ANALISIS METODE BALANCE SCORECARD SEBAGAI ALAT UNTUK MENGUKUR KINERJA PADA PT. TUNAS BARU SULAWESI
DI MAKASSAR
Nur fadli1, Sultan Iskandar2, Tamsil3 SekolahTinggi Ilmu Ekonomi YPUP Makassar
1[email protected], 2[email protected], 3[email protected] ABSTRACT
This research aims to measure the performance of PT. Tunas Baru Sulawesi in Makassar that determined from the Balanced Scorecard perspective. The population in this research was the employees and customers of PT.
Tunas Baru Sulawesi. The sample was 20 people and for customers also 20 people. This research used questionnaires and literature study as the data. The result of research showed that the financial performance of PT. Tunas Baru Sulawesi was better than previous year. The customer satisfaction performance at PT.Tunas Baru Sulawesi showed a good value for products and services. While the performance of internal business processes showed good results in the process of innovation, operations and services. The employee satisfaction performance also showed a good result for employee capabilities, information system capabilities, motivation and empowerment. So, it can be concluded that the overall performance of PT.Tunas Baru Sulawesi is already good.
Keywords: Performance and Balanced Scorecard
PENDAHULUAN
Penciptaan dunia bisnis yang semakin global telah menghasilkan beberapa perubahan besar dalam penetapan harga, pengembangan pemasaran, manajemen sumber daya manusia dan transaksi bisnis dan konsumen dan bisnis.
Tetapi perkembangan internasional juga mempengaruhi teknologi.
Kemajuan teknologi secara fundamental telah mengubah sistem untuk mengelola bisnis.
Perusahaan akan membuat sistem pengukuran produktif berdasarkan metode lokal.
Pengukuran yang lebih baik digunakan, Kartu Skor untuk semua Saldo. Balance Scorecard memiliki empat metode sebagai alat untuk memperkirakan, mendanai, pengembang, bisnis internal, serta pembelajaran dan pertumbuhan.
Industri dihadapkan dengan pendekatan untuk mengoperasikan perusahaan mereka dengan persaingan global. Penentuan rencana akan digunakan sebagai dasar dan mekanisme untuk pemenuhan tujuan pekerjaan manajemen.
Oleh karena itu kita membutuhkan alat pengukuran kinerja sehingga Untuk poin apa tujuan dan persyaratan yang ditetapkan dapat diselesaikan dan dilihat.
BSC berasal dari dua huruf, yang seimbang dan scorecard. Balanced berarti keseimbangan antara perkembangan keuangan
dan non-keuangan, kinerja selama sebagian besar jangka pendek dan panjang. Tanpa menghormati kualitas dan redistribusi individu.
Sementara kartu skor adalah kartu yang digunakan untuk mengarsipkan skor keberhasilan peserta atau seseorang juga, kartu skor dapat digunakan untuk mengantisipasi skor yang dapat dipikirkan seseorang di masa mendatang.
Balanced scorecard adalah sistem sebelas cabang yang mengatur pemeriksaan kinerja, yaitu keuangan, pelanggan, proses bisnis internal, serta pembelajaran dan pertumbuhan. Apa yang saat ini akan digunakan dalam industri adalah pengukuran kinerja khas yang mencoba untuk fokus hanya pada sektor keuangan (Yuwono, et al (2006).
Penilaian kualitas dengan metode ini sering membawa keuntungan jangka pendek ke perspektif bisnis dan tampaknya mengabaikan keberlanjutan jangka panjang perusahaan. Indeks keberhasilan yang hanya berfokus pada sektor keuangan kurang mampu mengukur kinerja aset tidak berwujud perusahaan (aset tidak berwujud) dan aset intelektual (sumber daya manusia). Selain penilaian kinerja, itu juga kurang mampu memberi tahu banyak tentang sejarah perusahaan, lebih sedikit eksposur ke sektor eksternal dan tidak sepenuhnya mengarahkan
perusahaan menuju kinerja yang lebih baik.
(Kaplan dan Norton, 1996).
PT. Tunas Baru Sulawesi merupakan perusahaan yang bergerak dibidang Developer yaitu penjualan perumahan, dimana penjualan adalah sumber pendapatan utama dari perusahaan tersebut, dan berkantor pusat di jln.Tun Abdul Razak Perumahan Bumi Aroepala Ruko 10-12 Sungguminasa Gowa, telah beroperasi selama 23 tahun terhitung sejak didirikannya tahun 1996. PT. Tunas Baru Sulawesi ini meluaskan jaringannya menjadi 5 cabang yang tersebar di Sulawesi selatan, cabang tersebut yaitu Pare-pare, Pangkep, Sengkang, Mandai dan Bontomarannu. Status dari cabang diatas didasarkan apakah cabang tersebut sudah mencapai target pendapatan yang telah ditetapkan atau belum mencapai target.
Berdasarkan latar belakang diatas maka penulis tertarik mengangkat judul dan melaksanakan penelitian mengenai “Analisis Metode Balance Scorecard Sebagai Alat Untuk Mengukur Kinerja pada PT.Tunas Baru Sulawesi ”
Dari latar belakang masalah yang telah dikemukakan, maka yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah :
“Bagaimana kinerja PT .Tunas Baru Sulawesi, menggunakan metode Balance Scorecard?”
Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui “Bagaimana kinerja perusahaan jika dilihat dari metode Balance Scorecard pada PT. Tunas Baru Sulawesi.
TINJAUAN PUSTAKA
Menurut Atkinson et al. (2012) kinerja adalah alat yang ampuh untuk secara jelas dan jelas menyatakan apa arti bisnis untuk masa depan pernyataan tujuan, proyek, dan visi strategisnya.
Menurut Mulyadi (2014), Balanced Scorecard terdiri dari dua kata: kartu skor (scorecard) dan berimbang (balance). Kartu skor adalah kartu yang digunakan untuk mencatat skor kinerja bagi pengguna untuk mengatur skor agar dipelajari oleh calon pelanggan. Kata seimbang dirancang untuk menunjukkan bahwa efisiensi sumber daya dihitung secara seimbang dari dua aspek:
finansial dan non-finansial, jangka pendek dan jangka panjang, internal dan eksternal.
Penilaian kinerja adalah tindakan pemantauan yang dilakukan selain berbagai
operasi dalam rantai nilai korporasi. Hasil analisis kemudian akan digunakan sebagai panduan untuk mengungkapkan informasi tentang kegiatan yang dimaksud dan di mana perusahaan perlu dimodifikasi Yuwono dan Ichsan (2007)
Menurut Dwi dan Sari (2015) penilaian kinerja terbagi atas beberapa bagian yaitu: dilakukan secara terus menerus (periodic), pengukuran terhadap efektivitas operasional dalam pencapaian sasaran, serta berdasarkan standard dan kriteria tertentu.
Adapun manfaat penilaian kinerja menurut Dwi rachmna dan Shinta wulan sari (2015) dalam bukunya yang berjudul Akuntansi manajemen ialah :1) Untuk dasar pemberian penghargaan dan atau hukuman. 2) Untuk optimasi pencapaian efisiensi dan efektivitas anggota organisasi. 3) Untuk umpan balik dalam menentukan langkah berikutnya. 4) Untuk bahan pengambilan keputusan terhadap pengembangan karyawan, rekrutmen, dan evaluasi program.
Kegunaan pengendalian dan evaluasi program itu menurut (Dwi rachmina dan shinta Wulan sari 2015) terdiri dari : 1) Untuk mengetahui apakah ada Perbedaan antara hasil yang diperoleh, dengan hasil yang diproyeksikan. 2) Untuk memutuskan apakah harus diadakan perubahan strategi
Langkah-langkah evaluasi (dwi rachmina dan shinta wulan sari 2015) itu antara lain : 1) Menetapkan target atau sasaran, 2) Menetapkan batas toleransi, 3) Menetapkan metode atau rencana pelaksanaan, 4) Menganalisis (terutama bila ada penyimpangan), 5) Melakukan perubahan atau modifikasi (bila diperlukan).
Menurut Dwi rachmina dan shinta wulan sari (2015) pengukuran kinerja secara kuantitatif adalah : 1) Single criterium (tunggal), menggunakan satu ukuran. 2) Multiple criteria (ganda atau beragam), menggunakan berbagai macam ukuran. 3) Composite criteria (gabungan), menggunakan berbagai macam ukuran, memperhitungkan masing-masing bobot. 4) Ukuran, menghitung rata-rata sebagai ukuran menyeluruh kinerja.
“Kinerja keuangan jangka panjang tidak dihasilkan melalui upaya artifisial (artifisial).
Jika eksekutif bermaksud untuk meningkatkan kinerja keuangan dalam jangka panjang, Wujudkan dengan upaya realistis untuk menghasilkan pendapatan bagi investor, mengurangi profitabilitas proses bisnis /
internal dan efektivitas biaya, dan mengurangi biaya dan komitmen pribadi”. Balanced scorecard kemudian memperkenalkan ukuran kinerja eksekutif ke perspektif pelanggan, proses bisnis / internal dan pendidikan &
pengembangan,karena bisnis adalah tiga persepsi, memang (bukan perusahaan palsu atau buatan) menjanjikan kinerja keuangan jangka panjang . Mulyadi(2001).
Sejalan dengan pernyataan Kaplan 2001) yang berpendapat jika :“kemampuan sebuah perusahaan untuk memobilisasi serta manipulasi terhadap aset tidak berwujud jauh lebih penting daripada investasi dan perencanaan strategis aset fisik berwujud.
METODE PENELITIAN
Jenis data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data kualitatif dan data kuantitatif. Menurut Nur indriantoro dan bambang supomo (2014) mengatakan bahwa:
1) Data kualitatif adalah penelitian yang menekankan pada pemahaman mengenai masalah-masalah dalam kehidupan social berdasarkan kondisi realitas atau natural setting yang holistis, kompleks, dan rinci. Dan 2) Data kuantitatif adalah data yang berupa angka atau bilangan yang absolut dapat dikumpulkan dan dibaca.
Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif yaitu menggambarkan suatu kejadian yang diteliti melalui data yang terkumpul sebagaimana adanya, dan hasil penelitian ini kemudian diolah dan dianalisis untuk diambil kesimpulannya.
Jenis data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data kualitatif. Menurut Nur Indriantoro dan Bambang Supomo (2014) mengatakan bahwa : 1) Data kualitatif adalah penelitian yang menekankan pada pemahaman mengenai masalah-masalah dalam kehidupan sosial berdasarkan kondisi realitas atau natural setting yang holistis, kompleks, dan rinci. 2) Data kuantitatif data yang berupa angka atau bilangan yang absolut dapat dikumpulkan dan dibaca relative lebuh mudah berupa data laporan pertanggungjawaban (sunyoto 2013).
Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Menurut Indriantoro dan Supomo (2014) dijelaskan dalam bukunya bahwa : 1) Data primer adalah
sumber data penelitian yang diperoleh secara langsung dari sumber asli ( tidak melalui media prantara). Data primer dapat berupa opini subyek (orang) secara individual atau kelompok. 2) Data sekunder adalah sumber data penelitian yang diperoleh penelitian secara tidak langsung melalui media prantara (diperoleh dan dicatat oleh pihak lain). Data sekunder umumnya berupa bukti, catatan, atau laporan historis yang telah tersusun dalam arsip (data dokumentar) yang dipublikasikan dan yang tidak dipublikasikan.
Penelitian dilakukan dikantor Pusat PT.
Tunas Baru Sulawesi di Jln. Tun Abdul Razak Perumahan Bumi Aroepala Ruko 10-12 Sungguminasa Gowa. Dan waktu penelitian dilakukan kurang lebih dua bulan.
Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah penelitian kepustakaan, wawancara, metode kuisioner.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil pengukuran kinerja secara keseluruhan pada PT. Tunas Baru Sulawesi direkap dalam satu table berlandaskan keempat perspektif balanced scorecard:
Tabel 1
Rekapan Hasil Pengukuran Kinerja PT.
Tunas Baru Sulawesi Hasil
pengukura n kinerja perusahaa
n
Ketentuan Keterangan
Perspektif costumer a. Indeks kepuasa n pelangg an
b. Indeks citra perusah aan
Minimal indeks dapat dikategorika n puas jika berada dalam interval antara 231,2 sampai 285,6 point
Indeks kategori minimal puas apabila berapa
Indeks 272 point
dikategorikan baik
Indeks 130 point
dikategorikan baik.
berada apabila berada dalam interval antara 115,6 sampai 142,8 point.
Proses bisnis internal a. Peningk
atan inovasi
b. Pelayan an penggun a sistem informa si
Indeks kategori dikategorika n puas apabila berada pada dalam interval antara 115,6 sampai 142,8 Menerapkan sistem update atau listing produk properti
Indeks 139 point
dikategorikan baik.
Melalui dua media, media offline dan online
Perspektif pembelaja ran dan pertumbuh an
a. Employ e satisfact ion index
b. Leaerni ng index
Minimal indeks kategori puas berada pada interval 459 sampai 567 point.
≥ 57,62%
Indeks 498 point
dikategorikan baik
≥ 63,15%
Perspektif keuangan a. Profit b. Total
cost c. ROA d. ROE e. Total asset
≥102,981,22 8,30
≥17,628,583 ,800
≤11,69%
≥3,56%
≤0,16%
Rp.115,633,87 7,299
Rp.17,037,300, 000
7,93%
3,57%
0,09
turnover f. Revenue Growth (RG)
≥14,4%
64,76%
Sumber: data diolah oleh peneliti
Jadi secara keseluruhan kinerja perusahaan PT. Tunas Baru Sulawesi sudah masuk Kategori baik, dimana perusahaan telah memenuhi 10 ( Sepuluh ) dari 12 ( dua belas) tolak ukur dalam persfektif Balance Sorecard.
PENUTUP
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang dilakukan pada PT. Tunas Baru Sulawesi mengenai Analisis metode Balance Scorecard sebagai alat untuk mengukur kinerja perusahaan, maka penulis menarik kesimpulan bahwa kinerja perusahaan pada PT. Tunas Baru Sulawesi sudah dikategorikan baik(efektif) secara keseluruhan karena perusahaan mampu mencapai standard yang telah ditetapkan bahkan melebihi dari standard, terdapat 10(sepuluh) dari 12 (dua belas) tolak ukur.
Berdasarkan hasil kesimpulan diatas, maka penulis memberikan saran yang diharapkan dapat digunakan sebagai dasar pertimbangan bagi perusahaan untuk mempertahankan atau meningkatkan kinerja perusahaan. Adapun saran adalah sebagai berikut: 1) Untuk tahun-tahun yang akan datang penulis berharap perusahaan PT. Tunas Baru Sulawesi terus mempertahankan kinerjanya dan jika bisa lebih ditingkatkan karena dari 12 (dua belas) tolok ukur yang digunakan hanya 9 (sembilan) yang mampu dicapai. 2) Karyawan sebagai salah satu penentu dalam perusahaan harus bisa diberdayakan, ditingkatkan kemampuannya untuk kemajuan perusahaan tempat ia bekerja.
Dan untuk peneliti selanjutnya, penulis berharap kepada peneliti selanjutnya untuk memperhatikan beberapa tolak ukur yang belum diteliti oleh penulis.
DAFTAR PUSTAKA
Arwinda, T. (2015). Analisis Balanced Scorecard Sebagai Pengukuran Kinerja Perusahaan pada PT Jamsostek Cabang Belawan.
Diana Riana H, (2017). Pengukuran Kinerja Perusahaan PT. Indofood dengan menggunakan Balance Scorecard.
Jurnal Sekuritas. [diunduh 2019 Oktober]. Vol. I No. 2 Desember 2017.
Hadari Nawawi. (2006). Manajemen Keuangan. Yogyakarta: Gadjah Mada Indriantoro N. & Supomo B. (2014).
Metodologi Penelitian Bisnis. Edisi pertama. Cetakan keenam. Penerbit:
BPFE. Yogyakarta.
Jaya, Amnar. (2015). Penerapan Balanced Scorecard Sebagai Alternatif Pengukuran Kinerja Pada RSUP DR.Wahidin Sudirohusodo. Skripsi Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Unhas (tidak dipublikasikan).
Makassar.
Jurnal Riset Akuntansi Dan Bisnis, Volume 15 No.1-Maret 2015,
Kaplan, R. S. (2001). Balanced Scorecard:
Menerapkan Strategi Menjadi Aksi, Terjemahan oleh Pasla Yosi Peter R.
Erlangga. Jakarta.
Luis, S. & Prima A. (2007). Step by step in Cascading Balanced Scorecard to Functional Balanced Scorecard. PT.
Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
Moeherino. (2009). Pengukuran Kinerja Berbasis Kompetensi. Bogor: Ghalia Indonesia.
Mulyadi. (2015). Balanced Scorecard Alat Manajemen Kontemporer untuk Pelipatganda Kinerja Keuangan Perusahaan. Edisi Ke-1. Penerbit Aditya Media.Yogyakarta. 1999.
Mulyadi. (2014) Sistem Terpadu Pengelolaan Kinerja Personel Berbasis Balanced Scorecard. Cetakan Ketiga. UPP STIM YKPN. Yogyakarta.
Noviana H. D. (2019). Penerapan Balance Scorecard pada Pengukuran PT. Blue
Bird, Tbk. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana Vo.. 26.3 Maret 2019.
STIE YPUP. (2019). Pedoman Penulisan Proposal skripsi. Makassar:
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Yayasan Pendidikan Ujung Pandang.
Rachmina D. & Sari S. W. (2015). Akuntansi Manajemen Teori dan aplikasi.
Cetakan 3. Agustus. Penerbit:
Polimedia Publishing. Jakarta Selatan : 170-175.
S.Mark. (2012). Akuntansi Manajemen. Edisi Kelima, Jilid 2.Jakarta: Indeks.
Schneiderman, A. M. B. (2014). Setting Quality Goals”, ASQC, 1988.
Scorecard pada Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gombong tahun 2013 dan 2014. Skripsi.
Sri Lestari. (2016). Pengukuran Kinerja dengan Pendekatan Balanced Scorecard. Skripsi.
Stephanie et al. (2014). Meneliti Tentang Mengelola Kinerja Lingkungan dan Ekonomi Menggunakan Tinjauan Teori dan Praktek Pengukuran. The International Journal of Accounting and Business Society, vol. 22, No. 1 August 2014.
Sugiyono. (2016). Metodelogi Penelitian.
Pustaka Baru. Jakarta.
Yuwono, S. S. E., & Ichsan, M. (2007).
Petunjuk Praktis Penyusunan Balance Scorecard: Menuju Organisasi yang Berfokus pada Strategi. PT Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.