NAMA: dr. Niken Astuti , Sp.KFR,FISQua NIM : A.312.1722.005
DOSEN PENGAMPU: Dr. Syafran, S.H, M.Hum
TUGAS PERATURAN TERKAIT LELANG TERBARU
1. Peraturan Menteri Keuangan (PMK) terbaru nomor 213/PMK.06/2020 tanggal 22 Desember 2020 tentang Petunjuk Pelaksanaan Lelang, yang merupakan perubahan dari PMK sebelumnya nomor 27/PMK.06/2016 (03/03). Perubahan dan penambahan yang ada di peraturan, khususnya yang terkait dengan lelang eksekusi hak tanggungan.
Terdapat penambahan jenis lelang pada lelang eksekusi, yaitu lelang eksekusi benda sitaan Pasal 271 Undang-Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, lelang eksekusi benda sitaan Pasal 94 UU Nomor 31 Tahun 1997 tentang Peradilan Militer, lelang eksekusi barang bukti tindak pidana kkehutanan sesuai Pasal 49 ayat (2) UU Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Kehutanan, dan lelang eksekusi benda sitaan sesuai Pasal 47A UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi
Selain penambahan jenis lelang, terdapat perubahan terkait nilai limit pada lelang eksekusi. Pada pasal 51 PMK 213/2020 disebutkan bahwa dalam pelaksanaan lelang eksekusi Pasal 6 Undang-Undang Hak Tanggungan (UUHT), lelang eksekusi jaminan hak fidusia, lelang eksekusi gadai, dan lelang eksekusi harta pailit, nilai limit ditetapkan dengan rentang paling tinggi sama dengan nilai pasar dan paling rendah sama dengan nilai likuidasi. Sedangkan di peraturan sebelumnya, tidak disebutkan tentang rentang paling tinggi untuk nilai limit lelang eksekusi tersebut.
Nilai limit juga menjadi poin perubahan dalam lelang eksekusi Hak Tanggungan. Pada PMK ini, nilai limit ditetapkan oleh Penjual harus berdasarkan laporan penilaian oleh Penilai untuk lelang eksekusi Pasal 6 UUHT, lelang eksekusi jaminan hak fidusia, lelang eksekusi gadai, dan lelang eksekusi harta pailit, dengan nilai limit paling sedikit
Rp5 Miliar. Sedangkan di peraturan sebelumnya, adalah untuk nilai limit paling sedikit Rp1 Miliar.
waktu berlakunya PMK ini adalah 3 (tiga) bulan sejak tanggal diundangkan. Dan pada saat PMK ini berlaku, maka PMK Nomor 27/PMK.06/2016 tentang Petunjuk Pelaksanaan Lelang dan PMK Nomor 90/PMK.06/2016 tentang Pedoman Pelaksanaan Lelang dengan Penawaran secara Tertulis Tanpa Kehadiran Peserta Lelang melalui Internet, dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.
2. PERMENKEU RI NOMOR 199/PMK.06/2022 TANGGAL 15 DESEMBER 2022 (BN TAHUN 2022 NO. 1279)
Bahwa Peraturan Menteri Keuangan Nomor 13/PMK.06/2018 tentang Lelang Benda Sitaan, Barang Rampasan Negara, atau Benda Sita Eksekusi yang Berasal dari Kejaksaan Republik Indonesia sebagai pedoman dalam pelaksanaan lelang benda sitaan, barang rampasan negara, atau benda sita eksekusi yang memiliki kondisi tertentu, sudah tidak memiliki daya laku karena batas waktu pengajuan permohonan lelang telah berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dan saat ini di lingkungan Kejaksaan Republik Indonesia masih terdapat barang rampasan negara dengan kondisi tertentu yang belum dapat diajukan permohonan lelang, sehingga perlu diatur kembali, perlu menetapkan Peraturan Menteri Keuangan tentang Lelang Barang Rampasan Negara yang Berasal dari Kejaksaan Republik Indonesia.
- Dasar Hukum Peraturan ini adalah:
Pasal 17 ayat (3) UUD Tahun 1945, UU Lelang (Vendu Reglement Ordonantie 28 Februari 1908 Staatsblad 1908:189 sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Staatsblad 1941 :3), Instruksi Lelang (Vendu Instructie Staatsblad 1908:190 sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Staatsblad 1930:85), UU 39 Tahun 2008 (LN Tahun 2008 No. 166, TLN No. 4916), PP No.11 Tahun 1947 sebagaimana telah diubah dengan PP No.43 Tahun 1948, Perpres 57 Tahun 2020 (LN Tahun 2020 No. 98), Permenkeu RI 213/PMK.06/2020 (BN Tahun 2020 No. 1601), Permenkeu RI 118/PMK.01/2021 (BN Tahun 2021 No. 1031) sebagaimana telah diubah dengan Permenkeu RI 141/PMK.01/2022 (BN Tahun 2022 No. 954).
- Dalam Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia ini diatur:
Jenis Lelang Barang Rampasan Negara yang berasal dari Kejaksaan Republik Indonesia merupakan Lelang Eksekusi, yang dilaksanakan oleh Pejabat Lelang Kelas I pada KPKNL. Lelang Eksekusi terdiri atas Lelang Eksekusi Barang Rampasan Negara yang surat perintah penyitaan dan/ atau berita acara penyitaannya tidak ditemukan, Lelang Eksekusi Barang Rampasan Negara berupa sertifikat atau surat bukti hak atas tanah dan Lelang Eksekusi Barang Rampasan Negara yang terdapat perbedaan data pada objek Lelang, putusan, surat perintah penyitaan, dan/ atau berita acara penyitaan. Permohonan Lelang untuk Lelang Barang Rampasan Negara sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri ini disampaikan kepada Kepala KPKNL paling lambat tanggal 31 Desember 2024.