guru dapat memberi umpan balik dengan melibatkan murid. Menggali
kemampuan murid terhadap kalimat yang telah dibuat murid. Misalnya setalah salah satu murid membacakan satu kalimat, guru menawarkan murid yang lain dengan pertanyaan, Anak-anak, apakah ada kalimat yang berbeda? Kemudian guru memberikan umpan balik dengan mengajukan pertanyaan. Kalimat tanya seperti apa, mengapa, bagaimana, kapan,
siapa, dimana, dapat merangsang anak untuk membangun pengetahuannya sendiri.
Misalnya kalimat murid adalah: Petani menanam padi disawah, Pertanyaan yang diajukan guru misalnya, apa pekerjaan orang tuamu? Bagaimana orang tuamu mendapatkan uang?
Kapan orang tuamu bekerja? Dimana orang tuamu bekerja, dll.
Pembelajan melalui gambar konsep terbukti efektif dalam rangka memerdekakan murid dalam belajar. Murid didorong untuk mengembangkan disiplin diri yang sejati, melalui pengalaman, pemahaman, dan upayanya sendiri. Banyak hal yang bisa kita lakukan.
Pembelajarn ini juga dapat untuk konsep membuat paragraph di tinggi. Tentu kita sebagai guru harus terus mau belajar. Melalui kesepakatan kelas, pembelajaran akan jauh lebih bermakna. Murid terlibat aktif dan guru dapat menggali pengetahuan murid. Sehingga tujuan dan harapan dari pemerintah dapat terwujud. Yaitu menghantarkan murid selamat dan bahagia. Semoga.
7 Cara Menciptakan Lingkungan Belajar untuk Siswa
Berikut ini merupakan 7 cara menciptakan lingkungan belajar di kelas yang bagus untuk perkembangan siswa, di antaranya yaitu:
1. Suasana Ruangan yang Berbeda
Agar suasana kelas lebih menyenangkan, coba ubah dan susun ulang ruang penempatan meja dan kursi di kelas. Biasanya posisi duduk siswa di kelas bentuknya disusun berjajar seperti persegi dan guru mengajar di depan. Proses belajar seperti ini hanya terjadi satu arah yaitu guru mengajar dan murid mendengarkan sehingga dinilai kurang efektif.
Bisa dicoba membentuk meja dan kursi dengan posisi melingkar. Posisi guru ada di tengah-tengah dan murid di sekeliling guru sehingga
semua siswa dengan lebih baik dapat memperhatikan guru.
2. Perbanyak Interaksi
Guru dapat memberikan full attention atau perhatian penuh kepada semua murid. Dengan ini maka dapat memancing diskusi, pendapat, atau argumen interaktif antara murid dan guru. Peran guru di sini
adalah untuk membuat murid nyaman dan leluasa mengungkapkan ide mereka.
Anda harus menunjukan kepercayaan pada kemampuan masing-masing siswa dan tunjukkan support kepada mereka. Pacu siswa untuk berani berpendapat dan percaya diri terhadap apapun ide yang telah mereka ungkapkan.
3. Beri Perhatian yang Sama Ke Semua Siswa
Guru harus memerhatikan, mengamati, dan memahami semua siswa dengan sama rata. Jangan cenderung memerhatikan murid yang pintar dan aktif di kelas sampai lupa ke murid lainnya yang kurang aktif. Anak yang kurang aktif biasanya memiliki kesulitan sehingga harus
diperhatikan juga oleh guru.
Guru punya tugas untuk menemukan benih-benih unggul, talenta, kemampuan, dan bakat dalam diri para siswa. Setiap anak mempunyai talenta, kemampuan, dan bakat yang berbeda-beda. Setiap anak harus
mendapat perhatian yang sama sehingga bisa membuktikan kemampuannya dan membuat KBM menjadi lebih hidup dan menyenangkan.
4. Pahami Latar Belakang Murid
Sifat dan perilaku setiap murid pasti berbeda, tergantung dari latar belakang keluarga, lingkungan, dan sebagainya. Untuk membantu masalah murid, guru harus memahami dahulu apa latar belakang yang mempengaruhi perilaku dan sikap murid.
Berikan pendekatan yang sesuai dengan kondisi murid untuk mencari tahu akar permasalahan yang dialami murid. Misalnya, ajak siswa mengobrol tentang mengapa dia tidak bersemangat mengikuti kelas setiap hari.
Berikan motivasi dan rangkul murid tersebut. Bantu supaya lebih semangat mengikuti pelajaran dan datang ke sekolah. Pendekatan seperti ini bermanfaat juga untuk Anda agar lebih mudah membangun lingkungan belajar di kelas yang bagus.
5. Berikan Support Penuh Pada Murid
Support harus diberikan kepada siswa dari pihak sekolah khususnya guru dan juga orangtua. Setiap siswa punya perkembangan dalam belajar yang berbeda. Saat mereka mencapai sebuah pencapaian entah kecil atau besar, berikan pujian kepada usahanya.
Beri apresiasi dalam bentuk pujian, hadiah juga motivasi untuk murid tetap mempertahankan dan meningkatkan pencapaian. Hal ini bukan hanya diberikan saat murid berhasil saja, tetapi juga saat gagal.
Berikan semangat supaya mau mencoba lagi dan tidak patah semangat.
Murid akan sangat senang dan lebih bersemangat ketika
pencapaiannya diakui oleh guru dan orang tua. Teman-teman yang lain pun akan merasa tertantang untuk melakukan yang terbaik. Perhatian dan apresiasi dari guru menjadi faktor terciptanya suasana kelas yang bagus karena murid merasa dihargai atas pencapaiannya. Namun apabila ada hal yang harus dikritik, Anda bisa menyampaikannya saja, agar siswa belajar dari kritikan tersebut.
6. Gunakan Teknologi
Zaman sekarang, teknologi sudah mudah diakses. Menulis di papan tulis mungkin bisa diganti dengan menggunakan gadget supaya murid juga lebih bersemangat belajar di kelas. Khususnya di masa pandemi di mana sekolah dilaksanakan secara online.
Bisa menggunakan internet dan laptop atau kalau di kelas biasa bisa disambungkan dengan proyektor. Materi pelajaran textbook juga bisa diubah ke dalam audio visual. Guru bisa memperlihatkan video
penjelasan dari internet tentang materi yang sedang dipelajari.
Dengan menyajikan pelajaran dengan bantuan teknologi, maka penjelasan akan menjadi semakin menarik dan tidak membosankan bagi murid. Fokus murid akan jadi lebih terarah pada materi yang sedang dipelajari.
Teknologi juga membuat pembelajaran semakin menyenangkan serta memudahkan siswa dan guru berinteraksi dalam melakukan proses
pembelajaran. Sangat disayangkan jika Anda tidak memanfaatkan teknologi.
7. Gunakan Media Pembelajaran dan Praktek
Dengan menggunakan media pembelajaran maka akan menciptakan suasana belajar di kelas yang bagus dan efektif. Media pembelajaran akan membantu guru lebih mudah menjelaskan dan murid lebih mudah mengerti.
Selain dengan media pembelajaran, guru juga bisa membawa murid melakukan praktik. Ajak murid melakukan praktek saat ada materi yang memerlukan praktik. Misalnya ke lab untuk praktik kimia atau biologi.