PERMASALAHAN BANJIR SERTA PENANGANANNYA
di Kota Serang, Provinsi Banten
Mitigasi Bencana - B
KELOMPOK 5
Erlangga Prasetyo A
Clarizka Vania W.P
Aurelia Putri B.
LATAR BELAKANG
1
Indonesia merupakan salah satu negara yang berpotensi mengalami bencana alam yang cukup tinggi.
Data kejadian bencana yang dimuat dalam laman resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Republik Indonesia, menyebutkan bahwa terdapat peningkatan terjadinya bencana banjir yang fluktuatif dalam 10 tahun terakhir di Indonesia
Banjir adalah bencana alam yang perlunya mendapat
perhatian, karena dapat mengakibatkan korban jiwa dan
kerugian di masyarakat dan merupakan bencana dengan
urutan nomor tiga terbesar didunia karena menyebabkan
banyaknya korban jiwa dan kehilangan harta benda
IDENTIFIKASI MASALAH
Banten menjadi salah satu provinsi di Indonesia yang juga memiliki potensi rawan bencana banjir (Masterplan BPBD Kabupaten Serang, 2017)
Data yang dikeluarkan oleh BNPB mengenai jumlah kejadian bencana banjir di Kabupaten Serang yang terus meningkat sebesar 37% tiap tahunnya.
Dampak yang ditimbulkan dari bencana banjir mulai dari rusaknya fasilitas pemukiman, fasilitas umum bahkan memakan korban jiwa.
Kegiatan pengurangan risiko bencana bertujuan untuk mengurangi resiko akibat bencana
alam yang terjadi.
RUMUSAN MASALAH
Faktor-faktor apa saja yang menyebabkan banjir di Kota Serang?
1.
Bagaimana dampak banjir di Kota Serang?
2. Apa saja upaya mitigasi yang telah dilakukan dalam menanggulangi bencana banjir di Kota Serang?
3.
PENGERTIAN BANJIR
Banjir adalah peristiwa tergenangnya area kering akibat meluapnya air, yang biasanya disebabkan oleh curah hujan tinggi dan kondisi topografi dataran rendah.
Menurut Rahayu dkk (2009), banjir terjadi ketika volume
air melebihi kapasitas pembuangan, mengakibatkan
kerugian fisik, sosial, dan ekonomi.
JENIS-JENIS BANJIR
Banjir Bandang,
yaitu banjir besar yang datang secara tiba-tiba dengan meluap,
menggenangi, dan mengalir deras menghanyutkan
benda-benda besar
Banjir Air,
yaitu jenis banjir yang sangat umum terjadi,
biasanya banjir ini terjadi
akibat meluapnya air sungai, danau atau selokan
Sumber: Pusat Kritis Kesehatan Kemenkes RI (2018)
Banjir Lumpur,
yaitu banjir yang mirip
dengan banjir bandang tapi banjir lumpur yaitu banjir
yang keluar dari dalam bumi yang sampai ke daratan
JENIS-JENIS BANJIR
Banjir Rob (Pasang Air Laut),
yaitu banjir yang
diakibatkan oleh air laut yang meluap ke daratan
Banjir Cileunang,
yaitu jenis banjir yang mempunyai kemiripan
dengan banjir air , tapi banjir cileunang terjadi akibat
deras hujan sehingga tidak tertampung
Sumber: Pusat Kritis Kesehatan Kemenkes RI (2018)
FAKTOR PENYEBAB BANJIR
SECARA ALAMI:
curah hujan
pengaruh fisiografi
erosi dan sedimentasi kapasitas sungai
kapasitas drainase pengaruh air pasang
AKTIVITAS MANUSIA:
perubahan kondisi DAS
kawasan kumuh dan sampah
drainase perkotaan dan pengembangan pertanian kerusakan bangunan pengendali air
perencanaan sistem pengendali banjir yang kurang tepat
kurangnya ruang hijau
DAMPAK BANJIR
Dampak Lingkungan
Dampak Sosial
Dampak Ekonomi
Dampak Kesehatan
Dampak Politik
Menurut model Stephen Bieri, sebuah modifikasi DRM dan Mitigation Circle, siklus manajemen risiko bencana adalah
MANAJEMEN BENCAMA
Pencegahan 1. Mitigasi
2. Kesiapan Tanggap Darurat (Preparedness)
3.
Tanggap Darurat (Response) 4. Pemulihan
5.
MITIGASI BENCANA
Mitigasi bencana adalah upaya atau langkah-langkah yang
diambil untuk mengurangi dampak buruk dari bencana
alam atau bencana buatan manusia sebelum bencana
tersebut terjadi. Tujuan mitigasi bencana adalah
meminimalkan kerugian materi, jiwa, dan lingkungan
melalui persiapan dan tindakan pencegahan
Pembangunan tanggul dan bendungan: untuk mencegah banjir di wilayah yang rentan banjir.
Perencanaan tata ruang yang baik Penanaman pohon dan reboisasi
Penguatan bangunan tahan gempa Sistem peringatan dini
Pelatihan dan edukasi masyarakat
Penggalian dan pembuatan kanal untuk pengendalian banjir
CONTOH MITIGASI BENCANA
LOKASI PENELITIAN
Kabupaten Serang, yang terletak di Provinsi Banten, Indonesia, memiliki luas wilayah sekitar 3.422,58 km ² dan berfungsi sebagai wilayah administratif yang penting di daerah tersebut.
Kabupaten Serang dilintasi oleh dua sungai besar yaitu Sungai Ciujung dan Sungai Cidurian.
Sungai tersebut memainkan peran penting dalam kehidupan masyarakat setempat, baik sebagai sumber air untuk pertanian maupun sebagai sarana transportasi
PENGUMPULAN DATA
Data dalam penelitian kualitatif bersifat deskriptif, berupa kata-kata yang diperoleh dari
wawancara dan didukung oleh catatan lapangan, dokumentasi, rekaman, dan sumber
lainnya. Penulis memilih metode penelitian kualitatif karena pendekatan ini mampu
mendeskripsikan keadaan nyata saat penelitian dilakukan dengan mengumpulkan data
yang kemudian dianalisis dan dirumuskan terkait masalah yang ditemukan di lapangan
PETA RAWAN BANJIR KABUPATEN SERANG
FAKTOR FAKTOR PENYEBAB BANJIR DI SERANG
Curah Hujan Tinggi
Pembangunan
infrastruktur kurang memadai
Penggundulan Hutan
Sungai Yang Tersumbat
Urbanisasi
PEMBANGUNAN INFRASRTUKTUR DRAINASE PROGRAM PENYULUHAN
REBOISASI DAN PENGHIJAUAN SISTEM PERINGATAN DINI
PELATIHAN DAN KESIAPSIAGAAN
UPAYA MITIGASI YANG TELAH
DILAKUKAN
BROSUR KEGIATAN
TANGGUH DESA
BENCANA
ANALISIS POLITIK, EKONOMI, SOSIAL DAN
TEKNOLOGI
KESIMPULAN
Banjir di Kota Serang disebabkan oleh berbagai faktor yang saling terkait, termasuk curah hujan, infrastruktur yang tidak memadai, dan faktor lingkungan.
SARAN
Untuk meningkatkan efektivitas mitigasi bencana banjir di Kota Serang, beberapa langkah perlu diambil.
Pertama, peningkatan infrastruktur drainase harus dilakukan melalui audit dan pembangunan sistem yang lebih efektif.
pengelolaan sampah yang baik Reboisasi di daerah hulu
Kerja sama antar lembaga, termasuk pemerintah dan organisasi non-pemerintah, sangat penting untuk menciptakan jaringan informasi dan pengalaman
THANK YOU
www.reallygreatsite.com