• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tugas Topik 1 Filosofi Pendidikan Indonesia (Elaborasi)

N/A
N/A
Gede dejan Galang

Academic year: 2024

Membagikan " Tugas Topik 1 Filosofi Pendidikan Indonesia (Elaborasi)"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

01.02.3-T1-4 Ruang Kolaborasi

Kelompok :

Gede Dejan Galang Mahardhika

Tugas Topik 1 Filosofi Pendidikan Indonesia (Elaborasi)

1. Apa langkah awal melepaskan ‘belenggu’ pada Pendidikan Indonesia dalam upaya mewujudkan Pendidikan yang memerdekakan peserta didik?

2. Sebagai seorang guru, mengapa kita perlu melepaskan diri dari ‘belenggu’ praktik- praktik Pendidikan yang belum memerdekakan peserta didik?

3. Bagaimana melepaskan diri dari ‘belenggu’ praktik-praktik Pendidikan yang belum memerdekakan peserta didik?

Jawaban

1. Strategi yang dapat digunakan untuk melepaskan belenggu menurut Ki Hadjar Dewantara adalah Pendidikan yang "humanis". Proses humanisasi ini adalah proses pembebasan, yaitu pembebasan manusia dari belenggu struktur sosial, hegemoni kekuasaan, cara pikir yang salah, doktrin tertentu, dsb. (Sukirman, 2020). Gunakan model pendidikan yang cocok dengan tujuan memerdekakan peserta didik seperti model pendidikan pribadi atau interaksional (Muktiana, 2010). Ki Hajar Dewantara juga melibatkan "Tri Pusat pendidikan" yang satu sama lain saling berkaitan yaitu pendidikan dalam keluarga, sekolah dan masyarakat. Ketiga hal ini sangat berpengaruh dalam membentuk watak dan kepribadian anak dan melahirkan calon pemimpin bangsa yang berkarakter ing ngarsa sung tuladha (dimuka memberi contoh), ing madya mangun karsa (di tengah membangun cita-cita), dan tut wuri handayani (mengikuti dan mendukungnya) (Zuriatin, 2021).

2. Praktik pendidikan yang belenggu lebih mengedepankan kepentingan guru karena tuntutan, namun tidak mengedepankan peserta didiknya yang ingin berkembang sesuai minat dan bakatnya. Oleh karena itu, digencarkannya program Merdeka Belajar menjadi salah satu cara melepas belenggu pendidikan Indonesia saat ini. Kemdikbud mulai merombak praktik-praktik pembelajaran yang masih membelenggu para guru salah satunya lewat program Asesmen Nasional (AN) yang tujuannya untuk melangkah lebih jauh memberikan umpan balik ke tiap sekolah dan dinas pendidikan di semua daerah tentang kondisi kualitas layanan pendidikan. Siswa diberi kebebasan mengekspresikan kemampuannya dalam materi pembelajaran sehingga potensi-potensi peserta didik dapat

(2)

01.02.3-T1-4 Ruang Kolaborasi

3. Pembelajaran yang berpusat pada peserta didik (student centered learning), sehingga peserta didik dapat mengonstruksi pemahaman mereka sendiri. Selain itu, guru harus menyiapkan dan melatihkan peserta didik bukan hanya mengenai pengetahuan tapi juga keterampilan- keterampilan yang mereka butuhkan untuk kehidupan, misalnya keterampilan 4C (Critical Thinking, Creativity, Collaboration, Communication.), literasi digital, dsb.

Referensi

Dokumen terkait