TUGAS TUTON I PERKOPERASIAN
(ADPU4330)
Nama : Arifin Warhangan Nim : 049082614
Prodi : Agribisnis Upbjj : Ambon (86)
JAWABAN :
1. Pasal 33 UUD 1945 sebelumnya telah memuat kata 'koperasi' dan telah menjelaskan bahwa perekonomian disusun sebagai 'usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan'.
Namun, ketika Pasal 33 UUD 1945 diamandemen, kata 'koperasi' dihapus dari teksnya.
Hal ini menyebabkan penafsiran yang lebih terbuka tentang apa yang dapat dianggap sebagai 'usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan'. Ini berarti bahwa koperasi tidak lagi menjadi satu-satunya bentuk ekonomi di mana prinsip tersebut mewujudkan asas tersebut. Meskipun kata "koperasi" dihilangkan, asas kekeluargaan tetap menjadi bagian integral dari konstitusi Indonesia.
2. Amandemen UUD 1945 membawa beberapa perubahan dalam cara pandang terhadap koperasi di Indonesia. Koperasi sekarang harus bersaing dengan bentuk kegiatan ekonomi lainnya, termasuk sektor swasta, dalam lingkungan yang lebih terbuka.
Beberapa pengaruh utamanya adalah :
Koperasi yang lebih mandiri: koperasi harus menjadi lebih mandiri dalam pengembangan sumber daya, manajemen dan strategi bisnis mereka.
Pentingnya inovasi: koperasi harus mampu berinovasi dan menawarkan produk atau layanan yang disesuaikan dengan pasar.
Kemitraan dengan pemerintah: dalam lingkungan yang lebih liberal, koperasi masih dapat membentuk kemitraan dengan pemerintah dan menerima dukungan dalam bentuk peraturan yang mendorong pengembangan koperasi.kipun kata
"koperasi" telah dihapus, asas kekeluargaan tetap menjadi bagian integral dari konstitusi Indonesia.
3. Alasan mengapa hasil pembangunan koperasi masih jauh dari harapan:
Meskipun koperasi memiliki dasar konstitusional yang kuat, ada beberapa alasan mengapa hasil pengembangan koperasi masih jauh dari harapan:
Kurangnya sumber daya: Banyak koperasi, terutama yang kecil, sering kekurangan sumber daya manusia dan keuangan yang diperlukan untuk pengembangan mereka.
Tata kelola yang buruk: banyak koperasi masih memiliki tata kelola yang buruk, yang mencegah mereka mengelola kegiatan mereka secara efektif.
Akses terbatas ke pasar dan modal: koperasi terkadang mengalami kesulitan untuk mengakses pasar yang lebih luas dan modal yang mereka butuhkan untuk mengembangkan kegiatan mereka.
Adaptasi yang tidak memadai terhadap pasar: beberapa koperasi tidak sepenuhnya memahami kebutuhan dan permintaan pasar, sehingga menyulitkan mereka untuk berhasil.
4. Sikap pelaku koperasi terhadap upaya “pengecilan” peranan pemerintah dalam pembangunan koperasi di Indonesia :
Sikap para pelaku koperasi terhadap pengecilan peranan pemerintah dalam pengembangan koperasi di Indonesia. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh para pelaku koperasi dalam situasi ini:
Kemandirian: koperasi harus berusaha untuk menjadi mandiri dalam pengelolaan operasi mereka dan tidak terlalu bergantung pada subsidi atau dukungan pemerintah.
Kerja sama: koperasi dapat bekerja sama dengan pelaku lain, termasuk sektor swasta dan LSM, untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangannya.
Pengawasan internal: koperasi harus memiliki manajemen internal yang kuat untuk mencegah korupsi dan penyalahgunaan wewenang dalam pengelolaan sumber daya koperasi.
Referensi :
Djabaruddin Djohan (BMP.ADPU4330-PERKOPERASIAN-MODUL 1-2)
https://pa-simalungun.go.id/index.php/lain-lain/artikel/1028-selayang-pandang-sejarah- koperasi
https://osf.io/2u5xz/download